LOGIN“Ada perlu apa mencari Nona Xinxin? Siapa kalian? Apa kalian orang suruhan musuh?”“Kau?” ucap panglima itu terhenti setelah melihat tanda orang di hadapannya. Tanda yang hanya dimiliki oleh pasukan Xinxin. “Salam tuan, kami datang mencari nona anda karena ingin menyampaikan pesan ini?”Yi tan menyerahkan gulungan kertas itu dan memberikannya pada pengawal bayangan di sana.Segera diambilnya gulungan kertas tersebut dan dibaca dengan hati-hati. Setelah membacanya, ia melihat sekumpulan orang yang ada di hadapannya. “Apa kalian benar-benar dikirim untuk nona kami?”“Benar tuan, kami sudah lama menantikan hari ini tiba. Panglima besar kami ikut dengan rombongan para pangeran.”“Baiklah, pertama kalian semua harus saya selidiki latar belakangnya sampai terlihat kebenarannya, lalu setelah itu akan saya beri tanda kesetiaan.”“Baiklah tuan.”“Ini makan, sebagai tanda perjanjian sementara,” ucap pengawal itu memberikan pil pada mereka dalam jumlah yang banyak.Yi Tan mengambilnya tanpa ra
“Jadi pergilah ke sana, untuk membantu mewujudkan mimpinya.” Itu seperti perintah mutlak dari Xuanzong pada Zei Xen. Kaisar Xu berdiri, jubah emasnya bergoyang tertiup angin malam. “Jadilah bagian dari Tentara Xinxin. Mulai hari ini, kalian bukan lagi bayangan masa lalu. Kalian adalah pedang bagi Lian Wei.” Zei Xen menundukkan kepala dalam-dalam. Mata pria itu telah dipenuhi air mata. Tidak tahu harus bersikap seperti apa, ia senang bisa bergabung dengan Tentara Xinxin yang hebat. Namun juga merasa sedih karena belum sempat melayani Lian Wei. “Bawahan menerima perintah. Meski harus mengorbankan nyawa, kami akan berusaha untuk mewujudkan mimpi sang putri.” Kaisar Xu memandang hujan yang semakin deras. Dalam hati, ia teringat wajah Liu Fang Yin. ‘Fang Yin… entah mengapa aku merasa Lian’er masih hidup. Dan aku telah menemukan orang-orang yang akan menjaganya. Mulai sekarang, ia tidak akan berjalan sendirian lagi.’ Di bawah hujan malam itu, sebuah kesetiaan yang telah tertidur sel
“Yang benar saja, tadi katanya seperti mau perang. Tapi ayah malah menambah pasukan?” gerutu Xu Kai.Pletak... “Dia ayah mu bodoh,” ucap Jianying sarkas dengan menjitak kepala Xu Kai, sedang yang di jitak hanya mampu mendengus kesal. Melihat keduanya tidak akur dan malah berdebat dengan hal tidak penting segera Xiuhuan mengalihkan topik. “Terimakasih atas kemurahan hati anda Yang Mulia Kaisar Xu, tapi maaf kami tidak bisa menerima bantuan lebih banyak dari anda, kami sudah banyak merepotkan Yang Mulia,” ucap Xiuhuan sopan. “Ah… aku jadi sedih, padahal Putri Wang sudah ku anggap sebagai putriku sendiri,” ucap Kaisar Xu sedih, yang membuat para pangeran saling pandang. “Bagaimana jika kami terima dua puluh orang saja, Yang Mulia?” ucap Jianying. “Benarkah? Baiklah aku akan memberi tiga puluh orang,” ucapnya semangat dengan wajah ceria. “Yang benar saja?!” ucap keempatnya bersamaan yang terkejut karena diluar prediksi. Sementara Kaisar Xu hanya tersenyum cerah.Namun tidak ada yan
“Di antara semua orang di sini. Orang yang paling mengetahui alasannya adalah Ayah sendiri.”Wajah Tao Suho langsung membeku.Tao Lan yang berdiri di sampingnya perlahan menundukkan kepala. Tidak ada yang berani berbicara. Karena semua orang tahu apa yang dimaksud Tao Mo.Terkadang, luka terbesar bukan berasal dari musuh. Melainkan dari keluarga yang seharusnya melindungi mereka.Setelah mengatakan itu, Tao Mo berbalik dan berjalan pergi. Tao Lan menatap punggung kakaknya sejenak sebelum menyusul.Meninggalkan Tao Suho yang masih berdiri seorang diri di tengah halaman, menatap kepergian kedua putranya dengan perasaan yang tidak mampu ia ungkapkan dengan kata-kata.“Pengawal bawa kedua nona pergi,” ucap Tao Mo saat mencapai pintu. Segera mereka menjalankan tugasnya, pengawal itu juga diperintahkan untuk berjaga disana selama masa hukuman.Sementara itu di Kekaisaran Xu.Di luar perkiraan, hujan terus terjadi hingga menjelang pagi yang harus membuat mereka menginap lebih lama. Mereka t
Suasana halaman Keluarga Tao masih dipenuhi ketegangan setelah perkataan Tao Lan. Tidak ada seorangpun yang berani berbicara.Tao Suho berdiri mematung.Sementara dua putri selirnya mulai merasa gelisah karena suasana yang semakin tidak menguntungkan bagi mereka.Tepat saat itu, seorang pelayan berlari tergesa-gesa masuk.“Tuan Besar! Tuan Muda Sulung telah kembali!”Semua orang membeku kecuali Tao Lan. Ia langsung berbalik arah saat mendengar pelayan mengatakan kakaknya sudah kembali.Suara langkah kaki terdengar dari gerbang halaman.Tap… Tap…Semua orang menoleh ke arah gerbang. Seorang pria berpakaian sederhana berjalan masuk dengan tenang. Namun kehadirannya langsung membuat seluruh halaman sunyi.“Tuan Muda Mo…” ucap para pelayan langsung menundukkan kepala.Mata Tao Lan sedikit membesar.“Kakak Pertama?!” pekik Tao Lan yang langsung berlari memeluk kakaknya. Pelukannya di balas oleh Tao Mo, ia menepuk punggung tegap adiknya.“Kakak Pertama sudah kembali,” bisik Tao Yang.Sudah
“Kau manis sekali Hongli. Oh ya tadi bagaimana kau tahu aku Putri Li?” Hongli tampak berpikir sejenak sebelum menjawab. “Humm… kakak ipar tinggal di kediaman kakak, sudah pasti kau adalah Putri Li,” ucapnya lucu dengan memakan buah di tangannya. “Aku yang beritahu ayah tentang rencanamu,” sahut Wang Xuemin kemudian. “Kapan kau memberitahunya?” “Saat dalam perjalan kemari, aku sudah beritahu ayah.” “Oh tidak heran, tapi sekarang Putri Bangsawan Tao itu jadi tahu identitas asliku.” “Saya akan mengurusnya nona,” ucap suara berat di belakang mereka. Lian Wei segera mencari sumber suara, sementara Wang Xuemin memutar tubuhnya ke belakang. “Tao Mo?” tanya Lian Wei heran. Tak lama Tao Mo berlutut dengan kepala menunduk. “Hei… kenapa kau berlutut?” “Mohon maafkan adik hamba putri, tolong jangan hukum dia. Biarkan hamba yang menghukumnya,” ucap Tao Mo menjadi formal. Selama ini Tao Mo tidak pernah memanggilnya putri dan bersikap begitu formal. Lian Wei menatap Wang Xuemin dengan k
Istana disibukan dengan persiapan pesta penyambutan Lian Wei. Aula utama istana tampak jauh lebih sibuk dari biasanya. Para pelayan hilir mudik membawa gulungan sutra, vas bunga, dan nampan berisi camilan kering yang masih tertutup kain merah.Di tengah keramaian itu, Kasim istana berdiri sambil m
“Habislah aku,” ucap Shen Yu takut.“Jika Nona Xinxin adalah calon Putri Mahkota… gawat,” ucap Shen Yu tidak berani membayangkan.Ia jatuh terduduk, teman yang lain mencoba menolongnya.“Semoga kau tidak membuat calon putri tersinggung Shen Yu,” ucap tabib muda yang lain.“Kurasa sudah,” Shen Yu ha
Setelah kepergian Xu Kai, Lian Wei melihat ke sekeliling. Halaman ini sangat sepi, tidak terlihat orang lain selain mereka. “Aneh.” “Yelu cari tahu apakah kediaman ini jaraknya jauh dengan kediamanku?” “Baik nona.” Segera Yelu pergi mencari jalan dan melihat ke sekitarnya. Lian Wei melompati po
Lian Wei yang muntah darah membuat mereka terkejut. Detik berikutnya ia jatuh pingsan.Anming yang paling dekat posisinya segera menangkapnya dan membawanya masuk ke kamarnya.Anming juga merebahkan Lian Wei dengan pelan. Kemudian Tabib Luo memeriksa nadinya.“Tidak apa, obatnya sedang bekerja.”Se







