Home / Mafia / Tertawan oleh Don Mafia / Perubahan yang Tidak Disadari

Share

Perubahan yang Tidak Disadari

last update publish date: 2026-08-28 23:23:05
Dua hari berlalu.

Dominic masih belum menemukan petunjuk soal keberadaan Iris. Tepatnya karena nyaris tidak ada waktu untuk mencari Iris seorang diri karena kesibukannya sendiri. Meski tetap saja, ujung-ujungnya dia diam-diam menyuruh orang mencari tahu keberadaan Iris tanpa sepengetahuan Silas.

"Anda tidak akan menemukannya jika bermalas-malasan seperti ini, Tuan."

Suara gedebuk barang yang dijatuhkan menyentak Dominic. Dia yang tengah bersandar di kursinya dengan koran menutupi wajah,
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tertawan oleh Don Mafia   Satu-satunya?

    "Nona, itu tidak—""Aku akan mengantarmu."Suara lain menyela, tepat ketika Elliot hendak menolak keinginan Iris. Pintu ruangan terbuka semakin lebar dan di sana, Silas muncul bersama dengan dokter di belakangnya. Elliot seketika segera bergeser. Memberi ruang bagi Silas untuk mendekat. "Tuan, bukankah Nona sedang sakit?"Silas melirik Elliot sekilas. Lalu beralih cepat pada dokter yang segera berdehem pelan. "Anda benar, Sir Elliot. Kondisi Nona Iris memang tidak memungkinkan untuk berkeliaran bebas. Apalagi berjalan terlalu jauh."Iris menatap sang dokter dengan pandangan tidak setuju. Dia hendak mengeluarkan protes, tapi dokter kembali melanjutkan perkataannya. "Tapi itu bisa diatasi jika Nona tidak perlu berjalan. Saya sudah menduga hal ini, dan untunglah kursi roda telah tersedia untuk digunakan."Elliot mengangguk pelan. "Kalau begitu, saya akan menyiapkan mobil dan—""Tidak perlu." Silas segera memotong sebelum Elliot sempat pergi. Hingga langkah pria itu tertahan di tempat.

  • Tertawan oleh Don Mafia   Kepedulian?

    "Ini adalah ancaman. Seseorang telah mengusik keluarga kami dan bertindak seenaknya. Kami tidak bisa tinggal diam!"Suara seorang pria terdengar jelas di layar televisi. Ekspresi wajahnya menunjukkan ketidaksenangan. Kamera kemudian beralih, memperlihatkan beberapa video yang diambil di area gerbang kediaman Valenfort dari beberapa titik berbeda. Namun karena dianggap terlalu sadis, beberapa bagian dari video tampak disensor. Tidak ada yang tahu apa itu, jika pembawa acara tidak menjelaskannya. "Mereka langsung mengangkat ini menjadi drama," ucap Elliot, setelah menonton siaran berita sore itu. Penemuan tiga kepala yang ditancapkan di ujung gerbang kediaman Valenfort berhasil membuat heboh publik. Kemarahan mereka, terutama tuan muda Raphael terdengar sangat keras di layar TV. Berita mereka bahkan segera menggeser kasus kematian Lona dengan cepat. "Apa yang akan Anda lakukan sekarang, Tuan? Sepertinya mereka tahu itu Anda."Elliot menoleh dan mendapati Silas yang ternyata malah as

  • Tertawan oleh Don Mafia   Terganggu?

    "Anda terlihat kurus. Anda tidak makan dengan benar, Nona."Iris hanya diam mendengar perkataan Berta. Dia mengunyah makanan yang telah dilembutkan oleh pelayan itu. Rasanya hambar. Membuatnya sama sekali tidak berselera makan, tapi dia telah kelaparan. Air matanya sendiri telah surut. Hanya jejak-jejaknya yang masih tersisa di kedua pipinya yang penuh luka. "Wajah Anda juga lebam. Anda seperti habis berkelahi."Dia menarik napas sambil terus mengunyah. Perkataan Berta mengingatkannya pada orang yang telah memukulnya. Dia tidak tahu seperti apa penampilannya, hanya memang wajahnya sedikit sakit. "Aku dipukul, bukan berkelahi. Apa aku terlihat jelek?"Berta tidak menjawab. Hanya segera mengeluarkan cermin kecil dan memperlihatkannya pada Iris. Saat itulah, dia melihat salah satu pipinya bengkak dan tepat di dekat pelipis, ada warna keunguan. Sementara yang lainnya tampak hanya lecet. Sial. Iris sangat jelek sekarang. Wajahnya benar-benar tidak seperti sebelumnya. "Ternyata pukula

  • Tertawan oleh Don Mafia   Provokasi

    Pin itu adalah pin emas dengan simbol singa. Lambang yang Iris tidak akan mungkin lupa. Keluarga Valenfort. Itu adalah keluarga Raphael. Pria yang beberapa waktu lalu telah menantang Silas secara publik. Dia tidak akan mungkin bisa lupa setelah mencari tahunya."T-tidak mungkin."Iris menggeleng. Dia menggelengkan kepalanya. Lalu melirik ke arah Silas setengah tak percaya. "Kau... kau pasti berbohong! Kau yang mengatur mereka dan sengaja membiarkan mereka memakai ini?"Alis Silas terangkat. Tuduhan Iris tampak membuatnya terkejut sepersekian detik. "Kenapa aku harus repot melakukan itu hanya untuk menemukanmu?"Iris tersedak. Dia seketika terdiam mendengar jawaban Silas yang terasa masuk akal di kepalanya. Jika dia melihat apa yang sering pria itu lakukan selama ini, sudah jelas jawabannya adalah... tidak akan. Silas tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain untuk membunuh. Pria itu tidak pernah berusaha terlihat baik di depan semua orang. Silas bisa membuat masalah kapan pun d

  • Tertawan oleh Don Mafia   Siapa Pelakunya?

    "Bagaimana kondisinya?""Nona mengalami fraktur yang cukup serius di area kaki akibat benturan keras. Beruntung, hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada trauma berat atau pendarahan di bagian kepala."Silas diam mendengar penjelasan dokter pribadinya. Pandangannya terus tertuju ke arah ranjang di mana Iris terbaring dengan sebuah cervical collar di leher. Sementara bagian kakinya mengenakan spalk gips. Peluru yang bersarang di betisnya telah dikeluarkan. Namun memar di beberapa bagian tubuhnya masih ada dan sudah hampir dua puluh empat jam Iris belum sadarkan diri. "Berapa lama dia akan sadar?" Silas masih tidak mengalihkan pandangannya dari Iris. "Operasi pencabutan peluru berjalan lancar dan fraktur di kakinya sudah kami stabilkan, Tuan. Namun kombinasi syok berat, kehilangan banyak darah dari luka tembak, dan trauma tumpul di kepala membuat kesadarannya belum kembali. Jika dalam beberapa jam ke depan dia belum merespons, saya sarankan kita membawa peralatan CT-Scan portabel

  • Tertawan oleh Don Mafia   Bertahan Hidup

    Bab 116 - Bertahan Hidup Tubuh Iris ditarik mundur. Tangannya yang nyaris meraih semprotan cabai dicengkeram erat. Makanan yang dibawanya jatuh berhamburan. "Berengsek!"Iris mengumpat dan mencoba menendang tubuh di belakangnya. Dia memberontak. Namun kakinya ditahan cepat. Meski begitu, dia tidak menyerah. Dia berusaha menyikut wajah pria di belakangnya, tapi cengkeraman tangannya menguat. Hingga tiba-tiba.... Klik. "Jadi ini yang kau min—akhh!"Jeritan pria di belakangnya terdengar, bersamaan dengan cengkeraman tangannya yang terlepas. Iris menoleh cepat dan mendapati lengannya yang bebas, kini dalam kondisi berdarah. Namun itu jelas bukan darahnya dan di sana, tak hanya ada darah, melainkan gelang jelek pemberian Silas yang kini telah aktif. Ujung runcing di sekeliling gelang itu terbuka, tepat saat pria tadi tak sengaja menekan tombolnya. "Sialan. Apa-apaan itu!" umpat pria itu sambil meringis kesakitan. Dia tampak memegangi telapak tangannya yang terluka. Cairan merah mene

  • Tertawan oleh Don Mafia   Kehadiran yang Tak Diharapkan

    "Rumah orang tuaku."Iris menoleh ke arah Silas. Rasa penasarannya terjawab, tapi jawaban itu juga membuat pertanyaan lain muncul di kepalanya. Meski pertanyaan tersebut tertahan di mulutnya ketika dia menyaksikan Silas keluar dari mobil, diikuti oleh pintu di sebelahnya yang dibuka Elliot. Dia me

  • Tertawan oleh Don Mafia   Bukan Kesepakatan

    Iris tidak bergerak. Tidak juga berbalik. Dia diam di tempat ketika mendengar langkah kaki mendekat. Sampai suara langkah itu berhenti tepat di belakangnya. Kehangatan tubuh asing mulai terasa di punggungnya. Menyadarkan Iris jika pria itu berdiri terlalu dekat. “Aku tidak memanggilmu,”

  • Tertawan oleh Don Mafia   Menjadi Sandera

    Suasana mendadak hening. Ketukan sepatu Silas berhenti. Elliot juga tak bersuara. Hanya detak jam tangan yang terdengar dan jelas, ini bukan keheningan yang Iris inginkan. Iris menunduk semakin rendah. Tak berani mengangkat kepalanya untuk melihat reaksi Silas atau Elliot, tapi matanya melihat seb

  • Tertawan oleh Don Mafia   Perlawanan

    "Masuklah!" Bruk! Tubuh Iris didorong kasar oleh Elliot, membuat keseimbangannya hilang kendali. Dia jatuh, tapi kali ini lututnya tidak merasakan sakit. Karena sebuah karpet bulu lembut menahannya. Iris terdiam, lalu menatap ruangan ketika menyadari Elliot telah membawanya ke ruangan lain. Buka

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status