로그인Arlo menggeleng tanpa daya.Masalah ini terlalu rumit. Karena tidak ada hubungan dengan dirinya, sekalipun memang ada sesuatu yang janggal, dia tidak berniat ikut campur dalam urusan orang lain.Cortis mengangguk dan tersenyum tipis. Namun di kedalaman matanya, sekilas niat membunuh melintas.Tak lama kemudian, Winola keluar dari bangunan kecil itu dengan sisa air mata di wajahnya."Ayahku menyampaikan terima kasih padamu. Memang benar, beliau merasa jauh lebih baik sekarang. Penilaiannya sama denganmu, mungkin dalam setengah bulan lagi sudah bisa pulih banyak ....""Kalau begitu, bukankah sudah waktunya membayar biaya pengobatan?" Arlo tersenyum.Winola mengangguk. "Sekarang juga aku akan antar kamu ke pelelangan bawah tanah itu. Hari ini, apa pun yang kamu sukai di sana, semuanya akan kubayar!"Sambil berkata demikian, dia menepuk dadanya dengan berlebihan, menampilkan aura seorang wanita kaya."Kalian mau pergi ke pelelangan bawah tanah? Tempat itu terlalu ramai. Lebih baik aku tema
Saat Winola berlari ke dekat bukit batu buatan itu, dia melihat Arlo meletakkan beberapa butir pil di atas sebuah batu besar.Petir terus-menerus menyambar pil-pil itu. Setelah sembilan sambaran petir surgawi, awan keberuntungan di langit pun perlahan menghilang.Saat itu, Robus yang berjaga di pintu juga sama seperti Winola, menatap pemandangan itu dengan wajah penuh keterkejutan.Keagungan langit begitu dahsyat hingga membuat orang tak berani menatap langsung. Awan dan petir itu adalah bukti bahwa dengan kemampuan manusia, seseorang telah memanggil kekuatan langit!"Berhasil?" tanya Winola dengan penuh semangat sambil menatap Arlo.Arlo mengangguk. "Aku nggak mengecewakanmu, 'kan? Ada empat butir Pil Penumbuh Sumsum. Sesuai aturan, aku akan ambil dua butir. Kamu nggak keberatan, 'kan? Lagian, penyakit ayahmu cuma butuh satu butir."Winola sangat gembira. Asalkan penyakit ayahnya bisa disembuhkan, yang lain tidak menjadi masalah.Lagi pula, apa yang dikatakan Arlo memang sesuai dengan
Saat melihat Winola, mata Cortis langsung berbinar."Aku datang untuk menjenguk Guru. Kudengar, kamu mengundang seorang dokter terkenal dan dia sangat yakin bisa menyembuhkan Guru?"Winola mengangguk. "Ya, namanya Arlo. Dia sangat terkenal akhir-akhir ini. Kamu pasti pernah dengar namanya, 'kan?"Cortis mengernyit. "Memang terkenal dan juga punya kemampuan. Tapi, belum tentu sehebat yang digembar-gemborkan orang.""Kak Cortis nggak suka sama dia?" tanya Winola dengan heran.Dalam kesannya, Cortis adalah orang yang paling terbuka dan paling menghargai talenta muda. Seharusnya orang seperti Arlo adalah tipe yang dia sukai."Aku belum pernah ketemu dia, jadi nggak bisa bilang suka atau nggak. Tapi, di kalangan keluarga bangsawan ibu kota beredar kabar kalau orang ini mungkin hanya pisau di tangan Dewa Perang.""Mungkin dia memang punya sedikit kemampuan, tapi banyak hal dalam rumor tentang dirinya jelas dibesar-besarkan," kata Cortis dengan datar.Alis Winola berkerut. "Ada rumor seperti
Begitu kata "lemah" keluar dari mulutnya, bukan hanya Winola yang menunjukkan ekspresi tak berdaya, bahkan para penjaga di depan pintu dan Sutris pun memperlihatkan raut tidak senang."Yang kamu maksud lemah itu Dandy dan Zaem, 'kan?" tanya Winola sambil mencebik.Arlo tidak menyangkal. Selain murid-murid Keluarga Kardinegara, orang-orang seperti Jirana dan para muridnya memang terbilang biasa saja.Winola menggeleng. "Orang-orang yang pernah kamu temui itu cuma anggota lapisan bawah Komite Bela Diri. Tugas mereka adalah menyeleksi dan membina bakat-bakat bela diri dari kalangan masyarakat biasa, sekaligus membantu pihak militer mencari talenta.""Pilar utama Komite Bela Diri yang sebenarnya adalah Dewan Tetua Pengawas Bela Diri. Kamu kira reputasi besar Komite Bela Diri bisa bertahan hanya dengan mengandalkan beberapa semi-grandmaster?"Setelah mendengar itu, Arlo merasa ada benarnya juga. Hanya saja, sebelumnya dia tidak pernah mendengar Dandy membicarakan hal itu.Sebenarnya, perkem
Ginseng seribu tahun tentu saja sangat mahal. Tanaman spiritual yang mampu bertahan hidup selama seribu tahun seperti itu pada dasarnya mengandung energi spiritual yang sangat besar, bahkan bisa dikatakan telah melahirkan kesadaran spiritualnya sendiri.Itu bukan sesuatu yang bisa dimurnikan oleh api bumi biasa.Meskipun seseorang memiliki resep Pil Penumbuh Sumsum dan berhasil mengumpulkan seluruh bahannya, tetap bukan perkara mudah untuk meraciknya hingga berhasil.Arlo malas berdebat panjang. Dia hanya berkata kepada Winola, "Aku akan tuliskan daftar bahannya. Setelah kamu berhasil mengumpulkannya, aku akan mengobati ayahmu."Sambil berbicara, dia langsung menuliskan daftar bahan di ponselnya dan menyuruh Winola memotretnya untuk disimpan.Begitu menerima daftar itu, Winola langsung mengirimkannya. Tak lama kemudian, balasan pun datang."Selain ginseng seribu tahun yang baru bisa dikirim tiga jam lagi, semua bahan lainnya sudah tersedia!" ujar Winola.Arlo benar-benar tertegun. Sial
Di layar video, Evans masih terus berbicara tanpa henti. Raut wajah Mark berubah dari heran menjadi canggung. Setelah panggilan ditutup, dia berkata dengan nada takjub, "Aku minta maaf. Aku benar-benar nggak nyangka dokter sakti yang disebut-sebut Evans ternyata seorang pemuda."Mark tersenyum. "Di bidang kedokteran barat, seseorang yang bisa meraih gelar doktor sebelum usia 25 tahun, lalu menjadi dokter bedah utama di rumah sakit sebelum usia 28 tahun, sudah bisa disebut sangat berbakat."Arlo menggeleng. Orang ini sebenarnya tidak terlalu menyebalkan. "Sekarang aku boleh periksa pasiennya?""Tentu saja. Tapi menurut Evans, kamu adalah ahli penyakit hati. Kata orang, setiap orang memiliki bidang keahliannya masing-masing. Aku nggak tahu apa kamu pernah meneliti ALS. Bagaimanapun juga ini adalah bidang yang sama sekali berbeda ...."Arlo menjawab dengan datar, "Dari sudut pandang pengobatan tradisional, tubuh manusia adalah satu kesatuan. Kalau tubuh mengalami masalah, berarti keseluru
Melihat Jivano dalam keadaan begitu takut, Mohit justru semakin tergila-gila pada kemampuan Arlo memanggil petir dewa.Meskipun Jivano berperilaku buruk dan kini tampak menyedihkan, di Gunung Naga Harimau, dia memiliki posisi yang cukup tinggi. Hanya selangkah lagi, dia bisa menuju posisi Mahaguru G
Risty merangkak dan berguling untuk bersembunyi di belakang Wahid. Kalau beberapa orang tua itu benar-benar bisa mengendalikan hantu dan tadi mereka bilang ingin membunuh untuk membungkam saksi, bukankah itu tinggal dilakukan dengan mudah?Melihat mereka bahkan tidak takut pada peluru, seluruh harap
Mohit sebenarnya ingin mengatakan, "Gunung Naga Harimau nggak sempat membasmi sekelompok sampah seperti kalian sebelumnya, jadi nggak ada salahnya kami datang untuk melakukan pembantaian sekarang". Namun sebelum dia sempat membuka mulut, Jivano sudah menariknya ke belakang.Jivano terkekeh aneh bebe
Dalam sekilas pandang, jumlah mobil di depannya jauh melampaui kapasitas parkiran asli. Seolah ada tak terhitung kendaraan ditumpuk tanpa ujung.Pemandangannya benar-benar seperti tempat rongsokan mobil raksasa dalam film. Di bawah kakinya hanya ada beberapa lorong sempit yang berkelok-kelok, tidak







