共有

43. Rencana yang Gagal

作者: Sandra Dhee
last update 公開日: 2025-07-16 22:43:28

"Rania mabuk!?" seru Bara kaget, "Sebutkan dimana tempatnya. Aku kesana sekarang!"

Bara segera memutus sambungan telepon itu setelah Tama memberitahunya dimana tepatnya ia berada sekarang. Bara baru selesai lembur di kantor ketika tadi Tama meneleponnya. Jadi, tanpa berpikir panjang ia langsung mematikan laptopnya dan segera pergi dari sana.

Sepanjang perjalanan Bara menyetir dengan gelisah. Ia melonggarkan dasinya agar bisa sedikit bernafas, karena membayangkan Rania sedang mabuk bersama pria
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   84. Becca Keguguran?

    Aroma antiseptik menusuk ke dalam hidung Becca. Matanya terasa berat untuk dibuka, namun ia sudah sadar dan samar-samar mendengar aktivitas yang ada di sekelilingnya. Langkah kaki, percakapan, bahkan suara tetesan air yang merembes di kamar mandi. Becca berusaha bergerak, tapi seluruh tubuhnya terasa sakit. Tulang-tulangnya serasa remuk di dalam. Mau tak mau ia pun berusaha membuka matanya, ia ingin tahu apakah dia sudah berada di alam baka atau kah masih hidup di dunia ini. Yang pertama kali Becca lihat adalah langit-langit putih dengan lampu menggantung. Lalu... seorang wanita berpakaian putih yang tak pernah ia lihat sebelumnya. Tunggu dulu. Apakah ini di surga? Batinnya. "Anda sudah sadar. Sebaiknya jangan bergerak terlalu banyak dulu," ujar wanita itu ramah. Wanita itu mengecek kondisi Becca dengan sangat teliti. Bagian bawah mata, lidah, serta suhu tubuh. Ia bahkan mengecek lengan Becca untuk mengukur tekanan darah. Saat itulah Becca menyadari sedari tadi ada Bara di dalam r

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   83. Seharusnya Kamu Bersamaku, Becca

    Klub itu ramai seperti biasa. Saat Bara masuk, matanya langsung tertuju ke sudut meja dimana ia biasa duduk. Dan seperti yang sudah ia duga, Tama sudah ada disana menunggunya. "Sialan. Aku harus melalui pertengkaran dulu sebelum keluar rumah. Lama-lama aku menjadi muak," gerutu Bara sambil duduk di samping Tama. Namun Tama tak berkutik. Ia hanya diam menatap gelas di tangannya seakan pikirannya sedang terbang ke suatu tempat yang jauh. Melihat itu, Bara pun mengernyit heran. "Tam! Kenapa sih?" panggil Bara sambil menyikut pundak temannya tersebut. Tama tersentak. Ia terkejut menyadari Bara sudah ada di depannya. "Sudah lama?" tanya Tama bingung. "Lah, Malah jadi bloon..." omel Bara tak jelas. Ia menuangkan campaign ke gelas kosong yang ada di meja dan meneguknya dalam sekali minum. Tama mulai gugup. Kepalanya dipenuhi dengan gambaran Rania yang sedang hamil. Ia ingin sekali memberitahu sahabatnya ini, tapi ia juga sudah berjanji pada Rania untuk menyimpan rahasia ini rapat-rapat

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   82. Kecelakaan

    "Aku suntuk. Bisakah kita bertemu?" tanya Bara di ujung telepon. Tama mempererat genggamannya sambil menelan ludah. Sungguh kebetulan sekali Bara meminta bertemu dengannya tepat setelah pertemuannya dengan Rania. Apakah ini memang takdir Tuhan? Apa Bara sudah punya feeling soal kehamilan itu? Tama menggigit bibir, bingung menjawab apa. Ia ingin sekali berteriak memberitahu Bara soal kehamilan Rania. Tapi dia juga sudah terikat janji pada wanita itu. Ia berjanji akan menyimpan rahasia ini rapat-rapat. Apalagi Rania mengancam, akan pergi lebih jauh jika sampai Bara tahu. Dan Tama percaya pada ancaman itu. "Ketemu dimana?" tanya Tama akhirnya. "Di bar." "Mau minum-minum?" "Boleh." Lalu terdengar suara wanita di ujung sana. Walaupun tidak begitu jelas wanita itu bicara apa, tapi Tama bisa menebak itu pasti suara Becca. "Berisik!" bentak Bara, "Tidur saja sana! Ini sudah malam. Wanita tidak pantas keluar malam seperti ini!" Pertengkaran pun pecah. Tama langsung menjauhkan pon

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   81. Aku Hamil

    "Baraaaa!!!" Tiba-tiba sunyi. Tak ada benturan atau suara mencekik itu lagi. Bara dan Becca sama-sama terdiam dalam kondisi shock. Nafas mereka memburu. Jantung mereka berdetak kencang. Perlahan mereka saling pandang, antara bingung dan lega karena mereka masih diberi kesempatan untuk hidup. Truk itu tetap melaju melewati mereka, seakan tak peduli dengan mobil mereka yang hampir saja tertabrak. Untungnya tadi Bara dengan cepat langsung membanting setir dan membuat mobil itu berputar, sehingga kecelakaan itu tak pernah terjadi. "Kamu... tak apa-apa?" tanya Bara pada Becca. Pertanyaan pertama yang ia lontarkan sejak ia dan Becca menikah. Becca mengangguk pelan. Ia masih berusaha menenangkan jantungnya yang berdegup tak karuan. Tapi melihat wajah Bara yang penuh kekhawatiran, ketakutannya langsung sirna. Ia sadar jika Bara masih menyimpan empati padanya. Walaupun pria itu bersikap dingin, tapi Becca bisa melihat jika Bara masih takut terjadi apa-apa padanya. Bara menginjak peda

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   80. Hasil USG Becca

    Keesokan paginya Becca bangun dengan perasaan cemas. Walaupun dia sudah menuruti keinginan Rafael semalam, tapi tetap saja dia tak bisa begitu mudah percaya pada pria itu. Bara akan menagih janjinya untuk memeriksakan kandungan. Dan jika Rafael mengacaukan semua rencananya, dia bisa mati ditangan Bara.Becca memoles wajahnya agar tampak segar, dan menutupi wajah pucatnya yang ketakutan. Ia juga memakai gaun yang cantik dan seksi untuk menarik perhatian Bara. Bagaimanapun, tujuan utamanya adalah mendapatkan kembali hati Bara dan membuat Bara benar-benar menghamilinya. Setelah beberapa kali berputar di depan cermin, Becca pun akhirnya bisa menemui Bara dengan rasa percaya diri.Bara duduk di ruang tamu. Ia tak menoleh ataupun melirik ke arah Becca yang keluar dari kamar."Mau sarapan dulu?" tanya Becca berbasa-basi.Bara menatap arlojinya sekilas sebelum beranjak, "Aku tak punya banyak waktu. Banyak pekerjaanku yang terbengkalai beberapa hari ini."Becca manyun. Bahkan usahanya untuk me

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   79. Lemari yang Bergoyang

    sebulan bulan kemudian ia dan adiknya sedang melihat kebutuhan bayi saat mereka tak sengaja bertemu tama. tama terkejut, tapi rania mengancam tama agar tutup mulut. sementara itu, becca shock mengetahui dirinya benar2 hamil. dan itu adalah anak sang dokter, bukan anak bara "Gila! Jangan ngawur!" umpat Becca sambil mendorong Rafael menjauh. Tapi bukannya takut, Rafael malah terkekeh senang melihatnya. "Ayolah Bec, kamu membutuhkannya kan? Atau... kamu yakin Bara sendiri yang akan menghamilimu? Kau tahu kau harus benar-benar hamil agar kau merasa aman." Becca tertegun. Benar juga. Dia tak mungkin memalsukan kehamilan selamanya. Cepat atau lambat Bara akan mencurigainya. Jadi sekarang dia hanya punya dua pilihan. Benar-benar hamil, atau... "Ada satu pilihan lain agar aku bisa aman," kata Becca sambil mengangkat dagunya. Sekarang, didepan Rafael yang licik, ia harus terlihat tenang dan kuat agar pria mesum ini tak bersikap seenaknya. "Apa itu?" "Keguguran," jawab Becca dengan n

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   37. Permintaan Nenek

    Pagi itu, suasana apartemen Bara Maheswara terasa lebih dingin dari biasanya. Bukan hanya karena embun tipis di jendela yang belum sempat menguap, tapi juga karena keheningan yang menggantung di antara dinding-dindingnya. Rania bangun lebih pagi dari biasanya. Bahkan sebelum Bara membuka mata, ia s

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   36. Ungkapan Hati Rania

    Rania baru saja memejamkan mata ketika mendengar bunyi pintu apartemen dibuka. Sontak dia bangkit dari tidurnya dan berdiri, karena yakin jika itu adalah Bara.Langkah terdengar berjalan melewati ruangan, dan berhenti. Setelah menarik nafas dalam-dalam, Rania memutuskan untuk keluar dari kamar. Mem

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   35. Seseorang yang Menghargai

    Langit mulai meredup saat Rania dan Reza akhirnya memutuskan untuk pulang. Setelah seharian mengobrol, tawa yang sempat hilang dari wajah Rania perlahan kembali. Reza benar-benar membantunya melupakan luka sementara, walau hanya sesaat."Senang rasanya bisa ngobrol seperti dulu lagi," kata Rania sa

  • Terpaksa Jadi Pengantin Tuan Pewaris   34. Perasaan yang Membingungkan

    Bara duduk di balik meja kantornya yang mewah, dengan layar laptop terbuka dan dokumen menumpuk yang belum ia sentuh sama sekali sejak tadi siang ia selesai meeting, dengan pikirannya jauh dari semua itu. Hari ini seharusnya penuh fokus, karena ada presentasi strategi keuangan, laporan bulanan, dan

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status