Compartir

Bab 348. Sini Majikan!

Autor: weni3
last update Fecha de publicación: 2026-10-09 19:28:43

Mila melenguh kala tubuhnya terasa sangat berat. Wanita itu membuka mata dan menemukan penyebabnya.

"Jo!"

Bejo menindih Mila. Dia menumpuk di sofa dan menguasai tubuh Mila. Tangan Bejo memeluk dan Mila berusaha untuk beranjak dari sana.

"Ya ampun, Jo!"

"Apa sih, Nya? Ngantuk banget ini," keluh Bejo masih dengan kedua mata yang terpejam kala Mila berusaha untuk melepaskan diri.

Bejo menahan tubuh wanita itu. Empuk saja dipeluk padahal Mila merasa engap sekali dan menginginkan untu
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
artisebuahnama
jo selidikin mala sama saka bukan tiduran aja jo
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 349. Romantis

    "Jo kamu tuh! Mana ada pakai kaki? Maksud aku pakai sendok." "Ya lagian typo banget bahasanya. Kirain pakai kaki. Lah ini tokor bisa masuk semua ke dalam mulut," sahut Bejo santai menanggapi apa yang Mila sampaikan. "Tokor tuh apa, Jo?" "Sikil!" "Sikil? Apa itu sikil?" tanya Mila lagi dan Bejo berdecak mendengar itu. "Udah kalau nggak tau nggak masalah, Nyonya! Aman! Pusing yang jelasinnya. Beneran!" jawab Bejo memilih menyerah. "Kamu tuh nggak sabar, Jo!" "Iya emang, Nya. Ya kali sikil aja nggak tau. Kaki, Nyonya! Kaki!" jelas Bejo dan Mila merengut mendengar itu. Mila segera meraih wadah makanan yang dia pegang dan makan sendiri tanpa bantuannya. Mila mulai makan, entah kenapa jadi agak nafsu makan. Bejo saja sampai bingung melihatnya. Padahal Mila biasanya jarang makan. Kalau disuruh makan itu susah sekali tetapi siang ini Mila terlihat sangat lahap. "Enak, Nyonya?" "Enak, Jo." "Kenapa, Jo?" tanya Mila padanya. Bertanya pun seraya mengunyah makana

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 348. Sini Majikan!

    Mila melenguh kala tubuhnya terasa sangat berat. Wanita itu membuka mata dan menemukan penyebabnya. "Jo!" Bejo menindih Mila. Dia menumpuk di sofa dan menguasai tubuh Mila. Tangan Bejo memeluk dan Mila berusaha untuk beranjak dari sana. "Ya ampun, Jo!" "Apa sih, Nya? Ngantuk banget ini," keluh Bejo masih dengan kedua mata yang terpejam kala Mila berusaha untuk melepaskan diri. Bejo menahan tubuh wanita itu. Empuk saja dipeluk padahal Mila merasa engap sekali dan menginginkan untuk benar-benar lepas darinya. "Kenapa sih, Nya?" "Berat." "Biasanya juga ditindih. Apa mentang-mentang nggak dimasukin kali jadinya ngeluh. Kalau dimasukin nggak keberatan ya, Nya?" "Nggak gitu juga, Jo." Bejo menarik diri dan membiarkan Mila merosot ke lantai sedangkan dia kembali menempati sofa panjang itu. Bejo lanjut tidur. Dia masih sangat mengantuk sekali. Sementara Mila sudah beranjak dari sana dan melangkah pelan mengambil minum. Mila menoleh setelah membuka pintu kulkas.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 347. Kawinin

    "Sudah aku katakan, jangan melawan Mamah! Kamu tuh kenapa sih? Kenapa tidak pernah paham? Untuk mempertahankan kamu itu sulit, Sayang. Kamu tau kan gimana Mamah. Harusnya kamu yang mengalah." "Aku lelah harus mengalah, Mas! Aku capek harus terus diam. Aku berontak pun kamu marah. Sekarang terserah! Aku nggak akan minta kamu untuk tetap membelaku. Aku paham posisiku. Aku tidak akan mengemis lagi, Mas. Lagian percuma! Mengemispun, kamu tidak bisa sepenuhnya kamu terima. Capek aku, Mas!" Tangan Bejo mengusap punggung Mila. Wanita itu mendongak memperhatikannya tetapi Bejo menggeleng kepala tak banyak bicara. "Jangan seperti itu! Benar kata Mamah, kamu membangkang sekarang, Sayang! Ini yang aku tidak suka. Kamu semakin aku kasih peluang, semakin kamu semena-mena. Kamu semakin berani, Mila!" "Capek bicara sama kamu, Mas. Semua pertanyaan kamu seharusnya kamu kembalikan lagi pada dirimu sendiri!" sahut Mila dan mematikan panggilan tersebut. Mila menunduk mencengkeram ponselny

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 346. Sampai Mati

    "Sudah Mamah katakan berulang kali padamu, menikah lagi saja! Istri kamu itu tidak lagi bisa hormat sama Mamah. Mila melawan Mamah bahkan Mila mengusir Mamah. Kamu tau Saka, Mila hampir saja membuat Mamah terjatuh tadi. Mila kasar dan berani membantah Mamah." Saka menghela nafas berat mendengar aduan dari ibunya. Tidak hanya itu saja, Mamah mendekati dan membujuk Saka. "Ceraikan istrimu! Dia mandul dan tidak ada lagi yang bisa dipertahankan darinya. Kamu tau, Mila malah mengatakan kalau kamu yang mandul. Wanita macam apa itu melempar fakta dan menyalahkan suaminya? Dia yang salah tapi dia tidak mau disalahkan!" "Nanti aku akan bicara pada Mila, Mah. Jangan seperti itu! Pikiran Mamah sangat kencang. Jangan sampai Mamah sakit." "Mamah sakit karena istrimu! Kalau bukan karena istrimu, tidak mungkin Mamah sampai emosi seperti ini! Istrimu itu kolot! Banyak tingkah! Ceraikan saja! Kamu bisa mencari yang lebih baik dari dia. Ingat Saka! Mempertahankan diri kamu untuk tetap menja

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 345. Gelap Mata

    "Apa yang harus Mila takutkan dari Mamah?" "Mila! Dasar menantu mandul! Sialand kamu ya! Ngelunjak kamu lama-lama, Mila!" Tangan Mamah mertua sudah hendak sampai ke pipi Mila tetapi dengan cepat Mila meraih dan menahannya. Mila memandang dengan kedua mata tajam dan enggan diremehkan. "Jangan pernah melukai Mila lagi, Mah! Apa lagi dengan suara Mamah ini! Sudah cukup! Mila sudah muak dan Mila tidak mau lagi mendengar itu. Mila tidak terima apapun yang Mamah sampaikan pada Mila! Pergi sekarang! Menantu yang Mamah anggap mandul ini tidak berkenan Mamah datang!" Kedua mata Mamah terbelalak mendengar apa yang Mila sampaikan. Beliau sangat terkejut dengan apa yang keluar dari mulutnya. Bukan hanya itu saja, Mila kali ini tengah menegaskan kalau dia tidak bisa lagi diremehkan. "Sombong kamu, Mila! Lepaskan!" "Mila nggak sombong, Mah! Mila seperti ini karena Mamah! Satu lagi Mila tegaskan, Mila tidak mandul! Mila subur bahkan Mila bisa melahirkan banyak anak kalau Mila mau.

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 344

    "Halah! Itu hanya alasan istri kamu saja, Saka! Harusnya kamu lebih tegas lagi pada Mila. Jangan mau mendengarkan alasan-alasan yang tidak masuk akal. Mila begitu karena tidak mau bertemu dengan Mamah. Memang menantu susah diatur! Padahal ke rumah mertuanya sendiri tapi banyak mikir. Seharusnya acara apapun tidak bisa mengalahkan kunjungan ke rumah mertua. Apalagi kalau sampai menolak untuk menginap." "Sabar, Mah! Mila juga punya kehidupan. Aku sebagai suami tidak boleh egois. Kalau Mila ada acara ya biarkan ikut dulu! Besok-besok masih bisa. Masih banyak waktu untuk bisa ke rumah Mamah." "Nggak bisa begitu dong, Saka! Kamu terlalu ngalah sama istri. Lain kali jangan mau kalah! Kamu harus lebih tegas pada Mila. Mamah lihat kok malah Mila yang semakin berkuasa atas anak Mamah." "Mah, sudah dulu ya! Aku ada meeting setelah ini. Nanti aku hubungi lagi." Tut Saka mematikan panggilan itu tanpa perduli Mamahnya akan marah. Saka malas mendengarkan ocehan beliau, maka dari itu s

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 06. Seksi

    Bejo mandi dengan bersih, sedikit rencana untuk membersihkan bulu-bulu halus yang menyelimuti bagian intinya yang akan dia realisasikan dengan baik. Bejo menunduk melihat bagian yang akan digunakan untuk bertempur. Masih belum percaya kalau sebentar lagi akan hilang perjaka. Tentunya hal itu aka

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 05. Warna Lingerie

    Bejo menarik nafas dalam setelah memasang sabuk pengamannya. Dia melirik lagi wanita yang ada di sampingnya. Nyonya Mila terlihat tenang setelah membuat jantungnya berdebar kencang. "Sialand emang ini jantung! Ngapa jadi merinding sebadan-badan? Perasaan di kampus banyak cewek yang deketin gue t

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 04. Mandul

    "Sudah setahun lebih saya menunggu, tapi mana? Sabar! Sabar! Sabar terus! Kamu tuh bisanya cuma nyuruh orang sabar tapi kamu nggak mau berusaha! Kamu mandul 'kan?"sentak wanita tua itu hingga membuat Bejo menghentikan langkahnya. "Apaan sich? Heboh banget!" "Kalau begitu, seenggaknya kasihlah

  • TUGAS TAMBAHAN UNTUK SOPIR PERKASA   Bab 03. Sampai Klimaks

    "Gila! Yakin malam ini mulai deketin Nyonya? Berat! Berat!" gumam Bejo sesampainya kembali di rumah besar milik majikannya setelah mengantar Tuan Saka ke bandara. Bejo menatap rumah besar itu dan memutuskan untuk masuk lewat belakang. Sebelum menemui Nyonya Mila, lebih dulu Bejo mengambil makan.

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status