공유

Bab 131 Merajuk

작가: Kai24
last update 게시일: 2026-11-03 09:45:47

​Hailey masih setengah mengantuk ketika Cedric mengajaknya berendam air hangat bersama. Tubuhnya benar-benar letih setelah pergumulan mereka semalam, hingga ia hanya bisa pasrah saat Cedric akhirnya membopong tubuhnya. Pria itu—setelah beberapa hari tidak diberi "jatah"—menjadi sangat liar dan selalu membuatnya kewalahan. Hailey terus mengutuknya di dalam hati.

​"Ini kan masih malam," protes Hailey saat melihat kegelapan di balik kaca jendela. Hari jelas-jelas masih pagi buta.

​"Aku sudah bi
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan   Bab 133 Calon ratu boneka

    ​Hailey datang bukan tanpa persiapan. Jadi, dengan trik apa pun untuk memancingnya mengamuk lalu mempermalukannya, hal itu tidak akan berhasil. Ia menarik napas pelan dan menjawab dengan tenang, "Itu memang benar, Yang Mulia." ​"Ji-jika Nona Hailey sudah tahu hal itu, kenapa Anda masih ada di samping Lord Cedric? Apalagi berani tampil bersama di depan publik?" ​Hailey melirik Isabella sejenak. "Kenapa, ya? Mungkin karena kami saling mencintai, jadi bahkan Nona Saintess pun tidak bisa memisahkan kami." ​Wajah Isabella mendadak mengeras. "Biarkan Lord Cedric bersama Saintess tanpa penghalang. Se-seluruh rakyat kekaisaran akan sangat senang mendengar kabar tentram dari mereka." ​Hailey menyunggingkan sudut bibirnya samar. Apa sekarang Isabella sedang berusaha mendorong Helena ke pelukan Cedric agar wanita itu menyingkir dari sisi Lucio? ​Tapi Hailey tidak akan membiarkan hal itu terjadi, ia akan mendorong kembali Helena ke pelukan Lucio seperti bola bergilir, karena seperti itulah m

  • Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan   Bab 132 Intrik istana

    ​Hailey mengernyit saat mendapati kamarnya dipenuhi hadiah berbagai ukuran yang menumpuk di sana-sini, hingga ruangan yang tadinya luas itu kini terasa makin sempit. Berbeda dengan raut wajahnya yang masam, Grace dan Miralion justru tampak antusias saat membukanya satu per satu. Mulai dari set perhiasan, gaun, sepatu, hingga boneka berbulu lembut kini telah dipilah-pilah. ​"Nona, kita membutuhkan satu ruangan khusus lagi untuk menyimpan semua ini." ​"Ruangan khusus lagi?" Hailey menghela napas lelah. Ia tahu gaun-gaun yang sebelumnya Cedric belikan juga disimpan di ruangan khusus karena sudah tidak muat di lemari. Setiap kali masuk ke walk-in closet, ia selalu merasa mual mengingat hari ketika dirinya harus mencoba semua gaun itu satu per satu. Dan sekarang harus menambah ruangan lain? ​"Yah, terserah saja." Ia bahkan tak yakin bisa memakai semuanya. ​Edmund menunduk hormat. "Tuan Muda sendiri yang memilihkan semua barang itu untuk Anda." ​Hailey mendengus. Ia tahu betul s

  • Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan   Bab 131 Merajuk

    ​Hailey masih setengah mengantuk ketika Cedric mengajaknya berendam air hangat bersama. Tubuhnya benar-benar letih setelah pergumulan mereka semalam, hingga ia hanya bisa pasrah saat Cedric akhirnya membopong tubuhnya. Pria itu—setelah beberapa hari tidak diberi "jatah"—menjadi sangat liar dan selalu membuatnya kewalahan. Hailey terus mengutuknya di dalam hati. ​"Ini kan masih malam," protes Hailey saat melihat kegelapan di balik kaca jendela. Hari jelas-jelas masih pagi buta. ​"Aku sudah bilang semalam, kita akan berangkat saat fajar supaya cepat sampai. Kau bisa beristirahat dulu di mansion sebelum bertarung di istana." ​"Kami hanya akan minum teh." ​Cedric terkekeh pelan. Acara minum teh selalu menjadi alibi favorit di antara para wanita—cara lain yang terkesan elegan untuk saling menjambak secara tak kasat mata. ​Namun meski begitu, dalam waktu yang tampak terburu-buru itu pun Cedric masih saja mencari kesempatan. Di dalam bathtub berisi air hangat, ia tidak sekadar memandik

  • Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan   Bab 130 Perjalanan

    ​"Seperti apa Putri Mahkota itu?" Hailey menatap Cedric yang duduk di hadapannya dengan rasa ingin tahu. ​"Dia hanyalah wanita biasa yang ditunjuk secara acak oleh Lucio setelah mendepak Seraphina." ​Dengan tangan menopang dagu, Hailey dapat menebak maksudnya. "Dia ingin mempermalukan Lady Wintervale." ​"Benar." ​"Kenapa Putra Mahkota tidak menyukai Lady Wintervale? Padahal dia terpilih setelah melalui seleksi yang ketat." ​"Karena posisinya terlalu kuat. Pendapatnya harus dipertimbangkan dan ia punya banyak pendukung. Jika dia menjadi ratu, dia tidak akan bisa dijadikan ratu boneka." ​Hailey mengembuskan napas. Ia merasa lelah bahkan sebelum tiba di tujuan. Ia bisa membayangkan, di balik sosok wanita yang disebut Putri Mahkota itu, wanita itu mungkin harus menuruti kemauan Helena Veyrs—simpanan suaminya. Hailey tertawa pahit, ia akan segera bertemu dengan wanita menyedihkan lainnya. ​---- ​Semakin lama, aroma khas laut semakin menjauh. Kastil Infernox yang menjulang

  • Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan   Bab 129 Kembali ke ibu kota

    ​Entah kenapa, Cedric yang mendengarnya merasa kecewa sekaligus lega. Kecewa karena bukan pernyataan cinta yang ingin ia dengar, namun melegakan karena Hailey kembali menginginkan darahnya—ia merasa kembali menjadi sosok yang spesial bagi wanita itu. ​"Kau bilang tidak ingin minum darahku lagi. Tidak konsisten sekali." ​"Mungkin jika hanya sesekali masih boleh." ​"Memangnya siapa yang melarang?" ​"Draven bilang, jika aku terlalu rutin minum darah manusia, aku bahkan tak akan bisa lagi keluar di siang hari." ​Dahi Cedric berkedut. Sebenarnya, selama jeda beberapa hari saat ia membiarkan Hailey tenang, apa saja yang sudah dikatakan Draven kepadanya? Cedric mulai merasa cemburu karena tampaknya Draven bisa memengaruhi Hailey begitu banyak. ​"Biasanya kan juga sebulan sekali saat bulan purnama," gumam Cedric. ​"Cedric, setiap kali aku meminum darahmu, aku jadi terlalu sering merasa haus. Bahkan meski bukan purnama, aku merasa... kecanduan," aku Hailey dengan ekspresi serba salah.

  • Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan   Bab 128 undangan

    ​Ucapan itu lolos dari mulut Hailey tanpa beban, seolah bukan apa-apa, seolah hanya bagian dari perbincangan ringan mereka sebelumnya. Hailey yakin esok hari ia akan melupakan semuanya. ​Namun bagi Cedric, kalimat itu tak ubahnya bom sihir yang meledak tepat di jantungnya. Waktu terasa berhenti seketika. Telinganya tak lagi sanggup mendengar suara apa pun, hanya terus mengulang ucapan Hailey tanpa diminta. Sementara itu, gelas di tangannya tergantung mengambang di udara tanpa sanggup ia teguk isinya. ​"Kau… mencintaiku?" ​Cedric meletakkan gelasnya lalu berdiri. Ia melangkah mendekati Hailey dengan tergesa, hatinya dipenuhi ratapan penuh harap. Namun sayangnya, suara dengkuran halus menandakan bahwa wanita itu telah terlelap sepenuhnya. Cedric pun mendesah pelan. ​"Hailey, ayo katakan lagi." Cedric menggoyangkan pelan bahu Hailey, tetapi nihil. Gadis itu tetap bergeming. ​Cedric mulai menyangkal. Mungkin saja Hailey hanya bercanda. Wanita itu jelas sedang kehilangan akal, sebab H

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status