Share

Menikah!?

last update Last Updated: 2026-02-12 15:03:24

“M-menikah?”

Mata Castella membulat sempurna setelah mendengar jawaban yang diberikan Othinel padanya. 

“Apa kau keberatan?”

“T-tidak, Yang Mulia!” 

“Lalu kau setuju untuk menikah denganku?” 

Castella terdiam sejenak.

Ia baru sadar, tawaran itu mungkin tak akan didapatkannya lagi, apalagi ia akan terbebas dari perjodohan bersama Damian jika menikah dengan Othinel. 

Ini sesuai dengan rencananya.

“Ya… saya setuju,” jawab Castella pelan. 

Othinel mengangguk, ia kembali menarik lembut tangan Castella.

“Kalau begitu, mari kita urus pernikahan itu sekarang.”

“S-sekarang?” Ia terkejut lagi.

“Berhubung di Istana, aku akan meminta izin raja secara langsung.”

Castella tertegun. Ia membiarkan Othinel menuntunnya menuju singgasana raja.

Dalam semalam, pernikahan itu pun terjadi dengan cepat.

Dengan pengaruhnya, Othinel dengan mudah mendapatkan izin kerajaan.

Kemudian ia membawa Castella ke gereja dan mengucap sumpah pernikahan di hadapan pastor.

Di dalam mobil yang membawanya ke kediaman Marquess, jantung Castella tak berhenti berdebar.

Pernikahannya lima kali gagal sebelumnya, tapi dengan mudahnya selesai bersama Othinel.

Ia memandangi wajah tampan Othinel di sisinya.

“Kenapa? Kau menyesalinya?” Othinel tiba-tiba membuka suara.

Castella segera mengalihkan muka karena sudah ketahuan memandanginya. “Tidak, Yang Mulia.”

“Suami,” koreksi Othinel, membuat Castella mengerjap pelan. “Aku suamimu sekarang. Bukan ‘Yang Mulia’. Panggil aku dengan benar.”

Wajah Castella sontak memerah.

“Baik… Suamiku,” ucapnya pelan.

Setelah sampai di kediaman Marquess, para pelayan membantu Castella membawa barang-barangnya.

Jantungnya tak berhenti berdebar kencang. Ini benar-benar terjadi. Ia telah menjadi istri Marquess.

***

Dalam sekejap, berita Castella dan Othinel sudah memenuhi halaman utama pada semua surat kabar di seluruh wilayah kerajaan. 

Namun seminggu setelahnya, berita-berita itu mulai terdengar tak masuk akal. 

“Hubungan gelap sang tangan kanan Raja bersama anak mendiang Baron kini berakhir dengan pernikahan.”

Castella mengerutkan alis saat membaca judul berita utama pada koran yang masuk hari ini, bibirnya berdecik pelan.

“Ada berita aneh lagi, Nyonya?” Maria ikut menimbrung. 

“Surat kabar ini memberitakan bahwa aku memiliki hubungan gelap bersama Marquess Othinel saat masih bertunangan dengan Damian.”

“Beritanya tidak bermutu, Nyonya. Sebaiknya kita harus berhenti membaca koran beberapa hari ke depan,” ucap Maria.

Castella mengangguk setuju dan menghela napas pelan.

“Padahal, setelah menikah pun aku tak pernah bertemu dengan suamiku…” gumam Castella pelan seraya memejamkan matanya. 

Othinel sang kepercayaan raja, sudah pasti memiliki tanggung jawab lebih banyak dibanding bawahan raja lainnya.

Di malam setelah pernikahan, ia juga pergi untuk bertugas.

Tapi Castella tidak keberatan. Lagipula, yang ia butuhkan adalah statusnya.

Maria menatap Castella lamat-lamat. “Nyonya… merindukan Tuan Othinel, ya?” 

Castella langsung tersentak, ia segera memperbaiki posisi duduknya agar lebih tegap.

“Aku? Tentu saja tidak!” elak Castella cepat.

“Benarkah?” tanya Othinel.

Tubuh Castella menegang setelah suara Othinel tiba-tiba muncul entah dari mana, ia langsung menoleh. 

Othinel sudah berdiri di belakangnya sejak tadi, bahkan pria itu mendengar percakapan Castella dan Maria. 

“K-kau? Sejak kapan pulangnya?” 

“Apa begitu cara menyambut suami yang baru pulang dari dinas panjang?” 

Othinel berdiri tegap dengan balutan seragam militer lengkap, tampak maskulin dan gagah.

Rambutnya yang sedikit acak lebih memancarkan aura ketampanannya, apalagi dengan janggut tipis yang menutupi rahangnya yang tegas itu.

Wanita mana yang tak akan terpesona dengan pesona Othinel?

Setidaknya itu yang sedang dirasakan oleh Castella saat ini. 

“Kau dengar?” ulang Othinel saat Castella tak kunjung merespon ucapannya. 

Castella masih tak percaya pria ini adalah suaminya sekarang.

“Castella. Kau mendengarkanku atau tidak?” Othinel mendekat, menaruh telapak tangannya di kening Castella. 

Namun sentuhan tangan Othinel menarik Castella kembali dari pikirannya, wanita itu segera berdiri. 

“A-apa? Bisa ulangi?” ucapnya tergagap.

Othinel terdiam, sudut bibirnya berkedut pelan.

Ia menggeleng sebelum melirik ke arah Maria. “Lupakan. Siapa ini?” 

“Maria, pelayan pribadiku.” 

“Apa pelayan yang kusediakan tidak cukup?” 

“Bukan tak cukup, kau bilang aku boleh membawa semua hal yang kubutuhkan ke sini. Aku membutuhkan Maria, jadi aku membawanya.” 

Othinel mengangguk. “Baiklah, lakukan apapun yang kau mau.” ucapnya tenang. “Mintalah padanya untuk mempersiapkan dirimu sekarang.”

Castella mengangkat kedua alisnya. “Untuk apa?”

“Aku sudah berjanji pada keluargaku untuk membawamu makan malam, sekaligus menginap di mansion keluargaku hari ini,” jawab Othinel.

Castella terdiam, matanya membulat sempurna.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Tuan Marquess Ingin Menikahiku   Strategi mendapatkan hati orang tua Othinel: bagian 4

    “Kau ingin ikut berburu!?” Helaan napas kasar terhembus dari bibir Marcus saat mendapat respon anggukan antusias dari Castella. “Kau ingin ikut berburu denganku, saat ini juga!?” ulangnya tampak frustasi. “Iya, Tuan Marcus. Saya dengar, sore hari menjelang malam adalah waktu yang tepat untuk berburu,” ucap Castella. Namun, alih-alih setuju, Marcus malah memberikan tatapan tajam pada Castella, karena pria itu sebelumnya sangat yakin bahwa Castella hanyalah anak manja. Lagipula, lady macam apa yang pergi beburu?Ia masih berpikir alasan mengapa Othinel mau menikahi Castella tanpa meminta izin pada keluarga adalah karena wanita itu memaksa anaknya untuk menikahinya. Mungkin menjebaknya dengan licik, seperti yang diberitakan di koran-koran.Meski bukan ia yang memaksa menikah, Castella sebenarnya salah satu wanita yang cukup tangguh dan memiliki kegemaran yang cukup ekstrim, karena dirinya selalu mengekori mendiang ayahnya sejak kecil.Maka dari itu, Castella memilih menunjukkan bahwa

  • Tuan Marquess Ingin Menikahiku   Strategi mendapatkan hati orang tua Othinel: bagian 3

    “Jadi seluruh berita itu benar? Kalian benar-benar punya hubungan gelap?” seru Emily.Castella segera mendelik pada Othinel.Tatapannya kini seolah bertanya mengenai maksud dari ucapan suaminya barusan. Apa ini rencananya?Mereka seharusnya di sini untuk mengambil hati orang tuanya, bukannya memberikan kabar horor itu. Seolah menuang minyak ke dalam api!Tetapi Othinel seolah tak peduli pada reaksi orang-orang, ia hanya duduk sambil memandangi semua orang di meja makan, sepersekian detik kemudian ia meraih tangan Castella seraya mengelusnya pelan.“Maaf… Itu bisa terjadi karena kami saling mencintai,” seru Othinel pelan kemudian beralih menatap kedua orang tuanya dengan mata yang dipenuhi penyesalan.Emily memandangi dengan seksama, seolah sedang mencari puing-puing kebohongan dari gelagat Othinel. Namun dalam pikiran wanita tua itu, Othinel adalah anak yang terlalu sempurna untuk menjadi seorang penipu. Ia juga tak pernah mendapati anaknya itu berbohong bahkan pada kondisi yang memu

  • Tuan Marquess Ingin Menikahiku   Strategi mendapatkan hati orang tua Othinel: bagian 2

    Castella ikut menoleh. Othinel baru saja seolah sengaja berkata demikian agar pelayan itu juga memperhatikan Castella yang sejak tadi diabaikannya.Dengan gerakan kaku karena terpaksa, pelayan itu menolehkan kepalanya ke arah Castella untuk menawarkan handuk hangat.“Nyonya… ingin handuk hangat?” tawarnya.Castella tersenyum sopan. “Tidak, terima kasih. Aku tak membutuhkannya.” Pelayan itu berusaha mempertahankan senyumnya, tetapi dari ekspresinya itu Castella dapat merasakan ketidaksukaan yang pelayan itu sembunyikan. Tentu saja ia tak bisa terang-terangan menunjukkannya pada wanita yang sudah menjadi nyonya dari tuannya.“Baik. Nyonya dan Tuan Patton sedang bersiap untuk pergi ke ruang makan, mari saya antar,” jawabnya sopan.Pelayan itu kemudian menunduk sopan sebelum menunjukkan jalan ke ruangan lain.Di belakangnya, Castella berbisik pelan kepada Othinel. “Orang-orang di sini sepertinya tak menyukaiku.”“Tak usah hiraukan para pelayan, yang terpenting kau harus meluluhkan hati

  • Tuan Marquess Ingin Menikahiku   Strategi mendapatkan hati orang tua Othinel: bagian 1

    “Ada masalah?” Alis pria itu terangkat sebelah, matanya mulai tampak menelisik ke arahnya.Castella menggeleng sambil menimang dengan lirih.“Kau sendiri tahu bahwa pernikahan kita tidak dihadiri oleh keluargamu, itu berarti mereka tidak setuju, kan? Lalu, kalau aku menampakkan batang hidungku di hadapan mereka…” Castella sengaja menggantung ucapannya, ia menatap penuh harap kepada suaminya agar pria itu mau membatalkan janji pada keluarganya. “Tidak bisa,” sela Othinel tegas. “Karena mereka tidak setuju, mau tak mau kita harus meminta mereka untuk menerima pernikahan ini.”Castella terdiam lagi. Tak ada hal lain yang bisa ia lakukan agar dapat menghindar dari pertemuan bersama keluarga Othinel.Lagipula, untuk meluruskan masalah, yang paling utama perlu dimulai dari keluarga.Beberapa jam pun berlalu, langit perlahan mulai tercoreng dengan warna jingga dan ungu. Othinel sudah siap dengan baju yang tidak seformal pakaian untuk pekerjaan dinasnya.Castella keluar dengan terusan bir

  • Tuan Marquess Ingin Menikahiku   Menikah!?

    “M-menikah?”Mata Castella membulat sempurna setelah mendengar jawaban yang diberikan Othinel padanya. “Apa kau keberatan?”“T-tidak, Yang Mulia!” “Lalu kau setuju untuk menikah denganku?” Castella terdiam sejenak.Ia baru sadar, tawaran itu mungkin tak akan didapatkannya lagi, apalagi ia akan terbebas dari perjodohan bersama Damian jika menikah dengan Othinel. Ini sesuai dengan rencananya.“Ya… saya setuju,” jawab Castella pelan. Othinel mengangguk, ia kembali menarik lembut tangan Castella.“Kalau begitu, mari kita urus pernikahan itu sekarang.”“S-sekarang?” Ia terkejut lagi.“Berhubung di Istana, aku akan meminta izin raja secara langsung.”Castella tertegun. Ia membiarkan Othinel menuntunnya menuju singgasana raja.Dalam semalam, pernikahan itu pun terjadi dengan cepat.Dengan pengaruhnya, Othinel dengan mudah mendapatkan izin kerajaan.Kemudian ia membawa Castella ke gereja dan mengucap sumpah pernikahan di hadapan pastor.Di dalam mobil yang membawanya ke kediaman Marquess

  • Tuan Marquess Ingin Menikahiku   Semua bantuanku ada harganya!

    Marquess Othinel adalah pemimpin wilayah berbahaya yang terpencil dari kerajaan, sekaligus orang kepercayaan Raja Desmond. Baru-baru ini ia menyelesaikan tugas diplomasi ke kerajaan wilayah Utara yang terkenal sangat berbahaya.Prestasi itulah yang menjadi alasan mengapa Raja Desmond mengadakan pesta khusus untuk menyambut kepulangan Marquess Othinel di aula Istana. Pria terhormat, tak tersentuh, tangan kanan sang raja. Seolah melihat tambang emas di depan mata, Castella tanpa sadar malah mengajak pria itu berdansa dengannya. Yang jelas, sepersekian detik setelah Castella mengajak Marquess Othinel berdansa, wanita itu mulai menyesali tindakannya tersebut. Orang-orang yang menatapnya tak percaya mulai berbisik-bisik. Tak pernah ada wanita yang berani mengajak Marquess Othinel berdansa.Namun tubuh pria itu segera bergerak mendekat ke arah Castella, hingga jarak keduanya cukup dekat, nyaris membuat Castella melangkah mundur.“Tentu.”Ucap Othinel singkat, datar dan dingin. Tapi bena

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status