Share

175

Author: Naomiliana
last update publish date: 2026-06-19 23:03:49
“Xu… Xu Kai? Kau bercanda bukan?” tanya Liu Changhai.

Xu Kai menoleh kebelakang dan melihat para pengawalnya yang sudah mengarahkan pedang. Dengan satu kibasan tangannya pedang itu diturunkan.

“Hehehe kau terlalu berlebihan,” ucap Xiuhuan seraya merangkul leher Xu Kai dan menyeretnya kembali ke Kediaman Xu Kai

Jianying dan Liu Changhai mengikuti dari belakang. Tak lama mereka sampai di kediaman, pintunya ditutup dengan rapat.

“Kau tidak jadi pergi?” tanya Xu Kai.

“Kita tidak mungkin pe
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Sharira Nalanda
kog msh aja jd anak kesayangan sih, pdhl kan udeh pd tau kalau dia sering nyakitin lian wei, bahkan udh tau kalau dia jg yg meracuni, masa cuma di anggap angin lalu aja,
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   268

    “Kakak, hati-hati!”Xiuhuan segera berbalik menatap Jianying dengan tatapan bingung.“Ada apa?”“Kakak, di belakangmu!”Syung!Suara desingan tajam tiba-tiba membelah udara.Trang!Sebuah anak panah melesat melewati sisi kepala Xiuhuan dan menghantam dinding di belakangnya. Ujung anak panah itu tertancap kuat hingga membuat dinding di sekitarnya retak.Xiuhuan membelalakkan mata.“Apa—” ucap Xiuhuan terkejut, namun belum sempat ia menyelesaikan ucapannya—Syung! Syung! Syung!Puluhan anak panah melesat dari berbagai arah.Jianying segera menerjang ke arah Xiuhuan dan menarik tubuh kakaknya ke samping.“Berlindung!”Dalam sekejap, suasana ruangan berubah menjadi kacau.Dari celah-celah dinding, langit-langit, bahkan bagian lantai yang sebelumnya terlihat tidak mencurigakan, tiba-tiba muncul lubang-lubang kecil. Dari sanalah anak-anak panah ditembakkan tanpa henti.Syung! Syung! Syung!Anak panah melesat seperti hujan besi.Tidak ada satupun sosok manusia yang terlihat.Tidak ada pemanah

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   267

    “Kau tahu apa yang harus kau lakukan sebagai panglima kekaisaran ini, Jianying,” ucap Kaisar Li.Jianying segera berdiri dan melangkah maju, ia membungkuk dengan tegas.“Mengerti, Ayah. Akan aku lakukan.”“Aku akan memerintahkan pasukan di wilayah perbatasan untuk meningkatkan kewaspadaan. Kita juga akan memeriksa kembali kondisi benteng, persediaan senjata, serta jumlah pasukan yang dapat dikerahkan jika perang benar-benar pecah,” tatapannya berubah tajam.“Jangan hanya mempersiapkan pasukan,” ujar Jiazhen.Jianying mengangkat wajahnya.“Pastikan rakyat juga dipersiapkan. Jika Song menyerang, mereka tidak boleh menjadi korban pertama.”“Baik,” Jianying mengepalkan tangan di depan dada.“Bagus, kau memang putraku.”“Jika ayah berkenan aku akan mengajak Tentara Xinxin untuk bergabung,” ucap Jianying.“Ya, kirimkan undangan pada mereka untuk pembahasan lebih lanjut. Tidak akan kubiarkan satupun wilayah kita jatuh tanpa perlawanan.”Xiuhuan mengangguk puas mendengar jawaban itu.“Kalau b

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   266

    “Katakan.”Masih dalam posisi berlutut, Xiuhuan mengangguk penuh semangat. Ia menyampaikan laporan yang diterimanya.“Kekaisaran Song sedang mempersiapkan pasukan untuk menyerang Kekaisaran Xu. Berdasarkan informasi yang kami terima dari para pengintai, pergerakan pasukan Song semakin meningkat dalam beberapa hari terakhir. Mereka mulai mengumpulkan persediaan makanan, senjata, serta pasukan di wilayah perbatasan.”Wajah Kaisar Li yang semula kusut perlahan berubah serius. Ia menegakkan tubuhnya, ia juga menyuruh para selir untuk kembali ke kediamannya masing-masing.“Kami permisi dulu Yang Mulia,” ucap kedua selir itu dan pergi dari sana.“Seberapa besar pasukan mereka?”“Kami belum mendapatkan jumlah pastinya, ayah. Namun, melihat banyaknya pergerakan pasukan dan persediaan yang mereka kumpulkan, ini bukan sekadar ancaman untuk menekan Kekaisaran Xu. Mereka tampaknya benar-benar berniat memulai perang.”Xiuhuan berhenti sejenak, kemudian melanjutkan dengan nada lebih berat.“Jika Ke

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   265

    Prajurit itu tidak langsung menjawab, ia menunduk semakin dalam.“Ini... mohon maaf Yang Mulia Kaisar. Tapi hamba tidak melihat Tuan Putri bersama para Pangeran.”Kaisar Li terbatuk keras, Selir Cui dengan wajah palsunya terlihat sangat khawatir.“Cepat suruh mereka kemari,” perintah Kaisar Li.“Baik Yang Mulia Kaisar.”Setelah kepergian prajurit itu, tubuh Kaisar Li melemas. Ia sangat menantikan kepulangan putrinya. Tapi ia tetap tidak bisa melihat putrinya kembali. Ia masih tidak terima dengan kematian putrinya.“Yang Mulia,” panik Selir Cui namun Li Jiazhen memberi tanda bahwa ia tidak apa-apa. “Putra Mahkota dan Pangeran Kedua tiba,” ucap Kasim Chen.Saat mereka masuk mereka melihat Jiazhen yang pucat dan terlihat kurang sehat. Terakhir mereka tinggalkan kondisi ayah mereka tidak seperti ini. Mereka saling bertatapan sejenak lalu segera berlari. “Ayah!” panik mereka menghampiri Li Jiazhen. Xiuhuan membantu Kaisar Li untuk duduk dengan benar. Sementara Jianying menuangkan teh. S

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   264

    “Guru… tahu aku menyamar?” bisik Lian Wei yang hanya didengar oleh Adipati Xinxi.Kemudian Adipati Xinxi menarik ikat rambut Lian Wei, hingga rambut panjangnya terurai indah. Lian Wei berbalik menatap para murid yang lain.“Murid terakhirku adalah seorang wanita tangguh, Li Xinhua.”“Apa?!” Mayleen terkejut karena hal itu.“Li Xinhua! Selama ini kau mempermainkan aku?! Bahkan sejak tokomu baru di buka?”“Maafkan aku Putri Ketiga,” ucap Lian Wei menundukkan kepala dan badannya.Semua orang menatap keduanya, yang satu menyamar sebagai pria dan satu lagi adalah Putri Ketiga dari pemberontak Keluarga Zhu.“Sudah, kembali tempatmu,” ucap Adipati Xinxi.“Baik guru.”Lian Wei kembali ke tempatnya.“Kau hebat Li Xinhua,” ucap Xue Yan, dia berada di kelas yang sama. Lian Wei hanya tersenyum, ia sudah tahu tentang hal ini sebelumnya.“Guru Besar, apa kita tidak memiliki kelas untuk tabib? Bagaimana jika kita terluka di medan perang?” tanya Lian Wei.Adipati Xinxi menunduk dalam, hanya satu oran

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   263

    Lian Wei menarik kembali pedangnya dan menurunkannya ke samping tubuh.“Pertandingan selesai. Li Xinhua menang!” ucap Luo Yang takjub.Begitu pengumuman terdengar, suasana yang sebelumnya hening langsung dipenuhi suara kagum.“Cepat sekali!”“Aku bahkan tidak melihat bagaimana dia bisa berpindah ke belakang Xu Kai!”“Gerakannya begitu indah…”“Indah?” seseorang menyela. “Kalau itu pertarungan sungguhan, Xu Kai mungkin sudah terluka sebelum menyadari apa yang terjadi.”Beberapa murid mengangguk setuju. Mereka baru menyadari satu hal. Gerakan Lian Wei memang terlihat anggun, tetapi setiap gerakannya memiliki tujuan.Tidak ada satupun serangan yang dilakukan secara sia-sia. Ia tidak mengandalkan kekuatan semata. Ia membaca gerakan lawan, mencari celah, lalu menyerang titik yang paling rentan.Bahkan ketika memiliki kesempatan untuk melukai Xu Kai, ia selalu menahan kekuatannya pada saat terakhir. Itulah yang membuat serangannya terlihat semakin mengerikan.Anggun.Tenang.Namun mematikan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   1

    Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   177

    Langit sore diselimuti awan kelabu.Upacara pemakaman Putri Agung Li Lian Wei telah berakhir sejak beberapa saat lalu. Pemakaman di gelar dengan tertutup, hanya keluarga kerajaan dan pengikut setia Lian We. Satu per satu dari mereka meninggalkan area pemakaman kerajaan.Tangisan telah mereda.Dupa

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   117

    “Li Mayleen, adik kecil yang juga ganas. Kau salah membangunkan singa tidur,” ucap Lian Wei pelan.“Tabib Luo, katakan pada Kaisar bahwa aku mengonsumsi ini dan tunjukkan bukti ini pada Kaisar. Ingat hanya kalian berdua saja yang ada dalam obrolan itu.”“Kau harus menyampaikan ini langsung, katakan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   104

    “Pangeran kau…? Tadi kau pergi untuk membeli lentera ini?”“Iya, ayo kesana,” ajaknya.Setelah sampai di tempat berkumpulnya orang melepas lampion, Wang Xuemin memberikan kuas pada Lian Wei.“Buat permintaanmu, aku akan membuat disisi yang lain. Lalu kita akan menerbangkannya bersama.”Lian Wei men

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status