LOGINHanya saja, Sekte Tabib Hantu ini bersekongkol dengan Keluarga Sinaga sehingga sedikit banyak juga menimbulkan masalah bagi Arlo.Kali ini kebetulan bertemu, Arlo juga tidak keberatan sekalian menyinggung Sekte Tabib Hantu.Adapun soal yang disebut Kamil tentang menaklukkan beberapa aliran besar pengobatan tradisional, untuk sementara Arlo belum memasukkannya ke dalam rencana.Namun, sebagai pewaris Kitab Surgawi Pengobatan Abadi, Arlo adalah penerima manfaat dari pengobatan tradisional kuno. Jika benar ada kesempatan untuk mengembangkan pengobatan tradisional, Arlo juga bersedia mencurahkan seluruh kemampuannya.Arlo tidak banyak menjelaskan, tetapi tetap berjalan ke arah Lintang, lalu kembali mengeluarkan beberapa jarum akupunktur dari cincin penyimpanannya."Biar aku bantu atasi racun mayatmu! Hmm, aku hanya akan melakukannya sekali. Kamu rasakan sendiri!"Lintang tertegun, lalu melihat gerakan Arlo saat menusukkan jarum. Gerakan Arlo sangat lambat, seolah-olah sengaja agar Lintang
Pemandangan seseorang yang tercabik-cabik dengan cara seperti itu tepat di depan mata benar-benar membuat semua orang di tempat terpaku ketakutan.Akhirnya Dabir tidak lagi bersuara dan para mayat hidup itu langsung terhenti total setelah Arlo menusukkan beberapa jarum perak di tubuh mereka.Seluruh tubuh Nenek Buta gemetar. Rasa takut yang datang dari lubuk hatinya muncul tanpa bisa ditahan.Keluarganya Dabir adalah penyelamatnya, perasaannya terhadap Sekte Pengendali Mayat sangat rumit. Sejak kecil dia dibesarkan di sana, mempelajari berbagai kemampuan. Baik atau buruk, dia sudah terbiasa dengan rasa hormat dan takut terhadap mereka.Arlo berbalik. Bukan hanya Nenek Buta yang tidak berani menatapnya, bahkan Lintang pun mulai merasa segan terhadap pemuda di hadapannya.Semua orang di dunia takut pada kekuatan!Di Provinsi Rimawe, Tuan Muda Sekte Pengendali Mayat adalah sosok yang menggetarkan satu daerah, tetapi kini dibunuh begitu saja oleh Arlo tanpa ragu.Meskipun Sekte Pengendali
Namun, para mayat hidup itu seperti bertemu musuh alami. Mereka bahkan tidak mampu menahan satu pun serangan Arlo!"Kamu ... kamu ahli tingkat kegelapan?" Dabir sangat terkejut.Arlo memanyunkan bibirnya. "Baru sadar? Sudah terlambat!"Kaki Dabir langsung lemas, punggungnya terasa dingin!Sekte Pengendali Mayat telah mengumpulkan usaha beberapa generasi, bahkan meminta bantuan dari Sekte Dokter Hantu, baru bisa memurnikan boneka mayat ini!Namun di tangan Arlo, boneka mayat itu justru dihancurkan dengan begitu mudah! Sementara itu, di tangan Arlo, mayat hidup lainnya bahkan seperti mainan.Keahlian Sekte Pengendali Mayat terletak pada mengendalikan mayat, tetapi kemampuan Arlo sepenuhnya menjadi penangkal alami bagi mereka.Di dalam hati, dia bahkan punya dugaan yang tak berani dipastikan, yaitu Arlo juga seorang ahli bela diri. Kekuatan pukulan tadi sama sekali bukan sesuatu yang dimiliki praktisi sihir biasa. Ini benar-benar bukan sosok yang bisa dia lawan!"Kamu ... kamu teman Diana
"Hahaha!" Dabir tertawa terbahak-bahak sampai air matanya keluar.Dari mana datangnya bocah gila ini? Berani-beraninya mengatakan omong kosong seperti itu. Orang-orang di tempat pun merasa Arlo sepertinya sudah ketakutan sampai jadi gila!Wajah Diana sampai pucat pasi. Menurut cerita neneknya, tuan muda ini adalah sosok seperti dewa.Sudut mulut Chairil berkedut. Dia hanya bisa membatin, 'Sialan, bocah ini benar-benar jago pamer!'Setelah puas tertawa, ekspresi Dabir langsung dingin. Dia menggoyangkan lonceng, lalu detik berikutnya Raja Mayat kembali bergerak, menerkam ke arah Arlo.Ekspresi Arlo tetap tenang. Sudut bibirnya melengkung membentuk senyuman mengejek. "Cuma boneka mayat, nggak pantas bersikap sombong! Benda ini bahkan jauh di bawah Raja Mayat yang sebenarnya! Hanya sedikit lebih lincah saja!"Arlo menggeleng. Dalam Kitab Surgawi Pengobatan Abadi, Raja Mayat sejati bisa terbang dan menembus bumi, bahkan satu pukulannya bisa membelah gunung. Kultivator tingkat inti emas pun
Proses ini memiliki banyak kemungkinan kecelakaan yang bisa terjadi, yang berarti perlu menggunakan lebih dari satu manusia hidup untuk memurnikannya. Tak disangka, ternyata benar-benar berhasil!"Dabir, kamu memurnikan mayat dengan menggunakan manusia hidup! Kamu pasti akan mati mengenaskan!" Lintang bertukar satu pukulan dengan Raja Mayat.Kali ini, tangan Raja Mayat langsung menembus bahu kiri Lintang. Lintang seperti balon yang kempes, auranya langsung melemah, dan sekali lagi terpental seperti layang-layang putus.Setelah susah payah bangkit kembali, Lintang melambaikan tangan ke arah Arlo dan Chairil. "Anak Muda, ke sini!"Chairil sempat ragu, tetapi Arlo berjalan mendekat dengan santai."Aku lihat kalian semua orang tak bersalah. Aku akan bertarung mati-matian. Kamu bawa temanmu dan segera kabur! Bisa keluar dari lembah ini atau nggak, itu tergantung nasib kalian!"Saat ini, Chairil kurang lebih sudah memahami situasinya. Sekte pengendali mayat ini jelas bukan kelompok yang baik
"Dabir, kukira kamu nggak berani keluar lagi!" Lintang memutar pedang kayu persik di tangannya, lalu menyimpannya ke belakang. Meski ucapannya terdengar santai, ekspresinya langsung menjadi serius.Dabir tampak belum genap 30 tahun, wajahnya sangat buruk rupa, bahkan bisa dibilang memiliki kejelekan yang setara dengan Mak Cik.Tubuhnya pendek, tetapi mengenakan jubah putih, sehingga membuat kulitnya yang gelap semakin mencolok, serta memberi kesan aneh dan semakin tidak sedap dipandang.Saat itu, wajah Nenek Buta berubah drastis. Dia melangkah maju dan langsung berlutut, "Salam hormat kepada Tuan Muda!"Dabir mengangkat dagunya. Dengan satu lambaian tangan, "mayat" besar di sampingnya tiba-tiba melompat, menyerang Lintang seperti seorang ahli bela diri.Raut wajah Lintang langsung berubah. "Kamu benar-benar berhasil melatih Raja Mayat?"Ekspresi bangga melintas di wajah Dabir. Dia bahkan malas menjawab, hanya menggoyangkan lonceng beberapa kali. "Mayat" itu langsung melancarkan seranga
Orang tua itu menyipitkan mata. "Kamu tahu siapa aku?"Arlo melirik ke arah kerumunan di luar, lalu melirik pria paruh baya yang hanya berdiri setengah langkah di belakang orang tua itu. Kepalanya tertunduk, tetapi seluruh tubuhnya memancarkan niat membunuh yang mengerikan.Arlo menyeringai dan berk
Arlo menatap Zainal dengan sorot mata menyala, lalu berkata dengan suara datar, "Beri aku penjelasan, bagaimana urusan hari ini harus diselesaikan?"Zainal dipenuhi amarah dan ketidakrelaan. Setelah ragu dan mengalami pergelutan batin yang lama, dia akhirnya pasrah."Aku ... aku keluar dari Hareast.
Iskandar sangat kurus, tampak seperti orang sakit-sakitan. Saat mendengar seseorang memanggil namanya, kilatan panik melintas di matanya. "Iskandar siapa? Kalian salah orang!"Sheila tersenyum tipis. Saat siaran langsung sebelumnya, Arlo sempat menyebut Iskandar sepintas dan sejak itu dia memperhati
Zaem tertegun!Tiga pukulan membunuh Dikara? Bahkan benar-benar berhasil memperbaiki metode kultivasi Keluarga Kardinegara? Bukankah itu berarti Arlo memiliki kekuatan yang setara dengan Nadhif?Ahli bela diri yang masih begitu muda, bukankah pencapaiannya di masa depan akan ....Zaem terdiam lama.







