Share

Konfrontasi

last update publish date: 2026-06-13 19:15:06

"Silas?"

"Kak Silas di sini?"

Saat nama itu disebut, ada dua reaksi yang terlihat. Octavian tampak tegang dan serius. Sementara Lyra tampak berseri. Kemarahan dan rasa kesal yang sempat dirasakannya, mendadak lenyap tanpa jejak. Senyumnya melebar.

"Biarkan dia masuk! Ah, tidak, aku yang akan ke sana menyambutnya."

Sebelum Octavian menahan putrinya, Lyra segera berlari keluar ruangan. Menabrak pria yang menghalangi pintu masuk.

Octavian menghela napas. "Apa yang ingin dia bicarakan?"

"Saya tid
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tertawan oleh Don Mafia   Membayar Kesalahan

    "O-om minta maaf," ucap Octavian dengan nada lemah dan sedikit terbata-bata. Dia menelan ludah susah payah. Matanya terpejam beberapa detik, sebelum kembali terbuka. "Maafkan Om soal James." "Kau tahu dengan jelas, bukan itu yang ingin aku dengar.""Biarkan Om bicara dengannya. Om janji, ini tidak akan terjadi." Iris bisa melihat tekanan, kegelisahan dan ketidakmampuan untuk menolak yang terlihat jelas di wajah pria paruh baya itu. Itu bukan takut, tapi seperti sebuah keterpaksaan. Seolah tidak ada keberanian bagi Octavian untuk melawan Silas. Meski sebelumnya, pria itu tampak percaya diri sebagai teman orang tua Silas. Namun satu hal yang dia tahu saat ini, Octavian tampaknya juga tidak tahu menahu soal apa yang dilakukan pria bernama James itu. "Ini bukan yang pertama." "Om yang akan mengurusnya." Octavian tak membantah atau mempertanyakan perkataan Silas lagi. Dia hanya tampak pasrah. Reaksinya itu, membuat dada Iris sedikit sesak. Meski Octavian pernah memperlakukannya den

  • Tertawan oleh Don Mafia   Konfrontasi

    "Silas?""Kak Silas di sini?"Saat nama itu disebut, ada dua reaksi yang terlihat. Octavian tampak tegang dan serius. Sementara Lyra tampak berseri. Kemarahan dan rasa kesal yang sempat dirasakannya, mendadak lenyap tanpa jejak. Senyumnya melebar. "Biarkan dia masuk! Ah, tidak, aku yang akan ke sana menyambutnya."Sebelum Octavian menahan putrinya, Lyra segera berlari keluar ruangan. Menabrak pria yang menghalangi pintu masuk. Octavian menghela napas. "Apa yang ingin dia bicarakan?""Saya tidak tahu, Tuan, tapi sepertinya ada sesuatu yang serius."Ketegangan Octavian tidak mereda, justru meningkat. Karena tidak biasanya Silas datang langsung ke kediamannya. Hubungan mereka juga tidak sedekat seperti dia dengan Sebastian. Namun Octavian tidak punya pilihan selain menyambut pria itu. "Suruh pelayan menyiapkan minuman.""Baik, Tuan."Octavian bergerak melangkah keluar dari ruang kerja. Dia berjalan mengikuti Lyra yang sudah lebih dulu pergi. Rumah itu tampak sepi. Istri dan putri per

  • Tertawan oleh Don Mafia   Kunjungan Tak Terduga

    Keesokan harinya. Iris akhirnya meninggalkan area kompleks terpencil itu bersama Silas. Setelah insiden di kereta dan momen dia tidur seranjang dengan Silas, tidak ada apa pun lagi yang terjadi. Semuanya aman, meski dia tidak bisa benar-benar tidur. Lingkaran hitam di bawah mata adalah bukti Iris tidak bisa berhenti waspada. Sejak bersama Silas, kewaspadaannya naik berkali-kali lipat dan saat ini, dia sangat lelah bahkan meski hanya duduk di mobil. Melalui kaca spion, dia bisa melihat sebuah mobil di belakang mereka. Itu adalah mobil anak buah Silas yang mengawal perjalanan sejak dari kompleks. Iris tidak menampik, kalau keberadaan anak buah Silas sangat berguna sekarang. Meski perjalanan berjam-jam terasa membosankan. Dia hanya bisa menatap jalanan ketika mobil itu memasuki jalan utama. Kota Aurelian yang sibuk di siang hari. Gedung-gedung pencakar langit dan puluhan mobil melaju. Suara klakson yang mengganggu terdengar sepanjang perjalanan. Dulu, waktu seperti ini adalah saat-

  • Tertawan oleh Don Mafia   Tidur Seranjang

    Iris melangkah memasuki ruangan yang akan menjadi kamarnya. Seperti dugaannya, tempat itu jauh lebih sederhana dibanding manor. Warnanya didominasi putih ke abu-abuan. Tidak banyak barang di sana. Namun ada sebuah sofa panjang. Matanya juga menemukan simbol ular dalam sebuah lukisan yang dipajang di dinding. Simbol ular yang juga mirip dengan lencana milik Silas. Iris mendekat tanpa sadar. Dia melihat kalimat Latin yang sama. Saat tangannya bertumpu pada meja di bawah lukisan, dia tanpa sengaja menyentuh sesuatu. Pandangannya turun. Di sana dia menemukan sebuah buku tipis tanpa judul. Hanya sampul hitam polos. Karena penasaran, tangannya bergerak membukanya dan di sana, Iris menemukan informasi tentang keluarga lama di Valenor. Baik yang masih berdiri atau yang sudah hancur. Itu adalah buku yang tidak pernah bisa dia temukan di manor. Simbol setiap keluarga dan termasuk simbol keluarga Montclair. Sesuai tebakannya, ada gambar ular di sana. Iris tanpa sadar tergerak membaca sejarah

  • Tertawan oleh Don Mafia   Terpaksa Menginap

    Hari sudah semakin larut dan orang-orang masih bekerja di kompleks tersebut, seakan tidak boleh ada waktu yang terbuang percuma. Namun di sana, Iris tidak melihat adanya raut lelah atau mengantuk di wajah mereka. Sangat jauh berbeda dari dia dan Silas yang saat ini berjalan di lorong ditemani oleh salah seorang kepercayaan Marcus. Dia hendak diantarkan ke gedung lain untuk beristirahat. “Kenapa kita harus menginap? Kenapa tidak pulang saja?”Iris tidak tahan untuk bertanya. Dia melirik Silas yang berjalan santai di sampingnya. Pria itu tidak berhenti atau sekadar menoleh. Hanya berjalan lurus mengikuti pria yang memandu mereka. “Perjalanan kembali ke manor memakan waktu empat sampai lima jam. Kemungkinan tiba saat dini hari.”“Lalu?”Kali ini langkah Silas terhenti. Membuat Iris spontan mengikutinya dan diam ketika ditatap. “Kau ingin pulang?”Bukannya langsung mengiyakan, Iris justru mengangkat alisnya tanpa sadar. Ini baru pertama kalinya Silas bertanya soal keinginannya. Terasa

  • Tertawan oleh Don Mafia   Balas Dendam?

    "Ravenshade?"Iris yang sebelumnya diam, seketika bersuara saat nama itu disebut. Dia spontan melepaskan tangan Silas dan mendekat. Wajahnya yang masih pucat karena kekurangan oksigen, hanya bisa menatap nanar penyusup itu. Saat nama Ravenshade disebut, pikirannya langsung terkoneksi pada Octavian, Isabelle dan Lyra. Tiga orang yang pernah menunjukkan ketidaksukaannya secara terang-terangan. Namun satu hal yang tidak dia pahami sama sekali, Ravenshade adalah keluarga yang dekat dengan keluarga Montclair. Bagaimana mungkin mereka bisa mengganggu dan membocorkan aktivitas yang dilakukan keluarga Montclair? Iris mustahil lupa kejadian makan malam antar dua keluarga itu. Momen ketika dia dipermalukan. Mereka jelas tampak harmonis di depan, tapi sepertinya saling menusuk di belakang. "Ravenshade menyuruhmu?" Anak buah Silas kembali bertanya, tapi kali ini si penyusup menggeleng. "Tidak. Dia hanya membantu kami untuk bisa bekerjasama dengan orang kalian."Semua orang di kereta terdiam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status