แชร์

Bab 07. Syarat.

ผู้เขียน: Zayn Z
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2024-07-18 03:01:19

Bab 07. Syarat.

Di sebuah kedai yang tak jauh dari tempat pertemuan pertama, Song Ong kini duduk bertiga dengan Wang Suyi dan dan juga Song He. Dari sana Song He menuangkan teh kedalam cangkir Wang Suyi lalu setelahnya ia menuangkan teh pada cangkirnya sendiri dan melewatkan cangkir Song He.

Wang Suyi melirik ke arah luar kedai, tampak pasukan klan Song berdiri berjaga dengan tabib Fan dan ibu dari Shizi berada dalam penjagaan mereka dibawah terik matahari yang menyengat.

Tanpa perlu dikatakan pun Wang Suyi paham jika posisi tabib Fan dan ibu dari Shizi adalah alat untuk mengancamnya.

“ Sudah lama sekali kita tidak berbincang santai seperti ini, apa kau tahu sudah berapa lama itu terjadi?” Tanya Song Ong dengan wajah sumringah.

“ Cukup lama.” Jawab Wang Suyi singkat dengan nada lembut.

“ Tiga tahun… Tiga tahun lamanya kau mengacuhkanku.” Lanjutnya,” dan itu terjadi semenjak orang rendahan itu bersamamu.” Ujar Song Ong datar diakhiri senyum kecilnya.

“ Tuan muda Song Ong, sepertinya ka
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Sabam Silalahi
mantap bah
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 310. Balas.

    Bab 310. Balas."Hahahaha!" Tawa ketiga elf membuat kecut Shizi sesaat setelah tarian Belly yang mereka lakukan membuat Shizi harus memegangi dan menutupi salah satu bagian yang ada di selangkangannya. Apalagi Mai memaksa untuk melihat bentuk ekor depan milik Shizi karena penasaran.“Kalian mengerjaiku! Lihat saja, aku bakal mengerjai balik kalian!” gumam Shizi dalam hati."Nona Mai,hentikan! Kau sedang dikerjai oleh dua saudaramu itu, jika kau ingin mengetahui bentuk ekor manusia laki laki, kau bisa mencari tahu dari nona Ami dan nona Ami. Mereka mengetahui lebih jelasnya mengenai bentuk ekor manusia pria!" Ujar Shizi meyakinkan."Benarkah? "sSeru Mai kembali." Benar! " Tegas Shizi.Mai melihat ke arah Ami dan Ami. Kesempatan itu Shizi gunakan untuk berlari ke arah tangga ke enam ratus satu untuk melanjutkan ujian kesembilan."Benar benar menyusahkan! Bagaimana Elf bisa semesum itu? Benar benar berbeda dengan cerita yang kutahu!" ujar Shizi sesampainya ke anak tangga ke enam ratus

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 309. Ekor di depan.

    Bab 309. Ekor di depan. " Dua ratus sembilan puluh delapan." " Dua ratus sembilan puluh sembilan." "Hiyaaaa…tiga ratus!" teriak Shizi lantang sambil menapakan kedua kakinya ke anak tangga ke tiga ratus. Nafas Shizi memburu, keringat membasahi tubuhnya. Sambil mengatur nafas ia menatap ke arah puncak tangga, tempat dimana istana Helion berada. "Luar biasa, kau bisa melewati ujian ketujuh ini hanya dalam waktu setengah hari" ujar sang elf wanita yang sebelumnya berada di bawah. Shizi terkejut sambil menolwh ke samping, ia mengernyitkan keningnya, karena dari arah samping kirinya tiga elf wanita yang sebelumnya ada dibawah kini telah berada di anak tangga ke tiga ratus, sama seperti dirinya. "Bagaimana senior mencapai tangga ke tiga ratus ini? Padahal senior bertiga tadi masih berada di bawah? " tanya Shizi heran. "Karena ini! " jawab salah satu dari wanita elf tersebut sambil berbalik badan dan menunjukan sepasang sayap cahaya berbentuk sayap kupu kupu setinggi tubuhnya yang

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 308. Naik tangga?

    Bab 308. Naik tangga?Shizi terpana dengan apa yang dilihatnya, tempat yang didatanginya begitu terang dan indah. Hamparan rumput hijau, pepohonan dan hutan tersusun rapi dengan banyaknya peri kecil sebesar kupu kupu, beterbangan di area tersebut.Masih dalam keadaan takjub dengan situasi yang dilihatnya, dari arah depannya tampak tiga orang elf wanita berparas cantik datang menghampirinya.Shizi yang masih dalam posisi berlutut sambil memegang bagian belakangnya bekas tendangan dari Morwen jelas salah tingkah saat ketiga elf wanita tersebut tersenyum sambil menutupi mulut masing masing dengan tangan.Gegas ia bangkit sambil tersenyum canggung pada ketiganya."Salam senior," ujar Shizi sembari memberi hormat pada ketiga elf wanita tersebut.Ketiganya yang tadinya tersenyum tampak heran saat Shizi telah berdiri. Jelas keheranan mereka karena melihat sosok dirinya yang seorang manusia."Kau manusia?" tanya salah seorang elf cantik berkulit putih yang berada di tengah yang berpakaian p

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 307. Watak dan sikap.

    Bab 307. Watak dan sikap.Shizi tersenyum masam sesaat setelah memasuki pintu cahaya hitam. Bagaimana tidak? Kini belasan meter dihadapannya tampak Ning Wen dan empat cultivator kegelapan lainnya kini berada disana.Wajah dan kulit mereka kini tak seperti saat mereka masih hidup, seluruh warna kulit tubuhnya berwarna hitam legam dengan pupil mata berwarna merah. Dan mereka semua berada dalam satu kurungan cahaya berwarna merah dimana tak ada sedikitpun ruang gerak untuk mereka berlima.Yang lebih mencengangkan lagi untuknya adalah telinga mereka kini berubah menjadi runcing dan terlihat seperti elf pada umumnya.Shizi bisa melihat jelas jika sorot mata mereka semua menunjukan tatapan membunuh yang dipenuhi amarah."Ujian ketiga…Pertarungan!" "Ujian dinyatakan selesai bilamana salah satu pihak menyatakan menyerah atau hilang!" Sebuah suara yang menggema di tempat tersebut.Shizi tertegun mencerna perkataan sosok misterius tersebut."Hilang? Apa maksudnya itu?" tanya Shizi heran."Jika

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 306. Kesimpulan.

    Bab 306. Kesimpulan. Bersamaan dengan berhasilnya Shizi membuat pil bintang empat, kembali ia merasakan tarikan keluar dari bola cair yang ada Jiwa Shizi kembali ke dalam tubuhnya. Pil yang ada di tangannya menghilang sesaat setelah jiwanya kembali. “Ah, aku lupa jika tadi aku hanya jiwaku saja yang berada di dalam sana, tapi apa yang kuperoleh ternyata tidak hilang dan menjadi kemampuanku. Sekarang dengan begini aku adalah alkemis bintang empat!” batin Shizi sumringah. Bola cair yang melayang di udara kini kembali ke telapak tangan sang elf dua warna tersebut. "Tidak buruk, kau naik ke kelas bintang empat dalam tempo yang sangat singkat. Selamat anak manusia," Ujar sang Elf datar. "Apakah berarti aku lulus ujian kedua ini?" tanya Shizi sumringah dan percaya diri. "Belum! " Jawab sang elf dua warna itu datar. Sontak perkataan sang elf itu langsung membuat kening Shizi mengernyit dan jelas membuatnya kebingungan. " Maksud senior bagaimana?" tanya Shizi cepat. "Karena ujian s

  • Tabib Sakti Tak Terkalahkan   Bab 305. Cair dan Kristal

    Bab 305. Cair dan KristalShizi membuka matanya saat tangannya dijulurkan ke depan.Dalam kegelapan pekat yang melanda itu,ia bisa merasakan jika di depannya ada semacam dinding energi yang berada di hadapannya.Tanpa ragu, Shizi masuk kedalam dinding energi tersebut.Wush.Shizi membuka matanya saat dirinya telah melewati dinding energi tersebut. Matanya memicing saat ia melihat ada sosok manusia dengan tubuhnya yang setengah berwarna hitam dan setengahnya lagi berwarna putih.Shizi segera berjalan ke arah manusia dua warna tersebut dan berdiri di hadapannya. Ia terkejut saat melihat bentuk daun telinganya yang sangat runcing, berbeda dari manusia kebanyakan.“Apakah mereka manusia atau ini yang disebut sebagai elf?” batin Shizi.Tak banyak berpikir ia pun mulai membuka percakapan dengan siluet tersebut."Salam senior,aku Shizi!" ujar Shizi sopan sambil memberi hormat pada manusia dua warna tersebut." Kau seorang manusia? " tanyanya datar namun terdengar jelas ada rasa sedikit tak pe

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status