Share

10

Author: Naomiliana
last update publish date: 2026-04-16 08:25:59
Mereka pergi ke pasar budak dan memasuki salah satu bangunan kumuh itu. Pandangan pertama yang dilihatnya banyak anak-anak hingga dewasa dengan keadaan kurus kering dan kumuh terduduk di lantai dingin.

Seseorang yang sepertinya pemilik bangunan ini menghampiri Lian Wei, "Ada yang bisa saya bantu nona?"

"Ya, ada berapa semua budak disini?"

"Semuanya ada 30 orang termasuk anak-anak."

"Saya ambil semuanya, berapa harga semua budak ini?"

"Ya-ya? Se-semua nona?"

"Ya."

"Semuanya 800 keping tael perak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   106

    “Dasar jalang! Seharusnya kau mati bersama ibumu!” ucapnya yang ingin menyerang Lian Wei, namun di halangi oleh Wei Heng. Sementara Xiu Juan mengawasi Tabib Xu. “Selir Zhu!” bentak Xiuhuan. “Ayah izinkan aku menghukum Selir Zhu atas perbuatannya,” pinta Xiuhuan. “Tidak! Aku yang akan menghukum Selir Zhu. Karena dia aku kehilangan ibuku, dia juga meminta pembunuh bayaran untuk membunuhku, bahkan dia meracuniku. Jadi aku sendiri yang akan menghukumnya.”Lian Wei ingin menyerang namun ditahan oleh Xiuhuan. “Aku juga kakakmu, dia juga ibuku Lian’er. Biarkan kakak yang menghukumnya, jangan sampai menodaimu.”Air mata Lian Wei tidak dapat ditahan lagi, ia menangis di pelukan kakaknya. Kaisar mengepalkan tangannya kuat.“Ibu, kau tidak mungkin membunuh ibu permaisuri bukan? Dia begitu menyayangiku, dia memberikan aku mainan dan pakaian yang dibuatnya sendiri.”“Dasar anak bodoh! Itu bukan buatmu, bahkan dia tidak tahu kau akan lahir!”“A-apa maksud ibu?”“Semua itu milik sampah itu!” tun

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   105

    “Bao Yu menghadap Yang Mulia Kaisar,” ucapnya memberi hormat pada Kaisar.“Nona Bao, silakan berdiri,” Kaisar mempersilakan.“Terimakasih Yang Mulia.”“Nona Bao kenapa anda hanya datang sendiri? Apakah Nona Xinxin tidak datang bersama?” tanya Kaisar, karena ia tidak melihat sosok Xinxin.“Maaf Yang Mulia, tadinya nona ingin datang namun kekaisaran menyinggung nona kami.”“Lancang!” pekik pejabat disana, namun dihiraukan.“Barang yang kami kirimkan kembali adalah barang palsu. Entah apa maksud kekaisaran mengirimkan barang ini? Apakah kekaisaran ingin menuduh kami melakukan pemalsuan dan penggelapan dana?”Setelah mengatakan itu Tentara Xiao Xinxin berjejer rapi di depan aula.“Palsu?”Wei Heng masuk kedalam aula dengan membawa barang bukti. Setelah memberikan barang bukti, Wei Heng kembali ke barisan.“Silakan anda periksa Yang Mulia.” Bao Yu menyerahkan kantong uang pada Kaisar Li.“Tidak mungkin ini palsu,” beo Kaisar.“Jianying selidiki hal ini!”“Baik ayah.”Jianying mengambil ko

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   104

    “Pangeran kau…? Tadi kau pergi untuk membeli lentera ini?”“Iya, ayo kesana,” ajaknya.Setelah sampai di tempat berkumpulnya orang melepas lampion, Wang Xuemin memberikan kuas pada Lian Wei.“Buat permintaanmu, aku akan membuat disisi yang lain. Lalu kita akan menerbangkannya bersama.”Lian Wei mengambil kuasnya, ia memandang pada Wang Xuemin yang sudah mulai menulis.‘Apa yang harus kutulis?’ pikirnya.“Apa kau sudah selesai menulis?” tanya Wang Xuemin yang sudah selesai menulis.“Belum.”Lian Wei mulai menulis, setelah selesai ia membuang kuasnya.“Sudah.”Lalu mereka memegang lentera itu dan menerbangkannya bersama. Lentera itu terbang ke langit malam bersatu dengan lentera yang lain.“Apa yang kau tulis?” Wang Xuemin penasaran.“Rahasia.”“Kau tidak ingin bertanya, apa tulisanku?”“Tidak perlu,” ucap Lian Wei acuh lalu pergi dari sana meninggalkan Wang Xuemin sendiri.Wang Xuemin menatap pada lentera mereka dengan tersenyum.Di sisi kanan lentera tertulis permintaan Lian Wei.‘Hid

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   103

    Pagi itu, kelopak sakura berjatuhan perlahan di halaman Paviliun Bunga yang sengaja di siapkan Wang Xuemin sejak lama, seperti hujan berwarna merah muda. “Ini?”“Hadiah pertunangan untukmu.”Lian Wei tidak bisa berkata-kata lagi, ia memandang takjub pada pemandangan di depannya.Udara musim semi masih dingin, membawa aroma bunga yang lembut bersama semilir angin pagi. Di antara pepohonan sakura yang bermekaran, suara air kolam terdengar tenang, sesekali diiringi kicau burung kecil yang hinggap di gazebo kayu.Ia berjalan perlahan menyusuri jalan batu taman, ujung hanfu merahnya menyapu kelopak bunga yang jatuh. Cahaya matahari pagi menembus sela-sela ranting, menciptakan bayangan lembut di wajahnya.Wang Xuemin dengan jubah merah yang kontras dengan lautan bunga yang lembut berdiri di bawah pohon sakura. Tangan kanannya menggenggam ranting sakura yang baru saja jatuh, sementara tatapannya diam-diam mengikuti langkah gadis itu sejak tadi.“Pangeran ini indah sekali, namun sayangnya me

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   102

    “Apa kau berharap aku akan menciummu?” tanyanya dengan menuangkan teh ke dalam cangkirnya. Karena tidak merasakan apapun pada tubuhnya, Lian Wei membuka matanya. Ia melihat Wang Xuemin yang duduk tenang dengan teko tehnya. “Lagi pula itu bukan disebut ciuman pertamamu istriku. Apa kau lupa jika kita pernah melakukannya sebelumnya?” “Kau!” Raut wajah Lian Wei memerah mendengarnya. Setelah mendengar perkataan Wang Xuemin, Lian Wei refleks memegang bibirnya. “Ini minum,” ucapnya seraya menyodorkan cangkir teh pada Lian Wei, yang langsung di ambil dan meminumnya. Tidak lama kemudian mereka sampai di istana. Banyak pangeran dan putri dari kerajaan lain yang datang pada hari ini. Sehari sebelum acara perjamuan, Kaisar mengundang semua putra dan putri dari kerajaan sahabat dan bangsawan sekitar ke Kerajaan Wei. Lian Wei dan Wang Xuemin pergi ke Paviliun Sakura, mengabaikan semua orang yang hadir di sana. Liu Changhai yang melihat Lian Wei segera menghampiri Lian Wei. “Lien'er!” pa

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   101

    “Migxue, dimana tuanmu?” tanya Lian Wei pada kuda itu, segera dia menolehkan kepalanya ke arah kedai. Segera Lian Wei masuk ke kedai itu, pemandangan yang dilihatnya sangat ramai di dalam sini. Ia tampak mencari keberadaan Wang Xuemin, hingga akhirnya ia menemukan Wang Xuemin yang duduk di meja lantai dua. Segera Lian Wei naik ke lantai dua, saat tiba di atas ia melihat banyak gadis yang menggoda Wang Xuemin. Sepertinya mereka tidak tahu jika mereka menggoda iblis yang ditakuti di seluruh kekaisaran. Iya memang dia tidak bereaksi apapun terhadap mereka, namun entah kenapa Lian Wei merasa tidak terima tunangannya di dekati banyak bunga. Segera Lian Wei menghampiri Wang Xuemin dan menerobos mereka semua. Ia juga memberanikan diri duduk di pangkuan Wang Xuemin dengan posisi duduk miring. Ia mengalungkan tangannya di leher Wang Xuemin dan mengecup pipi kirinya. Hal itu membuat para bunga itu marah karena tindakan Lian Wei. Wang Xuemin juga marah karena tindakan seorang perempuan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status