Share

Bab 3

last update Last Updated: 2025-12-29 21:14:44

"Aku setuju untuk menikah." Balas Sahira mengejutkan semua orang.

"Kamu yakin nak? Jangan Sahira." Ujar Pak Tomi.

"Aku sudah yakin dengan keputusan ku itu Pak, aku rasa ini adalah jalan yang terbaik untuk kita semua. Aku tidak bisa melihat ibu dan bapak menderita seperti ini, lagi pula ini hanya sampai tiga bulan saja, setelah itu aku bisa kembali pada kalian."

"Tapi itu bukanlah pilihan yang tepat Sahira, bapak tidak setuju jika kamu menikah dengan cara seperti itu."

"Ini hanya untuk sementara Pak, tolong restui aku. Bapak tidak perlu begitu mengkhawatirkan aku karena keluarga mereka pasti akan menjaga aku dengan baik."

"Pak Tomi, kalau memang ini jalan yang terbaik untuk kita semua saya sendiri setuju untuk menikahkan putra sulung saya dengan Sahira. Pak Tomi juga tidak perlu khawatir, selama Sahira tinggal dengan kami, kami akan memperlakukan Sahira dengan sangat baik dan menjaga nya dengan aman." Ujar Pak Lukas..

Tak di sangka semua itu ternyata di dengar oleh Argantara yang berdiri di depan pintu kamar.

"Argantara.." panggil Nek Sukma.

Semua orang pun langsung menoleh ke arah nya, dan menatap tajam. Tanpa mengatakan apapun, Argantara langsung pergi begitu saja dari sana lalu di susul oleh Nek Sekar dan kedua orang tuanya. 

"Argantara tunggu dulu sebentar, ada hal yang ingin nenek bicarakan dengan kamu." 

"Jika nenek meminta aku untuk menikahi gadis itu, maaf aku tidak bisa nek." Ujar Argantara yang langsung menolak nya. 

"Iya nenek tahu kamu pasti akan menolaknya, tapi kali ini nenek ingin meminta tolong sama kamu untuk setuju. Hanya kamu satu-satunya harapan nenek untuk bisa menyelematkan kehormatan keluarga kita, kamu juga bisa lihat sendirikan betapa kasian nya Gadis itu dan keluarga nya." 

"Itu bukanlah urusanku Nek, lagi pula Baskara yang sejak awal ingin menikahinya lalu kenapa harus aku yang bertanggung jawab atas kesalahan yang Baskara lakukan." 

"Baskara, ini hanya untuk tiga bulan saja nak. Setelah tiga bulan, kamu dan Sahira bisa berpisah dan menjalani kehidupan masing-masing. Papa mohon sama kamu Arga, kali ini saja kamu mau menuruti permintaan kami ini, apapun akan Papa lakukan untuk kamu nak." Ujar pria paruh baya itu sambil berlutut di kaki putra nya. 

"Arga, apa kamu sampai tega membiarkan Papa kamu berlutut seperti itu. Mama tahu ini kesalahan adik kamu, kami juga tidak ingin hal ini sampai terjadi tapi kami juga tidak tahu keberadaan Baskara saat ini ada dimana." 

"Ini hanya sampai tiga bulan saja, itu tidak akan lama nak. Kami mohon bantu kami, bila perlu Mama juga akan ikut bersujud di kaki kamu." 

"Nenek juga akan melakukan hal yang sama." Lanjut wanita tua itu. 

"Baiklah aku akan menikahi nya." Balas Argantara dengan lantang...

Bab 3

"Aku akan menikahi nya tapi hanya dalam waktu tiga bulan saja, setelah itu kalian jangan pernah memaksa aku untuk meneruskan pernikahan ku dengan nya. Setelah tiga bulan aku akan langsung menceraikan gadis itu, semua ini aku lakukan bukan untuk Baskara tapi untuk kehormatan keluarga ku." Ujar Arga. 

Saat mendengar hal itu, tentu saja mereka semua pun langsung tersenyum senang. 

"Terimakasih banyak Arga, kau bukan hanya menyelamatkan satu keluarga dari kehancuran tapi dua keluarga sekaligus, Papa sangat bangga dengan kamu." Sahut Pak Lukas sambil memeluk putra nya itu.

"Pah, cepatlah Papa bicara dengan mereka agar persiapan pernikahan nya segera di langsungkan. Kita tidak bisa menunggu waktu lebih lama lagi." Pinta Bu Mayang. 

"Iya mah, papa akan temui mereka sekarang juga." Sahut Pak Lukas dengan cepat. 

"Arga, ayo nenek akan bantu kamu untuk bersiap." Ajak wanita tua itu.

"Aku sama sekali tidak merasa keberatan jika Arga menikahi Sahira, karena dia bukanlah putra kandungku. Aku hanya tidak ingin jika Baskara putra ku menjalin hubungan dengan keluarga miskin seperti mereka ini, dia harus menikahi gadis yang setara dan aku sudah memilih calon istri untuk putra ku itu yaitu Laura." Gumam wanita paruh baya itu sambil tersenyum senang.

"Sahira, apa kamu yakin nak?" Tanya Bu Inggit untuk memastikan nya lagi. 

"Iya Bu, aku sudah yakin dengan keputusan aku." Balas Gadis itu.

Bu Inggit pun menghela nafasnya panjang dengan air mata yang berurai. 

"Baiklah kalau memang itu sudah menjadi keputusan kamu, ibu hanya bisa mendoakan kamu agar selalu bahagia dan bisa melewati semua ini." Balas Wanita paruh baya itu sambil memeluk putri nya. 

"Tante, maaf semua orang sudah menunggu Sahira di depan." Ujar Rani.

"Ayo kita kesana, bapak masih kuatkan Pak untuk menikahkan Sahira?" 

"Tentu saja bapak masih kuat Bu, bapak sudah merasa lebih baik sekarang ini." Sahut pria paruh baya itu.

"Rani, tolong kamu bantu Sahira bersiap ya. Riasannya jadi rusak karena menangis, Tante dan Om akan keluar lebih dulu." 

"Baik Tante." 

Dengan cepat mereka pun segera keluar untuk menemui semua orang..

"Sahira, aku tahu saat ini hatimu sedang tidak baik-baik saja tapi menurutku menikah dengan Argantara adalah keputusan yang tepat." Ujar Rani. 

Sahira pun hanya diam dan tidak mengatakan apapun..

"Apa bisa kita mulai ijab kabul nya?" Tanya pak penghulu itu.

"Tentu saja bisa Pak." Sahut Pak Lukas dengan cepat. 

Arga pun mulai menjabat tangan Pak Tomi dan mulai mengucapkan ijab Kabul itu dengan lancar..

"Saya terima nikah dan kawin nya Sahira Amalia dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." 

"Bagaimana para saksi?" 

"Sah.." ujar nya dengan kompak. 

"Alhamdulillah." Ucap semua keluarga sambil tersenyum senang. 

Berbeda dengan Arga yang tidak menunjukkan ekspresi apapun, begitu juga dengan Sahira yang justru meneteskan air matanya kembali saat dirinya sudah sah menjadi seorang istri. 

Rani pun lalu menuntun Sahira keluar, dan duduk di samping Arga. 

Untuk pertama kalinya dia melihat wajah pria yang kini menjadi suami nya itu dari dekat, pria yang sama sekali tidak pernah dia kenal bahkan belum pernah dia temui. Namun dalam sekejap pria itu sekarang sudah menjadi suaminya..

Sahira pun tidak lupa mencium tangan Arga, meskipun dengan ekspresi wajah yang datar Arga tidak bisa menolak hal itu. 

"Sekarang kalian berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri, semoga pernikahan kalian sakinah mawadah dan warahmah. Sekarang kalian hanya perlu meminta restu pada keluarga." 

"Nak Arga, bapak titip Sahira pada kamu ya nak. Meskipun pernikahan kalian terjadi dengan cara seperti ini, tapi bapak harap kalian akan akur dan bisa beradaptasi satu sama lain." 

"Sahira adalah gadis yang baik, dia pasti akan bisa menjadi istri yang baik untuk kamu. Tolong jangan sakiti Sahira." Ujar Pak Tomi dengan mata yang berkaca-kaca.

Arga pun hanya merespon dengan menganggukkan kepala nya saja. 

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 64

    "Pak.. bapak cepatlah kemari. Aditya, Rani cepatlah kalian juga kemari." Teriak Bu Inggit. Mendengar teriakan dari Bu Inggit, tentu saja membuat semua orang langsung berlari dengan panik. "Ada apa Bu?" Tanya Pria paruh baya itu. "Ibu baru saja mendapatkan telpon dari Nak Arga, kalau Sahira anak kita sudah melahirkan." Ujar Bu Inggit dengan perasaan senang. "Alhamdulillah.." ucap syukur semua orang. "Sekarang Sahira ada di rumah sakit, kita harus pergi kesana sekarang. Ibu sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi, ibu sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Sahira dan melihat cucu-cucu kita." "Cucu-cucu kita??" "Iya Pak, Sahira melahirkan bayi kembar. Anak nya itu satu cewek dan satu cowok, jadi kita punya sepasang cucu kembar." "Iya Bu, iya sekarang kita bersiap-siap ya." Sahut Pak Tomi yang begitu sangat senang. "Rani, Adit cepatlah kalian juga bersiap ya kita akan pergi ke rumah sakit sekarang, tapi jangan lama-lama bersiap nya ya." Pinta Bu Inggit. "Iya baik Bu."

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 63

    Beberapa bulan kemudian, Clara pun terlihat begitu bahagia saat melihat hasil tespek nya yang menunjukkan jika dirinya positif hamil, tentu saja hal itu membuat semua orang ikut merasakan kebahagiaan nya. "Mas, akhirnya setelah sekian lama kita menunggu aku bisa hamil juga." Ujar nya sambil memeluk suaminya. "Iya sayang, terimakasih ya kamu sudah memberikan aku kebahagiaan yang luar biasa." Sahut Baskara. "Selamat untuk kalian berdua ya, aku ikut bahagia." Ujar Sahira. "Terimakasih Mba Sahira." "Selamat ya Baskara, Clara. Nenek ikut bahagia sekali setelah mendengar kabar baik ini, itu artinya sebentar lagi nenek akan segera memiliki banyak cicit." "Terimakasih Nek." Balas Baskara. "Hari ini aku dan Clara juga sudah memutuskan untuk datang menemui Mama di penjara, kami juga ingin memberitahu Mama tentang kabar baik ini. Apapun kesalahan yang sudah Mama lakukan, tetap saja dia adalah Mama ku, orang yang paling aku sayang." Ujar Pria itu dengan nada sedih. "Tentu Nak, kam

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 62

    Besok paginya Baskara dan Clara pun terlihat membawa beberapa koper dan ingin pamit pada keluarganya."Kalian akan pergi kemana? Apa kalian akan pergi liburan?" Tanya Pak Lukas. "Tidak Pah, aku dan istriku akan pindah dari rumah ini. Kami berdua sudah memutuskan untuk tinggal di rumah yang sudah Papa siapkan untuk aku." Sahut Baskara. "Tapi kenapa mendadak seperti ini, kenapa kalian tidak memberitahu kami tentang hal ini lebih dulu." "Kepindahan kami juga memang sangat mendadak Pah, itulah kenapa kami belum sempat memberitahu kalian. Aku harap kalian semua tidak keberatan jika kami memutuskan untuk tinggal terpisah, karena aku rasa ini adalah satu-satunya jalan yang terbaik untuk kita semua, terutama untuk hubungan kami berdua." "Kalau memang itu sudah menjadi keputusan kalian, nenek sangat menghargai itu. Justru nenek bangga dengan sikap mandiri kamu, dan nenek harap kamu akan sering datang kesini mengunjungi kami semua. Kita adalah satu keluarga, nenek tidak ingin setelah banyak

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 61

    Beberapa hari kemudian, Keluarga Sahira pun datang ke kediaman Pak Lukas untuk menjemput Sahira. "Kami senang sekali karena kalian datang kesini, Sahira pasti akan sangat senang melihat kedua orangtua nya berkunjung." Ujar Pak Lukas. "Iya Pak, tapi dimana Sahira." Tanya Pak Tomi.Tak lama Sahira pun datang menghampiri mereka bersama dengan Arga. "Bapak, Ibu. Kapan kalian datang, kenapa tidak memberitahu aku." Ujar Sahira sambil mencium tangan kedua orang tuanya. "Kami baru saja datang Sahira.""Maksud kedatangan Kemi kesini, karena kami ingin menjemput Sahira untuk pulang bersama kami. Ini sudah tiga bulan tepat pernikahan Sahira dan Nak Arga." Ujar Pak Tomi yang mengejutkan semua orang. "Sahira, sekarang kamu sudah bisa kembali ke rumah dan berkumpul dengan kami." Lanjut Bu Inggit. Tentu saja hal itu membuat semua orang terkejut bukan main, Sahira pun hanya terdiam sambil menoleh ke arah Arga, mengisyaratkan untuk tidak membiarkan nya pergi dengan menggelengkan kepalanya. "Hhm

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 60

    Keesokan paginya, semua orang pun bersikap acuh pada Bu Mayang, tidak ada satu pun orang yang berani menegurnya. "Ibu,, apa Baskara sudah berangkat ke kantor?" Tanya Bu Mayang. "Iya, dia sudah berangkat ke kantor sejak tadi pagi. Kenapa? Apa kamu masih belum puas menyakiti hati putra mu itu." Sahut Bu Sukma. "Ibu, kenapa ibu terus saja menyalahkan aku. Sebagai seorang ibu tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak kita Bu, pasti ibu juga akan melakukan hal yang sama seperti aku." "Kata siapa kalau aku akan melakukan hal seperti itu, aku ini tidak sama jahat nya dengan kamu, buktinya meskipun aku tidak begitu menyukaimu aku tetap membiarkan Lukas menikahi mu, jika dibandingkan dengan Melinda jelas kau ini tidak ada apa-apa nya." Ujar Nek Sukma. Mendengar hal itu, tentu saja membuat Bu Mayang merasa kesal dan sakit hati. "Berani sekali ibu berkata seperti itu padaku." Gerutu Bu Mayang sambil mendorong Nek Sukma dari atas tangga. Untung saja Sahira berada disana, sehingga

  • Terpaksa Dinikahi CEO Tengil    Bab 59

    Sore harinya, Baskara pulang dalam keadaan marah dan memangil semua orang untuk turun. "Mah, Pah. Dimana kalian, cepatlah kesini." Teriak Baskara. Arga yang baru saja tiba di rumah pun merasa heran dengan tingkah adiknya itu. Tak butuh waktu lama, semua orang pun langsung datang menghampiri Baskara."Baskara, ada apa nak? Kenapa kamu teriak-teriak seperti itu?" Tanya Nek Sukma."Ada sesuatu yang begitu penting yang ingin aku beritahukan pada kalian semua, ini tentang aku dan Sahira." "Apa yang kamu katakan Baskara, kenapa kamu malah ingin membahas soal kamu dan Sahira." Ujar Bu Mayang. "Iya mah benar sekali, dan kali ini aku sangat butuh kejujuran dari Mama." "Kejujuran apa yang kamu maksud?" "Aku baru saja kembali dari kantor polisi untuk menemui para penjahat itu, dan mereka mengatakan kalau Mama adalah orang yang sudah membayar mereka untuk menculik aku, di hari pernikahan ku dengan Sahira." Ungkap Baskara dengan mata yang berkaca-kaca, tampak jelas jika pemuda itu sudah tid

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status