Share

7. Godaan Ranjang

Author: Phoenixclaa
last update publish date: 2026-06-01 17:32:10
Reya yang sudah kacau justru terus mendekat tanpa sadar lalu mencium Felix dengan brutal, lidahnya menjulur nikmat dan mengulum bibir Felix.

Tepat saat Felix menikmatinya sambil meremas d-ada semok Reya...

"Arghhh..." Felix mendelik tajam karena Reya malah mengigit ujung lidahnya.

"Kau anjing yaaa..." bisik Felix menjentik dahi Reya pelan karena sedari tadi wanita itu terus menjilat dan mengigitnya.

Felix akhirnya mengangkat wajah Reya perlahan lalu menatapnya lurus-lurus.

“Aku tidak mau menga
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   123. Efek Cemburu Buta

    Reya baru membuka mulut hendak menjelaskan, tetapi Felix lebih dahulu berdiri di depan Reya setelah memperhatikan tatapan Hugo yang intens pada Reya.“Jangan pernah berani menyentuh wanitaku.” Tegas Felix dengan wajah kasar.Reya membelalakkan mata lagi-lagi, “Felix!” gerutunya menahan emosi.Hugo sendiri malah hanya tersenyum tipis tidak terpancing sama sekali, ia hanya merapikan jasnya dengan santai.“Aku tidak datang untuk berkelahi.” Tatapan Hugo kemudian lekat kepada Reya.“Aku hanya ingin memastikan dokter perusahaanku baik-baik saja.”Reya seketika terdiam.“Besok,” lanjut Hugo, “aku tunggu di kantor.” Tatapannya tetap tertuju kepada Reya.“Jangan terlambat, Dokter Reya.”Setelah itu Hugo berbalik dan meninggalkan ruangan dengan seringai tajam penuh penghinaan pada Felix.Felix seketika berdiri diam, tapi telinganya memerah menahan amarah. Beberapa detik kemudian barulah ia perlahan menoleh kepada Reya.“Jadi...” Nada suara Felix berubah dingin.“Kau bekerja di perusahaan Hende

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   122. Saingan Cinta

    “Aku ada urusan.” Felix segera melepaskan tangan Bella dengan cepat.“Felix!”BRAK!Pintu mobil tertutup keras, dan Bella hanya bisa menatap punggung tegap pria itu menghilang Felix berjalan cepat meninggalkan mobil.Tatapannya terkunci pada sosok Hugo yang kini sudah berada beberapa meter di depannya, Reon dan Garvan yang tak jauh dari tempat bosnya berdiri langsung mengerti. Mereka berdua mengikuti Felix yang terus berjalan semakin cepat. Sementara di ruang perawatan, Reya sudah selesai berkemas.Tas kecil miliknya sudah berada di atas bahu, sementara beberapa lembar dokumen administrasi telah ia masukkan ke dalam map. Sebagai seorang dokter, Reya memahami bahwa luka sayatan pada bahu yang sudah dibersihkan dan dijahit sebanyak delapan jahitan tidak selalu mengharuskannya menjalani rawat inap berhari-hari.Selama perdarahan sudah berhenti, kondisi umum stabil, tidak ada tanda infeksi, fungsi gerak lengan masih baik, dan nyerinya dapat dikendalikan dengan obat, pasien dapat dipula

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   121. Pertemuan Tak Terduga

    Reya langsung berjalan mendekati jendela.Langkahnya perlahan berhenti ketika pandangannya tertuju pada halaman Rumah Sakit Aurelia yang mulai dipenuhi aktivitas pagi. Beberapa perawat berlalu-lalang, keluarga pasien duduk menunggu, sementara suara kendaraan dari jalan raya terdengar samar di balik kaca.Namun pikiran Reya sama sekali tidak berada di sana. Ia menyandarkan satu telapak tangannya pada kusen jendela.“Apa sebenarnya yang sedang terjadi...?” gumam Reya pelan memikirkan serangkain kejadian dengan Felix, Bella, dan sekarang Hugo.Reya mengembuskan napas panjang.“Aku hanya ingin bekerja dengan tenang...” keluh Reya lirih.Reya sama sekali tidak menyadari bahwa di tempat lain, keadaan justru jauh lebih rumit....Di depan lobi Rumah Sakit Aurelia....“Bella!” Suara bariton Felix terdengar tegas dari belakang.Langkah wanita itu mendadak terhenti dan segera Bella menoleh.Felix akhirnya berhasil menyusulnya. Dalam beberapa langkah panjang, pria itu sudah berada di belakang Be

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   120. Bos Terlalu Baik

    Felix langsung menoleh perlahan kepada Reya...“Ada apa?” Nada suara pria itu tetap rendah, tetapi ada ketegangan yang begitu kentara di baliknya.Reya belum sempat melanjutkan ketika—BRRRR... BRRRR...Ponsel milik Reya yang berada di atas meja kecil tiba-tiba bergetar yang membuat Felix refleks melirik ke arah ponsel tersebut.Reya ikut menoleh.Nama yang muncul di layar membuat alis Reya sedikit terangkat.TUAN HUGO.Reya membeku sesaat tapi Felix yang masih berlutut tidak melihat jelas dan langsung menatap Reya lekat sebelum berdiri.“Aku akan mengejar Bella dulu,” ujar Felix tegas. “Kamu tetap di sini. Jangan pergi ke mana-mana sebelum aku kembali.”Ada sesuatu yang membuat dada Reya terasa mengganjal ketika mendengar kalimat itu.Reya jelas tahu Felix sedang mengkhawatirkan Bella karena mengira wanita itu adalah sahabat masa kecilnya, tapi tetapi tetap saja...Entah mengapa hati Reya terasa sedikit kecewa.Reya seketika menundukkan wajah dan pura-pura tidak peduli.“Pergilah,” ja

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   119. Keributan Wanita Penipu

    "Tahan, jangan terlihat murahan..." Bisik Reya memelintir ujung bajunya kuat berusaha mengabaikan sensasi panas dibawah sana. Reya lalu menarik napas dalam-dalam dan memejamkan mata, memaksa dirinya untuk tidur sebelum pria itu menyadari tubuhnya yang menahan ransangan. Di sampingnya, Felix justru sudah lebih dahulu menutup kedua matanya. Lengannya melingkari tubuh Reya dengan hangat, tetapi tidak lagi melakukan apa pun selain memastikan wanita itu tetap berada dalam posisi yang nyaman.“Tidurlahhh,” gumam Felix rendah menyentuh daun telinga Reya.Reya seketika tersentak, terlebih satu tangan pria itu malah menyusup dibalik celah kancing baju pasien Reya dan tangannya yang hangat melingkar nyaman di perut Reya.Segera Reya menahan diri sekuat tenaga dan segera tidur......Keesokan paginya—“KALIANNNN!” Pekikan keras mengguncang ruangan.Reya langsung terbangun. Matanya membelalak dan tubuhnya menegang ketika menyadari bahwa ia masih berada dalam pelukan Felix.“Apa—?” Felix membuka

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   118. Satu Ranjang Pasien

    "Rasanya, tanpa tarikan bibirmu yang ceroboh ciuman ini tidak berarti...” Felix masih menatap wajah Reya ketika tiba-tiba jemari wanita itu bergerak di atas selimut.Kemudian tangan Reya terangkat, seolah mencari sesuatu dalam keadaan setengah sadar. Jemarinya akhirnya menemukan kerah kemeja Felix dan menariknya dengan tenaga yang tidak disangka-sangka.“Emhhhh...” Tarikan itu cukup kuat hingga Felix kehilangan sedikit keseimbangannya.Wajah pria itu mendekat dan berhenti tepat di sisi wajah Reya.Felix langsung menyeringai tipis.“Menarik.”Namun sebelum Felix sempat kembali menjauh, kelopak mata Reya bergerak perlahan.Pandangan wanita itu masih kabur, dan samar-samar ia melihat wajah seorang pria begitu dekat dengannya.Beberapa detik berlalu sebelum kesadarannya mulai kembali.“Felix... kau...” Suara Reya lirih dan serak.Felix yang memang jahil langsung mencium pipi Reya dengan begitu lama sebelum akhirnya bangkit sedikit, lalu mengubah ekspresinya menjadi lebih serius.“Aku di s

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   Cupang Hangat Tuan Felix

    Ternyata yang masuk adalah Direktur rumah sakit yang kini berdiri di ambang pintu dengan wajah pucat. Seketika cengkeraman Felix mengendur. Reya memanfaatkan celah itu untuk berdiri cepat sambil menarik napas tajam. Dadanya naik turun menahan emosi, sementara pipinya masih terasa panas karena kedek

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   3. Makan Malam Mewah

    Felix menatapnya beberapa detik tanpa menjawab. Senyum tipis penuh godaan kembali muncul di bibir pria itu saat ia memperhatikan bagaimana Reya mulai gelisah di depannya.“Kau terlihat takut,” gumamnya rendah.“Aku serius!” Reya buru-buru mencoba bangkit, tetapi tangan Felix di rambutnya menahan le

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   1. Tingkah Gila Felix

    Reya langsung panik menghampiri pria itu, tetapi Felix sudah keluar lebih dulu dari mobil dengan gerakan tenang yang justru terasa menakutkan. Wajah pria itu datar tanpa rasa bersalah sedikit pun. Lampu jalan memantulkan sorot dingin di matanya yang gelap.Pria pejalan kaki tadi masih terduduk geme

  • Terpaksa Jadi Dokter Pribadi Tuan Mafia   Pertemuan Pertama

    “Siapa yang harus ku obati?” tanya Reya datar.Ia lalu melihat seorang pria yang berdiri membelakang di sebuah ruangan. Tubuhnya tinggi dengan bahu lebar dan otot padat. Kulitnya sawo matang, rahangnya tegas, hidungnya lurus, dan mata gelapnya tajam seperti binatang pemangsa.“Felix?” gumamnya memb

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status