Share

95

Author: Naomiliana
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-17 14:44:09

‘Jika begini terus, aku akan kaya hahaha,’ batin Lian Wei puas.

Wang Xuemin yang tahu identitas lain dari Lian Wei hanya tersenyum senang. Ia suka dimanfaatkan oleh Lian Wei, terlebih lagi ia suka membelanjakan Lian Wei.

Beberapa waktu lalu, ia mendapatkan laporan dari Tianzhi yang menunjukkan bahwa pemilik toko Xinxin dan Lian Wei adalah orang yang sama. Jadi waktu dia menyarankan untuk membuka kedai teh, itu bukan asal bicara saja.

‘Rahasia apa lagi yang kau sembunyikan dariku, istriku?’

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   97

    “Kakak?!” “Kenapa kau membuat keributan disini?” “Aku hanya meminta penawar dari penyakit ini saja kak.” “Bukankah Kasim Chen dan pelayan itu sudah mengatakannya padamu?” “Aku tidak bisa menunggu lagi kak.” “Kak Lien benar, Kakak Pertama. Kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi?” “Bukankah hanya tinggal besok keputusannya?” “Bagaimana jika ternyata hasilnya tidak ada?” “Kau bisa menggunakan obat lain dulu, bukan?” “Itu tidak akan sama bukan?! Akan butuh waktu lama untuk penyembuhannya! Sebentar lagi Festival Lampion, mana bisa aku keluar dengan keadaan seperti ini?!” ‘Dasar sampah!’ batin Lian Wei kesal. Segera ia memberi kode pada penjaga di sana untuk menyeret mereka berdua keluar. “Hei apa yang kalian lakukan?! Lepaskan!” teriak Lien Hua. “Lepaskan aku! Aku akan mengadukan hal ini pada ayah!” teriak Mayleen. “Maaf nona, nona kami tidak menyukai keributan. Silakan anda pergi dari sini,” ucapnya dengan menyeret mereka keluar dari sana. Lian Wei menatap tajam selu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   96

    Ia tersenyum sepanjang jalan, hal itu membuat Wang Xuemin senang dan juga penasaran. “Apa kau begitu senang?” “Iya, terima kasih sudah membelikan aku barang ini. Seumur hidupku, aku tidak pernah memakai barang mewah.” "Benarkah? Lalu perabotan di kediamanmu itu apa?” “Itu baru dibelikan Kak Jian bulan lalu, saat aku siuman dari koma.” ‘Kejam sekali keluarganya,’ batinnya marah. Segera raut wajah Wang Xuemin mengeras. Lian Wei melihat perubahan itu dan menjadi tidak senang. Iya jika Wang Xuemin marah bisa-bisa ia tidak akan mengeluarkan uang untuknya lagi. Lian Wei menarik lengan Wang Xuemin ke arah toko penjual tanaman herbal. Sementara Wang Xuemin hanya mengikuti langkah pelan Lian Wei. “Pangeran apa kau mau membelikan aku tanaman ini?” ucapnya menunjuk tanaman yang sedang berbunga. Kebetulan dia belum memiliki tanaman ini. Sekilas ini seperti tanaman hias yang tidak terlalu menarik, namun yang sebenarnya ini adalah tanaman langka yang belum banyak diketahui orang di zama

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   95

    ‘Jika begini terus, aku akan kaya hahaha,’ batin Lian Wei puas. Wang Xuemin yang tahu identitas lain dari Lian Wei hanya tersenyum senang. Ia suka dimanfaatkan oleh Lian Wei, terlebih lagi ia suka membelanjakan Lian Wei. Beberapa waktu lalu, ia mendapatkan laporan dari Tianzhi yang menunjukkan bahwa pemilik toko Xinxin dan Lian Wei adalah orang yang sama. Jadi waktu dia menyarankan untuk membuka kedai teh, itu bukan asal bicara saja. ‘Rahasia apa lagi yang kau sembunyikan dariku, istriku?’ “Kita kesana yuk,” ajak Lian Wei dengan menggandeng tangan Wang Xuemin. Wang Xuemin mengikutinya dengan senang hati. Saat mereka keluar dari toko pakaian, Lien Hua melihat Lian Wei keluar dari sana. Segera ia mengikuti Lian Wei ke toko aksesoris. Saat sampai di toko, pelayan toko memberikan perhiasan edisi bulan ini, yaitu berupa satu set hiasan rambut bunga dan mutiara. “Berapa semua ini?” “Dua puluh lembar uang kertas tuan.” “Aku akan bayar dua kali lipat untuk hiasan ini,” ucap Lien Hu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   94

    Deg... Perkataan Lian Wei sangat menusuk hatinya, membuat jantungnya seakan berhenti berdetak untuk beberapa detik. “Kau tahu kak, bertahun-tahun aku mengharapkan cinta dan kasih sayangmu padaku. Tapi hari ini aku sadar, jika kau tidak memiliki itu untukku. Bagimu aku hanya angin lalu saja, tapi satu yang perlu kau tahu kak, aku menyayangimu.” Xiuhuan berbalik saat mendengar perkataan Lian Wei, ia memandang mata Lian Wei yang sarat akan kerinduan kasih sayang seorang kakak. Ini pertama kalinya ia mendengar Lian Wei mengatakan isi hatinya. Tatapan tajam itu seakan sirna terganti dengan tatapan lembut yang dirindukannya. Jujur ia rindu tatapan lembut itu padanya, ia ingin selalu melihat tatapan itu sejak saat ia tahu Lian Wei sadar kembali. Namun yang di dapatinya adalah sikap dingin yang acuh dan tatapan mata yang tajam mengarah padanya. “Terima kasih telah memberiku harapan untuk terus hidup. Tapi kau tenang saja kak, mungkin selama ini aku selalu mengganggumu. Tapi sekarang a

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   93

    Saat Lien Hua dan Mayleen sedang membersihkan taman istana, mulai muncul kapalan pada kulit mereka. Segera mereka berteriak karena tubuh mereka tampak sangat mengerikan. Segera pengawal membawa mereka ke paviliun masing-masing. Kabar ini segera menyebar dengan cepat, Kaisar Li segera menghampiri mereka satu per satu bersama Tabib Luo. Tabib Luo mengetahui penawarnya namun bahannya sangat langka. “Maaf Yang Mulia, hamba tidak bisa menyembuhkan kulit putri karena bahan yang digunakan sangat langka, hamba hanya bisa meredakannya dengan ramuan penyembuh saja. Itu pun membutuhkan waktu cukup lama untuk kembali pulih,” ucap Tabib Luo. “Hamba dengar di Klinik Xinxin, ada penawarnya Yang Mulia. Mungkin anda bisa mendapatkan penawarnya dari sana,“ lanjutnya. “Klinik Xinxin? Bukankah itu toko milik Nona Xinxin?” “Benar Yang Mulia, dari kabar yang beredar mereka juga akan membuka toko baru, toko sepatu dan kedai teh,” ucap Kasim Chen. “Baru beberapa hari bertemu dia sudah membuka sekto

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   92

    Kasim Chen melaporkan kejadian yang didengarnya dari pengawal yang lewat di depan Paviliun Sakura, pada Kaisar. Segera Kaisar Jiazhen menuju kesana, Xiuhuan dan Jianying juga bergegas setelah mendapat berita itu. Jianying khawatir jika Lian Wei terluka. Begitu mereka tiba pemandangan yang mereka lihat adalah kedua kakak adik ini saling menyerang satu sama lain. Sementara Lian Wei yang sedari tadi diam saja melihat mereka bertengkar, memulai dramanya. Ia memberikan kacangnya pada Wang Xuemin, lalu bergegas menghampiri dua orang adik bodohnya. “May'er! Lien'er! Hentikan! Kalian ini saudari! Kalian tidak bisa saling menyerang seperti ini!” teriaknya mencoba menghentikan pertarungan mereka. Wang Xuemin menutup mulutnya tidak percaya dengan tangan yang dikepalkan. Ia tertawa pelan sambil menoleh kesamping. Keadaan mereka kacau balau, rambut acak-acakan dengan baju yang kotor dan sobek di beberapa tempat. Luka lebam juga terlihat di sekujur tubuh mereka. “May'er! Lien'er! Hentikan

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status