Share

96

Penulis: Naomiliana
last update Tanggal publikasi: 2026-05-17 15:08:50

Ia tersenyum sepanjang jalan, hal itu membuat Wang Xuemin senang dan juga penasaran.

“Apa kau begitu senang?”

“Iya, terima kasih sudah membelikan aku barang ini. Seumur hidupku, aku tidak pernah memakai barang mewah.”

"Benarkah? Lalu perabotan di kediamanmu itu apa?”

“Itu baru dibelikan Kak Jian bulan lalu, saat aku siuman dari koma.”

‘Kejam sekali keluarganya,’ batinnya marah.

Segera raut wajah Wang Xuemin mengeras. Lian Wei melihat perubahan itu dan menjadi tidak senang. Iya jika Wang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   260

    Mingmei meminta orang untuk menyiapkan bak mandi untuknya berendam.Setelah siap ia menuangkan ramuan itu ke dalam bak, Lian Wei mengajak Xie Nian untuk kembali ke kamarnya. Lian Wei membopong Xie Nian keluar.Saat sampai di luar suara teriakan terdengar begitu kencang dari dalam rumah herbal.“Ahk! Sakit!”“Li Xinhua, ada apa dengan Mingmei?”“Dia sedang diobati, ayo pergi.”Lian Wei mengajak Xie Nian namun pandangan Xie Nian masih berada di belakang.“Aku tidak akan pakai obat ini lagi!” pekik Mingmei kuat.Lian Wei tersenyum puas.‘Taipi efek penyembuhannya cepat,’ ucap Lian Wei dalam hati.Setelah mengantarkan Xie Nian ke kamarnya, Lian Wei kembali ke kamarnya untuk beristirahat. Setelah satu jam Mingmei kembali ke kediamannya, Xie Nian yang panik segera menghampirinya.“Mingmei, kau tidak apa-apa?”“Aku tidak apa-apa. Besok akan sembuh.”“Ayo aku bantu kau istirahat.”Keesokan harinya semua murid kembali berkumpul. Kali ini mereka berkumpul di aula pedang, ujian terakhir dalam me

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   259

    “Tidak mungkin.”“Apa yang kau pikirkan?”Buk!Satu pukulan membuat Lien Hua terpukul mundur. Semua orang bersorak karena hal itu, Lien Hua tidak bisa bangkit lagi sehingga ia dinyatakan kalah.“Pemenangnya adalah Li Xinhua!” ucap Luo Yang.Adipati Xinxi yang melihat dari kejauhan hanya tersenyum tipis.“Li Xinhua berapa banyak yang kau sembunyikan?” ucap Adipati Xinxi sebelum pergi dari sana.Pertandingan selanjutnya Xie Nian melawan Mayleen. Lian Wei tahu bahwa Mayleen lebih kuat dibanding dengan Lien Hua.Ia memberi peringatan pada Xie Nian, namun Xie Nian meremehkan peringatan Lian Wei.“Li Xinhua kau tenang saja. Aku akan mengalahkannya.”“Kalau kau kena pukul, aku akan siapkan obatnya,” ucap Mingmei.Xie Nian menepuk pundak Mingmei kuat.“Siapkan yang paling mahal, besok masih pertandingan pedang.”Setelah mengatakan itu Xie Nian naik ke arena. disana Mayleen sudah menunggu dengan bersedekap dada.“Weh lama sekali? Apa kau takut huh?” sindir Mayleen pada “Aku takut?”Xie Nian m

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   258

    “Kalau sudah sarapan, segera bersiap. Hari ini masih ada pertandingan.”“Ba-baik guru,” jawab Lian Wei kaku.Lian Wei melihat punggungnya pria seperempat abad itu perlahan menjauh. Lalu Lian Wei kembali masuk ke kamarnya dan meminum supnya, setelahnya ia memakan sarapannya dan bersiap untuk pertandingan berikutnya.Halaman latihan Akademi Adipati Xinxi sudah dipenuhi para murid. Udara pagi terasa sejuk, tetapi suasana justru dipenuhi ketegangan. Hari ini mereka akan menjalani pertandingan fisik.Lian Wei berdiri di antara para murid dengan pakaian latihan berwarna putih. Tatapannya tenang, sementara di seberangnya berdiri Lien Hua yang tampak percaya diri.“Pertandingan pertama, Lian Wei melawan Lien Hua!” seru Luo Yang.Murid-murid yang berada di sekitar arena langsung memperhatikan keduanya.Lien Hua melangkah maju dan mengambil posisi bertarung. Tatapannya menilai Lian Wei dari atas hingga bawah.“Jangan salahkan aku jika kau terluka,” ucap Lien Hua.Lian Wei hanya tersenyum tipis.

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   257

    Setelah Yuze mengatakan hal itu, segera mereka membubarkan diri. Lian Wei melihat pada Adipati Xinxi yang masih menatapnya.Lian Wei kembali ke kamarnya untuk beristirahat sejenak. Ia mengambil air mandinya sendiri, Mingmei tidak bisa melayani di sampingnya.Setelah Lian Wei membersihkan diri ia menyisir rambut panjangnya. Tidak lama terdengar suara ketukan pintu. Lian Wei segera memakai pakaian luarnya, lalu berjalan membuka pintu.“Xue Yan?”Yang mengetuk pintu itu adalah Xue Yan. Ia datang dengan membawa satu botol anggur yang di sembunyikannya.“Li Xinhua, Mingmei dan Xie Nian mengajak kita makan di taman untuk merayakan hari pertama kita masuk akademi.”“Ah…? Bukankah tidak boleh minum di dalam akademi?”“Kau tenang saja, Guru Besar sudah mengizinkannya.”“Guru Besar?” beo Lian Wei.“Ayo…” Xue Yan menarik tangan Lian Wei keluar kamarnya.“Ah iya iya, aku tutup kamar dulu,” ucapnya.Setelahnya mereka pergi ke taman. Di sana sudah tersaji hotpot yang panas dari Resto Xinxin. Tentu

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   256

    “Lalu selanjutnya yang bertanding adalah…” ucap Yuze terjeda.“Mingmei melawan Lien Hua!”Mendengar namanya dipanggil, Mingmei melangkah maju. Ia menggenggam busur dengan tenang, sementara Lien Hua berjalan dari sisi berlawanan.“Mohon bimbingannya,” ucap Lien Hua sambil memberi hormat.Mingmei membalas hormat, “Begitu juga denganku.”Keduanya berdiri di posisi masing-masing. Kali ini pertandingan dimulai dengan lemparan buah, mengelilingi lapangan dan terakhir menembak papan target diam. Beberapa buah kembali dilemparkan ke udara.“Mulai!”Lien Hua segera menarik busurnya.Wush!Sebuah anak panah melesat dan mengenai buah pertama tepat di tengah.“Bagus!” seru beberapa murid.Namun, Mingmei tidak terburu-buru. Tatapannya mengikuti gerakan buah yang terus berputar di udara.Tangannya perlahan menarik tali busur.Swish!Anak panah melesat dan menembus buah kedua sebelum buah itu sempat jatuh.Lien Hua mengerutkan kening, ia tidak menyangka kemampuan Mingmei akan setara dengan para muri

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   255

    “Dia membelah anak panah sebelumnya?”“Li Xinhua!” kesal Bei Chen.Lian Wei hanya mengedikan bahunya acuh, hal itu membuat jiwa persaingan dalam diri Bei Chen bangkit.Lalu mereka kembali menembak papan target itu kembali. Anak panah Lian Wei menembus hingga masuk ke papan target. Setengah bagiannya menusuk kedalam papan target.Semua yang melihat hal itu sangat terkejut dengan kejadiannya. Seorang murid mencoba menarik anak panah itu keluar namun terlalu sulit.Lian Wei berjalan dan mengambil anak panah itu dengan santai dan satu gerakan.“Apa begitu sulit menariknya keluar?” tanya Lian Wei tnapa ekspresi apapun.Mingmei hanya tersenyum puas melihatnya.“Ini belum seratus persen kekuatan yang dikeluarkan,” ucapnya pelan, namun hal itu membuat Xie Nian dan Xue Yan menoleh padanya.“Apa?”“Kenapa?” tanya Mingmei pada keduanya.“Kau bilang ini belum seratus persen kekuatannya?” tanya Xie Nian.“Memang seberapa kuat dia?” tanya Xue Yan.“Kalian akan tahu sendiri nanti,” jawab Mingmei.Ke

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   28

    'Apakah hidupku harus seperti ini?' batinnya kesal, ia bangkit berdiri dan berjalan ke hadapan ayahnya dan berlutut diikuti semua orang. Wang Xueming berlutut disamping Lian Wei, kemudian Kaisar Li membacakan titah itu dihadapan semua orang."Titah Kaisar, Putri Li Lian Wei berbudi luhur, berparas r

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   26

    Lian Wei pergi dari aula singgasana menuju Paviliun Harta di temani Mingmei dan Anming. Saat sampai pengawal di sana segera menghalangi jalan Lian Wei, namun ia menunjukkan token dan kunci Paviliun Harta pada pengawal."Titah Kaisar, aku boleh mengambil apapun dari Paviliun Harta."Segera pengawal i

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   25

    Lien Hua dan Zhaoyang baru tiba di gerbang istana, seorang pengawal datang menghampiri mereka, lalu memberi hormat pada keduanya."Putri Kedua anda diminta menghadap Kaisar sekarang.""Apa? Kenapa ayah memanggil ku?""Sebaiknya anda melihatnya sendiri.""Baiklah, Kak Zhaoyang tunggu aku di danau.""

  • Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!   22

    Mereka keluar dari rumah makan namun saat sampai di pintu seorang pria tak sengaja menabrak Lian Wei, untungnya pria itu dengan sigap menahan tubuhnya agar tidak jatuh. Untuk sesaat mereka saling tatap bahkan Lian Wei sempat terpesona karena ke tampanannya, hingga akhirnya Lian Wei kembali ke alam s

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status