FAZER LOGINDi tempat lain, mobil Mark baru saja sampai di gedung apartemen miliknya. Mark segera turun dan berlari kecil memutari mobilnya, senyum lebar terlihat menghiasi wajahnya. Dari dalam sebuah mobil yang terparkir tidak jauh dari tempat itu, terlihat air mata Victoria sudah mengalir, namun dia segera menghapusnya. Dia tidak akan menjadi lemah, dia akan mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya. "Pergi ke rumah orang tuaku" "Baik nyonya" supir itu mengangguk dan menjalankan mobilnya Lev mengernyitkan dahinya saat melihat sebuah mobil yang cukup familiar baru saja pergi meninggalkan kawasan apartemen Mark. Lev mengihkan pandangannya, dan melihat Mark yang tengah membukakan pintu mobil untuk Evgenia. Keduanya saling melemparkan senyum, dan selanjutnya Mark mengambil beberapa kantong belanjaan dari jok belakang. Lev mencengkram setir mobilnya kuat, dia pun melaju pergi meninggalkan tempat itu. Mark membukakan pintu untuk Evgenia, mempersilahkan wanita itu untuk masu
Di sebuah rumah sakit Kolomna, seseorang wanita memakai dress hitam panjang, floppy hat hitam, dan kaca mata hitam, terlihat berjalan mendekati sebuah kamar pasien. Wanita itu melihat sekitarnya, untuk memastikan situasi aman, lalu dia membuka pintu dan masuk ke dalam sana. Di dalam terdengar suara mesin yang menunjukkan jika pasien di dalam sana masih memiliki kehidupan. Wanita itu berjalan mendekat sampai berdiri di samping ranjang pasien. "Dalam keadaan seperti ini pun kau masih saja menyulitkanku Alleya.." "Kau sudah banyak mengambil waktuku bersama Ivan. Bahkan dia pernah meninggalkanku karenamu, meskipun pada akhirnya dia kembali lagi padaku. Karena dia menyadari jika hanya akulah wanita yang dia cintai. Kau hanyalah sosok yang dipajang dan dimanfaatkan oleh Ivan dan ayahnya. Nyonya Vasiliev sudah tidak ada, jadi tidak ada lagi yang bisa menghalangiku" "Tapi kurasa ini tidak akan lama lagi. Kau tidak akan pernah bangun kembali, jadi kau tidak perlu berusaha ker
Mobil BMW putih berhenti di carport kediaman Stanislav, Dinara keluar dari mobil itu dan melangkah terburu-buru masuk ke dalam rumah. "Dimana ibuku?" tanya Dinara kepada seorang pelayan "Nyonya ada di dapur, nona.." Dinara berjalan mendekati dapur dan melihat sosok ibunya yang tengah menyiapkan beberapa makanan untuk makan siang. "Ibu.." Bella berbalik dan tersenyum saat melihat putrinya datang "Hallo sayang.. aku senang kau kembali" "Kenapa ibu berkata seolah aku ini jarang pulang?" Bella terkekeh "Karena seperti itulah kenyataannya. Sejak kau dan Mark tumbuh dewasa, aku jarang sekali melihat kalian ada di rumah ini" Dinara membuang napas kecil "Ibu.. apa ibu tau jika Mark membeli sebuah apartemen?" Bella kembali berbalik memandang putrinya "Bukankah dia memang memilikinya?" Mark memang memiliki sebuah apartemen yang terletak tidak begitu jauh dari mall milik Stainslav, dia menggunakan apartemen itu sebagai tempat beristirahat, jika diperlukan saat pekerjaannya
Di ruangan divisi perancangan, Alisa langsung memeluk erat Evgenia saat melihat wanita itu akhirnya datang. "Alisa.. kau bisa mencekiknya" ucap Elena Alisa melepaskan rangkulannya dan tertawa kecil "Maaf Jeni, aku sangat mengkhawatirkanmu" Evgenia tersenyum "Terima kasih Alisa.. aku tidak apa-apa" "Kau yakin? Tapi kenapa matamu sembab? Apa kau masih merasa sakit?" Evgenia menggeleng pelan "Tidak apa-apa" ucapnya memaksa tersenyum, meskipun hatinya masih merasa sakit dengan kejadian yang baru saja menimpanya "Ada apa dengan kakimu Jeni?" tanya Nail mendekati ketiganya Seketika Alisa dan Elena memandang ke arah kaki Evgenia, dan melihat kaki kanan wanita itu terbalut perban. "Kau terluka Jeni?" tanya Alisa terkejut "Tidak apa-apa, hanya kecelakaan kecil" "Apa yang sudah terjadi?" tanya Elena "Aku hanya terjatuh dan tidak sengaja melukai diriku" "Apa kau sudah memeriksakannya ke dokter?" tanya Nail Evgenia mengangguk sambil tersenyum "Kau harus lebih berhati-
Evgenia kembali berjalan cepat, berusaha menghindari orang yang duduk di kursi penumpang mobil itu. "Jeni! Tunggu!" teriak Ivan, dia segera membuka pintu mobil dan mengejar Evgenia Ivan sampai di Moskow dan melihat Evgenia baru saja turun dari sebuah mobil yang dia tau adalah milik Mark. Ivan sempat merasa heran karenanya, apakah keduanya masih dekat meskipun pertunangan mereka batal? Langkah Evgenia seketika berhenti karena Ivan berhasil meraih lengannya, Evgenia sudah mencoba berlari meskipun harus menahan rasa sakit di kakinya. "Jeni dengarkan ayah" Evgenia menyentakkan tangannya tidak ingin disentuh oleh pria itu. "Ayah? Apa baru sekarang kau memengaku aku adalah putrimu?!" "Jeni tolong kembalilah. Perusahaan sedang dalam bahaya" "Lalu apa gunanya jika aku kembali? Bukankah ayah dan kakek selalu mengandalkan Karol setiap saat, minta saja padanya untuk mengurus perusahaan" "Karol tidak akan mampu melakukannya" Evgenia tersenyum mengejek "Disaat terjepit s
Di kediaman Stainslav, Bella terkejut saat melihat Leo - asisten Mark yang datang ketika matahari belum bersinar. "Ada apa Leo?" "Tuan Mark menyuruh saya untuk mengirimkan ini ke rumah, nyonya.." Bella melihat sebuah kotak yang cukup besar di dekat kaki Leo "Apa itu?" "Hadiah untuk nyonya Victoria" Bella mengerjapkan mata beberapa kali, cukup terkejut dengan penuturan Leo. Sejak kapan Mark peduli pada istrinya itu? Bahkan sekarang dia memberinya sebuah hadiah. Namun akhirnya senyum kecil terbit dari bibir Bella, dia senang akhirnya putranya sudah bisa membuka hatinya untuk Victoria. "Terima kasih Leo. Aku akan memberitahukan Victoria saat dia bangun nanti" Leo mengangguk "Kalau begitu, saya permisi nyonya.." Bella mengangguk dan tersenyum padanya Sepeninggalan Leo, Bella masuk dengan kotak yang dibawakan oleh seorang pelayan ke dalam rumah. Ketika itu bertepatan dengan Victoria yang hendak menuruni tangga. "Ibu..?" "Oh kau Victoria.. kebetulan sekali" ucap Bella s







