Home / Zaman Kuno / The Alchemist's Touch / 50 – Break Me, Your Highness 🔞🔞🔞

Share

50 – Break Me, Your Highness 🔞🔞🔞

Author: Ivy Morfeus
last update Petsa ng paglalathala: 2026-04-24 15:10:32

“Aku tidak akan membiarkanmu menghadapi ‘efek’ itu sendirian.”

Suara Killian jatuh pelan, tapi cukup untuk membuat napas Josselyn tersendat. Seolah udara di kamar itu tiba-tiba berubah terlalu padat untuk dihirup.

Arogan. Tegas. Otoriter.

Dan tubuh Josselyn langsung mengkhianatinya.

Gadis itu menarik napas panjang.

“Tidak…” suaranya hampir seperti bisikan. “Tubuhku bereaksi lagi,”

Killian tidak langsung bergerak.

Tatapannya turun, memperhatikan napas Josselyn yang tidak stabil—naik turun terlal
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • The Alchemist's Touch    98 – The Prince They Chose to Use

    Keheningan setelah kata-kata Yorick terasa lebih menekan di dada Josselyn.Tatapannya masih tertuju pada nama yang terpahat di batu nisan itu.Anne.Jari-jarinya mengepal pelan. Lalu akhirnya, ia berbicara.“Aku tidak akan membuat keputusan dalam keadaan seperti ini.”Suaranya rendah. Stabil. Tapi dingin.Yorick mengerutkan kening.“Kita tidak punya waktu untuk—”“Waktu?” potong Josselyn tajam.Ia menoleh, menatap Yorick untuk pertama kalinya sejak tamparan itu.“Waktu adalah sesuatu yang Anda miliki sejak awal. Tapi Anda memilih diam.”Kalimat itu menghantam tanpa ampun.Yorick terdiam. Untuk sesaat, tidak ada pembelaan. Tidak ada bantahan.Hanya napas berat yang tertahan di antara mereka.“Howarth.”Suara itu memecah ketegangan.Howarth melangkah maju dari bayangan. Tatapannya tidak tertuju pada siapa pun secara khusus. Tapi terasa seperti melihat semuanya sekaligus.“Masalahnya bukan lagi siapa yang bersalah,” ujar Howarth tenang.Ia berhenti di antara mereka.“Tapi siapa yang masi

  • The Alchemist's Touch    97 – She Choose The Enemy

    “Howarth—lepaskan aku!”Suara Josselyn pecah. Tangannya mendorong dada pria itu, mencoba melepaskan diri.Tapi Howarth tidak berhenti.Ia justru mengangkat tubuh Josselyn sepenuhnya, menahannya erat, lalu berjalan menjauh dari gerbang istana tanpa menoleh lagi.“Diam,” gumamnya pelan, nyaris tak terdengar. “Kalau kau terus seperti ini, kau akan membunuh dirimu sendiri sebelum sempat membalas.”“Aku harus kembali—!” Josselyn berusaha memberontak lagi. “Anne—dia—”“Sudah mati.”Kalimat itu jatuh datar. Tidak dingin. Tidak kejam. Tapi mutlak.Langkah Howarth tidak melambat.Josselyn membeku di pelukannya. Rasa kehilangan itu merambat perlahan di dadanya. Tidak hanya sekadar shock. Tapi seperti ada sesuatu yang retak di dalam dirinya.Tangannya yang tadi mencoba melawan perlahan jatuh lemas.Howarth membawa Josselyn melewati jalur sempit di sisi istana, menjauh dari cahaya obor dan langkah prajurit. Hingga akhirnya mereka tiba di sebuah area yang jarang dilewati—hutan kecil di dekat danau

  • The Alchemist's Touch    96 – The Letter in Her Dead Hand

    Tatapan Raja tidak pernah benar-benar hangat.Malam itu, pandangan itu terasa lebih dingin dari biasanya.“Seorang Alkemis… berkeliaran di penjara bawah tanah selarut ini.”Suara Raja Aleric datar, hampir seperti tidak tertarik. Tapi ketika Josselyn melihat sorot matanya, ia bisa melihat kilatan kejam yang hampir sama dengan Killian.Ia segera menundukkan kepala sedikit.“Saya hanya… mencari udara segar, Yang Mulia.”Sepersekian detik berikutnya ia langsung menggigit bibir bagian bawahnya. Alasan itu konyol dan tak masuk akal. Tapi hanya kalimat itu yang muncul di kepalanya.‘Howarth!’Sekali lagi, ia memanggil di kepalanya.“Ah, jadi kau di sini.,” Nada ringan yang familiar itu tiba-tiba terdengar. Josselyn refleks mendongak. “Aku mencarimu ke mana-mana.”Howarth baru saja muncul dari arah koridor, berhenti beberapa langkah di belakang Raja.Josselyn menahan napas lega yang hampir lolos saat melihatnya.Pria cantik itu sempat memberi gestur dengan matanya, sebelum Raja benar-benar

  • The Alchemist's Touch    95 – The Girl in the Dungeon

    “Nona Josselyn, ini… surat untuk Anda.”Suara itu masih terngiang. Beserta sepucuk surat tanpa nama. Bukan surat wangi dan bersih—tapi tetap membuat jantung Josselyn berdebar karena alasan lain.Kertasnya lusuh, terlihat apa adanya. Juga tarikan garis pada huruf-hurufnya yang bergelombang. Seakan memberitahu keputusasaan yang dialami si penulis.Surat yang membawanya diam-diam masuk ke area ini lagi.Dinding penjara bawah tanah membangkitkan ingatan yang ingin ia lupakan—dingin, lembap dan… rasa besi.Rasa darah seperti saat itu.Josselyn berdiri diam di ambang lorong, jari-jarinya mengepal pelan di balik lengan jubahnya.Sebuah kilatan singkat melintas di benaknya—napas berat, jarak yang terlalu dekat, dan rasa hangat yang tiba-tiba memenuhi mulutnya.Lalu cairan merah itu mengalir, bersamaan dengan geraman marah si pemilik bibir yang ia gigit.Ia masih mengingat dengan jelas.Di tempat inilah… ia pernah menggigit bibir Killian hingga berdarah.Tidak hanya itu, untuk pertama kalinya,

  • The Alchemist's Touch    94 – The King’s Hidden Hand

    Josselyn tidak langsung menjawab.Kata-kata Howarth masih menggantung di udara, seperti benang tipis yang tak terlihat… tapi perlahan menarik pikirannya ke arah yang tak ingin ia tuju.Orang yang salah.Itu tidak masuk akal.Atau… mungkin terlalu masuk akal.Ia menelan ludah. Napasnya terasa lebih berat dari sebelumnya.“Apa maksud Anda?” ulangnya pelan, suaranya nyaris berbisik.Howarth terdiam. Matanya yang tajam justru mengamati Josselyn. Menunggu sekaligus menilai respons gadis itu.Seolah ingin memastikan… apakah gadis itu benar-benar siap mendengar.“Kau sempat merasa aneh, kan?” katanya ringan, seolah sedang membahas gosip yang menarik.Josselyn mengernyit.“Aneh?”Howarth mengangkat bahu santai.“Raja,” lanjutnya santai. “Putranya dituduh mencoba membunuh Ratu… dan dia hanya duduk diam. Tenang sekali. Nyaris mengagumkan.”Kalimat itu sederhana.Tapi cukup untuk membuat dada Josselyn menegang. Ia memang memikirkannya.Sejak sidang itu. Sejak tatapan Raja yang terlalu tenang.“T

  • The Alchemist's Touch    93 – The Wrong Target

    ‘Kami tidak melakukan apapun. Jangan gegabah!’Josselyn tidak mengucapkannya. Tapi pikirannya menjerit jelas. Matanya tertuju pada Howarth.Dan pria berambut perak panjang itu—tertawa pelan. Seolah mendengar jeritan di hatinya.“Hmm… untuk saat ini?” kata Howarth santai sambil menyilangkan tangan, membalas tatapan Josselyn. “Mempercayai siapa pun terdengar seperti ide yang buruk.”Darius mendengus pelan. Ia merasa ucapan itu untuknya. Langkahnya maju satu langkah, menempatkan dirinya sedikit di depan Josselyn. Protektif. Menghalangi.“Oh ya?” balasnya dingin. “Kalau begitu, bagaimana denganmu?”Howarth mengangkat alis. Tatapannya bergeser pada Darius.“Kau mulai terdengar menarik,” Howarth memiringkan kepala. “Lanjutkan.”Darius menatapnya tajam.“Apakah kau yakin bisa dipercaya?” lanjutnya. “Bukankah kau yang merencanakan Madame Angeline muncul di istana ini?”Josselyn membeku. Nama itu mengusiknya.“Apa…?” bisiknya pelan.Matanya langsung beralih ke Howarth. Dengan tatapan menuntut

  • The Alchemist's Touch    52 – A Stone for a Crown

    “Kita melakukannya semalaman. Kau ingat?”Suara Killian datar. Terlalu datar untuk pertanyaan seberat itu.Josselyn yang duduk di atas kuda, refleks mengencangkan pegangannya pada tali kekang. Rahangnya menegang.Ia hanya menggigit bibirnya.“Josselyn.”Nada itu lebih rendah. Terasa mendesak.Josse

  • The Alchemist's Touch    51 – After the Claim

    Pintu kamar tertutup pelan di belakang Josselyn. Ia berhenti di ambang pintu, tubuhnya masih menyimpan sisa ketegangan yang belum sepenuhnya hilang. Tangannya membelai perutnya. “Aku harus meminumnya sekarang.” Langkahnya akhirnya bergerak. Tenang. Terukur. Tapi ada kekakuan kecil yang tidak bi

  • The Alchemist's Touch    49 – Lines You Shouldn’t Cross

    “Apa maksudmu dengan ‘efek’?”Suara Killian rendah, tapi cukup untuk membuat ruangan terasa menegang. Josselyn, masih di antara naik turun napasnya, mencoba mendengarkan lebih jelas.Sebastian menelan ludah. “Aku… sudah bilang, ini bukan—”“Kau bilang dia menggunakan kekuatan,” potong Killian. “Kek

  • The Alchemist's Touch    48 – You Shouldn’t Have Come

    “Kau pikir aku akan diam saja setelah diperlakukan seperti itu?” Kata itu menggantung di udara. Tubuh Josselyn membeku. Tatapan Howarth padanya terasa menusuk. Ditambah langkahnya yang terus mendesaknya untuk mundur. Air kini sudah menyentuh pahanya. Dingin menyebar ke seluruh tubuhnya. Ia menggi

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status