Short
Konser yang lepas kendali

Konser yang lepas kendali

By:  RichyCompleted
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
7Chapters
4views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Aku mohon, Kak. Berhenti, aku nggak kuat lagi." Di konser yang penuh sesak itu, seorang pria berdiri persis di belakangku dan terus menekan bokongku. Sialnya, hari ini aku pakai rok mini sebatas pantat, sedangkan di dalamnya cuma pakai celana dalam model thong. Pria itu bahkan mengangkat rokku dan menempel kuat pada pantatku. Suasana makin heboh, seseorang di depanku menabrakku sampai aku mundur selangkah. Tubuhku mendadak menegang, rasanya seperti ada sesuatu yang tiba-tiba masuk…

View More

Chapter 1

Bab 1

Namaku Sari Indara, seorang gadis yang sangat menyukai idolaku.

Demi menarik perhatian sang idola, aku berdandan semaksimal mungkin agar terlihat mencolok dan menarik.

Aku mengenakan atasan terbuka, sebagian dadaku tampak jelas dan bergerak lembut setiap aku melangkah.

Di bawahnya, aku memakai rok mini sebatas panggul serta sepasang stocking putih yang menonjolkan bentuk kakiku.

Namun, sesampainya di lokasi, aku baru menyadari bahwa konser itu begitu padat hingga aku terasa seperti daun kecil yang terhanyut di tengah kerumunan.

Idolaku sama sekali tidak mungkin melihatku di antara ribuan orang.

Aku menjulurkan leher dan berteriak, "Sayang, tidur sama aku!"

Tidak kusangka, teriakanku tidak menarik perhatian sang idola, justru seorang pria mesum yang mendengar suaraku!

Sejak itu, aku merasakan seorang pria berdiri tepat di belakangku, tubuhnya sesekali menyentuhku.

Awalnya aku tidak terlalu memperhatikan hal itu.

Dalam konser seramai ini, gesekan antar tubuh memang hal yang tidak bisa dihindari.

Tetapi lama-kelamaan, aku merasakan tekanan keras pada bagian bokongku.

Aku mengira itu tangannya yang tidak sengaja tersentuh karena posisi kami terlalu rapat.

Aku bahkan menoleh dan meminta maaf, "Maaf ya, tadi nggak sengaja nyenggol."

Pria itu tampak terkejut sesaat, lalu menunjukkan senyum yang membuatku curiga.

"Nggak apa-apa, aku nggak keberatan."

Namun, ketika aku kembali menatap panggung, dia kembali menekan tubuhnya bahkan jauh lebih kuat.

Fokusku sepenuhnya tertuju pada idolaku, membuatku tidak memikirkan perilakunya.

Pria itu makin berani. Dia mengangkat rokku lagi dan menempelkan tubuhnya pada pantatku.

Aku hanya memakai thong tipis, membuat bagian belakangku hampir tidak terlindungi.

Kulitku bersentuhan langsung dengan jari-jari pria itu.

Saat itu aku baru benar-benar menyadari bahwa keadaan sudah tidak wajar.

Jari itu terasa sangat panas dan jauh lebih besar daripada seharusnya.

Itu jelas bukan jari...

Kepalaku terasa seperti meledak ketika akhirnya memahami apa yang terjadi.

Selama 20 tahun hidup, ini pertama kalinya aku mengalami gangguan seperti itu dari seorang pria.

Tubuhku dipenuhi rasa takut yang kuat, membuatku ingin segera menjauh.

Namun, konser itu dipenuhi ribuan orang, tidak ada ruang untuk bergerak.

Aku benar-benar tidak punya jalan untuk melarikan diri.

Aku hanya bisa menegangkan tubuh, berusaha melawan rasa takut yang menekan dari dalam diri.

Tanpa sengaja, posisi tubuhku membuat bagian belakangku menjepit "jari" pria itu.

Sensasi aneh pun muncul, membuat seluruh wajahku memanas.

Aneh sekali, karena perasaan itu tidak sepenuhnya membuatku tidak nyaman, dan entah kenapa di hatiku muncul rasa menantikan.

Pria di belakangku tampak makin berani karena reaksi tersebut.

Dia berusaha mati-matian untuk masuk ke dalam, bahkan ritme masuk dan keluarnya makin terasa.

Aku masih seorang mahasiswi polos, tapi situasi yang terjadi membuatku diperlakukan secara tidak pantas oleh pria asing di tempat ramai.

Rasa malu menyergapku begitu kuat. Aku ingin menangis, tapi suaraku sama sekali tidak bisa keluar.

Lebih buruk lagi, thong yang kupakai terdorong hingga menekan kulitku. Ini menimbulkan rasa geli yang menjalar ke seluruh tubuh seolah sedang dirayapi semut.

Tanpa sadar aku mengeluarkan suara kecil yang memalukan, lalu buru-buru menahan napas agar tidak terdengar lagi.

Musik keras dan teriakan para penonton menutupi seluruh suaraku. Tidak ada seorang pun yang menyadari apa yang terjadi padaku.

Sensasi itu makin dalam, seolah menyentuh bagian terdalam hatiku.

Aku menggigit bibir, keringat dingin mengalir di punggung, pikiranku terus terombang-ambing antara rasa malu dan perasaan aneh yang membuatku gemetar.

Jika ini terus berlanjut, aku merasa tubuhku mungkin tidak mampu bertahan.

Aku memaksa diri menoleh, menatap pria di belakangku.

"Aku mohon, Kak. Berhenti, aku nggak kuat lagi."
Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
7 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status