๊ณต์œ 

Bab 8: Mimpi Buruk

last update ์ตœ์‹  ์—…๋ฐ์ดํŠธ: 2026-01-14 20:00:38
'Tidur berdua? Maksudnya aku disuruh hamil?' Eira membatu di tempatnya. Tatapannya kosong, namun pikirannya sibuk berpacu dengan ribuan kemungkinan. 'Tidak mau! Aku tidak mau hamil sekarang! Aku bahkan tidak tahu caranya hamil!'

Refleks, dia menggeleng cepat, seperti anak kecil yang menolak suapan makanan pahit.

Eryas, yang sejak tadi hanya mengamati gelagatnya dengan tenang, mengangguk pelan. Tak ada tanda paksaan di wajahnya, hanya pengertian. โ€œBaiklah kalau tidak mau. Aku tidak akan memaksa
์ด ์ž‘ํ’ˆ์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฝ์œผ์‹ค ์ˆ˜ ์žˆ์Šต๋‹ˆ๋‹ค
QR ์ฝ”๋“œ๋ฅผ ์Šค์บ”ํ•˜์—ฌ ์•ฑ์„ ๋‹ค์šด๋กœ๋“œํ•˜์„ธ์š”
์ž ๊ธด ์ฑ•ํ„ฐ

์ตœ์‹  ์ฑ•ํ„ฐ

  • Istri Gila Pak Dokter ย ย ย Bab 53: Tawaran Pendidikan

    Nomor 190 menoleh cepat ke belakang begitu mendengar suara Darius yang menyebut Eryas terluka. Matanya membelalak, seolah tersadar sesuatu. Pandangannya jatuh pada noda merah samar di punggung baju Eryas. Rasa bersalah seketika menggerogoti dadanya, membuat tenggorokannya tercekat."Ti- tidak, kak! Tidak sama sekali. Sepertinya ini karena luka sebelumnya yang aku dapatkan saat masih tinggal bersama orang tuaโ€”" ucap Eryas terbata, mencoba menutupi kebenaran.Sebelum kalimatnya selesai, Darius sudah menarik tubuh kecil itu dan memeluknya erat. Bahunya bergetar, air mata jatuh satu per satu, membasahi rambut Eryas."Eryas, jadi ayahmu juga sering memukulmu? Kau juga bernasib sama denganku? Betapa malangnya dirimu. Padahal kau masih sangat kecil." Suaranya pecah, penuh getir. Perlahan, dia melepas pelukan itu hanya untuk mengusap kepala bocah mungil tersebut dengan lembut, seakan berusaha menenangkan luka yang jauh lebih dalam dari sekadar goresan di kulit. "T

  • Istri Gila Pak Dokter ย ย ย Bab 52: Membagi Hasil

    "Itu tidak benar!" ucap Eryas dengan lantang, suaranya terdengar serak namun penuh tekad setelah batuknya mereda. Napasnya masih tersengal, namun tatapan matanya begitu serius. "Aku yang mencetuskan ide itu secara tidak langsung saat kakak Nomor 190 memberi nampannya yang berisi emas. Lalu aku membagikan emas itu sama rata pada nampan yangโ€”" Nomor 190 menggertakkan giginya dengan keras, wajahnya memerah karena kesal. Suara gemericik air sungai seakan tidak mampu menutupi ketegangan yang meledak di antara mereka. "Jangan dengarkan apa yang anak kecil ini katakan! Dia masih balita, belum mengerti apa yang dia katakan. Sayalah yang mencetuskan ide itu!" Nada suaranya tajam, penuh amarah bercampur kepanikan terselubung. "Tidak benar! Aku yang mencetuskanโ€”" Eryas mencoba melawan, suaranya bergetar namun tidak ragu sedikit pun. "Cukup!" teriak mandor dengan suara membahana, membuat beberapa anak lain yang tadinya pura-pura tidak memperhatikan j

  • Istri Gila Pak Dokter ย ย ย Bab 51: Pencetus Ide

    "Apa yang kau bicarakan, Nomor 190? Aku tidak mengerti!" ucap Darius, air matanya menetes, membasahi pipinya yang pucat. Bahunya bergetar hebat, seperti anak kecil yang baru saja kehilangan pegangan. Nomor 190 mencengkeram kerah bajunya dengan kasar. Urat-urat di tangan remajanya menegang, sementara tinjunya terkepal kuat di belakang kepala, siap menghantam. Tatapannya tajam, penuh amarah bercampur kebencian. "Kita buktikan apakah kau benar-benar anak Helios atau bukan." Suaranya datar, tetapi dingin menusuk, seakan menyalurkan niat mematikan ke udara. Darius memejamkan mata erat-erat, tubuhnya kaku. Ia bersiap menerima pukulan, detak jantungnya berpacu tak terkendali. Napasnya terputus-putus, seperti sedang menunggu eksekusi. Namun, sebelum tinju itu mendarat, sesosok kecil berdiri di hadapannya. Eryas. Tubuh mungilnya langsung menerima hantaman yang seharusnya untuk Darius. Bunyi pukulan itu nyaring, mengha

  • Istri Gila Pak Dokter ย ย ย Bab 50: Aktor

    Di tepi sungai yang keruh, deru air yang menghantam bebatuan terdengar bercampur dengan suara serak para anak-anak yang sibuk menyaring pasir. Wajah mereka penuh keringat, tangan kecil mereka bergerak cepat seperti mesin yang dipaksa bekerja tanpa henti. Bau logam samar dari emas yang kadang muncul di saringan menambah beratnya suasana. Tidak ada yang berani berhenti, karena bayangan paman Helios dan orang-orangnya selalu mengintai dari kejauhan. Di tengah hiruk pikuk itu, Eryas melambai penuh semangat. "Kak Darius, ini kak Nomor 190!" serunya lantang, memperkenalkan kedua orang itu seakan mempertemukan dua sekutu penting. "Salam kenal Nomor 190, aku Darius!" ucap Darius sambil mengulurkan tangannya. Senyumnya ramah, matanya seolah berbinar penuh ketulusan. Nomor 190 menoleh. Tatapannya tajam, penuh pertimbangan. Jemarinya sempat kaku di udara, seolah enggan menerima. Baru setelah beberapa detik tegang, dia akhirnya meraih jabat tangan it

  • Istri Gila Pak Dokter ย ย ย Bab 49: Darius

    Darius berlutut, menundukkan kepala dengan penuh takzim. Tangan kanannya diletakkan di dada kirinya, seolah bersumpah setia. "Baik, yang mulia. Permintaan Anda adalah perintah untuk saya."Helios menatap anak itu dengan sorot mata penuh kebanggaan. Senyum tipis tersungging di bibirnya, samar namun menyimpan nuansa ambisi kelam. "Bagus, Darius! Kelak, kau akan menjadi pewarisku yang paling berbakat."Darius bangkit berdiri dengan sikap tegap, lalu berjalan mundur beberapa langkah sebelum berbalik. Langkahnya mantap, penuh wibawa meski usianya masih belia. Di balik tubuh kecil itu, tersimpan aura yang hampir menyerupai ayahnya sendiri. Sang penjaga segera menggiringnya menuju koridor gelap, berliku-liku menuruni tangga menuju penjara anak-anak.Udara di sana pengap, bau anyir besi berkarat dan keringat bercampur menjadi satu. Rantai-rantai beradu, menimbulkan bunyi yang menggema di sepanjang lorong."Silakan masuk," ucap penjaga dengan suara serak,

  • Istri Gila Pak Dokter ย ย ย Bab 48: Mainan Baru

    Eryas menoleh ke arah kakak yang selalu berada di sisinya itu. Rasa penasaran mengusik pikirannya sejak lama. Dengan hati-hati, ia berjalan lebih dekat, nampan berisi pasir dan lumpur masih menempel di pinggang kirinya. Sementara tangan kanannya terulur, berusaha memperkenalkan diri dengan sopan."Kakak, kenapa anak-anak seperti kita tidak dijual lagi saja ke orang tua yang ingin anak itu? Apa sudah tidak bisa?" tanya Eryas polos, suaranya terdengar kecil di tengah riuh gemercik sungai.Nomor 190 terdiam sejenak, lalu tersenyum miris. "Yah, sayangnya orang tua itu hanya menginginkan bayi yang belum mengerti apa-apa. Jika anak-anak seperti kita diadopsi orang lain, mereka tidak akan bisa merasa bahwa kita adalah anak kandung mereka karena kita sudah tahu bahwa mereka memang bukan orang tua kandung kita."Jawaban itu membuat Eryas termenung. Tangannya yang semula sibuk menggoyang-goyangkan nampan, kini sedikit terhenti. "Padahal aku pernah melihat di TV teta

๋”๋ณด๊ธฐ
์ข‹์€ ์†Œ์„ค์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฐพ์•„ ์ฝ์–ด๋ณด์„ธ์š”
GoodNovel ์•ฑ์—์„œ ์ˆ˜๋งŽ์€ ์ธ๊ธฐ ์†Œ์„ค์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฆ๊ธฐ์„ธ์š”! ๋งˆ์Œ์— ๋“œ๋Š” ์ž‘ํ’ˆ์„ ๋‹ค์šด๋กœ๋“œํ•˜๊ณ , ์–ธ์ œ ์–ด๋””์„œ๋‚˜ ํŽธํ•˜๊ฒŒ ์ฝ์„ ์ˆ˜ ์žˆ์Šต๋‹ˆ๋‹ค
์•ฑ์—์„œ ์ž‘ํ’ˆ์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฝ์–ด๋ณด์„ธ์š”
์•ฑ์—์„œ ์ฝ์œผ๋ ค๋ฉด QR ์ฝ”๋“œ๋ฅผ ์Šค์บ”ํ•˜์„ธ์š”.
DMCA.com Protection Status