공유

8 Nissa

작가: Heartwriter
last update 게시일: 2026-04-04 12:23:58

Malam ini, setelah kegembiraan sepanjang hari mereda dan rumah kembali sunyi, Leon berbaring di kamarnya, pikirannya masih diliputi kegelisahan.

Cahaya bulan menyusup melalui tirai tipis, menerangi foto ibunya di atas meja samping tempat tidur.

Tubuhnya lelah akibat gejolak emosional dan fisik sepanjang akhir pekan, namun ia sulit tertidur.

ketika akhirnya ia tertidur, mimpi-mimpi datang seperti hantu dari masa lalu—bayangan melinda, ibunya, muncul di hadapannya dengan wajah penuh kekecew
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjebak Gairah Terlarang   314 Membangkitkan Kenangan Lama

    Di depan rumah Surya, suasana menjadi sangat diam. Angin sore berhembus pelan, menggoyangkan daun-daun di taman kecil. Reva berdiri di ambang pintu, Surya di sampingnya, sementara Leon berdiri beberapa langkah di depan mereka dengan wajah yang campur aduk antara putus asa dan tekad.“Reva, aku minta kesempatan sekali lagi,” kata Leon, suaranya serak. “Aku sadar. Aku sudah jatuh cinta lagi padamu. Benar-benar.”Surya menatap Reva, tidak memaksa, hanya menunggu. Reva menghela napas panjang, lalu menggeleng pelan.“Leon, aku sudah memilih Surya,” katanya tegas. “Aku sudah bilang. Aku tidak ingin kembali. Kamu terlalu sering menyakitiku. Kamu selingkuh, kamu masih memikirkan Sonya, dan aku selalu jadi nomor dua.”Leon menunduk sebentar, lalu mengangkat wajahnya lagi. Matanya berkaca-kaca, tapi ia tidak menyerah.“Aku tahu aku salah. Aku tahu aku brengsek. Tapi Reva… sebelum kamu benar-benar pergi, dengar aku sekali saja. Ingat masa kita dulu.”Reva ingin menutup pintu. Ia ingin mengakhiri

  • Terjebak Gairah Terlarang   313 Lamaran

    Cahaya matahari pagi menyusup lembut melalui gorden kamar Surya. Reva membuka mata pelan. Tubuhnya terasa hangat, masih berada dalam pelukan Surya. Pria itu sudah terbangun lebih dulu, menatapnya dengan senyum yang tenang.“Pagi,” bisik Surya sambil mengusap rambut Reva.Reva tersenyum kecil, masih setengah mengantuk. “Pagi…”Surya mencium keningnya. “Aku sudah siapkan sesuatu. Jangan turun dulu.”Ia bangun dari ranjang, mengenakan celana pendek, lalu keluar kamar. Beberapa menit kemudian, Surya kembali membawa nampan kayu. Di atasnya ada sarapan lengkap: roti panggang, telur, potongan buah, dan dua cangkir kopi susu yang masih mengepul. Di samping nampan, ada vas kecil berisi bunga mawar putih dan merah yang masih segar.Reva terkejut. “Kamu… sudah siapkan ini semua?”Surya tersenyum. “Aku bangun pagi-pagi. Aku ingin kamu bangun dengan sesuatu yang manis.”Mereka sarapan di ranjang. Surya sesekali menyuapi Reva, dan Reva membalas dengan tawa kecil. Suasana pagi itu terasa ringan, jau

  • Terjebak Gairah Terlarang   312 Bercinta di Bawah Shower

    Setelah ronde woman on top, Reva masih tergeletak di dada Surya. Tubuh mereka basah keringat. Surya mengusap punggung Reva pelan, lalu berbisik,“Mandi dulu. Biar segar.”Reva mengangguk. Mereka bangkit dari ranjang dan masuk ke kamar mandi yang cukup luas. Surya menyalakan shower rain di atas. Air hangat segera mengguyur tubuh mereka.Reva berdiri di bawah guyuran air, membiarkan rambutnya basah. Surya berdiri di belakangnya sebentar, menyabuni punggung Reva dengan gerakan lembut. Lalu ia memutar tubuh Reva hingga menghadapnya.Mereka saling menatap di bawah air hangat. Surya menunduk, mencium Reva. Ciuman itu basah, bercampur air shower. Lidah mereka saling mencari. Tangan Surya turun ke bokong Reva, mengangkatnya sedikit.Reva membalas ciuman dengan lebih berani. Ia melingkarkan tangan di leher Surya. Batang Surya yang sudah mengeras lagi menekan perut bawah Reva.Surya mengangkat satu kaki Reva, menyandarkannya di pinggulnya. Dengan tangan satunya ia mengarahkan batangnya, lalu me

  • Terjebak Gairah Terlarang   311 Dilamar Surya

    Billy tertidur pulas di samping Reva, napasnya teratur. Reva membuka mata, menatap langit-langit kamar hotel yang gelap. Ada kekosongan yang tiba-tiba datang. Tubuhnya masih terasa hangat dari sentuhan Billy, tapi hatinya kosong.Ia tahu Leon sekarang sering berganti-ganti wanita. Rasa kecewa itu belum hilang. Reva ingin membalas, ingin membuat Leon merasakan apa yang ia rasakan. Tapi bersama Billy malam ini… rasanya tidak cukup. Tidak ada yang berubah di dalam dirinya.Pelan-pelan Reva bangun. Ia memakai baju, mengambil tas, lalu keluar dari kamar tanpa membangunkan Billy. Di parkiran, ia menaiki mobilnya dan mulai memutar-mutar Jakarta di malam yang sudah larut.Jalanan relatif sepi. Reva tidak tahu mau ke mana. Ia hanya membiarkan mobil berjalan. Di sebuah trotoar yang agak terang, ia melihat motor yang dimodifikasi menjadi gerobak kopi mini. Seorang pria muda berdiri di sampingnya, sedang merapikan gelas. Dagangannya sepi.Pria itu cukup tampan. Rambutnya rapi, wajahnya bersih, da

  • Terjebak Gairah Terlarang   310 Reva yang Galau

    Beberapa hari terakhir, Reva semakin merasakan jarak yang tak terjelaskan dengan Leon. Leon sering pulang larut, jarang membalas pesan, dan saat di rumah pun selalu tampak sibuk atau lelah. Reva mencoba bertanya, tapi jawaban Leon selalu singkat. Rasa kecewa pelan-pelan menggerogoti hatinya.Malam itu, Dinda, sahabat dekatnya sejak kuliah, mengajaknya keluar.“Reva, kamu sudah terlalu lama di rumah. Ayo hang out sebentar. Sekalian hiburan,” kata Dinda lewat telepon.Reva awalnya menolak, tapi rasa sepi dan kecewa membuatnya akhirnya mengangguk. “Baiklah. Aku ikut.”Mereka tiba di sebuah klub malam yang cukup mewah di kawasan Senopati. Musik bass menggelegar, lampu warna-warni berkelip, dan orang-orang berdansa di lantai dansa. Dinda langsung menarik Reva ke bar, memesan dua cocktail.Tidak lama kemudian, seorang pria tinggi berpenampilan rapi mendekat. “Dinda! Lama tidak ketemu.”“Billy!” Dinda tersenyum lebar. “Ini temanku, Reva. Reva, ini Billy, temanku.”Billy menatap Reva dengan s

  • Terjebak Gairah Terlarang   309 Semua Diatur Fatika

    Setelah posisi sebelumnya, ketiganya masih terengah-engah di ranjang hotel. Fatika belum puas. Ia mengusap keringat di dahi Lestari, lalu mendorong tubuh gadis itu pelan hingga berbaring telentang.“Kita ganti lagi,” bisik Fatika dengan suara rendah. “Den Leon, naik di atas Mbak Lestari. Missionary. Pelan saja dulu.”Leon naik di antara paha Lestari. Ia membuka kaki gadis itu lebar-lebar, mengarahkan batangnya yang masih basah, lalu mendorong masuk dengan sangat pelan. Setiap inci masuk terasa jelas. Lestari mendesah panjang, tangan memegang lengan Leon.Leon mulai bergerak lambat. Keluar hampir seluruhnya, lalu masuk kembali dengan dorongan dalam dan mantap. Bunyi basah pelan terdengar setiap kali tubuh mereka bertemu. Fatika berlutut di samping kepala Lestari, meremas payudara gadis itu, lalu menunduk mengulum putingnya.Lestari memejamkan mata. Sensasi batang Leon yang bergerak pelan di dalamnya bercampur dengan hisapan Fatika di payudaranya. Leon membungkuk lebih rendah, mencium b

  • Terjebak Gairah Terlarang   6 Ini Harus Berhenti

    Sabtu ini terasa seperti mimpi demam yang tak pernah berakhir, di mana setiap detik di rumah besar itu dipenuhi dengan ketegangan erotis yang tak terucapkan antara Leon dan Sonya.Gito, ayah Leon, menghabiskan hari liburnya dengan santai—membaca koran di teras pagi hari, menonton pertandingan sepak

  • Terjebak Gairah Terlarang   5 Berusaha Menghindar

    Hari ini, Leon memutuskan untuk mengubah rutinitasnya, berharap bisa mengalihkan pikiran dari kegelisahan yang semakin menjadi. Sejak malam sebelumnya, bayangan Sonya menghantuinya seperti hantu, mengikuti setiap gerak-geriknya di kelas, di kantin, bahkan di tidurnya. "Aku perlu hiburan," gumamnya

  • Terjebak Gairah Terlarang   4 Kamu Juga Suka Ini, Kan?

    Leon tidak peduli. Tangannya mulai bergerak, dengan lembut tapi kuat meremas pinggul Sonya, menariknya semakin dekat sampai tubuh mereka menempel. "Tenang, Ayah belum pulang," bisiknya, bibirnya berpindah ke leher Sonya, mencium dan menjilati kulit lembut di sana dengan gerakan lambat, meninggalkan

  • Terjebak Gairah Terlarang   3 Sekarang Kesempatanku

    Pagi ini, sinar matahari pagi menyelinap masuk melalui tirai kamar Leon, membangunkannya dari tidur yang gelisah. Malam sebelumnya terasa seperti mimpi indah yang manis... sentuhan Sonya, desahannya, aroma kulitnya masih melekat di ingatannya. Namun kini, saat Leon membuka mata, kekhawatiran mera

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status