Home / Romansa / Terjerat Hasrat Bos Baru / Bab 39 Kalung Itu ....

Share

Bab 39 Kalung Itu ....

Author: Tusya Ryma
last update publish date: 2026-01-02 08:28:27

Marissa menarik tangan kekar Danendra dan mengambil paksa kalung milik putranya dari tangan pria itu.

"Asihhh! Marissa! Apa yang kau lakukan? Aawwhh!"

Marissa tidak tahu, gerakannya yang seperti itu melukai perut bagian bawah Danendra.

Yang Marissa pedulikan hanya kalung milik putranya saja.

"Aahh! Menyingkirlah dari tubuhku!"

"Hihi! Dapat!" Marissa benar-benar mendapatkan kalung itu dengan kerja kerasnya sendiri. Ia memanjat tebing yang tinggi dan besar dengan banyak bahaya di depannya.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 241 Anak Zain

    Yang Marissa pikirkan, tujuan dirinya mengikuti Danendra ke tempat tinggalnya itu karena Drizela. Mereka akan membahas masalah Drizela karena anak itu adalah anaknya dan Danendra. 'Tapi, kenapa sekarang yang mau dibahas malah Michael?' gumamnya dalam hati. "Untuk apa membahas anak lain? Lebih baik kita membahas anak kita saja!" ucap Marissa pada Danendra. Di sampingnya, Drizela bersandar ke samping ayahnya, perlahan tertidur. "Sebelum membahas putriku, lebih baik sekarang kita bahas anak yang bernama Michael itu!" Entah mengapa, Danendra bersikeras ingin membahas Michael. Padahal sudah jelas anak itu adalah anaknya Zain. Tapi Danendra tetap penasaran dan merasa tertarik untuk membahasnya. "Apanya yang mau dibahas? Dia itu anak laki-laki, teman Izela, tinggal di apartemen itu! Lalu apa lagi?" Marissa bersikap tenang saat mengatakannya. Padahal di dalam hati sangat gugup. Takut Danendra curiga dan akhirnya rahasianya terbongkar. "Siapa ayah dan ibu anak itu? Apa dia benar anakn

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 240 Bukan Mamaku!

    "Ma-Marissa!" panggil Danendra dengan suara yang sangat pelan. Nyaris tidak terdengar oleh wanita di pangkuannya. Danendra tidak mendorong Marissa agar menjauh, tidak pula membantu wanita itu turun dari tubuhnya. Ia malah memegang pinggangnya dengan kedua tangan. Hingga entah berapa lama waktu berlalu, tiba-tiba suara anak kecil mengejutkan keduanya. "Papa! Tante! Kalian sedang apa? Kenapa Tante duduknya seperti itu?" Yang tadinya menangis, sekarang tidak lagi. Drizela menyeka air mata di wajahnya sambil terus melihat kedua orang tuanya yang sedang duduk berdua di kursi pengemudi. "Ah! Ma-maaf!" Marissa segera tersadar. Ia buru-buru turun dari pangkuan Danendra, lalu berpindah ke samping Drizela. Keintiman mereka itu membuat hawa di dalam mobil terasa lebih panas dari sebelumnya. Padahal AC masih menyala, tapi Marissa berkeringat dan wajahnya bersemu merah. "Sayang! Kau tidak menangis lagi, kan? Syukurlah!" tanya Marissa sambil menahan kegugupannya. Ia segera menarik Drizel

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 239 Tante dari Mana?

    "Sa-" Marissa ingin memanggil Drizela dengan panggilan 'Sayang'. Tapi dipikir lagi, kalau tiba-tiba Marissa mengaku sebagai ibu kandungnya tanpa ada pembahasan terlebih dahulu, anak itu pasti akan syok. Mungkin juga Drizela tidak bisa menerima Marissa sebagai ibunya, karena yang diketahui oleh anak itu hanya papanya saja. Di dalam mobil yang sangat nyaman dan dingin, Marissa duduk di depan—di samping Danendra—setelah pria itu mengajaknya pergi. Marissa pun tidak bisa menolak ajakan itu karena ada anak yang selalu dia rindukan ada bersama pria itu. Kalau Marissa sampai melewatkan kesempatan ini, entah kapan lagi dirinya bisa bersama dengan bayi kembarnya. Di dalam mobil, selain ada Marissa dan Danendra, ada juga Drizela yang duduk di belakang sambil menatap punggung Marissa. Anak itu tidak bisa tinggal diam kalau ada sesuatu hal yang mengganjal di dalam pikirannya. Dengan polosnya Drizela bertanya, "Tante ... Tante ini siapa? Kenapa ikut ke mobil Papa?" "Apa Tante mamanya Michae

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 238 Dari Mana Asal-Usul Anak itu?'

    Di dalam mobil yang sangat ramai, Drizela duduk di depan bersama ayahnya, sedangkan Michael dan Zee-Zee duduk di belakang—baris kedua. Walau mereka bertiga tidak duduk bersama, tapi Drizela sesekali menoleh ke belakang untuk mengobrol. "O, iya, di mana rumahmu, Michael?" tanya Danendra yang sedari tadi mengemudi, tapi dia belum tahu di mana alamat rumah bocah laki-laki itu. Bukannya Michael, yang menjawab malah Zee-Zee. Anak perempuan itu menjawab dengan lantang, "Michael tinggal di Ini House Residen milik keluarga kami! Aku pun mau turun di sana saja. Biar nanti Paman yang mengantarku pulang!" Sesuai dengan apa yang sering Zee-Zee dengar ketika keluarganya berkumpul dan berbincang bersama, apartemen Ini House Residen itu merupakan proyek milik keluarga Wirawan. Selain pamannya tinggal di sana, Michael dan ibunya juga tinggal di sana. "Oh, apartemen itu milik keluargamu?" tanya Danendra sambil mengingat sesuatu. Danendra mengingatnya, waktu di sekolah, ibunya Zee-Zee bilang bahw

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 237 Nenek Jahat

    "Oh, ya sudah! Kalau begitu, kasih tahu, kapan hari ulang tahunmu?" tanya Drizela sambil duduk di bangku klasik panjang berwarna putih bermodelkan ukiran yang sangat unik. "Nanti aku akan meminta papaku untuk memberikanmu mainan bagus sebagai hadiah ulang tahun!" jelas Drizela lagi. Kalau tidak boleh menerima barang dari orang lain, setidaknya memberinya kado di hari ulang tahun, ibunya tidak akan menolak. "Ulang tahunku tiga bulan lagi! Itu kata Mama!" balas Michael yang sedikit lupa dengan ulang tahunnya. "Oh, baiklah! Nanti kalau pulang, tanyakan pada mamamu, kapan ulang tahunmu?" "Baiklah! Nanti kutanyakan!" ucap Michael. "Eh, iya, kalau tiga bulan lagi, itu bulan yang sama dengan ulang tahunku! Kata pelayanku, tiga bulan lagi aku ulang tahun yang ke-5! Lihatlah itu ...." Drizela menunjuk sebuah rumah-rumahan besar, cukup untuk beberapa anak. Di atas gentengnya ada tulisan empat angka. Drizela menyebutkan angkanya satu per satu, "Dua ... tiga ... kosong ... sembilan. Papa b

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 236 Nasib yang Berbeda

    "Hah? Apa maksudmu? Kenapa kau berpikir seperti itu?" tanya Marissa sambil menoleh ke samping. Ia melihat Fanny dengan serius. Sebenarnya, bukan hanya Fanny saja yang berpikir seperti itu tentang anak perempuan yang menjadi teman Michael di sekolah itu. Marissa pun sama, berpikir bahkan teman Michael yang bernama Princess Drizela itu ialah bayi kecil Marissa yang diambil oleh Ambar dan Danendra. Bahkan tadi di sekolah, Marissa melihat dengan mata dan kepalanya sendiri bahwa anak yang akrab disapa Izela itu keluar dari mobil yang waktu itu dikendarai oleh Asisten Anas. "Tadi Wilyam sendiri yang bilang, nama keponakannya, Izela! Aku pikir, itu pasti Izela si Princess kecil itu! Dari awal aku sudah curiga, namanya sangat mirip dengan nama Pak Danen! Danendra dan Drizela. Seperti halnya kau, Sa! Marissa dan Michael!" "Bukan!" Marissa segera menyangkal. "Aku menamai putraku Michael agar sama dengan Mario! Adik kakak dengan inisial yang sama, itu sangat lucu, kan?" Walau Marissa masih

  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 129 Melanjutkan Kegilaan

    Hari sudah mulai gelap. Darius dan Sely keluar dari vila tersebut dengan menggunakan mobil Darius. Mereka berencana pergi ke rumah sakit untuk melihat kondisi Mario. Tadi, setelah Darius berjanji akan melihat putranya di rumah sakit, Mathias pun meninggalkan vila tersebut. Setelah itu, barulah Dar

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 127 Satu Sama

    "Brengsek! Kau berani mengganggu wanitaku! Akan kubunuh, kau!" Danendra begitu emosi melihat Darius di atas sana. Ia segera menaiki tangga menghampiri Darius. Pria yang ada di lantai dua itu hanya tersenyum penuh kepuasan melihat Danendra yang marah. "Satu sama!" ejeknya tanpa rasa takut. "Du

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 130 Menodai Kepercayaan

    "Iya! Tolonglah! Ajak Marissa kemari, sebentar saja! Ini demi nyawa Diego!" Darius ingin meyakinkan Danendra, bahwa ini semua demi keselamatan anak itu. Namun, Danendra tidak tertarik dengan alasan Darius. Jika dari awal Darius sangat menyayangi anak itu dan ingin menyelamatkan anak itu, harusny

    last updateLast Updated : 2026-03-30
  • Terjerat Hasrat Bos Baru   Bab 131 Pindah ke Luar Negeri

    Sudah lebih dari satu jam Marissa berada di ruang perawatan Mario. Ia pun berbicara banyak hal pada anak itu. Namun, Mario tetap tidak merespon. Anak itu menutup rapat matanya tanpa ada tanda-tanda untuk bangun. Beberapa saat kemudian, Danendra kembali masuk ke dalam ruang, lalu berjalan menghamp

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status