แชร์

51

ผู้เขียน: Naomiliana
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-30 08:43:06

"Kakak!" suara bariton khas Jianying menggema.

"Sudah ku bilang kau jangan terlalu bodoh dan jangan ganggu adikku lagi. Tapi kenapa kau masih mengganggunya kak?"

"Apa?" ucapnya sambil bangun dari posisinya yang memalukan.

"Lian Wei jatuh karena didorong Lien Hua, lalu luka dalamnya itu karena kau menghempaskan tubuhnya ke pilar dengan kuat. Dan kau masih belum sadar juga?" jelas Jianying.

"Aku tidak pernah lihat orang sebodoh kau seumur hidup ini," maki Jianying.

"Jianying jaga mulutm
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   318

    “Pada nyatanya… sampai saat ini, kau tetap saja orang bodoh yang mudah ditipu.”“Aku rasa aku pergi,” ucap Wang Xuemin.“Setelah kepergian Wang Xuemin, suasana menjadi hening.“Jika kau tidak ingin memakai identitasmu, lalu kenapa kau masih melindungi ayah, ibu dan kakakmu?” tanya Jianying.“Tujuanku hanya melindungi ibu, tapi ternyata sasarannya ada pada seluruh istana.”“Apa?”“Sejak kapan kalian tahu hal ini?” tanya Lian Wei.“Harusnya kami yang tanya,” ucap Xiuhuan.“Kau sungguh tidak tahu kak?” ucap Lian Wei memutar bola matanya malas.“Sejak ibu diracuni, apa kau masih berpikir surat itu palsu?”“Adik… aku…”“Tolong jangan memanggilku begitu lagi disini, aku punya nama lain.”Setelah mengatakan hal itu Lian Wei pergi dari sana. Meninggalkan dua orang yang masih terdiam. Jianying mengepalkan tangannya kuat.“Kalau bukan karena kita sedang menghadapi perang, aku tidak akan melepaskanmu kak.”Di taman dekat danau Wang Xuemin menunggu Lian Wei. “Kau menungguku?”“Ya tentu saja, ken

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   317

    “Kali ini aku akan menghilangkan perselisihan antara kita.”“Baik, aku tidak akan melepaskanmu lagi,” ucap Xiuhuan yang tiba-tiba sudah berdiri di samping Lian Wei dan mengelus kepalanya dengan sayang. “Oh ya, ku harap tidak begitu.”“Lian’er…” Xiuhuan menatap Lian Wei dengan sedih.Setelah semua mendapatkan bagiannya, mereka kembali ke tempat masing-masing, kecuali Lian Wei, Wang Xuemin, Jianying dan Xiuhuan. “Kau tidak akan menjelaskan apapun pada kakakmu?” tanya Jianying.“Kita bahas di luar saja,” ucap Lian Wei.Saat Lian Wei akan melangkah pergi Adipati Xinxi mencegahnya. “Li Xinhua... ah maksudku Lian Wei aku ingin bicara denganmu sebentar.”“Guru panggil saja Li Xinhua seperti biasa atau Xinxin. Bagiku Lian Wei sudah mati di Kekaisaran Xu,” ucap Lian Wei dingin.“Ah…” Adipati Xinxi bingung dengan hal itu.“Lian'er aku akan menunggu di luar,” ucap Wang Xuemin pergi tanpa persetujuan Lian Wei, ia juga menarik Jianying pergi.“Aku juga pergi,” ucap Xiuhuan. “Putra Mahkota Li t

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   316

    “Bagaimana jika begini?” usul Liu Changhai. Mereka berkumpul jadi satu, raut wajah mereka segera berubah serius. Semua orang menatap Liu Changhai dengan serius.“Langsung serang dan bunuh semuanya, kita langsung sergap saja,” celetuknya. “Kau ini,” ucap Xu Kai, lalu memukul kepala Liu Changhai. “Itu bukan rencana, kau ini bodoh atau bagaimana?” kesal Xu Kai. Semua orang menghela nafas kesal, waktu mereka terbuang dengan percuma. Lian Wei hanya bisa menggelengkan kepalanya.“Begini, masing-masing dari kita menyisipkan beberapa orang di antara mereka untuk mengintai. Lalu saat tiba waktunya, mereka akan langsung menyergap dan menyerang,” ucap Lian Wei. “Seperti menyamar?” tanya Xiuhuan. “Tapi jika kita yang melakukannya, bukankah akan berbahaya? Tidak bisa ini terlalu beresiko,” ucap Jianying. “Bukan kita, tapi pasukan kita yang lebih kuat dari punya mereka,” ucap Wang Xuemin. “Kau memang selalu tahu apa yang aku maksudkan,” ucap Lian Wei. “Tentu saja istriku,” goda Xuemin. “T

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   315

    “Kakak… kedua?”Wang Xuemin langsung berdiri dan menyembunyikan Lian Wei di belakang tubuhnya.“Wang Xuemin apa maksudmu seperti ini?” ucap Xiuhuan tidak terima.“Sebelum kau memojokkan istriku, lebih baik kau urus kedua adikmu itu.”“Adikku? Apa yang dilakukan oleh Lien Hua dan Mayleen?”“Kau sungguh tidak tahu?”“Aku—”“Hentikan kalian semua,” ucap Xu Kai.Mereka semua menoleh padanya dengan tatapan tidak terima.“Ada hal penting yang harus dibahas sekarang,” ucap Luoyang membela Xu Kai.“Kakak senior benar, jika ada yang ingin dibahas selain ini, silakan bahas saat urusan ini selesai,” ucap Lian Wei.Mereka memulai pembicaraan ke topik utama. Anming ikut masuk mendampingi Lian Wei, sementara yang lain berjaga di sekitar. Terlihat Lien Hua berdiri tidak jauh dari menara Adipati Xinxi. Mayleen memperhatikan kakaknya itu dan segera menghampirinya.“Kakak ikut aku,” ajak Mayleen dengan sedikit menariknya. “Mayleen lepas! Aku bisa jalan sendiri.”“Kak... Kau bilang jalang itu bakal ma

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   314

    “Bukan? Dia benar-benar mengabaikan kita?”“Sudahlah kak.”Jianying menarik kakaknya kembali, tapi bukannya kembali ia malah membawa kakaknya pergi ke belakang menara Adipati Xinxi.“Kau membawaku ke belakang menara Adipati Xinxi?”“Ya, diamlah. Mereka sebentar lagi sampai.”“Bagaimana kau tahu mereka akan menuju kesini?”“Apa kau bodoh kak? Kau tidak memperhatikan arah jalan mereka tadi?”“Tidak.”“Kau benar-benar sudah tidak tertolong.”Tak lama terlihat rombongan itu menuju menara. Lian Wei dan Xu Kai berjalan di paling belakang seperti biasa.“Lian'er kau begitu kejam mengungkapkan identitas asliku,” ucap Xu Kai sembari berjalan menghampiri Lian Wei. “Diamlah, kau sudah sepakat tidak memanggilku begitu.”“Baiklah baik, mari kita pergi. Tidak perlu menatap galak padaku,” ucapnya dengan merangkul pundak Lian Wei.“Singkirkan tangan kotormu dari calon istriku,” suara berat yang begitu dikenalnya menyambut indra pendengaran Lian Wei.Seorang pria berjalan di tengah keramaian menuju b

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   313

    “Benar kau adikku, bukan?”“Maaf mengecewakan kalian.”Lian Wei membuka cadar yang dikenakannya. Penampilan cantik dari Lian Wei membuat semua mata memandang kagum padanya. “Li Xinhua?!” pekik Xie Nian dan Xue Yan terkejut. “Tuan, anda datang?” ucap Mingmei memberi salam.“Mingmei?!” pekik Xie Nian dan Xue Yan kembali terkejut. “Mingmei?” beo Xiuhuan.“Bukankah kau pelayan Putri Pertama?” tanya Jianying bingung.“Yang Mulia pangeran, Putri Pertama sudah membebaskan ku dari perbudakan.”“Mana mungkin!” ucap Lien Hua marah.“Ini suratnya,” ucap Mingmei menyerahkan surat pembebasan budak.Xiuhuan langsung mengambil dan membacanya, Jianying juga membacanya. Setelahnya Lien Hua merebutnya dan membacanya.“Tidak mungkin, surat ini palsu!”“Surat itu asli, apa kau buta?” sindir Jianying.“Apa?!”“Apa kau tidak melihatnya, bahwa itu tulisan tangan Lian Wei?” ucap Jianying.“Dia memang tidak meninggalkan satupun orangnya di istana,” ucap Xiuhuan setelah membaca ulang surat pembebasan budak

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   2

    "Kau!"'Apa sampah ini mengingatnya?' batin Lien Hua itu takut.'Ah tidak, mereka tahunya aku hilang ingatan. Baiklah mari kita biarkan dia bersenang-senang dahulu,' batin Xinxin. Ia merasakan seseorang memeluknya dari samping.'Orang ini Li Jianying, orang yang selalu ada bagi pemilik tubuh ini dan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   1

    Plak!Suara tamparan keras menggema di dalam ruangan.Kepala Li Lian Wei terhempas ke samping. Rasa panas menjalar di pipinya, disusul denyutan tajam di kepala.“Oh? Kukira kau sudah mati di danau itu.”Suara dingin penuh ejekan terdengar.Gadis yang berdiri angkuh itu adalah Li Lien Hua, putri kedu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   5

    Bahkan ia saja mungkin tidak bisa menghentikan laju serangannya, namun gadis di depannya menghentikannya tepat waktu. Semua orang kembali tercengang dengan kejadian itu. Lian Wei menurunkan kakinya, segera Jingmi terjatuh lemas."Kau beruntung aku tidak menendang kepalamu, jika aku benar-benar menen

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   4

    Melihat kepergian dan keacuhan Lian Wei terhadap Xiuhuan, membuat hatinya merasa tidak tenang. Ia tidak seperti ini sebelumnya. Biasanya dia akan acuh terhadap adiknya itu, namun sekarang entah mengapa setiap melihat tatapan dingin di mata adiknya membuat hatinya sakit. Ia hanya mampu melihat keperg

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status