LOGINGinseng seribu tahun tentu saja sangat mahal. Tanaman spiritual yang mampu bertahan hidup selama seribu tahun seperti itu pada dasarnya mengandung energi spiritual yang sangat besar, bahkan bisa dikatakan telah melahirkan kesadaran spiritualnya sendiri.Itu bukan sesuatu yang bisa dimurnikan oleh api bumi biasa.Meskipun seseorang memiliki resep Pil Penumbuh Sumsum dan berhasil mengumpulkan seluruh bahannya, tetap bukan perkara mudah untuk meraciknya hingga berhasil.Arlo malas berdebat panjang. Dia hanya berkata kepada Winola, "Aku akan tuliskan daftar bahannya. Setelah kamu berhasil mengumpulkannya, aku akan mengobati ayahmu."Sambil berbicara, dia langsung menuliskan daftar bahan di ponselnya dan menyuruh Winola memotretnya untuk disimpan.Begitu menerima daftar itu, Winola langsung mengirimkannya. Tak lama kemudian, balasan pun datang."Selain ginseng seribu tahun yang baru bisa dikirim tiga jam lagi, semua bahan lainnya sudah tersedia!" ujar Winola.Arlo benar-benar tertegun. Sial
Di layar video, Evans masih terus berbicara tanpa henti. Raut wajah Mark berubah dari heran menjadi canggung. Setelah panggilan ditutup, dia berkata dengan nada takjub, "Aku minta maaf. Aku benar-benar nggak nyangka dokter sakti yang disebut-sebut Evans ternyata seorang pemuda."Mark tersenyum. "Di bidang kedokteran barat, seseorang yang bisa meraih gelar doktor sebelum usia 25 tahun, lalu menjadi dokter bedah utama di rumah sakit sebelum usia 28 tahun, sudah bisa disebut sangat berbakat."Arlo menggeleng. Orang ini sebenarnya tidak terlalu menyebalkan. "Sekarang aku boleh periksa pasiennya?""Tentu saja. Tapi menurut Evans, kamu adalah ahli penyakit hati. Kata orang, setiap orang memiliki bidang keahliannya masing-masing. Aku nggak tahu apa kamu pernah meneliti ALS. Bagaimanapun juga ini adalah bidang yang sama sekali berbeda ...."Arlo menjawab dengan datar, "Dari sudut pandang pengobatan tradisional, tubuh manusia adalah satu kesatuan. Kalau tubuh mengalami masalah, berarti keseluru
Di dalam helikopter, Arlo terus-menerus melatih kesadaran ilahinya. Dari awal hingga akhir, dia bahkan tidak bertanya sedikit pun tentang latar belakang Winola.Winola juga masih cemberut dan tidak lagi berinisiatif mengajak Arlo berbicara. 'Sok sekali! Nanti kalau sudah tahu siapa diriku, dia pasti nggak bakal bisa pura-pura tenang lagi!'Helikopter akhirnya mendarat di sebuah kawasan vila besar di pinggiran Yuyasa. Kawasan itu sangat luas dan seluruhnya bergaya klasik.Baik pepohonan, tanaman hias, paviliun, maupun aliran air, semua ditata dengan sangat teratur dan mengikuti pola fengsui.Saat melewati sebuah arena latihan bela diri yang sangat lapang, terlihat berbagai macam senjata tersusun lengkap, sementara puluhan orang sedang berlatih di sana.Di bagian tengah halaman berdiri sebuah bangunan kecil dari kayu tua. Di depan pintunya berjaga dua pria bertubuh kekar.Yang mengejutkan, keduanya ternyata memiliki kekuatan setara grandmaster tenaga transformasi tingkat pertama atau ked
Klinik itu berada di jalan yang memang ramai sejak pagi. Di seberang jalan ada beberapa gerobak makanan kaki lima. Di beberapa meja dan kursi lipat seadanya, tampak beberapa pelanggan sedang makan.Begitu keluar dari klinik, Arlo langsung menyeberang jalan menuju salah satu gerobak sate dan berjalan ke sebuah meja.Di meja itu sudah duduk dua pemuda yang sedang asyik menikmati makanannya. Namun, saat Arlo duduk, kilatan ketegangan langsung melintas di mata mereka.Arlo menatap keduanya sambil tersenyum. "Enak?""E ... enak! Kamu mau coba?" jawab salah satu pemuda sambil memaksakan senyuman."Oh, pantas saja kalian makan dari jam 1 siang sampai sekarang nggak selesai-selesai. Sudah lima-enam jam lho!"Ekspresi keduanya langsung berubah. "Kamu ini bicara apa? Kami baru datang! Jangan-jangan kamu salah orang?""Kalian pikir aku semudah itu dibohongi?" Arlo mengangkat tangan, lalu menekannya ke bahu kedua pemuda itu. Tekanan besar langsung menghantam tubuh mereka.Mereka hanya merasa tulan
Wanita ini memang menarik. Awalnya dia ingin memanfaatkan kecantikannya untuk mendapatkan bantuan Arlo secara cuma-cuma. Setelah cara itu gagal, barulah dia mengeluarkan kartu asnya."Besok siang di Yuyasa akan ada lelang bawah tanah yang diadakan oleh para kultivator mandiri. Kalau kamu bisa menyembuhkan ayahku, aku bisa bawa kamu masuk ke sana."Melihat ekspresi terkejut yang jelas terlihat di wajah Arlo, Winola tersenyum puas. "Katanya di lelang besok ada sumsum giok!"Wajah Arlo penuh tanda tanya. Seorang superstar kota besar datang membicarakan lelang bawah tanah para kultivator mandiri dengannya. Kombinasi ini terasa sangat janggal.Meskipun dia sudah tahu wanita ini tidak sederhana, tetap saja hal itu membuatnya terkejut."Kenapa? Dokter Arlo nggak tertarik?" Winola sangat puas dengan reaksi Arlo."Ayahmu sakit apa?" tanya Arlo."ALS."Arlo mengangguk pelan. "ALS adalah penyakit yang bahkan para dokter ternama di dalam maupun luar negeri nggak mampu obati. Kenapa kamu begitu yak
"Aku ingin minta tolong Dokter Arlo pergi ke Yuyasa untuk mengobati ayahku." Wanita itu membuka mulut. Suaranya jernih dan merdu.Arlo berpikir sejenak, lalu berkata, "Kamu bisa bawa ayahmu kemari.""Itu nggak memungkinkan.""Kalau begitu, kamu harus nunggu beberapa waktu. Kalau aku senggang, mungkin aku bisa ke sana."Pagi tadi, Victor menelepon dan meminta Arlo untuk tidak bepergian selama dua hari ke depan karena mungkin ada urusan. Arlo sudah berjanji kepada mertuanya.Kilatan ketidaksenangan melintas di mata wanita itu, tetapi dia tidak mengatakan apa pun. Dia hanya melepaskan penutup wajahnya dan memperlihatkan wajah yang begitu cantik hingga mampu membuat siapa pun terpana.Wanita itu mengangkat kepala menatap Arlo. Mata indahnya berkilauan dengan pesona yang bisa membuat pria mana pun kehilangan akal sehat.Bahkan Leonard dan Harto, dua lelaki tua yang terhormat itu, tidak bisa menyembunyikan kilatan kekaguman di mata mereka.Namun, wajah Arlo sama sekali tidak menunjukkan kete
"Arlo, kalau kamu punya cara menyelamatkan istriku, keluarkan sekarang. Kalau nggak, jangan menghalangi. Aku lebih rela istriku kehilangan akal sepenuhnya, daripada harus menghabiskan sisa hidup menatap sebuah batu nisan."Arlo berkata dengan tegas, "Pak Omran, di dalam hati seorang pria harus tegas
Namun, baru saja Sheila hendak menempelkan tubuhnya ke Arlo, tiba-tiba terasa ada seseorang lewat di belakang. Arlo refleks menegang, seluruh tubuh terasa kaku."Pff ... bocah, kamu mau bikin aku ketawa sampai mati ya!" Sheila tertawa cekikikan dan mundur beberapa langkah.Wajah Arlo memerah. Dia be
Di acara jamuan.Arlo melihat Adrian melarikan diri seperti orang kehilangan arah, lalu menggeleng pelan. Dia berjalan ke arah Gunawan. "Terima kasih, Pak Gunawan."Gunawan tertawa lepas. "Kamu ini teman yang sudah pasti aku akui. Bantu main sandiwara kecil begitu saja bukan masalah."Baru saja dia
Maulana ingin menjamu Arlo sebagai ucapan terima kasih, jadi dia memilih salah satu hotel paling mewah di Kota Naldern, yaitu Selesti.Begitu Arlo turun dari mobil, dia melihat Maulana dan Santoso sudah menunggu di pintu."Pak Arlo, jamuan hari ini memang kutentukan mendadak. Nggak mengganggu urusan







