Share

BAB 312

Author: Rainina
last update publish date: 2026-08-22 15:26:01

Nicholas menatap Emily dan lembar hasil USG di tangannya secara bergantian dengan gerakan lambat. Matanya mengerjap beberapa kali, seolah pikirannya masih tak mampu memproses apa yang baru saja ia lihat dan dengar.

"Emily, kau... kau tidak sedang bercanda denganku, kan?" tanya Nicholas, suaranya terdengar bergetar pelan.

Emily dapat melihat dengan jelas bahwa ada sesuatu yang begitu rapuh dari reaksi suaminya saat ini. Mata kelam Nicholas memancarkan ketidakpercayaan yang diwarnai oleh harapan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   EXTRA

    Suasana di dalam ruang kerja CEO itu terasa sangat kontras dengan hiruk-pikuk pusat kota di balik jendela kaca.Daniel duduk bersandar di kursi kebesarannya. Sebelah tangannya memegang sebuah dokumen, sementara tangannya yang lain melingkar protektif menahan tubuh mungil seorang anak laki-laki berusia dua tahun yang tengah duduk di pangkuannya.Anak laki-laki itu tampak sangat mengantuk. Mata bulatnya sesekali mengerjap lambat, sebelum akhirnya ia menyandarkan kepalanya yang berambut ikal ke dada bidang Daniel, mencari kehangatan."Kau mengantuk, hm, Jagoan?" bisik Daniel dengan suara yang sangat pelan dan lembut, meletakkan dokumennya ke atas meja.Ia menepuk-nepuk pelan punggung putranya. Anak laki-laki itu hanya menggumam pelan, merespons dengan mengeratkan pegangan tangan mungilnya pada kemeja Daniel.Cklek.Pintu ruangan terbuka tanpa ketukan. Mark melangkah masuk dengan santai, menenteng sebuah map hitam tebal. Melihat sahabatnya sedang menidurkan anak, Mark langsung menurunkan v

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 326 (TAMAT)

    Pesta pernikahan Diana dan Chris akhirnya perlahan mulai memasuki penghujung acara. Setelah memastikan sahabatnya itu baik-baik saja, Emily memutuskan untuk kembali ke presidential suite hotel yang telah mereka sewa.Satu jam yang lalu, Nicholas memang terpaksa pamit lebih dulu dan membawa Selena kembali ke kamar. Putri kecil mereka yang kini sudah menginjak usia dua tahun itu mulai merasa bosan dan rewel. Melihat itu, Nicholas langsung menggendong Selena keluar dari ballroom.Cklek.Emily membuka pintu kamar hotel dengan pelan, berniat tidak menimbulkan suara bising jika putrinya sudah tertidur. Namun, begitu ia melangkah masuk ke ruang tengah suite tersebut, rentetan protes langsung menyambutnya."Selena, itu mata Daddy. Daddy tidak bisa melihat kalau kau menutupnya dengan dinosaurus hijau itu.""Nda! Cini! Di mata Dadi! Aummm!""Tapi kau menempelkannya di alisku, Sayang. Bukannya kau bilang mau menempelkannya di pipi?""Diem, Dadi!"Emily menutup mulutnya dengan kedua tangan, menah

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 325

    Mendengar pengakuan yang begitu jujur dan tulus itu, dada Nicholas bergemuruh hebat. Rasa cinta yang membuncah membuatnya nyaris tak bisa berkata-kata. Ia menundukkan wajahnya, mengecup dahi Emily dengan sangat dalam dan lama."Kau adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku, Emily," bisiknya parau. "Aku berjanji, aku akan selalu memastikan kau dan Selena tidak akan pernah merasa sendirian atau terbebani."Namun, momen romantis yang tenang itu mendadak terhenti.Selena yang masih berada dalam dekapan Emily tiba-tiba menangis kecil. Tangannya yang mungil mengepal dan menggeliat protes, melepaskan isapannya seolah menyadari bahwa kedua orang tuanya tengah sibuk dengan dunia mereka sendiri.Nicholas sontak tertawa pelan, ia mengulurkan tangannya yang besar, mengelus lembut kepala mungil putrinya."Hei, hei, jangan marah. Mommy dan Daddy tidak melupakanmu, Tuan Putri," goda Nicholas pada Selena yang masih menatap mereka dengan mata berair. "Tentu saja kau juga yang terbaik. Kau t

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 324

    Emily berdiri dalam diam di ambang pintu, menahan napasnya agar tidak merusak momen berharga di hadapannya. Ia hanya mengintip dari celah pintu yang terbuka sebagian, membiarkan matanya merekam setiap detail dari pemandangan yang menghangatkan hatinya itu.Nicholas, pria yang selalu terlihat kaku dan tak tersentuh oleh siapa pun di luar sana, kini mengayunkan tubuhnya dengan ritme yang sangat lambat dan lembut. Tangannya yang besar menopang tubuh mungil Selena, putri mereka, dengan penuh kasih sayang."Ssst... putri Daddy sudah bangun, hm?" bisik Nicholas. "Kenapa matamu terbuka lebar sekali di jam segini, Selena? Kau tidak mengantuk?"Selena kecil hanya menggeliat di dalam gendongannya, mengeluarkan suara gumaman pelan, "Nghhh...""Iya, Daddy tahu. Kau pasti bosan, kan?" Nicholas terkekeh pelan, menunduk untuk mengecup ujung hidung putrinya. "Tapi sekarang masih terlalu malam untuk bermain. Kau harus memejamkan mata lagi."Bibir mungil Selena mulai melengkung ke bawah. Wajahnya mem

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 323

    Cahaya putih yang menyilaukan itu perlahan memudar, berganti dengan bayangan buram langit-langit ruangan yang putih bersih. Bau khas obat-obatan dan antiseptik kembali memenuhi indera penciuman Emily. Suara mesin pemantau detak jantung terdengar berbunyi dengan ritme yang teratur di samping telinganya."Emily... Emily, kumohon, buka matamu."Sebuah suara bariton yang serak dan bergetar hebat memanggil namanya berulang kali.Kelopak mata Emily terasa sangat berat, namun ia memaksa dirinya untuk merespons suara itu. Pandangannya yang semula kabur perlahan mulai fokus. Hal pertama yang langsung menyita seluruh pandangannya adalah wajah Nicholas yang berada begitu dekat dengannya.Pria itu terlihat sangat kacau dan berantakan. Wajahnya yang biasanya selalu memancarkan ketegasan, arogansi, dan aura sedingin es, kini terlihat sepucat kertas. Kantung matanya menghitam, rambutnya berantakan, dan jejak air mata terlihat sangat jelas membasahi pipi pria itu. Tangan besarnya menggenggam erat t

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 322

    "Apa... apa yang kau mau?!" seru Emily dengan suara bergetar. Emily yang asli menatapnya dengan senyuman yang begitu teduh. "Kau tidak perlu takut padaku, Emily.""Bagaimana aku tidak takut?!" teriak Emily, air mata seketika menggenang di pelupuk matanya. Kepanikan yang luar biasa mencekik lehernya. "Kau adalah pemilik asli tubuh ini! Apa kau datang untuk menyingkirkanku sekarang?!"Emily yang asli hanya terdiam, menatap dengan sorot mata yang penuh pengertian."Aku mohon padamu..." tangis Emily akhirnya pecah. Ia meremas gaunnya sendiri dengan putus asa, kakinya terasa lemas hingga ia nyaris bersimpuh di lantai. "Apakah setelah aku akhirnya benar-benar mencintai Nicholas... setelah aku berjuang melahirkan anak kami, sekarang aku akan disingkirkan dari sini?"Emily terisak hebat, ketakutan terbesarnya selama ini akhirnya menjadi kenyataan."Kau akan membuang jiwaku kembali ke duniaku dan mengambil alih hidup bahagia ini saat semuanya sudah membaik, kan?" lanjut Emily dengan suara se

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 5

    Mendengar perkataan Emily, batas kesabaran Nicholas seolah putus. Pria itu bergerak mendekat dan menarik sebelah lengan Emily dengan kuat, membuat wanita itu meringis tertahan."Berapa kali harus kukatakan padamu bahwa itu hanya salah paham?!" desis Nicholas tajam, wajahnya kini hanya berjarak bebe

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 4

    Suara bariton Nicholas yang berat dan dingin membuat keheningan di ruang makan itu terasa semakin mencekam. Tidak ada satu pun yang berani menjawab. Tuan Spencer yang sejak tadi tidak peduli pun kini ikut memperhatikan pria itu.Hanya Nyonya Spencer yang wajahnya seketika berbinar lega melihat keda

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 3

    Gerakan tangan Emily seketika terhenti. Pisau di tangannya mengambang di udara selama beberapa detik. Anak? Dengan Nicholas? Pria yang hari ini menatapnya seolah ia adalah hama pengganggu?Emily harus menahan diri agar tidak tertawa ironis di depan ibu mertuanya. Ia menatap Nyonya Spencer, membalas

  • Tuan Pengacara, Istrimu Menggugat Cerai   BAB 2

    Untuk beberapa detik, Nicholas hanya menatapnya. Lalu, perlahan sudut bibir pria itu terangkat, membentuk sebuah senyum dingin yang nyaris mengejek."Sejak kapan kamu mulai memakai cara murahan seperti ini untuk mencari perhatian?" Tatapannya menelusuri wajah Emily dengan penuh tekanan, seolah seda

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status