Share

Chapter 31

Author: Shine
last update publish date: 2026-05-16 22:04:34

Melepaskan jati diri bukanllah perkara yang mudah. Cukup sulit bagi Lilian menghilangkan masa lalunya dari pikirannya sendiri---, mulai dari kematian ibunya di tangan ayahnya sendiri, kemudian bergabungnya dirinya kembali ke keluarga Emanuel. Hingga kemudian kini dia malah terjebak kembali ke kehidupan Leo yang dahulu ingin sekali membunuhnya untuk membalaskan dendam kepada ayah kandung Lilian yang telah membuat orang tua Leo bunuh diri.

Entah alasan apa yang membuat Leo tertarik dengannya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjebak Dalam Novel   Chapter 32

    Beberapa hari kemudian, tiba saatnya Lilian pada akhirnya akan dipertemukan dengan orang-orang yang dikenalnya, orang-orang yang dia tinggalkan demi menuntaskan keegoisannya sendiri. Leo mengundang mereka kemari, dengan dalih makan malam bersama sekaligus membicarakan bisnis. Lilian terlihat mengenakan gaun one piece berwarna ungu muda itu menggenggam telapak tangan Leo yang berada di samping. Mereka kini berada di ambang pintu kamar tidur mereka yang tertutup, pintu itu layaknya enggan terbuka sebelum Lilian siap menghadapi orang-orang di luar sana. "Aku masih takut... " keluh Lilian sembari menatap kearah pintu.Leo menatap Lilian beberapa detik sebelum mengusap pelan punggung tangan Lilian, "Aku ada di sini, temani kamu... jadi kamu gak perlu takut.""Aku tau...." Lilian tersenyum kecil, tetapi matanya masih dipenuhi keraguan. "Tapi tetpa saja rasanya menakutkan. Bagaimana jika mereka...""Kalau begitu pertemuannya kita tunda?"Lilian langsung menggelengkan kepalanya. Dirinya kem

  • Terjebak Dalam Novel   Chapter 31

    Melepaskan jati diri bukanllah perkara yang mudah. Cukup sulit bagi Lilian menghilangkan masa lalunya dari pikirannya sendiri---, mulai dari kematian ibunya di tangan ayahnya sendiri, kemudian bergabungnya dirinya kembali ke keluarga Emanuel. Hingga kemudian kini dia malah terjebak kembali ke kehidupan Leo yang dahulu ingin sekali membunuhnya untuk membalaskan dendam kepada ayah kandung Lilian yang telah membuat orang tua Leo bunuh diri. Entah alasan apa yang membuat Leo tertarik dengannya. Beberapa kali Lilian mempertanyakan mengapa Leo menjadikan dirinya sebagai pendamping hidup pria itu, padahal jelas-jelas dirinya adalah anak dari orang yang menjadi alasan orang tua Leo meninggal dunia. "Kamu jatuh cinta padaku?" Pertanyaan Lilian nyaris membuatLeo yang sedang menyantap sarapan paginya tersedak. Refleks Lilian menyodorkan segelas air putih ke arah Leo yang langsung disambut oleh pria itu. Setelah meneguk air sampai habis. Leo menatap serius ke arah Lilian yang sudah terlebi

  • Terjebak Dalam Novel   Chapter 30

    Lilian menarik nafas perlahan. Lalu dengan sisas kendali yang dia punya, Lilian mencoba tersenyum manis. Bibirnya melengkung sempurna, matanya sedikit menyipit agar terlihat normal di kamera. Di sampingnya, Leo meraih pinggangnya Lilian, menarik Lilian mendekat. tubuh mereka kini hanya berjarak tipis. Lilian menahan nafas. "Tatap satu sama lain, ya," pinta sang fotografer. Lilian tetap diam beberapa detik. Hingga secara perlahan dirinya mengangkat wajahnya. Tatapannya bertemu dengan manik mata Leo dan saat itu juga, sesat semua suara di sekitar mereka seperti menghilang. "Kamu kaku banget," gumam Leo pelan, dan hanya Lilian yang mendengarkannya. Dengan wajah memelas Lilian berucap, "Aku mau pulang...." Bayangkan saja, sejak tadi Lilian sudah sangat lelah. Di awali dengan memilihh gaun pengantin yang rasanya tidak ada ujungnya. Sampai kemudian, menjelang sore saat ini, dia harus berpose romantis bersama Leo. Klik. Suara kamera berbunyi. Mengabadikan memon yang tidak

  • Terjebak Dalam Novel   Chapter 29

    Keesokan paginya, Lilian terbangun seperti biasa. Namun belum sempat kesadarannya terkumpul sepenuhnya, tubuhnya langsung tersentak kaget karena kehadiran seseorang yang berada di sampingnya. Leo, pria itu terbaring santai di sisinya. Satu tangan menopang kepala, menatapnya dengan senyuman tipis, berlagak seolah mereka memang menghabiskan malam bersama seperti pasangan pada umumnya. Nafas Lilian tercekat, dia tidak salah ingat, kemarin Mira benar-benar mengantarnya pulang ke toko, bahkan setelah itu Lilian sengaja menutup toko lebih awal dan mengurung diri di kamar untuk menghindari kemungkinan orang yang dikenalnya akan datang. Lalu sekarang mengapa Leo ada di sini? "Kenapa kamu bisa ada di sini?" tanya Lilian, tubuhnya refleks menjauh. "Aku hanya ingin menjemputmu," jawab Leo santai. "Menjemputku?" "Kamu lupa?" Leo sedikit memiringkan kepalanya, "Hari ini kita cari gaun pernikahan, sekalian foto prewedding." Lilian menatap Leo tajam. Bukankah dia sudah menolak? dan s

  • Terjebak Dalam Novel   Chapter 28

    Lilian kembali ke unit apartemennya yang sudah lama dia tinggalkan, bersama orang yang sama sekali tidak ingin dia temui. Bukan karena benci, melainkan dia tidak ingin hatinya tergoyahkan oleh perasaan lama. Lilian tidak ingin kembali menjadi dirinya yang dulu, dia tidak ingin kembali menjadi Emanuel. Maka dari itu dia harus menanggalkan seluruh hal mengenai Emanuel, termasuk Leo, pria yang duduk di hadapannya yang sangat berkaitan erat dengan keluarganya di masa lalu. Mereka kini berada di ruang tengah duduk saling berhadapan di sofa. sSuasana terasa kaku dipenuhi dengan ketegangan yang belum terselesaikan. Tampak di sisi Leo, Mira-- perempuan itu sebelumnya berada di depan pintu apartemennya, menunggu Leo dan Lilian datang. "Setelah ini, apa yang kamu mau?" tanyanya blak-blakan. Leo terkekeh pelan, seperti tidak percaya dengan situasi yang terjadi saat ini. sosok yang selama ini dia anggap sudah mati kini duduk di depannya, benar-benar bernafas dan berbicara dengannya.

  • Terjebak Dalam Novel   Chapter 27

    Keesokan paginya, tidak seperti biasa Lilian tidak keluar dari kamarnya. Dia tetap berada di kamar pribadinya yang terletak di lantai 2 toko bunga miliknya, duduk santai di atas tempat tidur sambil menyantap semangkuk sereal dengan televisi di depannya yang menayangkan kartun favoritnya. Biasanya di jam seperti ini dia sudah berdiri di depan toko, menyambut pegawai yang datang satu persatu dan membantu membuka etalase atau sekedar berbincang ringan sebelum hari kerja dimulai. Namun hari ini berbeda, di hari peringatan kematiannya Lilian memilih menghindar. Dia tidak ingin mengambil risiko sekecil apapun untuk bertemu dengan orang-orang dari masa lalunya. Lilian malah di ponsel di sampingnya, layar menampilkan rekaman CCTV toko secara langsung, yang menampilkan para pegawainya yang sudah mulai bekerja seperti biasanya. Mengenai urusan toko Lilian tidak terlalu khawatir. Dia percaya pegawainya mampu melayani pelanggan dengan baik tanpa perlu diawasi secara langsung. Di waktu yang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status