共有

2

作者: Angsa Kecil
last update 公開日: 2026-07-17 12:52:08

Di kamar hotel, Bima mulai terusik kemudian mengerjap. Pria itu meraba-raba sisi ranjangnya.

Kosong.

Lalu matanya terbuka. Pelan Bima duduk sambil mengedar sisi ruang dan mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.

“Sial ….” Bima memijat pelipisnya karena pening. Otaknya blank dan merasa memori jangka pendeknya kacau.

Lalu, seketika matanya membeliak tajam saat menyibak selimut.

Darah perawan.

Wanita yang tidur dengannya ternyata masih perawan.

“Argh!” Bima mengusap wajah dan menyugar kasar rambutnya. Dadanya naik turun dan mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.

Lalu, potongan-potongan puzzle kejadian semalam mulai muncul dan terangkai. Dia ingat setelah keluar dari kafe dalam hotel itu tubuhnya terasa panas, lalu ada seorang wanita yang menuntunnya. Setelah itu, dia menarik wanita itu ke atas ranjangnya.

Darah Bima mendesir saat ingatan rasa semalam kembali terasa kuat.

‘Bima ….’ Suara wanita itu terdengar samar-samar dalam ingatan Bima.

“Siapa wanita itu?”

Bima sama sekali tak bisa mengingat jelas wajah wanita itu. Buram. Efek obat melumpuhkan akal sehat pria itu, membuat pandangannya kabur, ditambah kamar itu hanya bercahaya temaram.

Akan tetapi, Bima mengendus sebuah aroma, dia lalu mencium sisi bekas tempat wanita itu tidur.

“Aroma ini ...,” gumam Bima, menahan napasnya sejenak.

Dia hanya ingat kalau aroma parfum itu milik wanita semalam. Khas dan unik, membuatnya tenang dan belum pernah dia temui di mana pun.

Dengan wajah menegang, Bima lantas menghubungi seseorang.

Beberapa hari setelah kejadian malam itu.

Bima masih mencari teka-teki yang membuat tiap malamnya tak bisa tidur.

Dia sudah mendatangi banyak pusat parfum, dari kelas rendah, menengah sampai kelas atas, tetap tidak menemukan aroma yang sama. Dan kali ini, dia menggunakan kedok kerjasama untuk mendapatkan ambisinya itu. Mencari perusahaan parfum untuk hotelnya.

Sejak kemarin sudah banyak perusahaan menengah sampai kelas atas yang mengirimkan sampel, tapi yang lulus seleksi pertama hanya beberapa. Dan dari beberapa itu, hanya satu yang lolos.

“Ini yang kemarin Anda tanyakan, Pak.” Dilan meletakkan sampel di atas meja.

“Perusahaan parfum mana ini?” Dia menatap paper test parfum yang lolos. Tidak sama, tapi setidaknya aromanya ada sensasi kemiripan dan membuatnya penasaran.

“Elvora Perfumery. Bu Laras, ownernya, langsung sudah membuat janji dengan Anda, dia juga mengatakan akan mencoba membuat banyak sample aroma parfum seperti yang Anda deskripsikan itu.”

Dada Bima bergerak berat, menahan emosi, tangannya terkepal kuat di atas meja. Berapa hari ini, pikirannya kacau, pekerjaannya berantakan karena belum mendapatkan informasi wanita yang melewati malam bersamanya waktu itu.

Lalu Bima duduk tegap. “Bilang pada pemilik Elvora Perfumery itu, aku akan datang sendiri ke sana, mau melihat sendiri cara mereka meracik parfum. Dan jika aroma itu berhasil dibuat, aku mau lihat siapa yang membuatnya.”

Dilan mengangguk. Lalu, dengan tatapan ragu dia berkata, “Pak, pengacara kita bilang istri Anda minta uang lagi.”

Bima mendongak dengan tatapan tajam, wajahnya merah padam. “Kenapa harus lapor lagi padaku? Kasih saja langsung! Bukannya kemarin aku bilang nggak mau tahu soal dia?!” bentaknya.

Dilan menunduk. “Maaf, Pak. Itu karena baru saja minta uang dan ini hanya jeda sebentar minta lagi.”

Pikiran Bima saat ini sedang terfokus sepenuhnya pada wanita misterius di kamar hotel malam itu. Mengingat teka-teki yang belum terpecahkan saja sudah cukup membuat kepalanya pening, malah diganggu oleh urusan istri di atas kertasnya.

Bima bersandar pada kursi kerjanya sambil mengetuk-ngetuk jarinya pelan. “Dilan, soal urusan istriku, kamu cuma boleh bilang kalau sudah waktunya bercerai.”

“Baik, Pak. Satu bulan lagi perjanjian itu selesai dan Anda akan bercerai,” sahut Dilan.

Bima lalu melengkungkan senyum miring. Satu bulan lagi, dia tidak akan terbebani dengan status pernikahan itu. Dulu, dia hanya terpaksa menikah karena syarat untuk bisa mengklaim warisan kakeknya saja. Yang penting ada akta cerai, sudah beres.

Begitu Dilan melangkah keluar dan pintu ruang kerja tertutup, Bima meremas tangannya kuat di atas meja.

‘Aku pasti akan menemukanmu. Jangan harap kamu bisa sembunyi selamanya!’ batinnya.

Padahal sejak hari pertama, Bima langsung memerintahkan timnya untuk menelusuri seluruh rekaman kamera pengawas hotel dari segala sudut. Namun, hasilnya benar-benar bersih tanpa celah. Sepertinya ada pihak tertentu yang memang sengaja menghapus seluruh rekaman sebelum dia terbangun.

***

Di area laboratorium Elvora Perfumery, Megha sudah mengenakan lab coat putih bersih khusus peracik parfum, lengkap dengan sarung tangan dan masker yang menutupi sebagian wajahnya.

Di meja kerjanya, berjejer puluhan botol penetes berisi essential oil, ekstrak top note, middle note, hingga base note, serta ratusan lembar blotter strip atau kertas penguji aroma.

Laras, wanita muda pemilik Elvora Perfumery, melangkah mendekat. “Kiran, kuharap kamu bisa meracik aroma parfum yang unik sesuai pesanan itu.”

Kiran. Panggilan itu yang dia minta sejak awal bekerja di tempat itu. Megha Kirana, dia hanya memakai nama belakangnya saja.

Megha menunduk kecil. “Terima kasih atas kepercayaannya. Saya akan berusaha tidak mengecewakan Anda, Bu Laras.”

Laras menarik nafas dalam lalu tertawa kecil. “Untung saja kemarin aku mengajukan sampel memakai parfum buatanmu, hingga akhirnya bisa lolos. Kamu memang hebat.”

Megha tersenyum sambil terus menggerakkan tangannya mencampur beberapa cairan. “Ah, Ibu terlalu berlebihan.”

Laras tertawa kecil. “Dan apa kamu tahu, berkat aroma parfum racikanmu itu kita akan dapat proyek sangat besar. Yang luar biasa lagi, hari ini pemilik hotelnya akan datang langsung untuk meninjau laboratorium kita dan mengawasi proses pembuatan sampelnya.”

Mata Laras berbinar. “Lalu, apa saya akan dapat bonus banyak, Bu?” Yang ada dipikirannya saat ini hanya itu, kemarin kondisi ayahnya bisa dibilang stabil setelah serangan jantung itu, tapi masih koma dan dia butuh biaya banyak. Tidak mungkin dia tak akan terus meminta pada Bima.

“Tentu saja. Kamu akan Ibu kasih bonus yang sangat banyak.”

Mata Megha berbinar. “Memangnya Hotel mana yang mau memberikan proyek besar ini, Bu?”

“Royal Mavendra Hotel. Dan Pak Bima sendiri yang akan meninjau kemari. Sekarang dia sudah dalam perjalanan. Makanya persiapkan dirimu sejak sekarang.”

Deg! Mata Megha membeliak tegang, tangannya gemetar dan dia menelan susah ludahnya.

“P-Pak Bima? Royal Mavendra Hotel?” Megha memastikannya lagi karena dia sangat tahu kalau Hotel itu memang milik suaminya.

Laras mengangguk, tapi dahinya berkerut. “Kenapa? Apa kamu gugup? Tenang saja, Pak Bima tidak semenakutkan itu. Tapi yang pasti, dia sangat tampan. Meski rumornya dia memang sudah menikah, tapi katanya juga Pak Bima low profil soal istrinya. Ada juga yang bilang kalau mereka akan segera bercerai.”

Megha mengangguk dengan memaksakan senyum. “Ehm.”

‘Bima? Bagaimana nanti aku akan menghadapinya?’ batinnya.

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   5

    Bu Laras tersenyum penuh arti, dengan binar mata jahil. “Pak Bima itu terkenal dingin, tapi punya sikap yang beda banget sama kamu. Kelihatan sekali dia tertarik. Anehnya lagi, langsung menyetujui kerja sama kita tanpa banyak drama.”Dingin sama wanita? Tawa Megha hampir meledak mendengarnya. ‘Yang ada dia mesum,’ batinnya.Megha mencoba mengatur napasnya. “Nggak ada apa-apa, Bu. Saya sama sekali tidak ada hubungan khusus dengannya. Siapalah saya bisa kenapa sama Pak Bima.” Dia memaksakan senyum tipis kaku.Bu Laras menyenggol lengan Megha pelan sembari terkekeh tipis. “Nggak apa-apa kalaupun ada, Kiran. Kabarnya Pak Bima itu sedang proses cerai dengan istrinya, sekretarisnya sendiri yang cerita.”Megha menghela napas panjang, menatap atasannya itu heran. “Bu Laras ini suka sekali mendengarkan gosip. Saya beneran tidak ada hubungan apa pun dengan Pak Bima. Justru saya mau minta tolong sama Ibu.”Bu Laras menaikkan dua alisnya, memajukan kepala sedikit. “Minta tolong apa? Mau Ibu comb

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   4

    Megha meringis saat cengkeraman di pergelangan tangannya makin menekan. “Lepaskan dulu tangan saya, Pak. Ini sakit.”Bima membuang napas beratnya, kasar, dan berusaha mengontrol emosi yang bergolak di dadanya. Perlahan, dia mengendurkan dan melepaskan pegangan tangannya.Dia merutuki diri yang tak bisa menahan penasarannya.Lalu, Megha mengusap pergelangan tangannya yang memerah, sambil menarik napas panjang untuk menata suaranya. “Kalau untuk aroma parfum yang ini, maaf, saya tidak bisa menjualnya. Ini aroma parfum pertama yang berhasil saya racik dengan bantuan mentor saya. Saya sudah berjanji pada diri saya sendiri dan beliau untuk tidak mengkomersilkan resep ini.”Mata Bima memicing tajam. Rasa penasarannya kian membumbung tinggi. “Jadi, cuma kamu yang pakai aroma parfum ini?”Megha mengangguk kecil, perasannya makin tak enak. Tetapi, dia sama sekali tidak paham dengan semua sikap itu.Bima kembali memangkas jarak di antara mereka, dengan tatapan intens.Megha yang tak nyaman refl

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   3

    Di area depan kantor, Laras mulai panik saat mendapati tamu istimewanya datang.“Selamat datang di Elvora Perfumery, Pak Bima,” sambut Laras seraya mempersilakan pria itu duduk di ruang tamu eksekutif. “Sebuah kehormatan Anda bersedia menyempatkan waktu.”Bima mengibaskan tangannya singkat, menolak untuk duduk. “Saya tidak punya banyak waktu untuk basa-basi. Saya mau lihat langsung lokasi pembuatan dan ruang laboratorium racik Anda.”Laras mengangguk cepat. “Tentu, Pak. Mari saya antarkan.”Mereka berdua berjalan bersisian menyusuri koridor berdinding kaca yang menghubungkan area kantor dengan laboratorium utama.“Perfumer yang Anda cari sedang membuat formula baru, Pak,” tutur Laras di tengah langkah mereka. “Semoga racikannya kali ini bisa memenuhi ekspektasi Anda.”Langkah Bima terhenti sejenak. Matanya memicing menatap pintu kaca laboratorium di depannya. “Bisa saya bertemu dengannya sekarang?”“Tentu saja, Pak,” sahut Laras. Dia segera memberi isyarat tangan pada seseorang untuk

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   2

    Di kamar hotel, Bima mulai terusik kemudian mengerjap. Pria itu meraba-raba sisi ranjangnya.Kosong.Lalu matanya terbuka. Pelan Bima duduk sambil mengedar sisi ruang dan mengingat-ingat apa yang terjadi semalam. “Sial ….” Bima memijat pelipisnya karena pening. Otaknya blank dan merasa memori jangka pendeknya kacau. Lalu, seketika matanya membeliak tajam saat menyibak selimut. Darah perawan. Wanita yang tidur dengannya ternyata masih perawan.“Argh!” Bima mengusap wajah dan menyugar kasar rambutnya. Dadanya naik turun dan mencoba mengingat-ingat apa yang terjadi semalam.Lalu, potongan-potongan puzzle kejadian semalam mulai muncul dan terangkai. Dia ingat setelah keluar dari kafe dalam hotel itu tubuhnya terasa panas, lalu ada seorang wanita yang menuntunnya. Setelah itu, dia menarik wanita itu ke atas ranjangnya.Darah Bima mendesir saat ingatan rasa semalam kembali terasa kuat. ‘Bima ….’ Suara wanita itu terdengar samar-samar dalam ingatan Bima.“Siapa wanita itu?”Bima sama se

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   1

    “Akhhh ....”Megha meringis saat merasakan seluruh tubuhnya remuk redam. Dia hendak bergerak, tapi tertahan sebuah lengan kekar yang melilit pinggangnya.Dia tak menyangka kalau semalam raganya sudah mengkhianati logikanya.Di kamar temaram, dua insan yang terikat pernikahan dingin selama hampir dua tahun itu, semalam justru hanyut dalam gelombang panas.Semalam, Megha datang ke hotel karena urusan pekerjaan. Namun, saat di koridor lantai dua puluh, dia melihat Bima sedang berjalan terhuyung. Bima, suami yang bahkan tak pernah menemuinya setelah hari pernikahan. Niat hati ingin membantu, justru dia ditarik ke atas ranjang.Kini, Bima masih tertidur pulas sambil memeluknya, dan Megha memberanikan diri menatap wajah tegas suaminya itu dalam jarak dekat. Jarinya terulur ragu, mengusap pelan rahang tegas suaminya.Meski dalam kondisi terlelap, tapi kesan dominan dan aura dingin pria itu tetap terpancar kuat. Dan selama pernikahan, baru kali ini Megha bisa menyentuh suaminya.‘Apa kamu aka

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status