Share

Tunangan yang Termakan Tipu Daya Asistennya
Tunangan yang Termakan Tipu Daya Asistennya
Author: Emerald

Bab 1

Author: Emerald
"Kak Penny, Pak Adrian butuh proposal proyek ini segera, jadi mohon merepotkan kamu ya. Harus selesai sebelum jam pulang kerja."

Asisten Adrian, Imelda, tersenyum manis sambil melempar setumpuk dokumen tebal ke meja kerjaku.

Aku menerimanya dengan sikap yang sudah terbiasa. "Baik."

Namun, Imelda seolah belum puas. Dia kembali tersenyum dan berkata, "Nanti malam aku dan Pak Adrian masih ada jamuan. Setelah selesai, Kak Penny tinggal taruh saja di meja Pak Adrian. Oh iya, sebelum pulang jangan lupa sekalian bantu bersihkan kantor Pak Adrian."

Setelah itu, dia melangkah pergi dengan sepatu hak tinggi, punggungnya dipenuhi suasana hati yang begitu gembira. Tatapan rekan-rekan kerja padaku penuh rasa iba, bahkan mereka tampak tidak tahu bagaimana harus menghiburku.

Semua orang tahu, Adrian adalah tunanganku, tetapi dia sangat memihak asistennya, Imelda.

Dulu, dia bukan hanya merekrut Imelda dari perusahaan lain dan langsung menempatkannya sebagai kepala divisi proyek. Bahkan, proyek bernilai puluhan miliar yang kutarik sendiri selama satu bulan dan kukerjakan lembur lebih dari sebulan hingga hampir selesai, malah diserahkan kepadanya.

Aku tidak terima. Adrian lalu memutuskan kepemilikan proyek itu lewat pemungutan suara terbuka. Dia mengira semua orang akan mendukungnya, tetapi hasilnya justru sebaliknya. Semua orang memberikan suara kepadaku. Di tangan Imelda, hanya ada satu suara yang menyedihkan, yaitu suara Adrian sendiri.

Adrian langsung murka dan menuduhku membentuk keberpihakan di perusahaan. Dia bukan hanya tidak mengembalikan proyek itu kepadaku, bahkan terang-terangan mencopot jabatanku dan memotong gaji semua rekan yang mendukungku.

Semua orang marah, tapi tak berani bersuara.

Setelahnya, Adrian meminta maaf dan menjelaskan bahwa dia ingin menghindari konflik kepentingan, takut Imelda dikucilkan oleh rekan-rekan lain. Awalnya aku percaya pada ucapannya. Sekarang, aku hanya merasa itu menggelikan.

Kemampuan kerja Imelda bahkan tidak sebanding dengan para pegawai magang yang baru masuk.

Apakah ini benar-benar menghindari konflik, atau murni keberpihakan? Semua rekan kerja bisa melihatnya dengan jelas, hanya dia sendiri yang menolak mengakuinya.

Terdengar suara langkah dari lantai atas. Aku mengangkat kepala dan melihat sosok tinggi Adrian muncul di ujung tangga. Dia hanya melirik sekilas ke arah sini, lalu pergi tanpa menoleh lagi. Dia sudah berganti setelan jas kasual. Aroma parfum cedar yang khas masih samar-samar tercium di ruangan ini.

Adrian sebenarnya tidak suka memakai parfum, tetapi botol itu adalah hadiah dari Imelda. Aku tahu, dia melakukannya dengan sengaja. Selama bertahun-tahun ini, hal seperti itu sudah sering terjadi.

Awalnya, semua bermula karena aku menemukan riwayat percakapan Adrian dan Imelda yang saling mengucapkan selamat malam. Aku tidak bisa menahan diri untuk tidak menanyainya beberapa kali.
Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Tunangan yang Termakan Tipu Daya Asistennya   Bab 12

    Mendengar itu, Adrian tertegun."Setelah kita rujuk, perusahaan itu akan menjadi aset bersama kita. Nggak ada alasan untuk ragu dalam melindungi hak yang sah."Aku menyelipkan ponsel itu ke tangannya. Namun, Adrian lama sekali tidak menekannya."Penny, Imelda masih muda. Meskipun dia nggak punya jasa besar untuk perusahaan, setidaknya dia sudah banyak berkorban.""Kalau begitu, gimana denganku?" Aku menatapnya dengan senyuman mengejek. "Jadi, penderitaan dan kerugian yang kualami dulu, kamu anggap nggak pernah terjadi begitu saja?""Lagi pula, sekarang dia masih bebas di luar sana. Gimana aku bisa menjamin kamu nggak terlibat lagi dengannya? Kalau kamu mengirimnya masuk penjara, aku baru bisa bersamamu tanpa rasa khawatir."Aku berbisik pelan di dekat telinganya, seperti bisikan iblis.Adrian membelalak menatapku. Kata-kata itu seolah-olah memberinya keberanian. Dia menarik napas dalam-dalam, menggertakkan gigi, lalu menekan tombol sambung."Halo ...."Namun, tepat saat sambungan terhu

  • Tunangan yang Termakan Tipu Daya Asistennya   Bab 11

    "Ngapain kamu ke sini lagi?" Aku memandangnya dengan tenang, seperti sedang melihat orang asing.Adrian tampaknya juga menyadarinya. Dia mengatupkan bibirnya, cukup lama sebelum akhirnya berkata, "Penny, aku sudah putus dengan Imelda. Aku sudah memikirkannya lagi. Aku bersedia meninggalkan segalanya dan ikut kamu ke luar negeri.""Aku tahu kamu masih marah padaku, tapi aku sudah tahu aku salah. Aku akan cari cara untuk menangani perusahaan di dalam negeri, lalu melupakan semuanya. Kita mulai lagi dari awal."Aku menatap sorot matanya yang terlihat teguh, hanya merasa geli. "Kamu memang mau cari cara menangani, atau perusahaanmu memang sudah akan mengumumkan kebangkrutan dan likuidasi?"Meskipun aku sudah tidak lagi memperhatikan urusan Adrian, rekan kerja yang sebelumnya berteman denganku masih sesekali mengajakku mengobrol. Dia memberitahuku bahwa tidak lama setelah aku pergi, proposal yang ditangani Imelda mengalami masalah serius dan membutuhkan ganti rugi dalam jumlah besar.Karena

  • Tunangan yang Termakan Tipu Daya Asistennya   Bab 10

    "Penny, sungguh, aku benar-benar kalah olehmu. Kamu harus tahu, ini pertama kalinya aku mengalah pada seorang perempuan. Kamu boleh bergembira dalam hati. Kesabaranku pada Imelda bahkan nggak sampai sepersepuluh dari kesabaranku padamu ...."Melihat Adrian hendak kembali berbicara dengan penuh semangat, aku menyela, "Kamu salah paham."Aku mengambil dokumen di sampingku, lalu menunjukkannya ke arah kamera. "Aku sudah berimigrasi. Aku nggak akan kembali lagi."Saat telepon ditutup, Adrian di seberang layar tampak seperti belum bereaksi. Seluruh tubuhnya membeku di tempat, bahkan kotak cincin di tangannya terjatuh ke lantai.Namun, aku tahu dia bisa mencerna semuanya dan juga bisa menyesuaikan diri dengan cepat. Sejak dia berkali-kali menyulitkanku demi membela Imelda, seharusnya dia sudah memikirkan bahwa hari ini akan tiba.Urusan Adrian kali ini tidak lagi memengaruhiku. Aku menyingkirkan panggilan itu dari benakku dan mencurahkan seluruh perhatian pada penelitian.Mungkin karena meny

  • Tunangan yang Termakan Tipu Daya Asistennya   Bab 9

    Seiring berjalannya waktu, minatnya berubah lagi dan lagi. Sementara aku, dalam penelitian yang kulakukan hari demi hari, justru semakin tenggelam dan semakin sulit melepaskan diri.Selama bertahun-tahun ini, meskipun aku selalu berada di perusahaan Adrian, mengerjakan pekerjaan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan robot, di waktu luang aku tetap memperhatikan perkembangan di bidang itu. Karena itu, saat kembali meneliti, aku tidak merasa terlalu kesulitan.Di tengah waktu itu, Adrian kembali mengirimiku beberapa pesan. Intinya, dia tetap tidak percaya bahwa aku benar-benar akan meninggalkannya dan beberapa kali mencoba menawarkan jalan kembali. Namun, aku tidak membalas.Kemudian, Adrian mengirimiku beberapa foto lagi. Itu adalah surat pemberitahuan mutasi jabatan Imelda."Aku sudah menyelidikinya dengan jelas. Pengajuan pengunduran dirimu bukan aku yang menyetujuinya, tapi kesalahan operasional Imelda. Dia nggak tahu kalau orang yang mengajukan adalah kamu.""Sekarang aku su

  • Tunangan yang Termakan Tipu Daya Asistennya   Bab 8

    Kali ini aku tidak lagi dibuat bungkam oleh amarahnya. Aku mengeluarkan ponselku. "Kalau begitu, silakan kamu sampaikan kalimat itu ke polisi."Aku sebenarnya tidak berniat membuat keributan. Namun, aku sudah siap. Kalau dia terus memaksa tanpa alasan, aku akan benar-benar akan memutuskan hubungan dengannya.Melihat aku benar-benar menekan nomor polisi, Adrian langsung pucat. Dia melangkah maju untuk merebut ponselku, lalu memutus panggilan itu."Penny, kamu gila?""Aku nggak gila. Aku hanya ingin tahu, yang kamu katakan itu diakui oleh hukum atau nggak."Mungkin karena belum pernah melihatku berani melawan sejauh ini, Adrian terlihat panik. Dia mengatupkan bibirnya, lalu berkata, "Sudah, Penny, jangan ribut lagi. Aku tahu kamu keberatan soal Imelda. Mulai besok, aku nggak akan lagi bertemu dengannya sendirian, oke?""Soal pernikahan kita, aku akan langsung menjadwalkannya." Dia mengeluarkan ponselnya. "Wedding organizer ini sudah lama aku perhatikan. Setelah pulang dari perjalanan din

  • Tunangan yang Termakan Tipu Daya Asistennya   Bab 7

    Tubuh Adrian sedikit menegang.Sebaliknya, mata Imelda justru berbinar sesaat. Sudut bibirnya langsung terangkat membentuk senyuman puas. Meskipun dia segera kembali bersikap seperti biasa, aku tetap melihatnya dengan sangat jelas."Kak Penny, ucapanmu barusan agak berlebihan. Bagaimanapun kalian tetap ....""Sudah, Imelda, kamu keluar dulu." Sebelum Imelda sempat menyelesaikan kalimatnya, Adrian memotongnya dengan suara datar.Sisa kata-kata Imelda tertahan di mulut. Dia lalu berpura-pura menasihati Adrian agar tidak marah dan membicarakan semuanya baik-baik sebelum akhirnya turun dengan ekspresi puas.Setelah dia pergi, Adrian menatapku dengan dingin."Penny, kamu makin keterlaluan ya? Aku sudah setuju menikah denganmu, lalu kamu masih ribut apa lagi?""Tarik kembali ucapan putus itu. Surat pengunduran dirimu nggak akan kutandatangani. Sekarang sobek saja, anggap aku nggak pernah lihat."Melihat kepercayaan dirinya, aku merasa geli sekaligus sedih. Aku tahu, sikapnya yang seperti ini

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status