مشاركة

Bab 4

مؤلف: Nashwa Fazila
last update آخر تحديث: 2026-01-01 08:26:56

"Sahira, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri dan kamu harus selalu ingat dengan pesan-pesan ibu untuk menjadi istri yang baik, nurut pada suamimu dan keluarga barumu ya nak. Jangan sampai kamu membuat mereka kecewa, ibu pasti akan sangat merindukan kamu."

"Iya Bu, aku pasti akan selalu ingat dengan nasehat dari ibu. Aku juga pasti akan sangat merindukan ibu dan bapak."

"Selamat untuk kalian berdua, nenek berharap setelah pernikahan ini hidup kalian akan selalu bahagia."

"Selamat untuk kalian." Lanjut Bu Mayang.

"Arga, Papa harap kamu bisa menjadi suami yang baik untuk Sahira selama pernikahan ini terjadi. Karena bagaimanapun secara hukum dan agama Sahira tetaplah istri kamu, tetap lakukan tugas kamu sebagai seorang suami." Ujar Pak Lukas pada putra nya dengan suara pelan.

"Sahira, kamu jangan khawatir ya karena Papa janji akan selalu menjaga kamu. Bahkan kamu bukan hanya seorang menantu di rumah kami, tapi kamu sudah Papa anggap sebagai putri Papa sendiri. Jika kamu merindukan keluarga kamu, kapan pun kamu boleh datang untuk mengunjungi mereka."

"Terimakasih banyak Pah." Balas Sahira..

Setelah pernikahan selesai, Sahira pun langsung di bawa pergi oleh keluarga suaminya untuk tinggal di rumah mereka..

Sementara itu, di tempat yang berbeda terlihat Baskara yang terus mencoba untuk melepaskan tali ikatan di tangan nya itu.

"Tolong siapapun lepaskan aku, aku mohon lepaskan aku sekarang juga." Teriak pemuda itu.

"Heii jangan berisik, tidak akan ada satu orang pun yang bisa mendengarkan teriakan mu itu, jadi percuma saja kau teriak. Lebih baik kau simpan saja energi mu itu."

"Siapa kalian? Dan kenapa kalian menculik aku seperti ini, hari ini adalah hari pernikahan ku pasti calon istriku dan semua orang sedang menunggu ku saat ini, tolong lepaskan aku dan biarkan aku pergi. Berapapun uang yang kalian inginkan akan aku berikan." Ujar Baskara memohon.

"Kami tidak bisa melepaskan mu begitu saja dengan mudah, lagi pula kami ini tidak butuh uangmu."

"Kalau kalian tidak butuh uangku, lalu kenapa kalian melakukan semua ini. Harusnya kalian merasa malu telah menculik aku seperti ini, cepat lepaskan aku atau aku akan membuat kalian menyesal nantinya."

"Sudahlah lebih baik kau diam saja, kami akan melepaskan mu setelah waktunya tiba. Sekarang lebih baik kau istirahat saja ya."

Dengan cepat para preman itu pun pergi membiarkan Baskara sendirian disana, dengan begitu keras pemuda itu berusaha melepaskan ikatan di tangan nya namun tetap saja tidak bisa.

"Hari ini adalah pernikahan ku dengan Sahira, pasti dia sudah menunggu aku sejak tadi. Aku tidak tahu kenapa orang-orang ini mengurung aku di tempat seperti ini, sebenarnya apa tujuan dan maksud mereka melakukan semua itu."

"Aku hanya ingin keluar dan pergi dari tempat ini, aku harus secepatnya menemui Sahira dan menikahi nya. Aku tidak ingin dia sampai beranggapan kalau aku telah kabur di hari pernikahan ku sendiri, aku tidak ingin membuat semua orang merasa kecewa." Gumam pemuda itu dengan penuh keputusasaan.

Sementara itu, di dalam kamar terlihat Sahira yang sedang berdiri menatap langit di dekat jendela kamar. Gadis itu terlihat sangat sedih sekali meratapi nasib nya saat ini.

"Aku sama sekali tidak tahu dimana keberadaan Mas Baskara saat ini, dan apa alasan dia tidak datang di hari pernikahan nya. Jika memang dia tidak berniat menikahi aku, kenapa dia harus melakukan semua ini padaku dan keluargaku." gumam Sahira.

Tak lama, Arga pun keluar dari dalam kamar mandi, pria itu tampak baru saja selesai membersihkan dirinya.

"Heii, tutup jendelanya dan cepatlah mandi." ujar pria itu pada Sahira.

dengan cepat Sahira pun langsung menoleh dan menganggukkan kepalanya menurut. Lalu berjalan menuju kamar mandi.

"Tunggu dulu."

"ada apa?" tanya Sahira.

"Ingat ya, aku menikahi mu karena terpaksa jadi meskipun kita sudah menjadi pasangan suami istri tetap saja aku tidak akan pernah menganggap kamu sebagai istriku. Dan kau pun tidak perlu bersikap seolah kau ini istriku, meskipun kita tinggal dalam satu kamar aku tidak ingin tidur satu ranjang dengan mu."

"Setelah tiga bulan kita menikah, kita akan langsung berpisah. Jadi selama kau tinggal disini, kau bisa tidur dimana pun yang kau suka di dalam kamarku ini asal jangan tidur di atas kasur milikku. Kalau kau mau, kau bisa tidur di bawah saja." ujar Arga dengan ketus.

"Iya aku mengerti, lagi pula aku juga tidak akan pernah berani tidur di atas kasur mu itu. Aku juga tidak akan menyentuh barang apapun milikmu, aku tahu diri siapa aku disini, dengan kamu setuju menikahi aku pun aku sudah berhutang budi padamu karena dengan begitu kamu sudah menyelamatkan nama baik keluarga ku." sahut Sahira.

"Aku sama sekali tidak menyangka jika selera adikku itu sangat rendahan sekali, kenapa dia mau menikahi wanita seperti mu. Tapi keputusan nya sangat tepat saat dia memilih pergi di hari pernikahan nya dengan mu, meskipun akhirnya aku harus menerima kesialanku dengan menggantikan posisinya." celetuk Arga yang membuat Sahira merasa tersinggung dan sedih.

namun gadis itu berusaha tetap kuat dan tidak memperlihatkan kesedihan nya.

Tanpa banyak bicara lagi, Sahira lebih memilih untuk pergi membersihkan dirinya.

***

Sementara itu, Bu Mayang terlihat sedang berbicara di telpon dengan diam-diam..

"Kalian bisa melepaskan nya besok pagi, dan ingat ya jangan sampai kalian menyakiti dia. Saya tidak ingin dia memiliki luka lecet sedikit pun." bisik Bu Mayang lalu menutup telpon nya dengan cepat.

"Mayang, apa yang kamu lakukan disini?" tanya Nenek yang membuat Bu Mayang terkejut..

"Ya ampun Bu, ibu ini membuat aku terkejut saja. Ada apa Bu? kenapa ibu belum tidur padahal ini sudah larut malam." sahut wanita paruh baya itu dengan nada gugup.

"Ibu ingin pergi ke dapur mengambil minum, dan tidak sengaja melihat kamu disini. Apa yang sedang kamu lakukan? dan dengan siapa kamu bicara di telpon?"

"Hhmm begini Bu, sebenarnya aku tidak bisa tidur sama sekali karena memikirkan Baskara. Seharian ini dia tidak ada kabar dan tidak pulang ke rumah juga, aku hanya takut jika sudah terjadi sesuatu padanya." sahut Bu Mayang.

"Bukankah kau sendiri yang mengatakan jika putra mu itu telah kabur di hari pernikahan nya, untuk apa kau mengkhawatirkan dia. Jika dia mau, pasti dia akan pulang ke rumah nya. Aku hanya khawatir pada Arga, karena ulah putramu itu dia harus menanggung semuanya dengan menikahi Sahira." gerutu Nenek.

"Tapi ibu sendiri yang meminta Arga menggantikan Baskara menikah, bukan begitu ibu."

"Memang aku yang sudah memintanya, tapi semua itu aku lakukan demi kehormatan dua keluarga. Sudahlah lebih baik sekarang kamu pergi ke kamar mu dan beristirahat, aku merasa lelah dan tidak ingin berdebat tentang apapun." balas wanita tua itu, lalu dengan cepat pergi dari sana.

استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق

أحدث فصل

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 8

    "Sahira, coba tanyakan pada suami kamu makanan apa yang dia suka. Ibu akan membuatkan nya." Ujar Bu Inggit. "Tidak perlu Bu, kita akan memasak makanan dengan bahan yang ada saja di rumah. Aku juga tidak tahu apa yang di sukai dan tidak di sukai nya." Sahut Sahira. "Kamu tidak boleh bersikap seperti itu Sahira, ibu tahu kalau kalian menikah dengan cara yang berbeda tapi bagaimana pun juga dia tetaplah suami kamu. Dan selama kamu masih menjadi istrinya, kamu harus bisa menghormati dia juga melayani Arga dengan baik." "Iya Bu, aku perlu waktu untuk bisa melakukan semua itu. Mungkin dengan seiring berjalan nya waktu, aku bisa mulai terbiasa." "Ya sudah sekarang kamu bantu ibu menyiapkan makanan nya, ini adalah kali pertamanya kamu dan suami kamu menginap di rumah ini." Sahira pun hanya menganggukkan kepala nya sambil tersenyum kecil. Sementara itu, Baskara terlihat sudah rapih sekali. Bu Mayang pun segera menghampiri putra nya itu. "Baskara, kamu mau pergi kemana nak?" Tanya

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 7

    "Sahira, ibu senang sekali kamu bisa datang kesini menemui kami." Ujar Bu Inggit sambil memeluk putri kesayangan nya itu. "Aku juga sangat senang sekali Bu, tiba-tiba saja Mas Arga mengajak aku untuk pergi menemui kalian." Sahut Sahira. Pak Tomi dan Bu Inggit pun langsung menoleh ke arah Arga dan tersenyum padanya. Arga pun mencoba membalas senyuman mereka, walau dengan ekspresi wajah yang jutek. "Sebenarnya nenek memintaku untuk memberikan hadiah pada kalian, aku tahu kalau Sahira pasti merindukan kalian jadi aku juga mengajaknya ikut dengan ku kesini." Ujar Arga. "Duduklah dulu nak Arga, ibu akan buatkan minum dulu." Arga pun menurut dan angsung duduk."Nak Arga, sampaikan ucapan terimakasih untuk Nek Sukma dan yang lainnya." Ujar Pak Tomi. "Iya Pak, akan aku sampaikan pada mereka.""Apa kalian akan menginap disini?" Tanya Bu Inggit. "Hhmm tidak Bu, aku akan pulang." Balas Sahira dengan raut wajah yang terlihat sedih.Tidak apa-apa Bu, meskipun Sahira tidak menginap tapi kit

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 6

    "Sahira dan Arga mau pergi kemana Bu?" Tanya Bu Mayang. "Mereka akan pergi ke rumah orang tuanya Sahira, nanti sore juga mereka akan segera kembali." Sahut Nek Sukma. "Kenapa ibu tidak ikut dengan mereka juga." "Aku ini sedang merasa tidak enak badan, itulah kenapa aku tidak ikut dengan mereka. Seharusnya kamu yang pergi dengan mereka, meskipun Arga bukan anak kandungmu tapi tetap saja kau juga ibunya." "Sebenarnya aku ingin ikut menemani mereka pergi dan bertemu dengan keluarga Sahira, hanya saja aku masih belum merasa tenang selama belum tahu tentang keberadaan nya Baskara. Sejak kemarin Baskara tidak ada kabar sama sekali, dan aku sangat mengkhawatirkan nya." Nek Sukma pun terdiam, dan ikut memikirkan tentang keberadaan nya Baskara. "Ini sudah dua puluh empat jam, sebaiknya kamu hubungi polisi saja, aku khawatir kalau sesuatu hal yang buruk telah terjadi pada Baskara tanpa kita sadari, Baskara tidak pernah seperti ini sebelumnya. Dia juga sangat menantikan pernikahan ini dan

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 5

    "Aku sama sekali tidak peduli dengan alasanmu itu Ibu, yang membuat aku senang tindakan mu itu sangat menguntungkan aku. Karena jika Baskara tahu Sahira dan Arga sudah menikah, aku yakin sekali dia akan berhenti berharap dan mencintai Sahira lagi. Andai saja semua orang tahu, kalau akulah penyebab Baskara tidak datang ke acara pernikahan nya." Gumam Bu Mayang dalam hatinya sambil terus licik. Wanita paruh baya itu, lalu segera pergi ke kamar nya. ***Terlihat, Sahira baru saja selesai mandi namun dia terlihat sangat kebingungan. Arga yang menyadari hal itu pun, langsung melemparkan sebuah selimut dan bantal ke arah istrinya. "Kau bisa tidur di bawah, aku cukup baik memberikan mu sebuah bantal dan selimut." Ujar pria itu dengan ketus. Sahira pun lebih memilih diam dan tidak mengatakan apapun.. Tanpa banyak bicara dan protes, gadis itu lalu mulai membaringkan tubuh nya di atas karpet yang ada di lantai, dan mulai tertidur dengan tenang. "Kenapa dia hanya diam saja tanpa mengataka

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 4

    "Sahira, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri dan kamu harus selalu ingat dengan pesan-pesan ibu untuk menjadi istri yang baik, nurut pada suamimu dan keluarga barumu ya nak. Jangan sampai kamu membuat mereka kecewa, ibu pasti akan sangat merindukan kamu." "Iya Bu, aku pasti akan selalu ingat dengan nasehat dari ibu. Aku juga pasti akan sangat merindukan ibu dan bapak." "Selamat untuk kalian berdua, nenek berharap setelah pernikahan ini hidup kalian akan selalu bahagia." "Selamat untuk kalian." Lanjut Bu Mayang. "Arga, Papa harap kamu bisa menjadi suami yang baik untuk Sahira selama pernikahan ini terjadi. Karena bagaimanapun secara hukum dan agama Sahira tetaplah istri kamu, tetap lakukan tugas kamu sebagai seorang suami." Ujar Pak Lukas pada putra nya dengan suara pelan. "Sahira, kamu jangan khawatir ya karena Papa janji akan selalu menjaga kamu. Bahkan kamu bukan hanya seorang menantu di rumah kami, tapi kamu sudah Papa anggap sebagai putri Papa sendiri. Jika kamu mer

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 3

    "Aku setuju untuk menikah." Balas Sahira mengejutkan semua orang."Kamu yakin nak? Jangan Sahira." Ujar Pak Tomi."Aku sudah yakin dengan keputusan ku itu Pak, aku rasa ini adalah jalan yang terbaik untuk kita semua. Aku tidak bisa melihat ibu dan bapak menderita seperti ini, lagi pula ini hanya sampai tiga bulan saja, setelah itu aku bisa kembali pada kalian.""Tapi itu bukanlah pilihan yang tepat Sahira, bapak tidak setuju jika kamu menikah dengan cara seperti itu.""Ini hanya untuk sementara Pak, tolong restui aku. Bapak tidak perlu begitu mengkhawatirkan aku karena keluarga mereka pasti akan menjaga aku dengan baik.""Pak Tomi, kalau memang ini jalan yang terbaik untuk kita semua saya sendiri setuju untuk menikahkan putra sulung saya dengan Sahira. Pak Tomi juga tidak perlu khawatir, selama Sahira tinggal dengan kami, kami akan memperlakukan Sahira dengan sangat baik dan menjaga nya dengan aman." Ujar Pak Lukas..Tak di sangka semua itu ternyata di dengar oleh Argantara yang berdi

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status