Share

Bab 28 Season 1

Author: Yuri
last update Petsa ng paglalathala: 2024-05-13 18:53:52
Verlyn terdiam setelah mendengar pertanyaan Kayn.

“Boleh kau ulang pertanyaanmu tadi, Kayn?” pintanya tenang.

Kayn menghela napas berat.

“Sampai kapan kau akan terus mendekatiku seperti ini?”

Verlyn berpikir sejenak lalu tersenyum.

“Mungkin sampai kau menaruh perasaan padaku? Hihi!”

“Jangan konyol, Verlyn. Sampai kapan pun, aku akan tetap bersama dengan Sellina.”

“Pft… kau percaya diri sekali, Kayn!”

“Memangnya kenapa? Aku sudah bersama Sellina selama lebih dari dua tahun. Dan kau?”

Ver
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 213 Season 3

    ​Di saat Kayn dan Verlyn mulai menemukan kembali kehangatan di antara mereka, hal sebaliknya justru menimpa Sellina.​Di dalam kamar apartemennya yang berantakan, Sellina berdiri gemetaran di depan cermin kamar mandi. Wajahnya yang biasa dipoles sempurna kini pucat pasi dengan kantung mata menghitam. Gaun sutra yang ia kenakan tampak kusut, sejalan dengan kekacauan yang menghantam pikirannya.​Rasa mual hebat kembali mengocok perutnya sejak pagi, berpadu dengan kepanikan luar biasa. Sudah hampir dua bulan ia terlambat datang bulan. Ditambah lagi, sokongan dana dari Kayn sudah sepenuhnya terputus sejak pria itu mengakhiri hubungan mereka dan mendepaknya dari lingkar elit.​Sellina benar-benar stres berat. Kehidupan mewahnya perlahan goyah, tagihan apartemen menumpuk, dan Rensra—pria yang menjadi tempatnya berpaling mulai menunjukkan tabiat aslinya yang cuek, dingin, dan lepas tangan.​Dengan tangan gemetar hingga mengetuk tepi wastafel, Sellina men

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 212 Season 3

    ​Perjalanan pulang dari hotel menuju gedung Kizen Group diliputi keheningan yang terasa berbeda. Verlyn duduk di kursi penumpang, melemparkan pandangannya lurus ke luar jendela. Ia berusaha keras menata raut wajahnya agar tetap tenang, meski dadanya bergemuruh heboh tiap kali mengingat insiden muntah dan bisikan Kayn semalam. ​Di sampingnya, Kayn yang menyetir sendiri justru tampak amat tenang. Pria itu sesekali melirik wanita di sebelahnya, tidak lagi menyembunyikan binar hangat di matanya. ​"Minumlah dulu. Ini kopi latte favoritmu," ujar Kayn lembut, menyodorkan cangkir kopi yang sempat ia pesan di lobi hotel tadi. ​Verlyn tersentak tipis, menerima cangkir itu tanpa berani menatap langsung mata Kayn. "T-terima kasih, Tuan Kayn." ​Bibir Kayn terangkat sedikit, membentuk senyum samar. "Kurangi panggil formal begitu saat kita sedang berdua, Verlyn." ​Pipi Verlyn mendadak memerah panas. Ia buru-buru menyesap ko

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 211 Season 3

    ​Mendengar nama Sellina keluar dari bibir Verlyn, raut Kayn seketika meredup. Tak ada rasa marah atau nada membela diri di wajahnya, yang tersisa hanyalah bayang penyesalan dan kejujuran mutlak.​Kayn mempererat genggaman tangannya di atas meja, mengusap lembut punggung tangan Verlyn dengan ibu jarinya.​"Hubunganku dengan Sellina sudah berakhir sepenuhnya, Verlyn. Sudah sejak lama," ujar Kayn dengan nada rendah dan tenang.​Verlyn tersentak tipis. Matanya menatap Kayn dengan binar tak percaya. "B-berakhir? Tapi dulu kamu..."​"Dulu aku bodoh," potong Kayn cepat tanpa berusaha mencari alasan. Ia menghela napas panjang, menatap lurus ke mata Verlyn. "Aku begitu buta sampai tidak bisa membedakan mana ketulusan dan mana pengkhianatan. Aku memergoki Sellina berselingkuh dengan pria lain di belakangku dengan mata kepalaku sendiri."​Dada Verlyn berdesir hebat. Kata-kata itu menghantam logikanya bagai petir di siang bolong. Kejadian yang selama

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 210 Season 3

    ​Verlyn berdiri terpaku beberapa saat di depan cermin, merapikan napasnya yang masih tak beraturan. Setelah berusaha menetralkan rona hangat di pipinya, ia mengambil pakaian baru yang dibelikan Kayn—sebuah gaun kasual berwarna krem berbahan lembut yang terpasang pas di tubuhnya, lalu mengganti kimono handuk tersebut.​Dengan langkah pelan dan penuh keraguan, Verlyn memutar gagang pintu kamar tidur dan melangkah menuju area ruang tamu suite.​"Sudah bangun?" suara Kayn menyapa lembut sebelum Verlyn sempat mengedarkan pandangan.​Aroma sup hangat dan teh herbal menyengat lembut indra penciumannya. Di dekat jendela besar yang memperlihatkan pemandangan kota pascabadai hujan semalam, Kayn berdiri seraya menuangkan teh ke dalam cangkir porselen. Pria itu sudah berganti pakaian dengan kemeja kasual abu-abu gelap yang lengannya digulung rapi hingga ke siku.​"E-eh... iya," sahut Verlyn gugup, meremas ujung gaunnya.​"Kemarilah. Bersiaplah untuk

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 209 Season 3

    ​Napas hangat mereka beradu hebat di tengah keheningan kamar suite. Kayn menatap manik mata Verlyn yang basah dengan raut penuh kejujuran mutlak dan rasa cinta yang tak lagi tertahan. ​"Tatap mataku, Verlyn. Tidak ada wanita lain!" bisik Kayn serak, suaranya sarat akan rasa frustrasi dan cinta yang meluap. "Di dunia ini... jangankan menikah, memikirkan wanita lain selain kamu saja tidak pernah terlintas di kepalaku!" ​Sebelum Verlyn sempat mencerna kata-kata itu, Kayn menangkup kedua pipinya dengan lembut. Pria itu menunduk, membungkam bibir Verlyn dengan ciuman yang dalam dan penuh kerinduan. Ciuman itu sarat akan emosi yang selama ini terpendam—rasa bersalah, keputusasaan, dan kasih sayang yang mendesak dadanya. ​Verlyn terpaku. Matanya perlahan terpejam saat rasa hangat melingkupi seluruh tubuhnya, meruntuhkan benteng jarak yang ia bangun selama ini. Kayn mengusap rahang Verlyn dengan protektif, menyalurkan seluruh penyesalan yang memb

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 208 Season 3

    ​Pengaruh alkohol dengan cepat menguasai kesadaran Verlyn yang memang tak memiliki toleransi terhadap minuman keras. Penglihatannya perlahan kabur, dan keseimbangan tubuhnya mulai goyah.​Tuan Gerry dan Tuan Rozi yang menyadari perubahan kondisi Verlyn saling melempar lirikan penuh arti.​"Nona Verlyn, Anda sepertinya sudah agak mabuk," ujar Tuan Gerry dengan nada pura-pura simpati. Tangannya yang lancang perlahan mendarat di pinggang terbuka Verlyn. "Mari, kami bantu Anda beristirahat di ruang santai."​"Iya, Nona. Biar kami bimbing," timpal Tuan Rozi seraya mengulurkan tangan hendak merangkul bahu Verlyn yang terekspos.​Verlyn yang kepalanya kian berat berusaha menepis tangan-tangan itu. "T-tidak usah... aku bisa..."​Sebelum tangan Tuan Rozi menyentuh kulit Verlyn, sebuah cengkeraman berurat yang amat kuat mendadak mencengkeram pergelangan tangan pria itu hingga terdengar bunyi gemeletak tipis.​"Singkirkan tangan kotor kalia

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 2 Season 1

    “Verlyn, apa kau sudah siap? Ingat janjimu hari ini!” teriak Kaze dari luar kamar. Verlyn membuka kelopak matanya perlahan dan menatap sayu ke arah langit-langit kamarnya yang berwarna ungu lavender. Ia melirik jam di atas nakas sebelah kasur—08.40 AM. Matanya langsung membelalak. “Bagaimana aku b

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 1 Season 1

    “Apa? Menikah? Tidak! Aku tidak membutuhkan itu, Ayah!” balas Verlyn tegas setelah mendengar rencana perjodohannya dengan CEO perusahaan Vyntie milik keluarga konglomerat ternama di Amerika. “Sudah berapa kali Ayah membahas soal perjodohan ini? Aku tidak mau melakukannya!” lanjut Verlyn kesal. Ali

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 7 Season 1

    "A–apa, maksudmu?!" ujar Verlyn sambil sedikit menjauh dari Kayn. Kedua pipi Verlyn langsung memerah seketika setelah Kayn berbisik di dekat telinganya. Kayn melipat kedua tangannya dan menatap Verlyn dengan dingin, menunggu penjelasan dari gadis yang kini tampak gugup di hadapannya. "Mengaku saja

  • Taruhan Dengan Ceo Muda   Bab 6 Season 1

    Kayn mengernyitkan dahi saat melihat Verlyn duduk di sebelah Villian sambil tersenyum polos, seolah tidak ada masalah di antara mereka. “Kita bertemu lagi! Dunia ini memang sempit, ya, Tuan Kayn!” seru Verlyn senang. Ia berdiri dan memeluk lengan Kayn. “Atur ekspresimu, Tuan. Ini demi dirimu juga,

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status