Share

{Bab 81} Disatukan oleh Ship

last update Tanggal publikasi: 2026-02-13 13:04:16
Ruang tengah istana Silverkeep dipenuhi cahaya pagi yang lembut, memantul di permukaan lantai marmer dan sofa berlapis kain pucat. Aroma teh hangat bercampur manis kue memenuhi udara, menciptakan suasana yang untuk sesaat, terasa nyaris damai.

“Besok... Pakaian pengantin sekaligus semua pakaian pesananmu akan sampai, ya?” tanya Aldren pada Alianne yang duduk di sampingnya di sofa, tangannya memegang secangkir teh, matanya menatap tenang ke arah calon istrinya.

Alianne, dengan mulut penuh dan p
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 211} Senjata Makan Tuan

    Ketegangan di ruangan itu mencapai puncaknya. Tidak ada lagi ruang untuk berpura-pura tenang, tidak ada lagi ilusi kendali yang bisa dipertahankan."Da-dari mana kau tahu?!" tanya Seraphine. Ekspresinya menunjukkan ketakutan yang sangat besar sekarang.Suaranya bergetar, pecah di tengah kalimat. Mata silver yang sebelumnya penuh keyakinan kini dipenuhi kepanikan yang nyata. Napasnya pendek-pendek, seolah setiap detik yang berlalu semakin mempersempit ruang geraknya.Alia menatapnya. "Hah?"Ekspresinya berubah, bukan karena terkejut, melainkan karena sesuatu yang lebih sederhana. Kebingungan yang dingin, seolah pertanyaan itu terlalu tidak masuk akal untuk situasi seperti ini."Lu serius nanya kek gitu ke Kakak yang udah ancurin semua teleport waypoint kerajaan sebelah?" ucap Alia, mengucapkan bahasa gaul yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri dan Seraphine.Kata-kata itu jatuh dengan ringan, namun dampaknya jauh lebih berat d

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 210} Poin dalam Sistem

    Langkah kaki para pengawal menggema memenuhi ruangan, cepat dan terkoordinasi. Dalam hitungan detik, mereka bergerak membentuk formasi, mengelilingi target dengan presisi yang nyaris sempurna. Pedang-pedang terhunus terangkat serempak, ujungnya mengarah tajam ke pusat lingkaran, menciptakan jebakan yang mustahil ditembus tanpa terluka.Cahaya lampu gantung yang menampung lilin memantul di bilah-bilah pedang itu, mempertegas ancaman yang kini menggantung di udara. Namun ada sesuatu yang salah.Target yang mereka kepung bukanlah dua sosok di balkon. Melainkan... Seraphine sendiri."Tunggu! Kenapa kalian malah mengelilingiku?!" tanya Seraphine, keringat mulai keluar dari dahinya, merasa keheranan dengan situasi yang dihadapinya. "Kalian seharusnya mengelilingi dua orang itu!" Telunjuknya kembali menunjuk ke arah Aldren dan Alia. "Berani-beraninya kalian mengarahkan senjata ke arah seorang ratu! Cepat turunkan senjata kalian! Jika tidak, keluarga kal

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 209} Penyusup di Kamar Ratu

    Ketukan tiba-tiba memecah keheningan kamar yang sebelumnya begitu tenang. Suaranya tidak keras, namun cukup untuk menarik perhatian, seolah membawa sesuatu yang mendesak dari luar pintu."Yang Mulia Ratu!" Salah seorang pengawal mengetuk pintu kamar Seraphine, membuat Seraphine harus bangkit dari tempat tidurnya.Gerakan Seraphine tidak tergesa, namun juga tidak lambat. Ia duduk perlahan, matanya menyipit tipis, seolah sudah memiliki dugaan tentang apa yang akan disampaikan. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyum yang semakin lebar, penuh keyakinan."Ada apa itu?" tanya Seraphine dengan penasaran, senyumnya melebar, seolah merasa bahwa apa yang disampaikan pengawal di depan kamarnya adalah hal baik.Ia melangkah menuju pintu, setiap langkahnya mantap tanpa keraguan. Tangannya terangkat, membuka pintu dengan satu gerakan halus."Ya, ada apa?" tanya Seraphine setelah membuka pintu. Pupil silver itu langsung bertemu dengan seorang pria m

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 208} Mengambil Kembali

    Di dalam istana Mahkota, malam terasa jauh lebih sunyi dibandingkan dunia luar. Dinding-dinding tinggi yang dilapisi marmer putih memantulkan cahaya bulan yang masuk melalui celah terbuka, menciptakan bayangan panjang yang diam namun menekan. Tidak ada suara langkah kaki, tidak ada bisikan pelayan. Hanya keheningan yang terlalu rapi, seolah semua telah diatur dengan sengaja.Seraphine berdiri di balkon kamarnya, tubuhnya tegak dengan sikap yang nyaris sempurna. Angin malam berhembus pelan, mengibaskan ujung gaun putihnya tanpa mengganggu ketenangan ekspresinya. Dari tempatnya berdiri, seluruh wilayah istana Aurenthia terlihat jelas, tenang, tertib, dan seolah tak tersentuh ancaman apa pun."Hah..." Seraphine bernapas lega. "Meskipun teleport waypoint dihancurkan oleh kakakku, setidaknya aku masih punya rencana cadangan."Napas itu keluar perlahan, membawa serta ketegangan yang sebelumnya tersembunyi. Namun kelegaan itu tidak sepenuhnya menghapus sesuatu ya

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 207} Penyerangan Sepihak

    Istana Mahkota di Aurenthia menjulang megah di bawah langit yang pucat, seolah berdiri sebagai simbol kekuasaan yang tak tergoyahkan. Dinding-dindingnya yang putih bersih memantulkan cahaya redup, menciptakan kesan suci yang justru terasa menekan. Lorong-lorong panjang yang dilalui Alianne dipenuhi keheningan yang aneh, seakan setiap langkahnya diawasi oleh sesuatu yang tak terlihat. Kini, ia telah berdiri di ruang singgasana.Udara di dalam ruangan itu terasa berbeda. Lebih dingin, lebih berat. Napasnya tanpa sadar menjadi lebih teratur, seolah tubuhnya memahami bahwa satu kesalahan kecil saja bisa berakibat fatal. Dan kemudian, ia melihatnya.Seorang wanita berdiri anggun di depan singgasana. Gaun putihnya jatuh sempurna, tanpa cela. Kulitnya halus seperti porselen, nyaris tak memiliki noda kehidupan. Namun yang paling mencolok adalah matanya. Silver, tajam, memantulkan cahaya dengan cara yang sulit dijelaskan. Senyum manis menghiasi wajahnya, namun entah mengapa

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 206} Lambang Surat Seraphine

    Pupil hitam itu akhirnya menampakkan dirinya perlahan, seolah menembus kabut tebal yang mengurung kesadaran. Cahaya samar masuk, memaksa penglihatannya menyesuaikan diri.Bayangan pertama yang tertangkap adalah wajah Aldren, begitu dekat, begitu jelas, dengan sorot mata yang dipenuhi kecemasan yang belum sempat mereda. Wajah itu terpantul di dalam pupilnya, sedikit bergetar seiring napas yang belum stabil."Alia!" Aldren segera menahan pinggang Alia saat dirinya hendak beranjak bangun dari posisi berbaringnya.Gerakan itu terasa terlalu tiba-tiba. Dunia di sekeliling Alia berputar pelan, seakan realitas belum sepenuhnya kembali menapak. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, berusaha mengusir sisa kabut yang mengganggu pandangan. Tangan kirinya terangkat, memegangi kepala yang terasa berat dan berdenyut, seperti dihantam sesuatu yang tak kasatmata.Alia menoleh, menyapu sekeliling dengan pandangan yang masih belum sepenuhnya fokus. Napasnya tertahan sejenak ketika matanya berhenti pada s

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 179} Pengakuan Tahanan

    Di dalam penjara bawah tanah yang lembap dan nyaris tanpa cahaya, hanya satu obor yang menyala redup di dinding batu yang dingin. Api kecil itu bergoyang pelan, menciptakan bayangan panjang yang menari liar di permukaan dinding. Bau darah, keringat, dan besi berkarat bercampur menjadi satu, menye

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 177} Tidak Pantas

    Kuda yang ditunggangi Aldren dan Alianne akhirnya melewati gerbang besar istana Obsidian. Besi hitam yang membentuk gerbang itu berderit pelan saat terbuka, seolah menyambut mereka kembali dengan keheningan yang khas. Di baliknya, istana berwarna gelap itu berdiri kokoh, tua, dingin, dan jauh dar

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 131} Regresi

    "Ya, aku masih satu garis keturunan yang sama dengan Yang Mulia Raja," jawab Magnus dengan santai. "Keluarga Valzaren adalah keluarga cabang dari keluarga Valtazar. Nama Valzaren diambil dari nama Valtazar dan leluhur kami yang bernama Zaren, pangeran ke sebelas di sekitar generasi ke empat."

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 129} Banyak Hal Tidak Diketahui

    Lorong itu mendadak terasa jauh lebih sunyi daripada sebelumnya. Lampu-lampu dinding memancarkan cahaya kuning hangat dari lilin yang memanjang di lantai batu. Bayangan keempat gadis itu terulur panjang di sepanjang koridor, seolah ikut mengawasi percakapan yang baru saja terjadi.Pertan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status