مشاركة

Bab 46

مؤلف: Ayesha Razeeta
last update تاريخ النشر: 2025-10-04 20:28:01

Saat mobil Reygan meninggalkan kediaman Dewi dengan kecepatan penuh, barulah Topan keluar dengan berlari mengejar Helena yang dipikir masih berdiri di halaman rumah menunggunya.

“Helena!” teriaknya karena tidak menemukan lagi mobil siapa pun di sana.

Ia meninju udara karena lagi-lagi terlambat, tidak lama Hani pun turut keluar, ia melihat sekeliling dan tidak menemukan Helena selain Topan. Ia melangkah pelan seraya tersenyum kecil.

“Kau di sini?” katanya seolah tidak tahu siapa yang Topan cari.
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    159 SELESAI

    Ruangan yang tadi terdengar ramai mendadak menjadi sunyi ketika alunan musik romantis diputar, lampu berubah menjadi lebih reman, tetapi masih bisa mengenali satu sama lain. Pintu besar yang tadi sempat tertutup sebentar kini kembali terbuka, semua orang yang berada di sana menatap pintu tersebut dengan penuh harap. Mereka sama-sama penasaran dengan bintang mereka malam ini. Ibu Dewi mengusap lengan putranya, menenangkan Topan bahwa sudah seharusnya untuk pasrah dan merelakan semua. Mereka berdua telah sadar bahwa yang sudah berlalu adalah kegagalan mereka. Langkah kaki itu keduanya memasuki ruangan, semua orang yang berada di sana, terpukau dan tak henti memuji kecantikan dari mantan istri Topan. Helena mengenakan gaun indah berwarna gold bertabur dengan serbuk berlian hingga setiap ia melangkah akan menampilkan keindahannya. Di sebelahnya, Topan mengenakan jas hitam dengan bunga mawar kuning di kantongnya. “Mereka berdua benar-benar sangat serasi. Tuhan begitu baik sampai memberi

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 158

    Hani menegang, ia menelan ludah kasar, mencoba tetap kuat meski tubuhnya sulit untuk digerakkan. Ia tidak bisa lagi membela diri, sebab semua bukti sudah ada di depan mata.“Katakan padaku, Hani, mengapa kau sampai tega melakukan ini pada ibuku?” tanya Topan lirih, “aku … orang yang seharusnya kau celakan bukan ibuku tapi aku,” lanjut Topan kecewa. Meski sejak kecil, ia tahu bahwa ibu Dewi bukankah ibu kandungnya, tetapi Topan tidak pernah ingin melihat wanita yang sudah membesarkannya itu menderita, ia tidak ingin ada yang membuat ibunya terluka meski mereka tidak akur seperti anak dan ibu.“Kenapa?” bentak Topan.“A-aku bisa jelaskan, kau … ini tidak seperti yang kau pikirkan Topan, dia …,” ujar Hati terbata-bata, “tenangkan dirimu dulu, kita … aku bisa–”“Pergi Hani,” usir Topan kemudian, “semakin kau berkelit, semakin sakit hatiku. Kau jelas ingin melenyapkan ibuku karena dia lebih memilih Helena dibandingkan dengan dirimu.” Topan mengangkat wajah, ia kecewa dan marah karena keny

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 157

    “Aku sebenarnya …,” ujar Helena mulai ragu.“Kenapa?” Reyan memajukan wajahnya, menatap mata indah itu yang saat ini berkedip cepat di depan matanya.Satu kecupan mendarat sempurna di hidung yang mancung. Helena makin mengerjap, wajahnya sampai merah bersemu. Bahkan tatapan lembut Reygan membuatnya lupa harus mengatakan apa seharusnya.“Aku tidak ingin mendengar apa pun darimu,” kata Reygan lembut, “besok setelah sarapan, kita ke rumah sakit.”“Rumah sakit?” terdengar suara penolakan dan tidak suka.“Ya, kita harus ke rumah sakit dna kau tidak ada alasan untuk menolak.” Reygan tersenyum lembut, mengusap wajah merah istrinya dan kembali mengecupnya cepat.“Reygan!”“Sekarang istirahat, aku harus mengurus sesuatu untuk acara besar kita.” Reygan berdiri, ia merapikan selimut istrinya kemudian mengecup laagi kening Helena lebih dalam.Tidak menjawab, Helena hanya mengangguk, membiarkan Reygan meninggalkan kamar dengan langkah cepat hingga menghilang dari balik pintu. Helena mendesah pelan

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 156

    “Kau masih marah?” Helena berjalan di belakang suaminya yang masih terlihat marah, meski di tangannya ada tas kecil miliknya.“Aku hanya tidak mau jika Topan datang, kau tahu sendiri, kan dia masih mengharapkanmu?” Reygan akhirnya membuka suara, menyatakan penolakannya atas kehadiran Topan. Ia tidak ingin kejadian saat itu kembali terulang di pesta mereka.“Aku pastikan, dia tidak akan melakukan hal yang sama,” ujar Helena yakin, “justru aku yang khawatir kalau Raisa muncul dan mengacaukan semua,” dengus Helena.Sorot mata Reygan terlihat curiga, “Bukankah kau ingin dia ada di pesta kita?”Terdengar desahan kecil, Helena mengangguk. Ia berjalan lebih cepat karena tidak sabar sampai di dalam kamar. Di belakang, Reygan mendesah pelan, ia berjalan di belakang Helena untuk menjaga tubuh yang terlihat lemah itu.Di dalam kamar mereka, Helena langsung masuk ke dalam kamar mandi dan menutupnya dengan terburu-buru. Sejak di mobil tadi, ia sudah merasa aneh dengan perutnya, seperti sesuatu yan

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 155

    “Nona, kita kembali.” Fandy membantu Alea untuk berdiri setelah merasa tubuhnya lemas melihat tatapan dingin Reygan padanya.“Fandy, apa Reygan akan kembali menghukumku? Apa dia akan mengurungku lagi dan meminta orang-orang membuat mimpi buruk itu?” Alea bertanya dengan tatapan penuh ketakutan, ia kembali mengingat kejadian-kejadian yang pernah dilalui saat tak sengaja mencelakai Helena.Fandy menggeleng, meski ia juga tidak yakin dengan keputusan terakhir bosnya. Ia hanya ingin menenangkan Alea. Membuatnya yakin bahwa semua akan baik-baik saja setelah mereka kembali.“Kau pasti berbohong, aku … wanita itu yang tidak mampu menahan tubuhnya, dia terjatuh setelah tak sengaja kudorong.” Alea menatap kedua tangannya, lalu tak lama berteriak histeris.“Nona, tenangkan dirimu.” Fandy memeluk Alea, memberikan ketenangan.‘Begitu cintanya kamu dengan bos, Nona, sampai seperti ini,’ batin Fandy meneteskan air mata.___________________“Aku tidak apa-apa.” Helena menghela napas karena Reygan ti

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 154

    “Menyingkirlah!” Kedua wanita itu segera memberi jalan, tanpa mengatakan banyak kata lagi, mereka memilih untuk pergi dan tidak lagi berbalik ke belakang. Setelah merasa aman, barulah mereka menoleh ke belakang, menatap pintu lift yang sudah tertutup.“Huh, hampir saja,” bisik mereka, “sepertinya akan seru, ada istri sah dan wanita yang berharap menjadi istri,” kekeh keduanya seolah sebelumnya tidak merasa terancam dengan tatapan Alea.“Kamu benar. Aku ingin lihat bamana akhir keduanya nanti, akankah bos akan memilih salah satunya.”Temannya berpendapat bahwa yang tetap menang adalah Helena, karena jika Alea yang menang tentu bukan Helena yang akan dinikahi.“Kau benar, jika nona Alea menang, tentu yang menjadi nyonya dia, bukan nona Helena. Tapi, aku akan tetap memihak nona Helena, bukan karena dia putri konglomerat, tetapi kita sudah melihat dia jauh lebih terlihat cocok dalam segala segi untuk pak bos.”“Sudah jangan diteruskan,” katanya dengan suara dipelankan, “nona Alea sudah s

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 18

    Setelah keluar dari apartemen milik Helena, Reygan tidak langsung ke kantor, melainkan mengunjungi kafe dan bertemu dengan klien langsung tanpa ditemani Fandy atau pun sekretarisnya.Mereka membahas semua dengan rindu, bagaimana cara mendapatkan komisi tinggi dengan cara lebih mudah.“Saya sangat b

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 17

    Alea menarik napas pelan, menyesap minuman miliknya dengan tatapan hampa. Wajah bahagia Reygan masih terlintas dengan jelas ketika ingin mengikuti wanita yang katanya telah merebut hatinya.“Jadi, Reygan benar-benar sudah memiliki kekasih?” tanya Anita dengan nada prihatin.“Ya, aku tahu bagaimana

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 16

    Sepanjang hari, Tpan tidak bisa tenang dengan perkataan Hani. Perubahan Helena dan tatapan Reygan pada istrinya memang terkesan berbeda. Akan tetapi, ketika mengingat bagaimana Helena yang rela meninggalkan kekayaan yang melimpah hanya untuk mendapatkan perhatiannya, kecurigaan itu memudar.Ia berd

  • Terperangkap Cinta Tuan Muda Dingin    Bab 15

    Helena menelan ludah kasar. Ia meletakkan gelasnya dengannya pelan, lalu menghampiri nyonya Sari yang tengah berbincang dengan tamu yang lain. Ia berharap Reygan tidak melihatnya, sehingga ia bisa segera keluar dari gedung.“Selamat malam, Nyonya,” sapa Helena dengan sopan, ia menyerahkan hadiah ya

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status