Mag-log in“Hei! Wang Xuemin! Kau tidak bisa membunuh istrimu!” pekiknya lantang saat ia merasa terpojok. Ia sudah tidak bisa menyerang lagi, pergelangan tangannya sakit akibat berpedang terlalu kuat dengan Wang Xuemin. Mendengar suara yang sangat dikenalnya, tebasan Wang Xuemin mendadak berhenti tepat satu centi di leher Lian Wei. Tatapan tajam Xuemin berubah melembut. Wang Xuemin membuang pedangnya asal, segera Lian Wei lemas dan bersiap jatuh.Seseorang dengan pakaian serba hitam itu adalah Lian Wei. Saat ia mengetahui semuanya dari Adipati Xinxi segera ia pergi ke Kediaman Wang untuk menemui Wang Xuemin. Namun saat tiba ia malah melihat lelaki itu menggila. Entah apa yang membuatnya seperti itu. “Lian'er!” pekik Wang Xuemin histeris seraya mendekap tubuh mungil Lian Wei. Lian Wei sudah lemas saat mendengar cerita tentang ibunya dari Adipati Xinxi, ditambah ia berpedang dengan Wang Xuemin. Nafas Lian Wei terpenggal, ia mencoba mengatur pernapasannya. Wang Xuemin membuka cadar Lian Wei, ag
“Lalu apa yang terjadi setelahnya?”“Sebulan setelah penyerangan itu, ayahku meninggal jadi aku harus kembali dan menjalani akademi. Sementara Xuanzong mengantar ibumu kembali ke kerajaannya, ia bertemu dengan Jiazhen saat menghadapi bahaya. Kerajaan Jiazhen lebih dekat dari kerajaan ibumu, jadi Jiazhen membawa ibumu dan mengobatinya.”“Mereka saling saling jatuh cinta saat itu dan menikah. Fang Yin tidak tahu jika Li Song masih hidup. Li Song membenci kita semua karena mengkhianatinya dan itu berlanjut dengan perang. Saat perang terakhir Kaisar Hong terdahulu meninggal. Itu menyebabkan dendam pada Li Song dan adiknya semakin meningkat. Jadi mereka berniat untuk menyerang Kekaisaran Xu yang lebih lemah dari kekaisaran yang lainnya.”“Maksudmu Kaisar Hong Li Song salah paham?”“Itu… bisa dibilang seperti itu.”“Bukankah selama ini, Kekaisaran Xu san Kekaisaran Song sering berperang dengan alasan persahabatan?”“Ya tapi itu semenjak Putra Mahkota Song yang memegang kendali. Sebelumnya m
Di malam yang gelap Adipati Xinxi keluar dari kediamannya dan pergi menuju sungai tempat persembunyiannya. Saat akan pergi ia melihat bayangan hitam melewatinya dengan begitu cepat. Segera ia mengejar bayangan itu. Hingga mereka sampai pada puncak gunung belakang. “Siapa di sana?” ucapnya dengan mengeluarkannya pedang. Orang tersebut berbalik, ia memakai pakaian serba hitam. Ia juga menutup wajahnya dengan cadar hitam. Rambut yang terkuncir satu terkibas karena angin malam yang berhembus. Seketika Adipati Xinxi melepaskan pedangnya saat melihat mata yang dikenalnya. Begitu akrab dan begitu ia rindukan tatapan mata ini. “Fang Yin?” lirihnya. “Rupanya aku benar, kau tahu siapa ibuku,” ucapnya tatapan mata yang semakin tajam. Sringgg.... “Katakan apa hubunganmu dengan ibuku?”“Ibumu? Apa kau putri Kaisar dan Permaisuri?”“Menurutmu?”“Apakah selama ini kau terluka keponakanku?”“Jawab saja pertanyaanku!” ucapnya kesal. “Kau benar Putri Permaisuri, bukan? Lepaskan pedangmu, aku ta
Sementara itu di luar goa, Terlihat Qiu dan Qin yang mengawasi Xiuhuan dan Jianying.“Qin kenapa kau menghentikanku membunuh bocah sialan itu?” ucap Qiu karena kesalnya membawanya secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan.“Dia murid pertama akademi, penerus akademi ini. Kita tidak boleh terlibat masalah,” ucap Anming.“Selain itu, aku melihat Putra Mahkota yang berjalan dari dalam akademi dan Pangeran Kedua yang baru menuju kemari.”“Putra Mahkota dan Pangeran Kedua?”“Benar tapi aku tidak tahu alasan mereka berada di akademi. Jika kita harus sedikit menjauh, mungkin mereka akan mengenali kita nanti.”“Benar juga, wajah ini sudah terlihat di istana.”“Lalu rencana nona akan berantakan,” lanjut Qiu.Qiu mengikuti Qin yang masih berjalan mengendap-endap.“Untunglah kau melihatnya Qin”“Aku akan mencari tahu tujuan mereka ke akademi.”“Berhati-hatilah.”“Baik.”“Tunggu,” cegah Anming.“Ada apa panglima?”“Bukankah waktu itu Putra Mahkota dan Pangeran Kedua sudah memasuki ruang harta nona
“Xuemin, sebenarnya kita ada dimana?” tanya Lian Wei kebingungan.“Xuemin kau tidak merasa aneh dengan gubuk ini?”“Sedikit, ini terlalu bersih dan rapi. Tapi aku tidak peduli akan hal itu, aku akan mencari obat untukmu. Kau terluka, apa kau tidak sadar?” ucap Wang Xuemin saat melihat raut wajah bingung Lian Wei.Lian Wei melihat lukanya, lalu menatap Wang Xuemin yang sedang menggeledah tempat itu.“Sebenarnya ini dimana? Kenapa bisa ada goa di tempat seperti ini?”“Ah aku menemukannya,” ucap Wang Xuemin lalu membalurkan obat pada kaki Lian Wei. “Nah sudah, ayo kuantar ke ranjang itu, kau harus istirahat agar lukamu cepat sembuh. Setelah itu kita pikirkan cara keluar dari sini.”“Baiklah.”Xuemin menggendong Lian Wei menuju ranjang dan meletakkannya dengan perlahan. Lian Wei menidurkan dirinya sementara Wang Xuemin menarik selimut tebal itu. “Kau tidurlah aku akan pergi mencari jalan keluar sebentar.”“Hati-hati, kita tahu tempat apa ini.”“Tentu saja aku masih belum menikah denganm
“Wang Xuemin! Aku tidak mau mati meninggalkan uang yang kudapatkan dengan susah payah!”“Jangan bergerak terus, kau bisa lepas dariku,” ucap Wang Xuemin kesusahan karena Lian Wei terus bergerak.Mereka terus memasuki lorong yang sempit, Lian Wei terus berteriak. Pegangan Wang Xuemin lepas dari Lian Wei karena terlalu kuat arusnya.“Aaaa… Wang Xuemin! Kenapa kau melepaskan aku! Lihat saja jika sudah keluar nanti!” pekik Lian Wei sementara hanya pasrah saja, ia sudah memperingatkan Lian Wei agar tidak bergerak sembarangan.Lian Wei terus terbawa arus, hingga akhirnya ia jatuh di atas air yang dangkal. Brak!“Aduh… punggungku,” rintih Lian Wei sakit. “Aaaa…” terdengar suara pekikan Wang Xuemin.Segera ia bergeser sedikit ke kanan, guna menghindari Xuemin yang sebentar lagi akan ikut terjun ke bawahBrak!Namun Lian Wei salah posisi, seharusnya ia tidak bergeser. Wang Xuemin jatuh tepat diatasnya dengan posisi tengkurap.Cup... Satu ciuman mendarat di bibir cantik Lian Wei. Tubuh merek
"Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan
Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu
Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen
Satu kata sudah dapat memprediksi secara keseluruhan. Tubuh ini lemah dan jelek, tentu saja itu karena racun. Ia harus mengeluarkan racun ini dalam tubuhnya. Ia mengambil cermin yang terbuat dari perunggu, ia terkejut betapa jeleknya dia saat ini."Ini pasti ulah para rubah itu, aku yakin jika tubuh







