Compartilhar

13. Introgasi

Autor: Murlox
last update Data de publicação: 2026-09-17 15:09:54

Kedua tangan Wan Xuan segera diikat menggunakan tali khusus yang telah diperkuat Qi. Meskipun begitu, ia sama sekali tidak menunjukkan perlawanan.

Beberapa penjaga mengelilinginya dari segala arah. Mereka masih menyimpan rasa takut setelah menyaksikan sendiri kekuatan pemuda itu, tetapi perintah Xin Nian membuat mereka tidak punya pilihan lain selain patuh.

Feng Sui berjalan paling belakang sambil sesekali memegangi dadanya.

Setiap kali rasa sakit itu kembali muncul, wajahnya berubah semakin muram.

“Komandan Xin,” bisik salah seorang penjaga, “apa kita benar-benar akan membawa orang ini ke markas pusat?”

Xin Nian melirik Wan Xuan sekilas.

“Ya.”

“Tapi... dia sangat kuat.”

“Aku tahu.”

Jawaban singkat itu membuat penjaga tersebut terdiam, tidak berani bertanya lebih jauh.

Xin Nian sendiri masih merasa ada sesuatu yang tidak beres. Sebelumnya, Wan Xuan mampu mengalahkan seluruh pasukan tanpa membunuh seorang pun. Jika benar-benar ingin melarikan diri, tidak ada alasan baginya untuk membiarkan diri ditangkap semudah ini.

Namun, ia tidak mengatakan apa pun. Ia hanya menyimpan kecurigaan itu dalam-dalam.

Di sisi lain tempat itu, seorang pria berjongkok dengan wajah masam di atas atap salah satu bangunan, matanya tidak lepas mengawasi rombongan yang berjalan di bawah.

“Apa yang dia lakukan? Si sialan ini benar-benar merepotkan,” gumam Sun Liang yang sejak tadi memperhatikan dari kejauhan.

Ia benar-benar bingung dengan tindakan Wan Xuan. Sebelumnya pemuda itu tampak begitu emosional, tapi sekarang ia malah bermain-main dengan penjaga kota seolah tidak terjadi apa-apa.

Sun Liang tampak pusing sendiri memikirkannya.

“Eh? Jangan bilang dia memang menyukai Komandan penjaga itu...”

Entah mengapa pikiran itu tiba-tiba muncul di kepalanya. Lagipula, ia menangkap sebuah keanehan yang semakin memperkuat dugaannya.

“Ya ampun, rupanya dia masih pria jantan juga,” kata Sun Liang sambil terkekeh getir.

...

Mereka akhirnya tiba di sebuah bangunan besar yang berdiri megah di pusat Kota Linmeng.

Markas penjaga.

Bangunan itu dikelilingi tembok batu tinggi dan beberapa menara pengawas yang berdiri kokoh di setiap sudutnya. Di halaman depan, puluhan penjaga tengah berlatih menggunakan pedang dan tombak, suara benturan senjata bergema memenuhi udara.

Ketika rombongan Xin Nian tiba, seluruh perhatian langsung tertuju pada Wan Xuan.

“Siapa pria itu?”

“Bukankah dia pengembara yang kemarin?”

“Kenapa tangannya diikat?”

Bisikan mulai terdengar dari berbagai penjuru.

Wan Xuan tidak peduli sama sekali. Tatapannya justru perlahan mengamati bangunan megah di hadapannya dengan tenang.

“Tempat yang cukup bagus,” gumamnya pelan.

Xin Nian menoleh curiga.

“Apa yang kau cari?”

“Tidak ada.”

Jawaban itu kembali membuat Xin Nian mengerutkan kening, tidak puas namun enggan mendesak lebih jauh.

Mereka membawa Wan Xuan memasuki sebuah ruangan pemeriksaan yang sempit dan minim penerangan. Seorang penjaga membuka pintu besi dengan derit yang berat, kemudian mendorong Wan Xuan masuk.

“Duduk.”

Wan Xuan menurut tanpa membantah.

Xin Nian berdiri tegak di hadapannya, sementara Feng Sui duduk di sisi lain sambil masih menahan rasa sakit di dadanya.

“Aku akan menanyakan beberapa hal,” kata Xin Nian dengan nada tegas. “Jawab dengan jujur.”

Wan Xuan mengangguk pelan.

“Pertama, dari mana asalmu?”

“Gunung Baiyun.”

Xin Nian mencatat jawaban itu di atas selembar kertas.

“Lalu, kenapa kau berada di Kota Linmeng? Apa yang sebenarnya kau cari di sini?”

Wan Xuan terdiam sejenak, ekspresinya tetap datar, seolah-olah ia datang ke tempat ini hanya untuk duduk diam tanpa banyak pertimbangan.

“Mungkin... sebuah kehidupan baru,” jawabnya pelan.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Turun Gunung Memikul Takdir   17. Bergerak dalam gelap

    Di tengah malam yang sunyi, cahaya bulan memancar redup, tak cukup kuat untuk melawan pekatnya kegelapan malam.Wan Xuan berdiri tegak di atas atap salah satu bangunan di pusat markas penjaga kota.Ia telah mengganti pakaiannya dengan seragam serba hitam. Wajahnya tertutup topeng kayu berukir yang menyerupai seekor musang.Setelah memastikan tak ada seorang pun yang memperhatikannya, ia tiba-tiba menghilang, seolah ditelan oleh kegelapan malam itu sendiri.Sementara itu, di tempat semula Wan Xuan tinggal sebagai tahanan rumahan, Sun Liang masih berbaring di pojok ruangan yang gelap—cukup gelap untuk menyembunyikan bentuk tubuh dan auranya.Tak lama kemudian, matanya terbuka dalam satu gerakan cepat. Ia menoleh ke arah tempat Wan Xuan biasa berbaring, namun tak menemukan siapa pun di sana.“Eh? Ke mana bajingan itu pergi?” tanya Sun Liang pada dirinya sendiri.Ekspresi wajahnya mulai menegang, bercampur antara kesal dan sedikit kepanikan.Ia segera mengerahkan indra spiritualnya, menya

  • Turun Gunung Memikul Takdir   16. Peringatan & Keluhan

    Sesaat kemudian, langkah ringan terdengar. Dari balik bayang-bayang di pojok ruangan, sosok Sun Liang muncul dengan senyum lebar terpasang di wajahnya.“Hmm-hmm... sudah kuduga. Tiba-tiba menyerahkan diri untuk ditahan—ternyata kau memang mengincar Komandan Xin.”Sun Liang menutup separuh mulutnya saat berbicara, sementara matanya melengkung seolah menahan tawa geli.Wan Xuan tak repot-repot menggubrisnya. Ia hanya ingin menanyakan satu hal.“Kau sendiri senang mengintip seorang pria. Sejak awal aku sudah curiga seleramu agak... menjijikkan.”Ucapan itu datar namun menohok, apalagi kata terakhir yang sengaja ia tekankan. Sun Liang tak menyangka pria sedingin Wan Xuan bisa melontarkan kalimat semacam itu.“Ka-kau—jangan sembarangan menilaiku begitu, sialan!” gerutu Sun Liang, wajahnya memerah menahan malu.“Kalau begitu, apa yang kau lakukan di sini?”Sun Liang berdeham pelan, memperbaiki posturnya hingga kembali tegap. Ia berlagak seolah-olah dirinya seorang petapa bijak yang penuh wi

  • Turun Gunung Memikul Takdir   15. Selamat Malam

    “Ba-bagaimana bisa...” Feng Sui menggeretakkan giginya, wajahnya bergantian antara merah dan pucat. “Kau benar-benar hanya menipuku selama ini?”“Anggap saja sebagai pelajaran,” jawab Wan Xuan datar. “Lain kali, pikirkan dulu sebelum menyerang orang yang tak kau kenal.”Feng Sui hendak membalas, namun Xin Nian buru-buru menahan bahunya.“Sudah cukup, Wakil Komandan Feng. Kembalilah beristirahat. Urusan ini biar aku yang tangani.”Feng Sui masih menatap tajam ke arah Wan Xuan, namun akhirnya ia mendecih dan berbalik pergi dengan langkah kaku, menyisakan tawa kecil dari beberapa penjaga yang menyaksikan dari kejauhan.Xin Nian menghela napas, lalu menoleh pada Wan Xuan.“Kau sengaja membuatnya panik seperti itu?”“Dia menyerangku duluan,” jawab Wan Xuan singkat. “Aku hanya membalas secukupnya.”Xin Nian tak membalas, hanya menatap pemuda di hadapannya dengan pandangan sulit diartikan—campuran antara curiga dan sesuatu yang lain yang belum ia pahami sendiri....Malam itu, langit Kota Li

  • Turun Gunung Memikul Takdir   14. Tertipu

    “Sial, bawa pria itu keluar. Dia masih punya urusan denganku.”Feng Sui berusaha melanggar perintah bahwa tidak seorang pun boleh mengganggu proses interogasi.Wajahnya masih tampak pucat, bukan karena racun dalam tubuhnya, melainkan lebih karena ia merasa panik.Wan Xuan sebelumnya berkata telah menanamkan racun, namun racun itu bukan sejenis ramuan berbahaya, melainkan seutas Qi yang disisipkan ke dalam jantung layaknya parasit—sesuatu yang dapat dikendalikan, atau bahkan bisa meledak kapan saja.“Jangan menghalangiku,” hardik Feng Sui pada para penjaga yang menghalangi pintu masuk.“Ta-tapi Komandan melarang siapa pun masuk,” jawab salah seorang penjaga.Feng Sui mendecih kesal, kepanikan dalam dirinya semakin menjadi-jadi.“Orang itu sungguh keji. Bisa-bisanya dia mengancamku dengan racun. Nyeri menusuk di dadaku masih terasa, walaupun tak sesakit waktu itu. Bagaimanapun caranya, aku harus mendapatkan penawarnya,” batin Feng Sui gelisah.Kegelisahan dalam dadanya hampir saja mendo

  • Turun Gunung Memikul Takdir   13. Introgasi

    Kedua tangan Wan Xuan segera diikat menggunakan tali khusus yang telah diperkuat Qi. Meskipun begitu, ia sama sekali tidak menunjukkan perlawanan.Beberapa penjaga mengelilinginya dari segala arah. Mereka masih menyimpan rasa takut setelah menyaksikan sendiri kekuatan pemuda itu, tetapi perintah Xin Nian membuat mereka tidak punya pilihan lain selain patuh.Feng Sui berjalan paling belakang sambil sesekali memegangi dadanya.Setiap kali rasa sakit itu kembali muncul, wajahnya berubah semakin muram.“Komandan Xin,” bisik salah seorang penjaga, “apa kita benar-benar akan membawa orang ini ke markas pusat?”Xin Nian melirik Wan Xuan sekilas.“Ya.”“Tapi... dia sangat kuat.”“Aku tahu.”Jawaban singkat itu membuat penjaga tersebut terdiam, tidak berani bertanya lebih jauh.Xin Nian sendiri masih merasa ada sesuatu yang tidak beres. Sebelumnya, Wan Xuan mampu mengalahkan seluruh pasukan tanpa membunuh seorang pun. Jika benar-benar ingin melarikan diri, tidak ada alasan baginya untuk membia

  • Turun Gunung Memikul Takdir   12. Berubah Pikiran

    Feng Sui menatap Wan Xuan dengan wajah pucat. Tangannya mencengkeram dada, sementara napasnya menjadi semakin berat.“Ka-kau apakan tubuhku, sialan?”Wan Xuan tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Feng Sui beberapa saat, kemudian berjalan mendekat.“Aku hanya menanam sedikit racun.”“Apa?!”Wajah Feng Sui berubah semakin buruk.Beberapa penjaga yang masih mampu berdiri langsung mengangkat pedang mereka. Namun, tak satu pun berani mendekat. Mereka telah menyaksikan sendiri bagaimana mudahnya Wan Xuan menjatuhkan puluhan orang sekaligus.“Jangan panik,” ucap Wan Xuan datar. “Racun itu tidak akan membunuhmu.”“Tidak membunuhku?” Feng Sui hampir tertawa karena marah. “Kau memasukkan racun ke dalam tubuhku, lalu menyuruhku tidak panik?”“Jika kau tidak menggangguku, aku akan mengeluarkannya.”Feng Sui terdiam.Kalimat sederhana itu justru membuatnya semakin kesal. Namun, rasa sakit yang menjalar dari dadanya perlahan membuat kesombongannya runtuh.Di luar ia memang tampak baik-aik saja

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status