แชร์

Berdebar Kencang

ผู้เขียน: CitraAurora
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-29 21:08:04

Leon meminta Robin untuk kembali ke kamar tamu tapi Robin enggan menuruti kemauan Leon sehingga mereka berdebat di depan pintu kamar Rosella.

Perdebatan antara Leon dan Robin akhirnya membuat Rosella yang belum tidur pulas terusik.

Sayup-sayup dia mendengar bisikan ketus yang saling bersahutan di luar kamarnya. Dengan kesadaran yang belum pulih sepenuhnya, Rosella bangkit dari kasur, menyibak selimut, dan melangkah perlahan menuju pintu.

​Cklek.

​Pintu kamarnya terbuka penuh, memutus keteganga
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Sari Aldia
kkk robin n leon musuh bebuyutan
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Brutal

    ​"Walah Walah matilah aku, baru saja diterjang tanpa ampun oleh Dosen dan kini dokter ini berdiri di hadapanku meminta jatah." ​Lucas terkekeh renyah melihat wajah pucat dan lemas Rosella. Tanpa membuang waktu, dia membukakan pintu mobil dari dalam. "Masuk, Sayang. Sebelum Singa Utama kita menyadari kalau dia sudah dikelabui." ​Mau tidak mau, Rosella melangkah masuk dengan sisa-sisa tenaganya. Begitu pintu tertutup, Lucas langsung mengunci mobil dan menginjak pedal gas dalam-dalam, membelah jalanan kota menuju klinik medis pribadinya yang terletak di kawasan eksklusif. ​Di dalam mobil, Rosella mencoba merayu Lucas dengan sisa tenaganya, berharap sang dokter berhati lembut. "Tuan Lucas... tolonglah, badanku benar-benar remuk. Tuan Adrian tadi benar-benar tidak memberi ampun di ruangannya. Bisakah jatah Tuan ditunda besok saja?" pinta Rosella dengan mata berkaca-kaca manja. ​Lucas melirik Rosella sekilas. Seringai tipisnya semakin melebar saat netranya menangkap sedikit tanda kemera

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Saatnya Bersenang-senang Sayang

    Adrian tertawa, “Tentu Lucas, setelah itu nanti kamu jemput dia sebelum Kak Leon, mari kita buat Kak Leon mengamuk.”​Hari sidang skripsi yang dinanti-nanti akhirnya tiba. Di depan pintu ruang sidang, tubuh Rosella gemetar hebat. Jantungnya berdegup kencang bukan hanya karena takut pada dosen-dosen penguji lain, melainkan karena dia melihat sosok Adrian duduk di tengah meja penguji dengan setelan formalnya yang rapi, kacamata bertengger di hidung bangirnya, dan wajah yang teramat dingin tanpa ekspresi.​Begitu sidang dimulai, Adrian benar-benar berubah menjadi monster akademik. Tidak ada lagi tatapan memuja atau sentuhan lembut seperti di mansion.​"Saudari Rosella, coba jelaskan kenapa kamu menggunakan metodologi ini? Data analisis di bab empat ini sangat berantakan dan tidak konsisten. Bagaimana kamu bisa mempertanggungjawabkan hasil penelitian seperti ini?" cecar Adrian bertubi-tubi dengan suara baritonnya yang tegas dan tajam.​Rosella terbelalak, keringat dingin bercucuran di pel

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Kegilaan Ketiga Toretto

    ​"Uuhh Rose, aku sungguh sangat rindu padamu," bisik Leon dengan suara yang semakin berat sambil menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Rosella untuk menghirup aroma manis yang begitu dirinya gilai.“Apa boleh Sayang?” Bisik Leon sambil menatap Rosella. Rosella menatap Lucas dan Adrian yang memejamkan mata seolah tak enak mengkhianati keduanya. Tapi… Dirinya kini dirundung gairah yang tak bisa dia tahan. “Iya Tuan.” ​Mendapatkan persetujuan dari Rosella membuat Leon benar-benar merasa di atas angin. Pria itu bergerak cepat namun penuh kehati-hatian. Dia membawa tubuh mungil Rosella bergeser ke sudut sofa yang paling gelap dan paling jauh dari jangkauan pandangan, membelakangi posisi Adrian dan Lucas yang tampak masih mendengkur halus dengan nafas yang teratur.​Di bawah temaramnya lampu yang remang-remang, Leon mulai menagih rindunya dengan brutal.Setiap sentuhannya sangat liar, membuat Rosella tak kuasa untuk tidak mendesah. ​"T-Tuan... pelan-pelan, nanti mereka bangun...Uuuhhh.

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Leon Menang Banyak

    ​"Kak Leon, Lucas ayo keluar biar dia istirahat. Kalau kalian tidur di sini bisa-bisa Rosella tidak tidur malam ini," usir Adrian dengan wajah lempeng tanpa dosa.​Leon dan Lucas mendengus kasar secara bersamaan. Mereka tahu betul itu hanya taktik licik Adrian agar bisa mengambil kesempatan dalam kesempitan. Namun, melihat Rosella yang benar-benar sudah memejamkan mata dengan dahi berkerut karena kelelahan, kedua singa itu akhirnya mengalah. Demi kesehatan sang ratu, mereka bertiga akhirnya sepakat keluar dari kamar utama dengan langkah berat, menutup rapat pintu dari luar, lalu turun ke lantai bawah menuju ruang tengah.​Karena sama-sama frustrasi akibat puasa yang menyiksa iman, Leon, Adrian, dan Lucas akhirnya duduk berkumpul di sofa ruang tengah sembari membuka sebotol wiski mahal untuk menyalurkan energi mereka yang tertahan.​Tengah malam, sekitar pukul dua pagi, suasana mansion sudah teramat sunyi. Rosella terbangun dari tidurnya karena tenggorokannya terasa sangat kering dan h

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Skripsi

    Beberapa bulan berlalu dengan cepat. Suasana di mansion Toretto mengalami perubahan besar sejak Rosella memasuki semester akhir dan mulai disibukkan dengan penyusunan skripsi. Gadis ceria itu kini menjelma menjadi mahasiswi tingkat akhir yang super sibuk, dikelilingi oleh tumpukan jurnal, buku tebal, dan revisi yang tiada habisnya.​Melihat wanitanya mulai sering begadang dan tampak stres menghadapi dosen penguji, ketiga pria Toretto akhirnya terpaksa sabar, demi menjaga fokus Rosella agar bisa lulus dengan nilai terbaik, Leon, Adrian, dan Lucas sepakat untuk tidak mengganggu Rosella."Adrian ingat jangan mengganggu Rosella, biasanya kamu yang selalu mangkir." kata Leon sambil menatap Adrian tajam. Adrian terkekeh, "Kali ini aku tidak akan curang." sahutnya. "Biasanya kamu mengajak Rosella ke ruanganmu dengan dalih urusan kampus dan ujung2nya minta jatah, keterlaluan memang kamu Kak!" Sahut Lucas kesal. "Itulah kenapa aku jadi Dosen karena aku lebih pintar dari kalian." Leon dan

  • Tawanan Tiga Tuan Muda    Berbagai Gaya

    ​"Kamu bisa mendesah yang suaramu bisa langsung hilang disapu angin, Sayang," bisik Adrian seksi sebelum menurunkan tubuh mereka berdua ke dalam air.​Sore itu, Adrian benar-benar berubah menjadi singa yang gila dan tak terkendali. Di bawah langit London yang luas, mereka melakukan banyak gaya percintaan tanpa rasa takut sedikit pun. Mulai dari pergulatan panas di dalam air kolam yang hangat, berpindah ke tepi kolam dengan dekapan yang semakin erat, hingga beralih ke atas kursi berjemur di mana Adrian menuntut haknya dengan sangat ugal-ugalan. Rosella mencengkeram bahu tegap Adrian, mendesah sekeras-kerasnya menumpahkan segala rasa pekat yang membakar dadanya. Seperti ucapan Adrian tadi suara desahan Rosella langsung hilang menguap terbawa angin. ​Setelah badai gairah itu mereda, Adrian bersiap untuk mengajak Rosella pulang bersama. Namun, menyadari bahwa Adrian saat ini masih dalam masa boikot oleh Leon dan Lucas, Rosella mulai merasa khawatir.​Di dalam mobil, Rosella menatap Adri

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status