Share

Bab 9

Author: Kai24
last update publish date: 2026-08-28 20:15:04

Logika Hailey rasanya akan pecah. Di satu sisi, ia baru saja panik luar biasa akibat gejolak gairah tak masuk akal yang mendadak membakarnya—sebuah hawa panas liar yang tak seharusnya ia rasakan saat berhadapan dengan pria yang sangat dibencinya. Di sisi lain, aura bahaya dari Cedric begitu pekat hingga naluri terdasarnya menyuarakan satu perintah mutlak: LARI!

“TIDAK!”

Bagai melihat hantu di siang bolong, Hailey berbalik dan berlari sekencang yang ia bisa. Sebenarnya, ia sendiri tidak tahu k
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan   Bab 13 Rusa kecil di cengkeraman elang

    “Kau bisa mengendalikannya? Kalau begitu... aku mau!” Hailey menjawab tanpa berpikir dua kali, bibirnya terkembang membentuk senyuman paling lebar dan polos. Di otak vampirnya, kesempatan menunggangi reptil raksasa bersayap yang bisa memuntahkan api menembus gumpalan awan jauh lebih menggiurkan setelah drama melelahkan tadi. “Ayo bawa aku terbang, Cedric!” Suara nyaring yang dipenuhi antusiasme murni itu bergetar tajam di udara, sukses membuat telinga Cedric merona merah. Cedric mendadak tertegun kaku. Ini pertama kalinya Hailey menatapnya tanpa kilatan kebencian, makian, atau tatapan ingin membunuh. Senyuman gadis itu terlampau silau hingga membuat dada Cedric berdesir aneh. Cedric buru-buru berdehem canggung. Ia menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal, bersyukur suara gemuruh ombak yang menghantam karang cukup kencang untuk menyamarkan detak jantungnya yang mendadak tak beraturan. “Kita terbang setelah para pengganggu itu pergi,” gumam Cedric, mengedikkan dagunya ke

  • Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan   Bab 12 Naga dari selatan

    “Apa kau tahu siapa aku?! Aku adalah putri Duke Wintervale!” Teriakan melengking itu menggelegar nyaring, membuat telinga sensitif vampir milik Hailey berdenging hebat. Hailey reflex ingin menutupi kedua telinganya jika saja ia tak ingat sedang berada di tengah ajang penghakiman bangsawan. “Saya—” Hailey baru mencoba angkat suara dengan nada gemetar buatan ketika Cedric mendadak menyela dengan lantang. “Jangan berteriak pada wanitaku!” Napas Cedric memburu, suaranya naik satu oktaf hingga membuat Hailey sendiri kaget setengah mati. Hailey tidak yakin apakah pria manipulatif ini sedang benar-benar membelanya, atau sekadar menikmati panggung drama buatannya sendiri untuk membalas Seraphina. “Dia ini gadis yang sangat lembut, polos, dan lemah!” tambah Cedric dramatis, merengkuh bahu Hailey lebih erat. Seraphina memicingkan mata, sudut bibirnya terangkat penuh jijik. Seraphina yang jelas tak percaya gadis berantakan dengan kemeja terkoyak dan rambut lepek seperti kucing liar itu bis

  • Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan   Bab 11 Aktor teater

    Suara teriakkan Duchess Cordelia belum benar-benar menghilang dari udara, namun badai berikutnya sudah lebih dulu meledak di ruang utama Kastil Infernox. Plak! Sebuah tamparan keras melayang dari tangan anggun berbalut sarung tangan sutra putih milik seorang gadis berambut keperakan. Entah sudah tamparan yang keberapa kalinya. Wajah gadis bergaun mewah itu menyala-nyala, dipenuhi amarah terpendam yang akhirnya pecah tak tertahankan. Sementara Cedric—sang korban tamparan—hanya mengusap pipinya yang memerah dengan santai. Dengan gerakan tenang seolah baru saja disengat nyamuk biasa, pria itu kembali mengancingkan kemejanya yang terbuka, lalu menyeka noda darah di sudut bibirnya yang sedikit sobek akibat hantaman. Tentu saja, sisa gincu merah muda milik Hailey masih menempel jelas di sana. “Pria brengsek tak tahu malu!” Gadis berambut perak itu memaki dengan napas memburu. Matanya yang tajam hampir saja menyerobot Hailey yang masih berdiri membeku di belakang punggung Cedric,

  • Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan   Bab 10 Sandiwara

    Bumi seakan berhenti berputar, berganti dengan mual hebat yang membuat perut Hailey serasa dikocok dalam mesin peremas sihir. Udara hangat Kastil Infernox menyapu kulitnya saat Cedric menurunkannya begitu saja di atas ranjang king-size berkanopi megah.Sentuhan kasur berbahan bulu angsa yang terlalu empuk itu bukannya membuat Hailey nyaman, melainkan makin menyadarkannya pada aroma cedarwood dan tanah basah yang pekat—aroma khas Cedric yang menguasai seluruh penjuru kamar ini.Saat Hailey berusaha mengumpulkan kesadarannya yang koyak, telinganya menangkap suara kekehan bernada cemooh dari depan ranjang.“Kau tidak pernah memakai gelang teleportasi mahal seperti ini, ya?” Cedric bersedekap, menatap kondisi Hailey yang payah dengan pandangan penuh olokan.Nada cemooh itu sukses memicu kedutan tajam di dahi Hailey. Gadis itu memegang kepalanya yang berdenyut, berusaha menatap Cedric dengan pijaran permusuhan. “Ke mana... kau membawaku, Pria Sinting? Kenapa rasanya kepalaku akan terpisah?

  • Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan   Bab 9

    Logika Hailey rasanya akan pecah. Di satu sisi, ia baru saja panik luar biasa akibat gejolak gairah tak masuk akal yang mendadak membakarnya—sebuah hawa panas liar yang tak seharusnya ia rasakan saat berhadapan dengan pria yang sangat dibencinya. Di sisi lain, aura bahaya dari Cedric begitu pekat hingga naluri terdasarnya menyuarakan satu perintah mutlak: LARI! “TIDAK!” Bagai melihat hantu di siang bolong, Hailey berbalik dan berlari sekencang yang ia bisa. Sebenarnya, ia sendiri tidak tahu kenapa begitu takut pada Cedric. Jika masalahnya hanya soal pelukan intim di tenda semalam, mereka mungkin bisa sama-sama menguburnya, mengingat ego keduanya sama-sama setinggi langit. Namun, ketika Cedric menatapnya dengan iris hazel pekat yang dipenuhi hasrat berburu seperti tadi, Hailey merasa pria itu benar-benar akan menelannya bulat-bulat di tempat. “HAILEY!” Gema teriakan itu memekakkan telinga. Saat menoleh sekilas, mata Hailey melebar mendapati Cedric mengejarnya dengan langkah-langka

  • Terpaksa Menjadi Pelayan Putra Duke Arogan   Bab 8 Penyangkalan

    Sebuah lengan kekar melingkar erat di pinggangnya, menarik panggulnya rapat menempel pada bagian bawah tubuh seorang pria yang mengeras hangat di belakangnya. Napas berat dan teratur milik Cedric mengembus hangat di tengkuknya. Kicauan burung keesokan paginya menyegarkan kesadaran Hailey, membuat matanya terbuka perlahan. Ia mengerjap, lalu membeku kaku. “Astaga... apa-apaan ini?” batin Hailey menjerit panik. Tadi malam, setelah bersusah payah memancing ikan untuk Cedric, Hailey ketiduran begitu saja akibat kelelahan usai menghabiskan tiga ekor ikan panggang buatan pria itu. Seingatnya, ia bersandar di pohon lalu kesadarannya ambruk. Ia sama sekali tidak mengingat bagaimana bisa terbangun di dalam tenda sihir yang hangat ini, apalagi dalam posisi intim seperti ini. Sedikit pun ia tidak menyadari bahwa saat ia terlelap semalam, insting vampirnya sempat bangkit akibat aroma setetes darah di jari Cedric—membuatnya menunggangi pria itu, menyesap darahnya kembali, hingga mereka melewa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status