/ Pendekar / The Shadow: Rahasia Abadi / BAB 28 RUMAH SILUMAN HARIMAU PART II

공유

BAB 28 RUMAH SILUMAN HARIMAU PART II

last update 게시일: 2025-02-20 23:30:15

RUMAH SILUMAN HARIMAU PART II

Dalam ruangan tamu kediaman yang dipenuhi oleh lentera-lentera redup, hawa dingin tiba-tiba menyelimuti udara ketika Zhao Yunshi melangkah masuk. Tatapannya tajam, penuh kebencian yang tak tersamarkan, dan di tangannya, pedang es Bing Jian bersinar dalam kilauan biru yang mengancam.

"Zhu Shen Mei," suaranya terdengar seperti angin dingin yang menusuk, "kau telah mengganggu kehidupan kakakku terlalu lama. Hari ini, aku akan mengakhiri segalanya."

Zhu Shen Mei, yang
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 81 CERMIN KATA HATI

    Hutan Xilling sudah tertinggal jauh dibelakang saat rombongan Zhu Shen Mei berjalan menghadapi malam yang dingin. Ao Jun berjalan paling depan, memimpin jalan dengan tenang meski sesekali akan menoleh ke belakang memastikkan yang lain. Sementara Zhu Shen Mei dan Zhao Yunshi ada di barisan tengah, dan Zhao Yuan Shao ada di urutan paling belakang menjaga mereka dari serangan tiba-tiba. "Sekarang kita harus mendapatkan pusaka kedua," ucap Ao Jun yang tiba-tiba menghentikan langkah. Siluman naga itu menoleh ke rombongan dibelakangnya. Kening Zhu Shen Mei berkerut sebentar, tangannya memegang pusaka pertama didalam tasnya. "Pusaka apa lagi yang akan kita cari kali ini?" tanyanya dengan serius. Zhao Yuan Shao dan Zhao Yunshi secara kompak melangkah agar lebih dekat dengan keduanya. Mendengarkan dengan seksama petunjuk yang akan diberikan Ao Jun dalam perjalan mereka kali ini. Ao Jun menatap mereka satu persatu, sebelum menjelaskan dengan tenang. "Pusaka kedua, cermin kata hati atau Lij

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 80 PERJALANAN MENCARI PUSAKA DEWA

    Hutan Xilling semakin gelap saat rombongan Zhu Shen Mei masuk lebih dalam. Pohon-pohon berbagai jenis menjulang tinggi dengan cabang yang saling terjalin dan membuat suasana hutan semakin rindang. Cahaya matahari tertutup oleh dahan-dahan pohon, sehingga jalan seta[ak yang menjadi jalur perjalanan mereka hari ini tampak remang-remang. Aroma tanah yang basah bersampur dengan kabut tipis yang seakan muncul dari tanah itu sendiri, menjadi teman dalam perjalanan mereka. Zhu Shen Mei menggenggam erat tali tasnya, menahan perasaan aneh di dada. “Tempat ini… seolah ada sesuatu atau seseorang yang sedang mengamati kita,” gumamnya lirih.Ao Jun menoleh singkat, senyum tipis muncul di wajahnya. “Itu karena kita memasuki wilayah Mo Ling. Siluman kabut bisa menyatu dengan udara. Setiap langkahmu sudah ia dengar.”Zhao Yuan Shao langsung mendengus, berdiri sedikit lebih dekat pada Shen Mei. “Bagus. Kalau dia berani mendekat, aku akan cabik kabutnya sampai pecah seperti awan di musim panas.”“Kala

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 79 SEMBILAN PUSAKA DEWA

    Keheningan yang membekas dari janji Zhao Yuan Shao seolah membuat udara di kedai itu menjadi berat dan kental. Bahkan suara angin yang meniup gorden bambu terasa lebih lambat dari biasanya.Zhu Shen Mei menarik napas pelan, lalu mengalihkan pandangan, berusaha menyembunyikan matanya yang memerah. Tapi suara pelan Ao Jun segera menyentakkannya kembali.“Kalau begitu, dengarkan baik-baik. Pusaka pertama, Xingluo Zhenyu — Giok Penjaga Bintang. Disimpan di Kuil Bintang Sembilan di daerah utara Pegunungan Jiuyan.”Zhao Yunshi mengangkat alis. “Kuil itu sudah lama ditinggalkan manusia. Tak ada siapa pun yang bisa menembus kabut hitamnya, apalagi menyentuh pusaka di dalamnya.”“Tepat,” Ao Jun menyahut. “Karena yang menjaganya bukan sembarang siluman. Tapi Mo Ling, siluman kabut purba, yang sudah gila karena menjaga giok itu terlalu lama.”Zhao Yuan Shao menoleh pelan. “Berarti kita harus bertarung.”“Tidak selalu,” ujar Ao Jun sambil menatap Zhu Shen Mei. “Kadang, siluman tidak mencari perta

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 78 MENJEMPUT TAKDIR

    Siang itu, tepat seperti yang diperkirakan oleh Zhao Yuan Shao, Ao Jun benar-benar datang. Tepat ke kedai, dia sudah bersama dengan Bai Hu, adiknya. Mata pria siluman naga itu langsung tertuju pada Zhu Shen Mei yang mengekor dibelakang Zhao Yuan Shao. "Akhirnya kau datang juga, Ao Jun." Zhao Yuan Shao tersenyum miring, jenaka seperti biasa. Namun fokus Ao Jun bukan pada pria siluman itu, melainkan pada aura Zhu Shen Mei. Gadis itu tampak berbeda, pandangannya jauh lebih tajam dan tenang. "Tentu saja aku datang, untuk melihat sendiri kebangkitan sang dewi." Ao Jun berujar pelan, matanya tanpa kedip memperhatikan gadis itu. Zhao Yuan Shao mengikuti arah pandangan Ao Jun, pria siluman naga itu masih memperhatikan Zhu Shen Mei. "Jangan menatapnya terlalu lama, dia takut pada mu!" ketusnya kasar. Siluman harimau merah itu memang tidak suka, jika ada yang membuat Zhu Shen Mei tidak nyaman. Tapi yang paling jelas, Zhao Yuan Shao tidak ingin ada yang mendekati gadis itu. Ao Jun memutar b

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 77 REINKERNASI DEWI GUNUNG LI

    Zhu shen mei berkedip beberapa kali, kemudian menunjuk dirinya sendiri. “Maksud mu energi spiritual dalam diri ku?”“Benar, aku sudah mulai merasakan energi yang sangat familiar dari dalam tubuh mu. Kekuatan yang cukup besar juga meledak dari dalam diri mu sejak penyerangan siluman serigala Selatan,” jelas zhao yuan shao dengan tenang.Dan seperti biasanya, tanpa permisi tangan kanan pria siluman itu sudah menyelipkan beberapa helai rambut panjang zhu shen mei ke belakang telinga. Membuat darah zhu shen mei berdesir, lagi-lagi dia terhipnotis oleh sikap siluman besar itu.“Jadi… sudah tidak ada yang perlu diragukan lagi. Kau adalah reinkernasi dewi gunung li,” imbuh zhao yuan shao sembari tersenyum manis.Zhu shen mei menundukkan kepalanya, lalu menghela nafas panjang. Pandangannya menjauh dari zhao yuan shao, dia memilih menatap langit malam kota changsa yang tenang.“Ku kira tanda reinkernasi yang dikatakan ao jun waktu itu hanyalah omong kosong. Rupanya itu justru menjadi bagian da

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 76 MENYELESAKAN MISI, SATU PERSATU

    Napas Zhu Shen Mei masih belum teratur ketika ia menarik diri perlahan, menyadari betapa dekatnya wajah mereka barusan. Ujung jarinya gemetar saat menyentuh bibirnya sendiri—hangat, masih terasa jejak Zhao Yuan Shao di sana.“Yu-yuan Shao… aku—” Zhu Shen mei tidak bisa melanjutkan kalimatnya, dia hanya menjauhkan diri. Melepas tangan zhao yuan shao yang masih melingkari pinggangnya.Wajah Zhu Shen Mei memanas dia memalingkan muka buru-buru, mencoba menyembunyikan rona merah yang mulai menjalar sampai ke telinganya. Tapi tak bisa ia sembunyikan gelisah di matanya. Bukan hanya karena ciuman itu… tapi karena sesuatu di dalam dirinya sendiri yang ikut goyah.‘Apakah semua ini benar? Dan apakah boleh, hatinya bergetar saat dunia disekitar mereka dipenuhi bahaya’Batin Zhu Shen mmei bergejolak, ada banyak hal yang menghantam pikirannya sendiri.Zhao Yuan Shao tidak bicara. Tapi tatapannya masih tajam, menyelami wajah Zhu Shen Mei seperti ingin mengingatnya dalam setiap detail. Itu justru

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 62 BENANG MERAH DI DESA LIUYANG

    Setelah pertarungan usai dan kabut memudar, ketiganya duduk sejenak di beranda sebuah rumah kosong. Zhao Yunshi bersandar di tiang kayu, matanya terpejam, masih mengumpulkan kekuatan. Sementara itu, Zhu Shen Mei berdiri di halaman, membuka gulungan catatan roh miliknya, menulis cepat di permukaan k

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 61 ROH PERANTARA

    Zhao Yuan Shao menatap sekeliling, lalu mengangkat tangannya pelan. Ia membentuk mudra, mengalirkan sedikit energi spiritual ke udara. "Ada resonansi.” Wajahnya menegang. “Sesuatu menyerap roh di sekitar sini. Perlahan... dan sangat hati-hati. Bahkan roh tanaman dan hewan tak terasa.” Zhao Yunshi

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 58 KATA 'TERIMAKASIH' DARI HARIMAU PUTIH

    Cahaya pagi yang hangat menembus jendela kamar Zhao Yunshi, menerangi ruangan dengan sinar lembut. Aroma ramuan herbal masih samar tercium, bercampur dengan udara pagi yang segar. Di atas dipan, Zhao Yunshi mulai membuka matanya perlahan. “Ah, kau akhirnya bangun juga,” suara akrab itu terdengar

  • The Shadow: Rahasia Abadi    BAB 57 UNGKAPAN SNAG SILUMAN

    Malam semakin larut, tapi Zhu Shen Mei belum juga tidur. Ia duduk di teras kamarnya, tubuhnya disandarkan pada tiang kayu, sementara tatapannya mengarah ke langit malam yang dipenuhi bintang. Angin berhembus lembut, menggoyangkan ujung jubahnya yang masih berdebu setelah perjalanan panjang ke Gunun

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status