Home / Romansa / Terlena Kenikmatan Suami Baru / 4. Milikmu Menakutkan, Seven

Share

4. Milikmu Menakutkan, Seven

Author: CacaCici
last update Last Updated: 2026-02-15 23:51:43

"Melakukan hubungan suami istri, seperti rencana suami Nyonya." Seven berkata pelan, senyum tipis pada Aeza yang terlihat semakin gugup, "atau kita batalkan saja? Sepertinya Nyonya memang benar-benar tidak ingin melanjutkan," lanjut Seven sambil menatap selimut yang menutupi tubuh Aeza.

"A-aku bersedia." Aeza melepas selimut. Ah, entah kenapa tatapan Seven terasa berbahaya, mengintimidasi, dan cukup menakutkan. "Kalau kita batalkan, bagiamana dengan biaya berobat adikmu? Kasihan."

Seven senyum tipis. "Nyonya sangat baik," ucapnya sambil berdiri dari ranjang. Dia melepas arloji lalu beralih melepas kemeja hitam yang membungkus tubuhnya secara bersemangat.

Tubuh indah Aeza yang hanya berbalut lingerie seksi, membuat Seven cukup tak sabar untuk menyentuh perempuan ini. Ah, Seven benar-benar tidak bisa menolak tubuh ini, malah keraguannya pada ide gila majikannya hilang seketika setelah melihat tubuh seksi sang nyonya yang hanya mengenakan lingerie.

"Nyonya bisa tutup mata."

"Untuk apa?" tanya Aeza dengan suara sedikit gemetar. Seven sudah melepas kemejanya, memperlihatkan perut sispek yang seksi dan hot. Ditambah pundak lebar dan dada bidang pria ini, itu membuat Aeza merinding disko dan berkeringat dingin. 'Badannya sangat terawat. Pasti dia rajin berolahraga. Wow!' batin Aeza, tanpa sadar terus menatap perut Seven yang terlihat seperti roti sobek.

"Wajahku buruk rupa, Nyonya. Mungkin Nyonya tidak akan nyaman memandangnya," ucap Seven tiba-tiba.

Aeza terlonjak kaget, refleks menoleh dan kembali terkejut karena Seven sudah berada tepat di depannya. Astaga, bahkan jarak mereka sangat dekat. Itu membuat Aeza panas dingin.

"Se-Seven …." Aeza mencicit pelan, gugup dan deg degkan sebab Seven berjarak sangat dekat dengannya.

"Tutup mata Nyonya," bisik Seven pelan, menarik selimut lalu menjauhkannya. Setelah itu, dia perlahan mendekatkan wajahnya pada wajah Aeza.

Aeza menganggukkan kepala, menutup mata seperti yang Seven katakan. Dia menutup mata bukan karena wajah buruk Seven, melainkan karena rasa gugup yang menyelimuti tubuhnya.

Malam ini … dia akan menyerahkan tubuhnya pada pria yang bukan suaminya.

"Kita mulai, Nyonya?" Seven berbisik pelan, tepat di sebuah daun telinga Aeza.

"I-iya," gugup Aeza, menganggukkan kepala dengan mata masih tertutup rapat.

Seven senyum tipis, mengulurkan tangan untuk mengusap pucuk kepala Aeza. "Kuharap Nyonya tidak menyesal setelah melakukan ini dengan saya," ucapnya dengan nada serak dan berat, suara yang seksi akan tetapi berhasil membuat bulu kuduk Aeza meremang–takut bercampur gugup.

Namun, demi suaminya yang ia cintai, Aeza tak bisa mundur!

Aeza merapatkan bibir ketika mulai merasakan sentuhan Seven. Tangan pria itu mulai menyentuh kulit lehernya, lalu tak lama terasa benda kenyal yang menjelajahi leher jenjangnya. Aeza mencengkeram sprei, semakin gelisah dan takut.

Kegugupannya semakin bertambah ketika Seven membaringkan tubuhnya di atas ranjang.

"Nyonya, aku akan melepas seluruh pakaianmu." Seven berkata serak, suara seksinya berhasil membuat jantung Aeza berdebar kencang dan tak karuan.

"Ya. La-lakukan saja. Lebih cepat lebih baik," jawab Aeza dengan nada pelan, tetap menutup mata karena menahan malu. Dia benar-benar melakukan 'itu dengan pria yang bukan suaminya.

"Sepertinya Nyonya sudah tidak sabar." Seven senyum tipis, memandang wajah cantik Aeza yang terlihat merah. Terlebih pada bagian pipi.

Ah, mengherankan baginya. Karena wanita se cantik ini diperbolehkan oleh suaminya untuk ia nikmati. Tak ada yang kurang dari perempuan menggemaskan ini. Aeza bukan hanya cantik, tetapi setia, penuh cinta, ceria, dan manis. Mungkin hanya terlalu lugu dan naif. Belum benar-benar matang. Namun, andai saja dia yang menjadi suami perempuan ini, Seven tidak akan peduli pada sikap Aeza yang belum sempurna dewasa. Malah dia akan sangat menikmatinya!

Sayang sekali nyonya cantik beraroma buah melon ini bukan istrinya!

"Nyonya, tubuhmu sangat indah," ucap Seven setelah melepas pakaian Aeza. Dia terdiam sejenak sambil mengamati tubuh indah Aeza.

Mendengar hal itu, pipi Aeza terasa semakin panas–terbakar. "Ce-cepat, lakukan saja, Seven. Jangan membuang-buang waktu," pekik Aeza dengan nada ketus, menutupi perasaan malu dan berdebar-debar.

"Ah, baiklah, Nyonya." Seven menganggukkan kepala secara patuh. "Karena Nyonya mendesak, maka aku akan langsung ke inti permainan panas ini."

Seven dan Aeza sudah sama-sama tanpa sehelai benang. Seven sudah bersiap-siap melakukan penyatuan. Dia cukup antusias dan tak sabar karena tubuh Aeza sangat menggodanya. Sekalipun ada perasaan tak enak dan bersalah karena perempuan ini bukan istrinya. Namun, Seven juga terpaksa dan dia tidak bisa mundur. Adiknya butuh biaya untuk operasi kanker!

"Tu-tunggu, Seven." Tiba-tiba saja Aeza membuka mata, seketika membelalak shock saat melihat 'milik' Seven yang …- "Aaaa!" Aeza refleks menjerit, buru-buru meraih bantal lalu melemparnya ke arah Seven.

"Me-menjauh!" pekik Aeza histeris sambil menjauhkan pandangan dari Seven dan 'benda mengerikan milik pria itu.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    7. Oh, Suami Baruku!

    "Aku akan memilikimu sepenuhnya, Nyonya. Aku … akan merebutmu dari Tuan Lucas," ucap Seven tegas tetapi setelah itu memperlihatkan senyum lembut pada Aeza. Namun, sekalipun senyuman itu terlihat manis, tetapi Aeza merinding dan ketakutan melihatnya. Seperti ada maksud tertentu dari senyuman Seven. "Se-Seven, kamu … berkhianat pada suamiku?" Aeza buru-buru beringsut ke kepala ranjang saat Seven mendekat dan mengikis jarak dengannya. "Bukan." Seven menjawab cepat, "lebih tepatnya mempertahankanmu sebagai istriku, Nyonya. Selamanya!" lanjut Seven. Setelah berada dekat dengan Aeza, Seven meraih dagu perempuan itu–menahannya supaya Aeza tidak memalingkan wajah darinya. "Se-Seven, itu saja kamu berkhianat," pekik Aeza. Jantung mulai berdebar kencang dan tubuh gemetar karena ketakutan. Pria ini terang-terangan berkhianat pada suami Aeza! "Dibandingkan majikan, Istri lebih utama." Seven berkata serak, mendekatkan wajah ke arah Aeza, "apa yang kulakukan padamu adalah bentuk kes

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    6. Menikah dengan Suami Baru

    "Apa kau gila?!" marah Lucas. "A-apa?" Aeza melebarkan mata, menatap shock pada Cleo. "Tuan, dengarkan penjelasan saya." Cleo berkata cepat, "maksud saya, jika Tuan menceraikan Nyonya, maka Nyonya bisa menikah dengan Seven dan Nyonya bisa melakukan hubungan suami istri dengan Seven tanpa harus merasa berdosa dan berkhianat pada suaminya. Nyonya tidak melanggar pemahamannya pada ikatan suami istri dan tidak menyalahi apapun. Nanti setelah Nyonya hamil, Nyonya bisa bercerai dengan Seven lalu setelah itu kembali pada Tuan." "Ck, aku menghindari perceraian dan kau menjadikan perceraian sebagai solusinya. Benar-benar kau ini!" kesal Lucas pada Cleo. "Tuan, menurutku saran dari Cleo ada benarnya," ucap sekretaris Lucas, tersenyum tipis pada Lucas, "Nyonya sangat menjunjung tinggi sebuah ikatan dan jelas dia tidak akan terima kalau harus melakukan itu dengan pria yang bukan suaminya. Jadi lebih baik Nyonya menikah terlebih dahulu dengan Seven. Untungnya … anak yang Nyonya kandun

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    5. Kehormatan dan Cinta

    Aeza menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia buru-buru turun dari ranjang, memungut pakaiannya. Dia kembali mengenakan pakaiannya. Akan tetapi karena lingerie tersebut sangat seksi, dia meraih kemeja Seven lalu memakainya ke tubuhnya. "A-aku membatalkan rencana ini. Aku tidak bisa, Seven," ucap Aeza dengan mata berkaca-kaca sambil mengancing kemeja hitam milik Seven yang sudah ia pakai di tubuhnya, "Papaku mencintaiku, menjagaku, dan melindungiku. Aku tidak mau melakukan ini. Karna ini sama saja aku melempar kotoran ke wajah Papaku," lanjutnya sambil menangis. "Baiklah, Nyonya. Kuhargai keputusan Nyonya," jawab Seven, menghela napas lega lalu menganggukkan kepala. Setelah mengenakan kemeja tersebut, Aeza langsung keluar dari kamarnya. Dia berlari cepat untuk menemui suaminya. Seven sendiri, dia mengenakan celananya lalu buru-buru keluar dari kamar tersebut. Namun, dia terlebih dahulu ke kamarnya yang ada di bangunan belakang rumah ini, untuk mengambil baju. *** Ceklek'

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    4. Milikmu Menakutkan, Seven

    "Melakukan hubungan suami istri, seperti rencana suami Nyonya." Seven berkata pelan, senyum tipis pada Aeza yang terlihat semakin gugup, "atau kita batalkan saja? Sepertinya Nyonya memang benar-benar tidak ingin melanjutkan," lanjut Seven sambil menatap selimut yang menutupi tubuh Aeza. "A-aku bersedia." Aeza melepas selimut. Ah, entah kenapa tatapan Seven terasa berbahaya, mengintimidasi, dan cukup menakutkan. "Kalau kita batalkan, bagiamana dengan biaya berobat adikmu? Kasihan." Seven senyum tipis. "Nyonya sangat baik," ucapnya sambil berdiri dari ranjang. Dia melepas arloji lalu beralih melepas kemeja hitam yang membungkus tubuhnya secara bersemangat. Tubuh indah Aeza yang hanya berbalut lingerie seksi, membuat Seven cukup tak sabar untuk menyentuh perempuan ini. Ah, Seven benar-benar tidak bisa menolak tubuh ini, malah keraguannya pada ide gila majikannya hilang seketika setelah melihat tubuh seksi sang nyonya yang hanya mengenakan lingerie. "Nyonya bisa tutup mata." "U

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    3. Pria Tua?

    "Sepertinya Nyonya terlalu mencintainya," ucap Seven dengan nada yang terkesan marah. Aeza menangkap suara marah itu, membuatnya mengerutkan kening–menatap lekat dan penuh selidik pada Seven. Bukan cuma suaranya, Aeza juga menyadari adanya kemarahan pada pancaran mata pria ini. Namun, kenapa Seven marah? Apa karena … tindakan Aeza ini terkesan seperti wanita rendahan jadi pria ini muak melihatnya? Dia menjijikkan? "Umm … namamu Seven kan?" tanya Aeza dengan nada pelan, mencoba mengabaikan ekspresi marah Seven. Seven menganggukkan kepala, lalu tanpa disuruh dia duduk di pinggir ranjang. Pria berwajah hancur tersebut menghadap Aeza, memandang Aeza dengan intens dan lekat. Itu membuat Aeza sangat kikuk. "Melihat wajah sembab Nyonya, kurasa Nyonya sehabis menangis. Apa Nyonya menyesali keputusan Nyonya untuk mengikuti rencana suami Nyonya?" tanya Seven kembali, tetapi kali ini suaranya terasa lebih lembut dan hangat. Aeza menggembungkan pipi, menatap campur aduk pada Seven

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    2. Akhirnya Bermalam dengan Pria Lain

    "Mas!" Aeza melebarkan mata, menatap tak percaya pada suaminya. "Kita sudah sepakat, Sayang." Lucas berkata sambil menatap lelah pada Aeza yang menurutnya plin-plan. Tadi setuju, sekarang kembali menolak. "Tapi tidak malam ini juga, Mas." Aeza menunjukkan ekspresi protes. Dia memang akhrinya setuju, tetapi kenapa harus di hari ini? Sungguh, Aeza belum siap. Bahkan dia masih gemetar hanya karena menyetujui ide gila suaminya. Apalagi jika nanti malam dia benar-benar menyerahkan tubuhnya pada pria lain, jantung Aeza mungkin bisa copot dari tempatnya. "Lebih cepat lebih baik, Aeza." Lucas berucap tegas, "semakin cepat kau hamil, maka itu samakin baik. Waktu kita hanya satu tahun. Itu waktu singkat, mengingat kehamilan bukan kehendak manusia. Kita hanya bisa berusaha agar kau secepatnya hamil." Wajah Aeza kembali dipenuhi kesedihan, dia menolah ke arah Seven–bodyguard pilihannya sendiri yang akan tidur dengannya. Bisakah dia membiarkan tubuhnya dijama oleh pria ini? Tuhan, mem

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status