共有

61. Raka Ditahan

作者: Min Ye-Rin
last update 公開日: 2026-04-02 09:03:37

Langkah kaki Aluna terasa semakin berat saat mobil akhirnya berhenti di depan gerbang markas militer. Udara pagi yang dingin tidak mampu meredakan panas yang menjalar di dadanya. Tangannya masih mencengkeram setir dengan kuat.

Matanya menatap lurus ke depan. Gerbang itu terlihat sama seperti biasanya. Sangat kokoh, dijaga ketat, dan penuh kedisiplinan.

Namun entah kenapa, hari ini terasa berbeda. Ada sesuatu yang mengganjal. Seperti sesuatu yang ti
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   87. Sesuatu Yang Kupertahankan part2

    “Baik,” gumamnya. “Kita punya banyak waktu.” Dia melirik ke arah anggota PM dan beberapa anak buahnya yang baru masuk. Tanpa perlu perintah panjang, dua orang langsung maju. Kursi Raka didorong kasar hingga hampir terjatuh. Tubuhnya ditarik, lalu dipaksa berdiri. Kedua tangannya diikat membentang. BUGH! Pukulan kedua. Kali ini dari sisi lain. Tubuh Raka terhuyung, tapi dia tetap bertahan. Kakinya tidak goyah. Meski napasnya mulai berat. “Ngaku saja,” ujar salah satu petugas dengan suara rendah. “Ini akan lebih mudah. Kamu tidak perlu menahan rasa sakit ini.” Raka terkekeh pelan. Suaranya sudah terdengar serak dan berat. “Mudah untuk siapa?” Satu pukulan lagi mendarat di perutnya. Raka membungkuk sesaat. Napasnya terputus, ketika merasakan gelenyar aneh di area perutnya. Kolonel Andi menatap itu semua tanpa ekspresi. Seol

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   86. Sesuatu Yang Kupertahankan

    Sebelumnya… Raka mengikuti sesuai arahan. Dia tahu kalau mereka akan langsung membawanya ke penjara. “Apa di sana ada Kolonel?” Pertanyaan Raka membuat satu prajurit meliriknya. Dia mengangguk sungkan. “Siap. Ada Kapten!” Suara lantangnya membuat Raka tersenyum. Karena sebelumnya mereka tidak setakut ini. “Maafkan kami, Kapten—” kalimat mereka menggantung ketika Raka berdehem. Langkah mereka berhenti, lalu melirik Raka pelan. Pria itu sudah tersenyum. “Kalian hanya melakukan tugas. Kalau kalian tidak patuh, itu baru kesalahan.” Mereka semua menunduk. Mereka tidak menyangka akan menyeret Raka ke dalam penjara. Orang yang paling pengertian, orang yang paling ramah dan tidak pernah sombong walau prestasinya melebihi pangkatnya sendiri. Perjalanan dilanjutkan. Tepat ketika berada di depan pintu besi yang tertutup itu, dada Raka sedikit menyempit. Dia ingat janj

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   85. Akhirnya Aku Bisa Membawamu Kembali

    Aluna menyandarkan tubuhnya di kursi besi. Dia kini sedang duduk di ruang UGD. Mendapatkan pasien yang tiba-tiba banyak, membuat tenaganya terkuras habis malam ini. Salah satu dokter UGD sampai tidak enak karena mendapat bantuan dari Aluna yang jelas bukan bagian dari UGD. Sebagai tanda terima kasih, dia bahkan diberi beberapa cemilan dan air mineral, lengkap dengan waktu bersantai. Tubuhnya memang bersantai, tapi isi kepalanya masih terlalu penuh. “Raka… gimana kabar kamu di sana?” bisik Aluna sambil meneguk minuman bersoda di tangannya. Dia menatap langit-langit rumah sakit sebentar, lalu memejamkan mata. Menikmati setiap denyut rasa lelah yang mengalir bersama darahnya. Belum ada lima belas menit dia menikmati waktunya, tiba-tiba ponselnya berdering. Panggilan masuk dari Sindi. ‘Aluna ke ruang ICU sekarang! Rengganis kolaps! Panggil Dr. Sari juga!’ Suara Sindi ya

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   84. Terjebak

    Jantung Aluna berdetak lebih cepat. Dia yakin, raut wajahnya juga sudah berubah tegang. Dengan terus menahan diri, Aluna berusaha menarik napas, lalu tersenyum simpul. “Saya nggak punya alasan untuk takut,” katanya. “Karena saya tidak melakukan kesalahan. Terlebih, operasi sudah berjalan lancar, dan pasien selamat. Itu sudah cukup.” Aisar mengangguk pelan. Dia bertingkah seolah mengapresiasi jawaban itu. “Bagus,” gumamnya. “Karena memang itu tugas dokter yang sebenarnya.” Aluna menatap Aisar lama, sebelum akhirnya dia tersenyum. Lalu membuang muka. “Atau jangan-jangan kamu tidak tahu kalau Rengganis adalah pasien lama di rumah sakit ini?” Namun Aisar tidak menjawab. Dia hanya mendorong tubuhnya dari dinding, lalu berjalan mendekati Aluna. Langkahnya pelan. Tapi setiap pijakan terasa menekan dan mencekam. Dia berhenti tepat di depan Aluna. Terlalu dekat. “Aku akan tahu semua yang harus aku ta

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   83. Hukum Yang Tetap Harus Dijalani

    ‘Aisar…’ Belum sempat Raka mengingat semuanya, tiba-tiba beberapa petugas bersenjata lengkap datang. “Maafkan kami, Kapten,” ujar salah seorang petugas yang berdiri paling depan. Bahkan Raka dan Dion juga tahu siapa dia dan siapa mereka. Iya. Mereka adalah anggota polisi militer dan juga bawahan Ankum. Sebelumnya mereka sangat dekat dengan Raka. Mereka juga tahu bagaimana Raka dan kebiasaan Raka. Tak ada satupun yang percaya kalau Raka menjadi dalang atas kematian Lukas. Namun hukum hanya melihat bukti. Dan sekarang, pria itu akan kembali diproses. Raka menatap lurus ke arah mereka. Wajahnya tenang, terlalu tenang untuk seseorang yang baru saja akan kembali diseret ke dalam proses hukum yang tidak adil baginya. Dion berdiri lebih dulu. Kursinya terdorong ke belakang dengan suara keras yang memantul di dinding ruang interogasi. “Ini belum selesai,” ucap

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   82. Aisar

    “Tambahkan cairan. Jangan sampai drop.” Matanya menyapu luka itu. Mencari, menghitung, sambil memperkirakan jalur peluru. Dan di saat itu, tangan Aluna berhenti. Bayangan muncul di kepalanya. Bayangan tentang lorong gelap dan bau darah, serta suara tembakan yang pernah dialami sebelumnya. Satu nama terlintas kembali di benaknya. Raka. “Fokus, Luna!” suara Sindi membuyarkan lamunannya. Aluna tersentak dengan satu tarikan napas yang berat. “Maaf,” gumamnya lirih. Dia mengangguk samar. Untuk kali ini, dia tidak boleh goyah. Nasib Rengganis ada di tangannya. “Clamp.” Tangannya kembali bergerak. Dan akhirnya, dia menemukan sesuatu yang dia cari. “Ketemu.” Peluru itu terlihat. Dia tersangkut di jaringan paling dalam.

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   71. Sisi Buruk Aluna

    Raka memiringkan kepalanya. Menatap apartemen yang tidak cukup buruk, dan juga tidak terlihat mewah. Mereka masih ada di dalam mobil, sekarang. Aluna masih berkemas membawa semua barang-barangnya yang sudah memenuhi isi mobilnya. Raka menarik senyum simpul. “Jadi kamu

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   70. Pertemuan

    “Aku nggak bercanda!” potong Aluna cepat. “Aku serius. Aku udah ngalamin ini berkali-kali. Dari tangga yang tiba-tiba muncul, air yang membeku, sampai—” “Stop.” Sindi mengangkat tangan. Wajahnya berubah serius, tapi bukan karena percaya, melainkan k

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   69. Dunia Yang Kini Dia Pijak

    “Aluna… kamu yakin?” tanya Raka masih ragu. Dia menatap wanita di depannya dengan sangat serius. Dunia di belakangnya masih berhenti. Belum ada yang bergerak kecuali mereka berdua. “Aku serius, Raka.” Aluna memegangi kedua pundak Raka, menatapnya dalam.

  • Takdir Kedua Istri Sang Kapten   68. Semuanya Mulai terungkap

    “Apa sih yang kamu bicarakan?” Aluna berusaha untuk tetap tenang. Dia belum bisa membongkar kebenaran ini. “Aku istrimu. Aku Aluna. Masa iya kamu tidak bisa membedakan.” Aluna masih terus membalut luka di lengan Raka sampai selesai. Pria di depannya tidak la

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status