Virgin Trap เวอร์จิ้นแทร็ป : ครั้งเดียวไม่พอ

Virgin Trap เวอร์จิ้นแทร็ป : ครั้งเดียวไม่พอ

last updateTerakhir Diperbarui : 2025-06-29
Bahasa: Thai
goodnovel18goodnovel
Belum ada penilaian
4Bab
623Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

เขาไม่เคยนอนกับใครซ้ำ จนได้ขึ้นเตียงกับเธอ **เรื่องนี้เป็นเรื่องแต่ง โปรดใช้วิจารณญาณในการอ่าน**

Lihat lebih banyak

Bab 1

ตอน 1 เสือหิมะ

“Ahh! Shh! Pelan-pelan, Pak.”

Desahan itu terdengar samar, nyaris tertelan sunyi sore, namun cukup jelas untuk membuat langkah Jaka terhenti. Ia yang tengah mengais barang-barang bekas di gudang plastik terbengkalai di sudut desa mendadak membeku. Jantungnya berdegup lebih cepat, antara terkejut dan penasaran.

“Suara siapa itu?” batinnya.

Jaka berjalan mendekat dan melihat pintu belakang gudang sedikit terbuka. Harusnya tidak ada orang di sini, ini gudang terbengkalai yang sudah di tutup setahun lalu, apalagi letaknya jauh dari keramaian desa. Ia mengendap-endap, langkahnya pelan namun terarah pasti menuju pintu tersebut.

“Shh! Saya takut, Pak!”

Suara itu terdengar lagi. Jaka mengerjap, jantungnya berdebar kencang. “Itu jelas suara desahan, enggak salah lagi,” batinnya.

Bermodalkan rasa penasaran yang membumbung tinggi, Jaka mengintip dari celah pintu yang terbuka. Dan seketika matanya terbelalak.

“P-Pak Kades?!” gumamnya sambil menutup mulut.

Di dalam gudang, Jaka melihat Pak Herman—Kades Desa Gunung Jati—sedang berbuat mesum dengan Marni, janda kembang yang kerap membuat mata lelaki melotot saat ia lewat karena bodynya yang aduhai.

Jaka membeku, ia tidak menyangka akan melihat pemandangan seperti ini. Pak Kades sedang mencumbu Marni sambil tangannya terus meremas dua bukit kembar janda itu yang masih terbalut daster.

Jaka menelan ludah, ia mundur perlahan. Namun sial, kakinya tidak sengaja menginjak jerigen yang ia letakkan tadi hingga menimbulkan suara cukup nyaring. “Ah, sial!” gerutu Jaka.

Di dalam, Pak Kades tersentak mendengar suara tersebut. Marni juga panik, janda itu buru-buru merapikan dasternya yang mulai tersingkap.

Pak Kades langsung mengintip untuk melihat siapa di luar. “Jaka?!” Matanya terbelalak saat menemukan Jaka sedang berdiri kaku di luar. “Ngapain kamu di sini?”

Pak Kades yang awalnya sedikit takut, langsung kembali mendapatkan keberaniannya saat melihat orang di sana hanyalah Jaka, si pemulung yang bukan siapa-siapa.

Jaka menelan ludahnya. Seharusnya di sini, Pak Kades lah yang harus takut, karena skandalnya dengan janda kembang desa ketahuan. Tapi nyatanya tidak, malah Jaka yang tampak gemetaran.

Pak Kades menatapnya dengan tajam, menyiratkan ancaman tanpa kata-kata. “Jaka, awas ya kalau kamu berani membeberkan apa yang kamu lihat tadi.”

“Anu, enggak, Pak. Saya—”

“Saya bisa usir kamu sekarang juga dari kontrakan,” potong Pak Kades kembali memberi ancaman.

“Kamu ingat, kontrakan kamu sudah nunggak tiga bulan. Saya dan istri masih berbaik hati karena kamu masih berkabung karena kematian ibumu minggu lalu.” Pak Kades terus memberikan intimidasi kepada Jaka, agar pemuda itu benar-benar ciut nyalinya untuk membeberkan masalah ini.

Jaka mengangguk pelan, keringat dingin mulai membasahi keningnya. Di depan, Pak Kades berdiri membusungkan dada, sementara di belakangnya, Marni masih sibuk membetulkan kancing dasternya dengan wajah yang memerah—entah karena nafsu yang terputus atau karena amarah.

“Ingat Jaka! Kamu jangan berani macam-macam, kamu tidak punya siapa-siapa di sini!” bentak Pak Kades lagi memberi ancaman.

Tanpa menunggu jawaban Jaka, kepala desa itu langsung menggandeng tangan Marni dan mengajaknya pergi dari sana.

Setelah kepergian Pak Kades, Jaka menghela napas berat. Tidak ada yang bisa ia lakukan, ancaman Pak Kades begitu nyata. Memikirkan uang untuk membayar tunggakan kontrakan yang sudah tiga bulan saja cukup membuat kepala Jaka pusing, jadi ia sama sekali tidak ingin menambah masalah baru. Jaka lebih memilih diam. Lagi pula, apa yang dikatakan Pak Kades benar. Jaka hanya seorang diri di sini, dia yatim piatu.

Sore itu, Jaka akhirnya pulang membawa karung berisi beberapa jerigen bekas dan botol plastik lainnya.

Sesampainya di rumah, ia langsung meletakkan karung itu di belakang. Namun belum sempat ia beristirahat, suara ketukan pintu terdengar begitu keras di depan.

Brak Brak!

“Jaka?!”

Jaka tersentak, ia cukup mengenal suara itu. Itu suara Bu Lilis, istrinya Pak Kades. Bu Lilis yang mengurus kontrakan di sini, wanita itu juga yang suka menagih sewa kepada para penghuni.

Jaka menghela napas berat, ia tahu akan kena semprot lagi karena belum punya uang untuk membayar kontrakan.

Jaka membuka pintu dan mendapati Bu Lilis berdiri sambil berkacak pinggang di sana. Matanya bak singa betina yang ingin menerkam mangsa.

“Mana uangnya?!” bentak Bu Lilis. “Jangan bilang hari ini juga enggak ada.”

Jaka menelan ludah. Suara Bu Lilis menggelegar seperti petir di siang bolong, padahal parasnya cukup cantik untuk seukuran wanita yang hampir kepala empat. Bahkan Jaka sendiri terkadang suka melamun saat melihat istri Pak Kades itu, dua bukit kembarnya cukup menggoda apalagi ia sering mengenakan daster berkerah rendah.

“Kenapa malah bengong?!” bentak Bu Lilis lagi yang menyadarkan Jaka dari lamunannya.

“Anu, Bu. Saya minta waktu dua hari lagi, uangnya belum cukup,” ujar Jaka memohon.

“Dua hari, dua hari. Udah tiga bulan kamu nunggak. Kalau enggak ada hari ini, kamu kemasi barang-barangmu dan keluar sekarang juga! Masih banyak orang yang mau nyewa kontrakan ini, bukan kamu saja,” bentak Bu Lilis lagi.

“Bu, saya mohon, Bu. Jangan usir saya. Beri waktu saya dua hari lagi.” Jaka benar-benar merengek, memohon untuk diberi waktu lagi.

Bu Lilis menarik napas dalam-dalam, wanita itu menatap Jaka cukup tajam. “Satu hari lagi. Besok sore kalau kamu belum punya uang, kamu harus keluar dari sini!”

Tanpa menunggu jawaban, Bu Lilis langsung pergi dari sana meninggalkan Jaka yang membeku di ambang pintu.

“Gimana ini, ya?” Jaka benar-benar bingung, di mana ia harus mencari uang untuk membayar kontrakan yang menunggak selama tiga bulan.

Jaka memutar otaknya. Penghasilannya dari memulung barang bekas benar-benar tidak mencukupi, hanya cukup buat makan sehari-hari saja, kadang juga kurang.

Ia akhirnya memutuskan untuk menggeledah benda-benda apa saja yang ada di dalam rumah yang kiranya bisa ia jual. Pikirannya benar-benar kacau, hidup sebatang kara di usia yang baru menginjak 23 tahun bukanlah suatu yang mudah.

Ia akhirnya masuk ke dalam kamar mendiang ibunya. Ia mulai menggeledah, namun sayang, tidak ada apa-apa. Semasa hidupnya sang ibu hanya buruh cuci. Jadi tidak ada peninggalan mendiang yang kiranya berharga.

Jaka menghela napas berat, ia membuka lemari mendiang sang ibu. Itu tempat satu-satunya yang belum ia periksa. Jaka mulai menggeledah isi lemari tersebut yang hanya berisi pakaian tua yang sudah lusuh. Hingga tidak sengaja ia membuka laci paling bawah di dalam lemari. Ada sesuatu di sana yang langsung menarik perhatiannya.

“Apa ini?”

Jaka menemukan sebuah kotak kayu. Ia langsung mengambilnya, berharap di dalam ada perhiasan atau apa saja yang bisa ia jual. Jaka membukanya, dan seketika senyum tipis langsung terlukis di bibirnya.

Ternyata di dalam kotak itu ada beberapa lembar uang lima puluh ribuan yang totalnya ada 500 ribu. Namun bukan itu saja, di sana juga ada gelang yang tampak kusam dan karatan, dan juga ada secarik kertas.

Jaka segera mengambil kertas tersebut. Ada tulisan di sana yang ia yakin itu tulisan mendiang ibunya.

“Jaka, kalau kamu menemukan kotak ini berarti ibu sudah tiada. Maaf, ibu tidak meninggalkan apa-apa untukmu. Hanya uang ini tabungan yang ibu punya, pergunakanlah sebaik mungkin. Dan satu lagi, jagalah gelang ini baik-baik, Nak, ini gelang peninggalan mendiang ayahmu dulu.”

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya
Tidak ada komentar
4 Bab
ตอน 1 เสือหิมะ
อายุแค่ 19แต่วาริท หรือ "เวย์" ก็ถูกคนในคณะตั้งฉายาให้แล้วว่า "เสือหิมะ"เพราะความเป็นนักล่ากับความเย็นชา ที่มารวมอยู่ในตัวคนคนเดียวกันหลายคนไม่เชื่อและอยากท้าทาย เพราะคิดว่าถ้าเหยื่อ 'เด็ด' ก็น่าจะหยุดเสือได้คนล่าสุดที่คิดจะหยุดเสือ คือเชียร์หลีดเดอร์ที่อยู่คณะบัญชี...พี่นิชา"เวย์! อ่านไม่ตอบ บล็อกเหรอ?"รุ่นพี่สาวมารออยู่ได้สักพักแล้ว และเดินดุ่มเข้ามาทันทีที่วาริทก้าวลงจากรถบีเอ็มสปอร์ตสีน้ำเงินที่แล่นมาจอดข้างคณะเด็กหนุ่มตัวสูง 185 เซนติเมตรที่เพิ่งก้าวลงจากรถ เก็บกุญแจรถลงกระเป๋ากางเกง ก้มมองรุ่นพี่คนสวยด้วยสีหน้าราบเรียบ"ว่าไง? บล็อกกันแล้วใช่มั้ย""ก็คงงั้นมั้งครับ""ทำไมวะ จะบอกเลิกก็บอกกันดี ๆ สิ จะมาบล็อกเพื่อ? กระจอกว่ะ""ครับ กระจอก พอใจยัง"เวย์พูดเรียบ ๆ และทำท่าจะเดินไปอีกทาง แต่นิชาจับแขนเขาไว้ก่อนแววตาโกรธขึ้งหายไปแล้ว แถมยังมีหยาดน้ำใส ๆ คลออยู่ในนั้น"เดี๋ยวสิ เราทำอะไรผิด อย่างน้อยก็น่าจะบอกกันสิ""พี่ไม่ได้ทำอะไรผิดนี่" เวย์ตอบ และโน้มหน้ามากระซิบเบา ๆ"แต่คืนนั้นพี่ยืนยันจะให้ผมทำต่อ...ทั้งที่ผมบอกข้อตกลงไปแล้ว จำไม่ได้เหรอ"นิชากัดริมฝีปาก ใช่...เขาบอกเธอ
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-06-27
Baca selengkapnya
ตอน 2 ลูกศิษย์กับติวเตอร์
ณ คฤหาสน์ธนภัทร์แม่บ้านสามคนในชุดสีน้ำเงินสดใส เดินเรียงแถวเข้ามาในห้องอ่านหนังสือคนหนึ่งยกถาดใส่ผลไม้ที่แกะและปอกไว้เรียบร้อยคนที่สองเป็นถาดขนมจำพวกเค้ก คุกกี้ บิสกิต ขนมอบและคนที่สามเป็นถาดเครื่องดื่ม ทั้งชา กาแฟ โกโก้ น้ำผลไม้และน้ำอัดลมทั้งหมดเพื่อบริการเด็กสาวสองคนที่กำลังนั่งติวกันอยู่ที่โต๊ะไม้โอ๊กกลางห้องคนหนึ่งสวมแว่นสายตา ผมมัดรวบเป็นหางม้า อีกคนที่ตัวผอมกว่าตัดผมสั้นเหมือนเด็กผู้ชาย"พักกินของว่างก่อนดีไหมคะคุณหนู"คนที่เอ่ยถามคือคุณวิภา หัวหน้าแม่บ้านที่เดินตามเข้ามาเป็นคนที่สี่...สูงวัยที่สุดและสีหน้าท่าทางชวนให้นึกถึงครูไหวใจร้าย*‘คุณหนู’ ของวิภาคือเด็กสาวผมสั้น เธอเงยหน้าขึ้นสบตาหัวหน้าแม่บ้านอย่างซาบซึ้งที่มาช่วยชีวิต"นั่นน่ะสิ แวนว่าพักก่อนดีกว่า""แต่แวนตกลงกับพี่ว่าจะแปลหน้านี้ให้เสร็จก่อน แล้วค่อยพักนะ”คนใส่แว่นเอ่ยท้วง แวน หรือเวฬุการ้องโอดโอย“พี่ธูป แวนคิดไม่ออกแล้ว ขอพักเติมสมองก่อนเหอะนะ นะ พลีส”“นั่นน่ะสิคะ คุณครูจะเข้มงวดอะไรกับคุณหนูนักหนา คนเราน่ะตึงเกินไปก็ไม่ดีนะคะ”คนถูกเรียกว่าคุณครูกะพริบตาปริบ เอ่ยตอบกลับไป“ผมของคุณแม่บ้านก็ไม่เคยหย่อนเลยน
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-06-27
Baca selengkapnya
ตอน 3 พี่กับน้อง
สองสาวสะดุ้งพร้อมกันเมื่อเสียงห้าว ๆ ทะลุกลางปล้องขึ้นมา"โอ๊ย! ตกใจหมดไอ้...เวย์"แวนพูดโกรธ ๆ เพราะพี่ชายโผล่หน้าไม่ให้สุ้มให้เสียงเวย์ไม่สนใจน้องสาวฝาแฝด เขาปรายตามองไปยังอีกคนที่อยู่ในห้องอ่านหนังสือนั้นด้วยธูปหอมก็ไม่สนใจเขา เมื่อกี้เธออาจสะดุ้ง แต่พอตั้งสติได้ เธอก็ทำเหมือนเขาเป็นอากาศธาตุเหมือนเดิม..."พี่ธูปยังไม่เลิกเกลียดเวย์อีกเหรอ"เป็นแวนที่เอ่ยถามตรง ๆ จนมีแม่บ้านคนหนึ่งเผลอหัวเราะออกมา คุณวิภาต้องหันไปส่งสายตาดุให้ธูปหอมอึกอัก ถ้าอยู่แค่สองสามคนเธอก็อยากจะพูดต่อ แต่นี่ในห้องอ่านหนังสือตอนนี้ มีคนมากเกินไปเธอเลยสงบปากสงบคำไว้ดีกว่าเพราะถึงอย่างไรวาริทก็เป็นเจ้าถิ่น เป็นลูกชายเจ้าของบ้านเชียวนะ!แต่วาริทเองที่ยังคงพูดขึ้นมา"เลิกเกลียดได้แล้วมั้ง ต้นข้าวมีแฟนใหม่ไปแล้วนี่"ต้นข้าว...หนึ่งในอดีตคนคุยของวาริท"อ๋อเหรอ"คนเป็นแฝดน้องพยักหน้ารับรู้"แต่ว่าตอนเวย์บอกเลิกพี่ต้นข้าวใหม่ ๆ พี่เค้าตาบวมมาเรียนทุกวันเลยนะ ถ้าแวนเป็นเพื่อนพี่ต้นข้าวก็คงเกลียดเวย์เหมือนกัน เนาะพี่ธูปเนาะ"แวนพูดอย่างเอาใจรุ่นพี่ที่มีสถานะเป็นติวเตอร์ส่วนตัวด้วยธูปหอมยิ้มแหย ๆ สรุปเธอก็ต้องยอมรับ
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-06-28
Baca selengkapnya
ตอน 4 ขนมเค้ก
รถเบนซ์สีดำเงาวับแล่นมาเทียบขอบฟุตปาธช้า ๆ ก่อนที่คนขับรถจะรีบวิ่งอ้อมลงมาเปิดประตูรถให้เด็กสาวในชุดนักศึกษาที่ยืนรออยู่ขนมเค้กปัดปอยผมสีน้ำตาลอ่อนที่ระแก้มอยู่ไปด้านหลังเล็กน้อยก่อนจะก้าวขึ้นรถด้วยท่วงท่าเรียบง่ายแต่ดูงดงามอย่างไม่น่าเชื่อ ประตูปิดลง คนขับกลับขึ้นที่นั่งแล้วแล่นออกจากมหาวิทยาลัยไปอย่างนุ่มนวล"ให้กลับบ้านเลยไหมครับคุณหนู"คนรถเอ่ยถามอย่างสุภาพ เพราะปกติหลังเลิกเรียน ถ้าไม่นัดเพื่อน ๆ กินข้าว 'คุณหนูเค้ก' ก็จะให้ไปส่งที่ห้างฯ เพื่อเดินเล่นสักสองสามชั่วโมง"ไปบ้านแวน"เด็กสาวบอกสั้น ๆ คนรถรับทราบ บ้านคุณหนูแวนเพื่อนสนิทของคุณหนูขนมเค้กเขาคุ้นเคยดี เพราะรับส่งเด็กสาวมาตั้งแต่เธอยังเรียนมัธยมฯ ต้นขนมเค้กหยิบโทรศัพท์ขึ้นมากด เปิดดูอินสตาแกรมของรุ่นพี่อย่างนิชาเป็นอย่างแรกไอจีของรุ่นพี่เชียร์หลีดเดอร์ปรากฏเป็นภาพวิวทะเลที่แต่งภาพเป็นขาวดำ กับประโยคสั้น ๆ พิมพ์ว่า'ขอให้รักครั้งใหม่ไม่เจอคน here here แบบมึง'ยอดกดถูกใจหลักหมื่น คอมเมนต์ให้กำลังใจอีกเป็นพันขนมเค้กก็พิมพ์ส่งรูปหัวใจกับดอกไม้ไปให้ด้วย'กอด ๆ นะพี่สาว รักเสมอนะคะ'ถ้อยคำน่ารักเห็นใจ แต่มุมปากกลับยกยิ้มขนมเค
last updateTerakhir Diperbarui : 2025-06-29
Baca selengkapnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status