Beranda / Romansa Pria / Terjebak Hubungan Terlarang / 208 Tubuh Berguncang Hebat

Share

208 Tubuh Berguncang Hebat

Penulis: Heartwriter
last update Tanggal publikasi: 2026-05-03 09:38:30

Jeanette kencangkan cengkeraman tangannya di bahu Leon, jari-jarinya gali otot atletis pemuda itu dalam-dalam seperti cakar besi, memaksa tubuh macho 19 tahunnya meresapi setiap hentakan brutal pinggulnya yang naik turun tanpa ampun.

'Plok! Plok! Plok!'

suara memek basah menghantam bola zakar penuh sperma bergema lebih kencang di kamar pengap, cairan putih kental muncrat deras ke paha berotot Leon setiap kali ia angkat pinggul tinggi lalu hantam turun dalam, kepala kontol tebal 20 cm itu tusu
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjebak Hubungan Terlarang   64 Menyembuhkan Orang

    Sambil makan, Beni menyuruh Hadi Jaya membelikan jarum akupuntur. Hadi Jaya langsung memerintahkan asistennya. Sementara itu, Beni menghabiskan semua buah dan kue di meja. Marlena hanya bisa geleng-geleng kepala.Setelah jarum datang, Beni mulai memeriksa istri Hadi Jaya. Kemampuan penyembuh tingkat lanjut yang baru saja dia aktifkan dari poin liontin bekerja. Beni bisa melihat titik-titik energi di tubuh wanita itu."Bu, tenang saja. Ini cuma seperti ditusuk jarum kecil. Nanti juga enak.""Enak?" istri Hadi Jaya bingung."Ya. Seperti dipijat. Tapi dari dalam."Beni menusukkan jarum ke beberapa titik. Tangannya bergerak cepat. Darah mulai keluar dari mulut dan pori-pori istri Hadi Jaya. Hadi Jaya panik."Kenapa keluar darah?!""Tenang, Pak. Itu darah kotor. Penyakitnya ikut keluar."Beberapa menit kemudian, istri Hadi Jaya merasakan tubuhnya yang semula lemas kini menjadi ringan. Wajahnya berseri. Dia menatap Beni dengan takjub."Saya... saya merasa seperti baru. Saya tidak sakit lagi

  • Terjebak Hubungan Terlarang   63 Enak Kalau Ada yang Ngerti

    Beni keluar dari kamar Sonya dengan langkah pelan. Sonya sudah tertidur pulas, dia terlihat puas, dengan senyum tipis di wajahnya.Beni menutup pintu perlahan, lalu berjalan menyusuri koridor menuju tangga.Begitu sampai di lobi, Beni langsung berhenti. Marlena duduk di sofa dengan tangan terlipat di depan dada. Wajahnya dingin, matanya menatap Beni seperti ingin menusuk."Nona Marlena? Tumben menunggu di sini," sapa Beni canggung.Marlena berdiri. "Naik mobil. Sekarang.""Nada suaranya ketus, Beni tidak tahu apa yang terjadi. Dia mengikuti Marlena keluar kos dan masuk ke mobil.Marlena duduk di sisi jendela, menatap ke luar, dan sama sekali tidak menoleh ke arah Beni. Sopir sudah siap di balik kemudi. Mobil melaju pelan meninggalkan halaman kos."Nona, apa ada masalah? Kok kelihatan kesal?" tanya Beni.Marlena diam."Kalau saya salah, bilang dong. Jangan diam saja. Saya jadi takut nih."Marlena masih diam."Jangan-jangan Nona belum makan. Makanya marah. Kalau lapar, bilang. Kita mamp

  • Terjebak Hubungan Terlarang   62 Cemburu

    Sonya masih berada di pelukan Beni ketika dia berbisik, “Turunkan saya. Saya mau dari belakang.”Beni menurunkan tubuhnya pelan. Sonya berbalik, berlutut di atas kasur, dada turun ke sprei, pantat terangkat. Beni berlutut di belakangnya. Satu tangan memegang pinggang Sonya, tangan lainnya mengarahkan batang kejantanan yang masih basah ke liang keintimannya. Dia mendorong masuk dalam satu gerakan dalam.Sonya mengerang ke dalam bantal. Beni mulai bergerak. Hentakan dari belakang kuat dan teratur. Setiap tusukan membuat pantat Sonya bergoyang. Bunyi basah kembali memenuhi kamar 505. Pintu kamar, yang tadi hanya ditutup tanpa dikunci, terbuka sedikit karena hembusan angin dari jendela.Di lantai dasar, Marlena sudah tidak tahan menunggu di mobil. Dia turun bersama satu pengawal, masuk ke lobi kos. Tari yang sedang di meja resepsionis langsung berdiri kaku.“Nona Marlena…”“Beni di mana?” tanya Marlena singkat.Tari ragu sejenak. “Kamar lima nol lima, Nona. Ada tamu dari Surabaya. Teman M

  • Terjebak Hubungan Terlarang   61 Tamu dari Jauh

    Beni berdiri di depan pintu apartemen sambil merapikan kemeja yang masih agak kusut. "Nona, saya izin pulang ke kos sebentar. Mau ambil baju ganti. Pakaian saya di sini cuma ini."Marlena yang sedang menuang kopi menoleh tajam. "Boleh. Tapi ingat, Beni. Apa yang terjadi semalam... jangan sampai keluar dari mulutmu. Jangan cerita ke teman-temanmu di kos. Jangan sesumbar. Kalau sampai ada yang tahu, kamu yang tanggung."Beni mengangguk cepat. "Saya janji, Nona. Mulut saya terkunci.""Aku antar kamu." Marlena terlalu takut jauh dari Beni karena pengawalnya yang lain tidak becus. Karena itu dia pun mengantar Beni."Sudah sampai." Marlena melirik Beni. "Aku tunggu di mobil. Jangan lama-lama."Beni turun, menyeberang halaman, lalu masuk ke lobi kos. Tari yang sedang merapikan buku tamu langsung berdiri."Mas Beni! Akhirnya pulang. Sepanjang hari ini ada yang nungguin Mas.""Siapa?""Tante dari Surabaya. Katanya teman Mbak Nova. Sekarang nginap di kamar lima nol lima. Dari pagi dia bolak-bal

  • Terjebak Hubungan Terlarang   60 Menelanjangi Kebohongan Alex

    Saat itu, dua pria tampak mendekat.Tika menimpali. "Kenalin, ini pacar kita. Kalau aku sama Kevin. Kalau Sinta sama Alex. Alex ini pengusaha dari luar negeri."Beni menatap pria yang disebut Alex. Lelaki itu tinggi, berdada bidang, dengan jam tangan yang terlihat mahal. Sementara Kevin, pacar Tika, tampak lebih tenang dan biasa saja.Alex menyodorkan tangan pada Marlena. "Senang berkenalan. Saya Alex. Saya dengar dari Sinta, kamu teman SMP-nya."Marlena menjabat tangannya singkat. "Salam kenal."Sinta memandang Beni yang masih duduk santai. "Oh ya, ini si auditornya Marlena."Beni mengangkat tangan. "Halo. Saya Beni. Perut masih proses diisi."Alex tertawa kecil. "Auditor yang santai. Jarang ada. Biasanya auditor itu serius dan penuh angka.""Tergantung makanannya, Mas. Kalau enak, saya santai. Kalau tidak enak, saya serius."Sinta menyengir. "Lucu juga ya. Tapi, Marlena, kamu yakin ini auditor? Soalnya penampilannya... apa ya... agak berbeda."Marlena merasakan nada merendahkan dari

  • Terjebak Hubungan Terlarang   59 Ditraktir di Hotel Mewah

    Marlena mengernyit. "Itu kan dua-duanya kamu yang untung? Mau kalah, mau menang, Kamu tetap makan.""Tidak juga, Nona. Kalau di hotel mewah, nona harus keluar duit jauh lebih banyak. Apalagi aku makannya banyak. Kalau di warung pinggir jalan, aku cuma bisa pilih mie instan atau nasi campur. Harganya murah. Itu bedanya.""Lalu aku untungnya di mana?""Nona bisa lihat ketampananku waktu aku makan.""Dih! Siapa juga yang mau lihat!" Marlena mendesah. "Oke. Terserah. Tapi kalau mesinnya makin rusak, aku potong gajimu."Beni tersenyum lebar. "Siap, Nona."Dia membuka panel mesin. Tangannya bergerak cepat. Beberapa kabel yang tampak putus dia sambungkan kembali. Beberapa baut yang longgar dia kencangkan. Buku manual dia baca ulang sambil sesekali bertanya pada operator."Mas, kalau tombol ini ditekan, biasanya mesinnya bunyi apa?""Bunyi klik, Mas.""Kalau sekarang tidak bunyi klik, berarti sambungannya di sini lepas ya?""Iya, Mas. Kok tahu?""Kata bukunya."Semua orang menonton dengan mat

  • Terjebak Hubungan Terlarang   6 Ini Harus Berhenti

    Sabtu ini terasa seperti mimpi demam yang tak pernah berakhir, di mana setiap detik di rumah besar itu dipenuhi dengan ketegangan erotis yang tak terucapkan antara Leon dan Sonya.Gito, ayah Leon, menghabiskan hari liburnya dengan santai—membaca koran di teras pagi hari, menonton pertandingan sepak

  • Terjebak Hubungan Terlarang   5 Berusaha Menghindar

    Hari ini, Leon memutuskan untuk mengubah rutinitasnya, berharap bisa mengalihkan pikiran dari kegelisahan yang semakin menjadi. Sejak malam sebelumnya, bayangan Sonya menghantuinya seperti hantu, mengikuti setiap gerak-geriknya di kelas, di kantin, bahkan di tidurnya. "Aku perlu hiburan," gumamnya

  • Terjebak Hubungan Terlarang   4 Kamu Juga Suka Ini, Kan?

    Leon tidak peduli. Tangannya mulai bergerak, dengan lembut tapi kuat meremas pinggul Sonya, menariknya semakin dekat sampai tubuh mereka menempel. "Tenang, Ayah belum pulang," bisiknya, bibirnya berpindah ke leher Sonya, mencium dan menjilati kulit lembut di sana dengan gerakan lambat, meninggalkan

  • Terjebak Hubungan Terlarang   3 Sekarang Kesempatanku

    Pagi ini, sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui tirai kamar Leon, membangunkannya dari tidur yang gelisah. Malam sebelumnya terasa seperti mimpi indah yang manis... sentuhan Sonya, desahannya, aroma kulitnya masih melekat di ingatannya. Namun kini, saat Leon membuka mata, kekhawatiran mera

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status