Beranda / Romansa / Terlena Kenikmatan Suami Baru / 6. Menikah dengan Suami Baru

Share

6. Menikah dengan Suami Baru

Penulis: CacaCici
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-15 23:51:50

"Apa kau gila?!" marah Lucas.

"A-apa?" Aeza melebarkan mata, menatap shock pada Cleo.

"Tuan, dengarkan penjelasan saya." Cleo berkata cepat, "maksud saya, jika Tuan menceraikan Nyonya, maka Nyonya bisa menikah dengan Seven dan Nyonya bisa melakukan hubungan suami istri dengan Seven tanpa harus merasa berdosa dan berkhianat pada suaminya. Nyonya tidak melanggar pemahamannya pada ikatan suami istri dan tidak menyalahi apapun. Nanti setelah Nyonya hamil, Nyonya bisa bercerai dengan Seven lalu setelah itu kembali pada Tuan."

"Ck, aku menghindari perceraian dan kau menjadikan perceraian sebagai solusinya. Benar-benar kau ini!" kesal Lucas pada Cleo.

"Tuan, menurutku saran dari Cleo ada benarnya," ucap sekretaris Lucas, tersenyum tipis pada Lucas, "Nyonya sangat menjunjung tinggi sebuah ikatan dan jelas dia tidak akan terima kalau harus melakukan itu dengan pria yang bukan suaminya. Jadi lebih baik Nyonya menikah terlebih dahulu dengan Seven. Untungnya … anak yang Nyonya kandung suatu saat, bukan anak haram."

Lucas mengerutkan kening, menatap lekat dan cermat pada sekretarisnya. Ah, benar sekali. Anak haram itu … posisi yang sangat berbahaya dan celaka. Sekalipun rencana ini dilakukan secara diam-diam dan suatu saat anak itu akan diumumkan sebagai anak sahnya, tetapi alangkah baiknya mereka berhati-hati!

"Ya, Tuan." Cleo menganggukkan kepala pelan, setuju dengan ucapan sekretaris tuannya, "toh, Tuan dan Nyonya bercerai secara diam-diam, jadi tak akan ada yang tahu. Setelah itu, Nyonya dan Seven juga menikah secara diam-diam. Jadi … ini solusi paling aman dan terbaik untuk Nyonya, serta solusi untuk kelancaran hubungan Nyonya dengan Tuan."

"Baiklah, Cleo. Aku setuju pada pendapatmu," ucap Lucas sambil menganggukkan kepala secara berat. Setelah itu, dia menatap ke arah Seven yang sejak tadi hanya diam. 'Apa yang harus kukhawatirkan? Wajah Seven sangat jelek, istriku tidak akan sudi jatuh hati padanya.' batin Lucas, menepis rasa takut yang sempat menyelinap masuk dalam hatinya.

"Mas!" cicit Aeza dengan ekspresi protes. Yang benar saja dia harus bercerai dengan Lucas lalu menikah dengan Seven. Ini gila!

"Sayang, jangan protes lagi. Ini demi kebaikan kita bersama." Lucas mengulurkan tangan, mengusap pucuk kepala Aeza yang masih duduk bersimpuh di lantai sambil memegang lututnya.

"Ta-tapi bagaimana caranya aku menikah dengan Seven sedangkan kita harus merahasiakannya dari Papa?" tanya Aeza, sejujurnya menolak menikah dengan Seven.

Kesannya mereka semua sedang mempermainkan pernikahan dan perasaan Aeza. Jujur saja, Aeza benci hal-hal seperti ini.

"Tenang saja, Sayang. Aku bisa mengatur semuanya," ucap Lucas, mengusap lembut pipi Aeza. "Kau bersedia, bukan?"

Karena Aeza tak punya pilihan, pada akhirnya dia menganggukkan kepala sebagai persetujuan.

"Seven, bagaimana denganmu?" tanya Lucas pada Seven. "Tenang saja. Bayaranmu akan saya lipat gandakan, asal kau mau menjadi suami sementara untuk istriku. Tapi dengan satu syarat, kau harus menghamilinya lalu menceraikannya setelah Aeza hamil."

"Jika Nyonya sudah setuju, maka saya hanya bisa menerima, Tuan," ucap Seven dengan nada tegas.

"Baiklah. Aku akan bercerai dengan Aeza dan setelah itu, kalian secepatnya menikah."

Aeza diam, hanya menatap nanar pada suaminya.

***

Aeza akhirnya bercerai dengan Lucas, lalu setelah itu dia benar-benar menikah dengan Seven–setelah menunggu selama 3 bulan untuk memenuhi syarat pernikahan bagi perempuan yang baru bercerai.

Sekarang dia resmi menjadi istri Seven dan ini adalah malam pertamanya dengan suami barunya tersebut.

Pernikahannya dengan Seven benar-benar dirahasiakan dari publik dan sederhana, dilaksanakan di kantor pernikahan.

"Nyonya, apa kita bisa memulai ritual malam pertama kita?" tanya Seven, di mana saat ini mereka sedang berada di kamar. Aeza duduk di tengah ranjang, menekuk kaki lalu memeluk lutut.

Sepertinya Nyonya muda cantik dari keluarga De Enigma ini sedang menahan sedih karena sudah lepas dari suami yang ia cintai dan harus menikah dengan pria asing, demi memenuhi permintaan pria yang ia cintai.

Ah, cinta memang membingungkan dan semua orang yang sedang dimabuk cinta bisa menjadi gila, melakukan apapun atas nama cinta.

Aeza yang sempat menangis, seketika berhenti lali buru-buru menyekat air mata. Kemudian dia mendongak dan menatap sosok pria yang telah sah menjadi suaminya.

"Seven, apa menurutmu aku terlihat seperti perempuan rendahan?" tanya Aeza tiba-tiba.

Seven menggelengkan kepala secara pelan lalu menghampiri Aeza, duduk di pinggir ranjang sambil menghadap pada Aeza. "Tidak, Nyonya perempuan yang menjunjung tinggi martabatnya. Nyonya bukan perempuan rendahan. Jika ada yang menyebut Nyonya rendahan, maka dialah yang rendahan."

"Tapi apa yang kulakukan … terasa sangat buruk. Bahkan aku rela bercerai dengan suamiku sendiri hanya demi bisa hamil dengan pria lain," ucap Aeza lemah.

"Jujur saja, sebelumnya Nyonya memang … hampir merendahkan diri sendiri hanya demi cinta."

Mata Aeza melotot mendengar ucapan jujur Seven. 'Ih, padahal suaranya lembut. Tapi kalimatnya sangat menusuk.' batin Aeza, menggembungkan pipi sambil menatap sebal pada Seven. "Tapi kamu juga mau melakukan 'itu. Berarti waktu itu kamu juga rendahan," jawab Aeza kesal.

"Aku pria, dan perempuanlah yang selalu dirugikan, Nyonya," ucap Seven dengan nada lembut–Aeza terus menatapnya, "dunia sedikit jahat pada kaum perempuan. Jadi sebagai perempuan, pandai-pandailah dalam menempatkan diri, Nyonya."

Aeza tanpa sadar menganggukkan kepala, terus menatap wajah Seven. Sungguh, bekas luka bakar di wajah kiri Seven terlihat mengerikan. Namun, suara berat pria ini dan nadanya yang sopan, membuat hati Aeza senang kala mendengarnya.

Wajah Seven memang buruk, akan tetapi suara pria ini membuat Aeza memandangnya sebagai pria tampan yang penuh karisma.

"Jadi kamu tidak memandangku buruk?" tanya Aeza kembali, memastikan kalau dia bukan wanita rendahan di hadapan Seven.

Entahlah! Aeza juga tak paham kenapa dia harus memastikan ini. Padahal Seven hanya orang asing. Apa karena sekarang Seven adalah suaminya?

"Tidak sama sekali, Nyonya." Seven menjawab sambil menggelengkan kepala. Dia mengulurkan tangan, menyentuh pucuk kepala Aeza, "sekarang Nyonya telah menjadi istriku dan aku akan membantu Nyonya keluar dari ketersesatan ini."

"Hah? Apa maksudmu?" Aeza menatap aneh pada Seven, menepis kasar tangan Seven dari atas kepalanya. Secara tidak langsung, Seven menyebutnya tersesat bukan?!

"Aku akan memilikimu sepenuhnya, Nyonya."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    7. Oh, Suami Baruku!

    "Aku akan memilikimu sepenuhnya, Nyonya. Aku … akan merebutmu dari Tuan Lucas," ucap Seven tegas tetapi setelah itu memperlihatkan senyum lembut pada Aeza. Namun, sekalipun senyuman itu terlihat manis, tetapi Aeza merinding dan ketakutan melihatnya. Seperti ada maksud tertentu dari senyuman Seven. "Se-Seven, kamu … berkhianat pada suamiku?" Aeza buru-buru beringsut ke kepala ranjang saat Seven mendekat dan mengikis jarak dengannya. "Bukan." Seven menjawab cepat, "lebih tepatnya mempertahankanmu sebagai istriku, Nyonya. Selamanya!" lanjut Seven. Setelah berada dekat dengan Aeza, Seven meraih dagu perempuan itu–menahannya supaya Aeza tidak memalingkan wajah darinya. "Se-Seven, itu saja kamu berkhianat," pekik Aeza. Jantung mulai berdebar kencang dan tubuh gemetar karena ketakutan. Pria ini terang-terangan berkhianat pada suami Aeza! "Dibandingkan majikan, Istri lebih utama." Seven berkata serak, mendekatkan wajah ke arah Aeza, "apa yang kulakukan padamu adalah bentuk kes

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    6. Menikah dengan Suami Baru

    "Apa kau gila?!" marah Lucas. "A-apa?" Aeza melebarkan mata, menatap shock pada Cleo. "Tuan, dengarkan penjelasan saya." Cleo berkata cepat, "maksud saya, jika Tuan menceraikan Nyonya, maka Nyonya bisa menikah dengan Seven dan Nyonya bisa melakukan hubungan suami istri dengan Seven tanpa harus merasa berdosa dan berkhianat pada suaminya. Nyonya tidak melanggar pemahamannya pada ikatan suami istri dan tidak menyalahi apapun. Nanti setelah Nyonya hamil, Nyonya bisa bercerai dengan Seven lalu setelah itu kembali pada Tuan." "Ck, aku menghindari perceraian dan kau menjadikan perceraian sebagai solusinya. Benar-benar kau ini!" kesal Lucas pada Cleo. "Tuan, menurutku saran dari Cleo ada benarnya," ucap sekretaris Lucas, tersenyum tipis pada Lucas, "Nyonya sangat menjunjung tinggi sebuah ikatan dan jelas dia tidak akan terima kalau harus melakukan itu dengan pria yang bukan suaminya. Jadi lebih baik Nyonya menikah terlebih dahulu dengan Seven. Untungnya … anak yang Nyonya kandun

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    5. Kehormatan dan Cinta

    Aeza menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia buru-buru turun dari ranjang, memungut pakaiannya. Dia kembali mengenakan pakaiannya. Akan tetapi karena lingerie tersebut sangat seksi, dia meraih kemeja Seven lalu memakainya ke tubuhnya. "A-aku membatalkan rencana ini. Aku tidak bisa, Seven," ucap Aeza dengan mata berkaca-kaca sambil mengancing kemeja hitam milik Seven yang sudah ia pakai di tubuhnya, "Papaku mencintaiku, menjagaku, dan melindungiku. Aku tidak mau melakukan ini. Karna ini sama saja aku melempar kotoran ke wajah Papaku," lanjutnya sambil menangis. "Baiklah, Nyonya. Kuhargai keputusan Nyonya," jawab Seven, menghela napas lega lalu menganggukkan kepala. Setelah mengenakan kemeja tersebut, Aeza langsung keluar dari kamarnya. Dia berlari cepat untuk menemui suaminya. Seven sendiri, dia mengenakan celananya lalu buru-buru keluar dari kamar tersebut. Namun, dia terlebih dahulu ke kamarnya yang ada di bangunan belakang rumah ini, untuk mengambil baju. *** Ceklek'

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    4. Milikmu Menakutkan, Seven

    "Melakukan hubungan suami istri, seperti rencana suami Nyonya." Seven berkata pelan, senyum tipis pada Aeza yang terlihat semakin gugup, "atau kita batalkan saja? Sepertinya Nyonya memang benar-benar tidak ingin melanjutkan," lanjut Seven sambil menatap selimut yang menutupi tubuh Aeza. "A-aku bersedia." Aeza melepas selimut. Ah, entah kenapa tatapan Seven terasa berbahaya, mengintimidasi, dan cukup menakutkan. "Kalau kita batalkan, bagiamana dengan biaya berobat adikmu? Kasihan." Seven senyum tipis. "Nyonya sangat baik," ucapnya sambil berdiri dari ranjang. Dia melepas arloji lalu beralih melepas kemeja hitam yang membungkus tubuhnya secara bersemangat. Tubuh indah Aeza yang hanya berbalut lingerie seksi, membuat Seven cukup tak sabar untuk menyentuh perempuan ini. Ah, Seven benar-benar tidak bisa menolak tubuh ini, malah keraguannya pada ide gila majikannya hilang seketika setelah melihat tubuh seksi sang nyonya yang hanya mengenakan lingerie. "Nyonya bisa tutup mata." "U

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    3. Pria Tua?

    "Sepertinya Nyonya terlalu mencintainya," ucap Seven dengan nada yang terkesan marah. Aeza menangkap suara marah itu, membuatnya mengerutkan kening–menatap lekat dan penuh selidik pada Seven. Bukan cuma suaranya, Aeza juga menyadari adanya kemarahan pada pancaran mata pria ini. Namun, kenapa Seven marah? Apa karena … tindakan Aeza ini terkesan seperti wanita rendahan jadi pria ini muak melihatnya? Dia menjijikkan? "Umm … namamu Seven kan?" tanya Aeza dengan nada pelan, mencoba mengabaikan ekspresi marah Seven. Seven menganggukkan kepala, lalu tanpa disuruh dia duduk di pinggir ranjang. Pria berwajah hancur tersebut menghadap Aeza, memandang Aeza dengan intens dan lekat. Itu membuat Aeza sangat kikuk. "Melihat wajah sembab Nyonya, kurasa Nyonya sehabis menangis. Apa Nyonya menyesali keputusan Nyonya untuk mengikuti rencana suami Nyonya?" tanya Seven kembali, tetapi kali ini suaranya terasa lebih lembut dan hangat. Aeza menggembungkan pipi, menatap campur aduk pada Seven

  • Terlena Kenikmatan Suami Baru    2. Akhirnya Bermalam dengan Pria Lain

    "Mas!" Aeza melebarkan mata, menatap tak percaya pada suaminya. "Kita sudah sepakat, Sayang." Lucas berkata sambil menatap lelah pada Aeza yang menurutnya plin-plan. Tadi setuju, sekarang kembali menolak. "Tapi tidak malam ini juga, Mas." Aeza menunjukkan ekspresi protes. Dia memang akhrinya setuju, tetapi kenapa harus di hari ini? Sungguh, Aeza belum siap. Bahkan dia masih gemetar hanya karena menyetujui ide gila suaminya. Apalagi jika nanti malam dia benar-benar menyerahkan tubuhnya pada pria lain, jantung Aeza mungkin bisa copot dari tempatnya. "Lebih cepat lebih baik, Aeza." Lucas berucap tegas, "semakin cepat kau hamil, maka itu samakin baik. Waktu kita hanya satu tahun. Itu waktu singkat, mengingat kehamilan bukan kehendak manusia. Kita hanya bisa berusaha agar kau secepatnya hamil." Wajah Aeza kembali dipenuhi kesedihan, dia menolah ke arah Seven–bodyguard pilihannya sendiri yang akan tidur dengannya. Bisakah dia membiarkan tubuhnya dijama oleh pria ini? Tuhan, mem

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status