Share

62

Penulis: Naomiliana
last update Tanggal publikasi: 2026-05-04 23:22:56
Lian Wei masuk ke ruang makan dan disambut oleh Seli Wu dan Jianying dengan hangat. Selir Wu segera memberikan lauk pada mangkuk Lian Wei, suasana hangat yang begitu ia rindukan.

Lian Wei menatap Xiuhuan di depannya, ia refleks mengambilkan lauk kesukaan Xiuhuan dan meletakkannya pada mangkuk Xiuhuan.

"Terimakasih sudah menolongku kemarin."

Xiuhuan terdiam, adik manis dan lembut yang selalu mengikutinya sudah kembali.

'Apa ini? Kenapa rasanya tubuhku ini sangat familiar dengan gerakan disini
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   104

    “Pangeran kau…? Tadi kau pergi untuk membeli lentera ini?”“Iya, ayo kesana,” ajaknya.Setelah sampai di tempat berkumpulnya orang melepas lampion, Wang Xuemin memberikan kuas pada Lian Wei.“Buat permintaanmu, aku akan membuat disisi yang lain. Lalu kita akan menerbangkannya bersama.”Lian Wei mengambil kuasnya, ia memandang pada Wang Xuemin yang sudah mulai menulis.‘Apa yang harus kutulis?’ pikirnya.“Apa kau sudah selesai menulis?” tanya Wang Xuemin yang sudah selesai menulis.“Belum.”Lian Wei mulai menulis, setelah selesai ia membuang kuasnya.“Sudah.”Lalu mereka memegang lentera itu dan menerbangkannya bersama. Lentera itu terbang ke langit malam bersatu dengan lentera yang lain.“Apa yang kau tulis?” Wang Xuemin penasaran.“Rahasia.”“Kau tidak ingin bertanya, apa tulisanku?”“Tidak perlu,” ucap Lian Wei acuh lalu pergi dari sana meninggalkan Wang Xuemin sendiri.Wang Xuemin menatap pada lentera mereka dengan tersenyum.Di sisi kanan lentera tertulis permintaan Lian Wei.‘Hid

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   103

    Pagi itu, kelopak sakura berjatuhan perlahan di halaman Paviliun Bunga yang sengaja di siapkan Wang Xuemin sejak lama, seperti hujan berwarna merah muda. “Ini?”“Hadiah pertunangan untukmu.”Lian Wei tidak bisa berkata-kata lagi, ia memandang takjub pada pemandangan di depannya.Udara musim semi masih dingin, membawa aroma bunga yang lembut bersama semilir angin pagi. Di antara pepohonan sakura yang bermekaran, suara air kolam terdengar tenang, sesekali diiringi kicau burung kecil yang hinggap di gazebo kayu.Ia berjalan perlahan menyusuri jalan batu taman, ujung hanfu merahnya menyapu kelopak bunga yang jatuh. Cahaya matahari pagi menembus sela-sela ranting, menciptakan bayangan lembut di wajahnya.Wang Xuemin dengan jubah merah yang kontras dengan lautan bunga yang lembut berdiri di bawah pohon sakura. Tangan kanannya menggenggam ranting sakura yang baru saja jatuh, sementara tatapannya diam-diam mengikuti langkah gadis itu sejak tadi.“Pangeran ini indah sekali, namun sayangnya me

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   102

    “Apa kau berharap aku akan menciummu?” tanyanya dengan menuangkan teh ke dalam cangkirnya. Karena tidak merasakan apapun pada tubuhnya, Lian Wei membuka matanya. Ia melihat Wang Xuemin yang duduk tenang dengan teko tehnya. “Lagi pula itu bukan disebut ciuman pertamamu istriku. Apa kau lupa jika kita pernah melakukannya sebelumnya?” “Kau!” Raut wajah Lian Wei memerah mendengarnya. Setelah mendengar perkataan Wang Xuemin, Lian Wei refleks memegang bibirnya. “Ini minum,” ucapnya seraya menyodorkan cangkir teh pada Lian Wei, yang langsung di ambil dan meminumnya. Tidak lama kemudian mereka sampai di istana. Banyak pangeran dan putri dari kerajaan lain yang datang pada hari ini. Sehari sebelum acara perjamuan, Kaisar mengundang semua putra dan putri dari kerajaan sahabat dan bangsawan sekitar ke Kerajaan Wei. Lian Wei dan Wang Xuemin pergi ke Paviliun Sakura, mengabaikan semua orang yang hadir di sana. Liu Changhai yang melihat Lian Wei segera menghampiri Lian Wei. “Lien'er!” pa

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   101

    “Migxue, dimana tuanmu?” tanya Lian Wei pada kuda itu, segera dia menolehkan kepalanya ke arah kedai. Segera Lian Wei masuk ke kedai itu, pemandangan yang dilihatnya sangat ramai di dalam sini. Ia tampak mencari keberadaan Wang Xuemin, hingga akhirnya ia menemukan Wang Xuemin yang duduk di meja lantai dua. Segera Lian Wei naik ke lantai dua, saat tiba di atas ia melihat banyak gadis yang menggoda Wang Xuemin. Sepertinya mereka tidak tahu jika mereka menggoda iblis yang ditakuti di seluruh kekaisaran. Iya memang dia tidak bereaksi apapun terhadap mereka, namun entah kenapa Lian Wei merasa tidak terima tunangannya di dekati banyak bunga. Segera Lian Wei menghampiri Wang Xuemin dan menerobos mereka semua. Ia juga memberanikan diri duduk di pangkuan Wang Xuemin dengan posisi duduk miring. Ia mengalungkan tangannya di leher Wang Xuemin dan mengecup pipi kirinya. Hal itu membuat para bunga itu marah karena tindakan Lian Wei. Wang Xuemin juga marah karena tindakan seorang perempuan

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   100

    Suara orang jatuh disertai dengan teriakan kesakitan membuat dua orang itu menoleh ke sumber suara. Bertepatan dengan itu prajurit yang tadinya berbalik badan segera menghampiri Lien Hua yang terjatuh. Sehingga saat mereka menoleh, pemandangan yang dilihat oleh Xiuhuan adalah prajurit itu mengganggu Lien Hua. Segera Xiuhuan berlari menghampiri Lien Hua dengan panik. Dia juga mengecek keadaan Lien Hua. “Kakak kakiku sakit, mereka mendorongku dengan keras,” ucap Lien Hua pada Xiuhuan, mengkambing hitamkan Lian Wei. Sementara pengawal itu menggeleng keras. Segera ekspresi Xiuhuan mengeras, ia menatap tajam pada Lian Wei yang duduk tenang disana. Segera Xiuhuan menggendong Lien Hua untuk pergi dari sana. ‘Tatapan itu? Jadi hanya segini saja perhatianmu padaku? Padahal aku sudah senang dia mau berbaik hati merawatku. Tapi lagi-lagi tatapan dingin itu terlempar padaku saat Lien Hua terluka.’ “Apa aku benar-benar tidak ada di hatinya sedikitpun?” lirihnya. Setelah kepergian mereka,

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   99

    “Kemungkinan seperti itu ayah.”“Kak, ibu selir bukannya saling menyayangi, kenapa mereka saling menyerang? Mereka juga tampak akrab, ataukah mereka hanya berpura-pura saja kak?" tanya Lian Wei polos pada Jianying.“Kakak tidak tahu, itu bisa saja Lian'er. Ayo kembali ke paviliun mu, kau belum bisa berjalan jauh,” ucapnya lembut. “Ayah aku akan mengantar Lian'er dulu, lalu aku akan menyelidiki masalah ini bersama kakak,” ucap Jianying. “Ya baiklah.”“Jianying aku ikut denganmu,” ucap Xiuhuan.‘Cih untuk apa dia ikut?!‘ batin Lian Wei.“Lian Wei kemarin kau dari mana? Aku pergi ke paviliunmu tapi kau tidak ada di sana.”“Memangnya ada urusan apa kakak mencariku? Kenapa kakak tidak menitip pesan pada pengawal di sana?” tanyanya.“Hmm aku... aku hanya ingin memberikan ini padamu,” ucapnya dengan memberikan salep yang dibelinya dari Kekaisaran Song. “Uh kau bisa memberikannya pada Anming,” ucapnya menerima salep itu. “Aku harus memberikan itu langsung padamu.”“Terimakasih, ini salep

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status