Início / Fantasi / The Empress / 15. Kuil Tua

Compartilhar

15. Kuil Tua

Autor: Lord Devil
last update Data de publicação: 2026-05-23 10:00:54

Kuil tua di lereng utara berdiri seperti bangkai masa lalu.

Atapnya sebagian runtuh. Pilar-pilar kayunya hitam dimakan usia dan lembap, sementara lumut merayap di lantai batu yang retak. Patung dewa penjaga di gerbang masuk kehilangan satu mata, membuat wajahnya tampak seperti sedang menatap siapa pun yang datang dengan kebencian bisu.

Kabut menyelimuti tempat itu sejak tengah malam.

Dari kejauhan, kuil itu terlihat kosong.

Terlalu kosong.

Wang Yin berdiri d

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • The Empress   80. Qin Mo Melawan Bayangan

    Lorong batu di bawah kuil, tempat obor menyala biru dan bayangan orang bergerak lebih lambat daripada tubuhnya seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun bayangan Mu Lan muncul dari Mahkota Kabut dan memanggil Qin Mo sebagai murid paling setia. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Qin Mo harus menghadapi suara lama yang membesarkannya dengan perintah, ancaman, dan kasih sayang palsu. Dalam dunia mereka, musuh jarang datang dengan wajah yang

  • The Empress   78. Wang Yin di Hadapan Lima Bendera

    Balai pertemuan darurat di kota huan, ketika bendera lima kerajaan dipasang berdampingan tetapi tidak satu pun benar-benar percaya pada yang lain seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun para utusan meminta Wang Yin mengenakan tanda Phoenix agar rakyat mudah percaya bahwa ia memimpin penyucian gerbang. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena mereka ingin menjadikan Wang Yin simbol penyelamat, sementara Wang Yin menolak menjadi patung yang me

  • The Empress   77. Qin Lian dan Janji Pedang

    Halaman belakang kuil kota huan yang dipenuhi patung prajurit tanpa wajah, tempat qin mo memilih berlatih saat semua orang tidur seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Qin Lian diam-diam membawa pedang sungguhan karena merasa pedang kayunya tidak cukup melawan orang yang memakai wajah Liu Ji. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Qin Mo menangkapnya sebelum terjadi kesalahan dan memaksa pangeran kecil itu memahami batas antara dendam dan

  • The Empress   76. Qin Yue Membaca Abu

    Ruang tabib sementara yang didirikan dari papan pasar, kain putih, dan lampu minyak di tengah hujan abu halus seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Qin Yue menolak tidur karena abu dari Gerbang Phoenix menunjukkan pola nadi yang belum pernah ia baca. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena semakin dalam ia membaca, semakin kuat suara Mahkota Kabut menawarkan cara menyelamatkan semua orang dengan menukar dirinya. Dalam dunia mereka, musuh

  • The Empress   75. Saksi di Pasar Sunyi

    Pasar tua kota huan yang dipenuhi kios kosong, kain robek, dan lonceng angin yang tetap berbunyi meski tidak ada angin seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun Qin Lian melihat seorang penjual manisan yang seharusnya tidak bisa berada di sana karena pasar itu sudah mati bertahun-tahun. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena setiap orang di pasar sunyi menawarkan barang yang berkaitan dengan kenangan rombongan, seolah kota itu membaca isi ha

  • The Empress   74. Surat dari Negeri Han

    Pos perbatasan tua yang menghadap jalur dagang menuju negeri han, wilayah yang selama ini tidak ikut campur dalam urusan lima kerajaan seharusnya menjadi awal yang tenang setelah semua orang selamat dari Gerbang Phoenix. Namun seekor elang hitam menjatuhkan surat yang ditulis dengan tinta biru, warna yang hanya dipakai keluarga penguasa Negeri Han. Tidak ada teriakan besar pada saat pertama. Justru keheningan yang jatuh setelah kalimat itu membuat para prajurit mengangkat senjata lebih cepat daripada perintah siapa pun. Qin Lang berdiri paling depan, satu tangan menahan Wang Yin agar tidak maju terlalu cepat, sementara tangan lain sudah menyentuh gagang pedang. Qin Yue memucat, Qin Lian menahan napas, Qin Lan menatap seperti orang yang mengenali mimpi buruk lama, dan Qin Mo bergerak setengah langkah ke samping untuk menjaga jalan keluar.Masalahnya tidak sederhana, karena Negeri Han menawarkan bantuan, tetapi Qin Lang curiga bantuan yang datang terlalu cepat selalu membawa ha

  • The Empress   6. Kunjungan

    Beberapa bulan kemudian, Qin Lang memutuskan untuk mengajak kedua anaknya berkunjung ke Kerajaan Ling. Li Yan, sepupu Wang Yin menikah dengan pangeran mahkota, Xiao Zixuan dan dia hendak membawa si kembar bertemu dengan bibi mereka.Barangkali bisa memberikan sedikit informasi yang lebih soal Wang Y

  • The Empress   5. Bukit Ying

    Setelah lelah membaca cerita yang dituliskan oleh Qin Lang, Qin Lian merasa mengantuk dan tertidur dengan kepalanya di atas buku tebal itu."Qin Lian apa yang kau lakukan?" Qin Yue terkejut mendapati adiknya malah mengiler di atas buku kesayangan ayah mereka itu."Kenapa? Aku kenapa?" tanya anak itu

  • The Empress   4. Pesona Pria Itu

    Sebelum, pernikahan Qin Lang dan Wang Yin dilaksanakan semua pihak merasa senang dan bahagia. Kecuali Liu Ji yang merasa dirinya lebih tampan dan gagah dibandingkan manusia es itu."Mengapa dia memilih pangeran biasa saja dibandingkan aku?!" teriak Liu Ji tidak terima dengan keputusan Wang Yin yang

  • The Empress   3. Seorang Pria dari Jauh

    Suasana kamar pangeran mendadak riuh, Qin Lian sibuk mencari baju zirahnya dan mengenakannya.Tak hanya itu, dia juga mengambil pedangnya yang diasah dan diukir mirip seperti milik ibunya, Pedang Hong.*Pedang Hong : merah sesuai dengan warna sarungnya."Qin Lian mau ke mana?" tanya Qin Qiu terkejut

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status