LOGINIbunya Greyson pun terlihat serius kali ini. “Ibu sudah kembali, sekarang tidak akan ada lagi penyiksaan untuk siapapun dari kita.” Suran mengerutkan keningnya, bingung. “Maksud anda apa, Ibu?”Ibunya Greyson yang bernama Amera itu menatap Suran lalu tersenyum dan menjawab, “Selama ini, aku dan Greyson hidup dengan penyamaran untuk menyelamatkan nyawa. Kami diam-diam membangun kekuatan untuk membalikkan keadaan. Ini sudah waktunya, kita harus mengakhiri semua ini.”Greyson tersenyum sambil merangkul Suran. “Ibuku juga sudah sembuh, aku pastikan wajahnya sangat cantik, terlihat jauh lebih muda dibandingkan usianya yang sekarang. Karena kami sudah punya kekuatan, maka kami tidak akan diam lagi.”Suran masih tidak mengerti. Ia menatap Greyson seolah ingin menuntut lebih banyak lagi informasi. “Apa maksudnya?”Amera meraih tangan Suran lalu berkata dengan pelan, “Membalas semua yang telah menyakiti aku dan Greyson selama ini dan mengambil apa yang sudah istana ini ambil dari kami.”Grey
Setelah kejadian mencurigakan saat sarapan, Suran dan Greyson memutuskan untuk tidak menyentuh hidangan apa pun yang disiapkan oleh dapur istana untuk sementara waktu. Mereka hanya menikmati buah-buahan segar yang telah diperiksa oleh pengawal kepercayaan Greyson. Meski sarapan mereka jauh lebih sederhana daripada biasanya, keduanya tidak mempermasalahkannya. Setelah selesai makan, seorang pengawal datang menyampaikan kabar bahwa ibu Greyson telah tiba di balai utama istana. “Ibumu sudah datang?” Suran menoleh kepada Greyson. Greyson mengangguk. “Benar. Sepertinya beliau tiba lebih cepat daripada yang diperkirakan.” Suran spontan merapikan pakaian yang dikenakannya. Ia memeriksa rambutnya sekilas, kemudian kembali duduk sejenak seolah-olah baru teringat sesuatu. Greyson memperhatikannya dengan heran. “Sayang, kau kenapa?” “Tidak, tidak ada.” “Tapi kau terlihat gugup.” Suran meliriknya. “Aku... aku sama sekali tidak gugup.” “Benarkah?” Greyson menahan senyumnya. “
Pagi hari setelah malam pengantin mereka, kediaman Greyson nampak sedikit berbeda, Suran yang terus merengut sebal karena pinggangnya yang terasa nyeri. Greyson hanya bisa membalasnya dengan senyuman, tapi dia juga sudah berusaha memberikan pijatan agar istrinya itu nyaman. Ibunya Greyson akan datang sebentar lagi, maka itu mereka juga harus segera bergegas. Suran duduk di salah satu kursi, sementara Greyson baru saja memasuki ruang makan setelah menyelesaikan urusannya dengan para pengawal.“Sudah selesai?” Greyson menganggukkan kepalanya sambil menarik kursi di sampingnya. “Selamat pagi, istriku. Bagaimana tidurmu semalam? Maaf aku sudah pergi sebelum kau bangun.” “Tidak masalah, kau pergi cepat juga membuatku tidur nyenyak.” Greyson terkekeh pelan. “Kalau begitu, malam nanti aku akan lebih bekerja keras. Istriku nampak kurang puas sepertinya.”Suran melotot kaget dan marah. “Dasar mesum gila!” “Hahaha....!” tawa Greyson. Seorang pelayan mendekat dan mulai menyajikan
Belum sempat Suran bicara setelah membuka mulut, Greyson sudah lebih dulu bergerak untuk mencium bibirnya. “Emmm...” Suran melenguh. Terlalu buru-buru, tidak ada persiapan untuk Suran menghadapi semua itu. Ciuman yang semula hangat dan penuh perasaan pun makin lama makin membara. Malam pertama pernikahan ini terlalu spesial walaupun melakukan hubungan intim bukanlah hanya pertama untuk mereka. Namun, pertama kali untuk mereka terlalu rancu, semuanya terjadi bukan karena mereka sendiri yang benar-benar mau. Tidak, tidak akan Greyson lewatkan malam ini meskipun dia tahu masih banyak malam berikutnya. Tangan Greyson bergerak lincah, menyentuh bagian-bagian terlarang pada tubuh Suran. Tidak bisa menolak perasaan itu, Suran hanya bisa pasrah menikmatinya hingga lupa apa itu rasa malu. Beberapa saat kemudian, hanya suara desahan yang saling bersahutan dari bibir keduanya. Wulien yang sempat ingin masuk membawa handuk dan lainnya terpaksa mundur, menjauh agar tid
Malam itu, ketika sebagian besar penghuni istana telah terlelap, beberapa sosok berpakaian hitam bergerak diam-diam melewati lorong-lorong gelap menuju kediaman Pangeran Kesembilan. Mereka adalah orang-orang yang dikirim oleh Pangeran Keenam. Perintah yang mereka terima sangat jelas, melenyapkan Greyson dan Suran sebelum fajar menyingsing. Tidak boleh ada seorang pun yang selamat untuk menceritakan apa yang terjadi, dan tidak boleh ada bukti yang mengarah kepada sang pangeran. Bagi Pangeran Keenam, malam pengantin itu merupakan kesempatan terbaik. Ia mengira Greyson dan Suran akan terlena dalam kebahagiaan pernikahan mereka, tidak menyadari bahwa bahaya sedang mendekat. Namun, ia telah membuat kesalahan besar. Jauh sebelum para penyusup meninggalkan tempat persembunyian mereka, Greyson sudah mengetahui rencana tersebut. Di salah satu ruangan tersembunyi di kediamannya, seorang pria berpakaian gelap berlutut di hadapan Greyson. “Pangeran, orang-orang itu sudah bergerak. M
“Ngomong-ngomong, apakah Nona Suran akan ikut serta dalam urusan istana kedepannya?” Greyson sudah benar-benar muak. Kakinya bersiap untuk melangkah, menyembunyikan Suran di balik punggungnya agar tidak ada lagi orang yang akan sembarangan mengajukan pertanyaan pada wanita yang kini sudah menjadi istrinya itu. Namun, sebelum Greyson melakukan itu, Suran menahan tangannya dan memilih ingin mengahadapi itu sendiri. Senyumnya nampak lembut, tapi tatapan matanya seolah menjelaskan bagaimana dia tidak menyukai ucapan pangeran ke-6. “Kenapa anda begitu mendesak, pengeran ke-6? Bukankah aku punya pilihan sendiri? Aku tidak gila kekuasaan meskipun aku tahu sampai di mana kemampuan ku. Hanya saja... bagiamana dengan anda?” Pangeran ke-6 sempat menunjukkan rasa marahnya lagi, tapi dia tutupi dengan senyuman yang justru terlihat aneh. “Aku adalah pangeran, tentu saja aku paling paham tentang visi misi ku. Aku akan memenuhi tanggung jawabku di istana dengan baik.” Suran tersenyum, ia







