แชร์

Mencari Perhatian

ผู้เขียน: Anna Frey
last update วันที่เผยแพร่: 2026-05-06 20:28:10

Malam itu, setelah makan malam yang memalukan tapi terasa hangat itu berakhir, Alize kembali ke kamar dalam keadaan masih sedikit merona oleh ucapan Corentine di meja makan tadi.

Mirelle membantunya mengganti gaun tidur.

Gaun malam Alize dilepaskan perlahan, diganti gaun tidur putih dengan renda tipis di pergelangan tangan. Rambutnya yang panjang disisir pelan hingga terurai di punggung, lalu dijalin tebal.

Alize memperhatikan pantulan dirinya di cermin beberapa saat.

Lalu tiba-tiba ber
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Bantuan Tak Terduga

    “Saya belum bisa memastikan bahwa orang yang dimaksud adalah Lord Courcy sendiri. Namun, hubungan itu cukup menarik untuk diperiksa.” Jeremias mendorong catatan tersebut ke tengah meja. “Saya belum mengetahui siapa pemilik sebenarnya gudang itu atau barang apa yang dikirim ke sana. Catatan yang saya miliki hanya menunjukkan tanggal pengiriman dan nama orang yang menerimanya.” Alize memeriksa catatan tersebut dengan saksama. Tidak ada pengakuan atau bukti yang bisa langsung menyeret Marquis Cleremont ke dalam perkara pemberontakan. Hanya serangkaian transaksi yang, jika disandingkan dengan petunjuk lain, mungkin membentuk gambaran berbeda. Namun, tanggal pengiriman itu membuatnya terdiam. Sebagian transaksi terjadi sebelum teror di Kastil de Mably. “Apakah Anda bersedia memberi tahu saya dari mana catatan ini berasal?” tanyanya. “Tentu. Saya juga bisa membantu Anda menemui pedagang tersebut jika diperlukan. Saya tidak ingin membuat tuduhan berdasarkan dugaan, tetapi saya rasa

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Ikatan Darah Rahasia

    Alize menatap sepupunya tanpa tersinggung. Ia memahami kekhawatiran Troy. Mereka belum memiliki cukup bukti untuk menyimpulkan bahwa keluarga Cleremont terlibat dalam pemberontakan ataupun menyimpan hubungan dengan keturunan Valdemyr. Namun, ia juga tidak bisa berpura-pura bahwa kedua petunjuk itu tidak menarik perhatiannya. “Aku tidak berniat menuduh siapa pun,” jawabnya tenang. “Aku hanya ingin mengetahui apakah ada hubungan di antara semua ini. Jika ternyata tidak ada, kita bisa mengesampingkannya.” Troy masih terlihat ragu. “Dan jika ternyata ada?” Alize mengangkat dagu sedikit. “Kalau begitu, kita harus mencari tahu sejauh mana hubungan itu.” Ia kembali membuka buku catatan kecilnya dan menuliskan nama Marquess Cleremont di bawah dua nama yang sudah dicatatnya sebelumnya. Cedric Courcy. Marquess Cleremont. Dua nama yang kini memenuhi halaman itu, masing-masing membawa pertanyaan yang belum terjawab. Alize menutup buku catatannya, lalu menatap Troy. “Tentu saja aku har

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   347. Menyelidiki Cleremont

    Troy menunduk. Begitu membaca nama Cedric, alisnya terangkat. Namun, ketika pandangannya bergeser ke nama kedua, ekspresinya berubah serius. “Marquis Cleremont?” “Ya.” Troy memeriksa catatan itu lebih dekat, lalu menunjuk tanggal yang tertera di samping nama Cedric. “Kapan tepatnya dia membeli kain ini?” Alize mengikuti arah jarinya. “Beberapa waktu sebelum serangkaian teror terjadi di Kastil de Mably.” Troy segera mencari tanggal pembelian atas nama Marquis Cleremont. Hasilnya tidak jauh berbeda. Transaksi tersebut juga tercatat sebelum kekacauan di kastil dimulai. Mereka bertukar pandang. “Jadi, keduanya sudah membeli kain ini sebelum kejadian-kejadian itu berlangsung,” gumam Troy. “Benar. Artinya, kita belum bisa menyimpulkan bahwa pembelian ini berkaitan langsung dengan teror di kastil. Namun, setidaknya kita memiliki petunjuk yang bisa ditelusuri.” Davos mengangguk mendengar penjelasan itu. “Saya berharap informasi ini bisa membantu penyelidikan Anda, Yang Mulia. Jika

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   346. Dua Nama Mencurigakan

    Alize mengangkat alis, memperhatikan penampilannya. “Dari mana saja kau? Bukankah kau seharusnya memeriksa batas tanah di sebelah barat?” “Sudah selesai.” Troy mengusap tengkuknya, lalu menarik napas panjang. “Dan sebelum kau bertanya, ya, aku memang langsung datang kemari setelah turun dari kuda. Aku bahkan belum sempat minum.” Alize menutup buku di hadapannya. “Kalau begitu, kau sebaiknya minum dulu sebelum pingsan di atas karpet. Apa yang begitu penting sampai kau harus mencariku dengan tergesa-gesa?” Troy tidak langsung menjawab. Sebaliknya, ia menyeringai lebar, seolah-olah baru saja berhasil menyelesaikan sebuah persoalan yang cukup rumit. “Aku membawa temanku yang mungkin akan membuatmu senang.” Alize menatapnya dengan curiga. “Temanmu?” “Ya.” “Siapa?” “Davos Beemer.” Alize mencoba mengingat nama itu, tetapi tidak segera menemukan kaitannya. Troy kemudian melangkah masuk dan menjelaskan, “Dia putra seorang importir kaya raya. Keluarganya memang bukan bangsawan, tet

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   345. Nama dari Masa Lalu

    Alize sudah menghabiskan hampir seluruh sore di ruang arsip bawah tanah. Buku bersampul cokelat tua yang ditemukannya kemarin kini terbuka di atas meja, dikelilingi beberapa lembar kertas berisi hasil pemecahan sandi. Setelah memeriksa halaman demi halaman, ia akhirnya menemukan nama pemilik buku tersebut pada sebuah catatan kecil yang tersembunyi di balik sampul belakang. Lord Bernardy Henry Deschanel. Salah seorang putra Marquis Deschanel terdahulu. Alize mengusap dagunya sambil kembali menatap tulisan itu. Ia belum pernah mendengar nama tersebut disebut dalam percakapan keluarga, tetapi hal itu tidak terlalu mengejutkan. Catatan keluarga mereka cukup panjang, dan tidak semua anggota keluarga dari generasi terdahulu dikenal oleh keturunan mereka sekarang. Yang membuatnya penasaran justru isi buku tersebut. Buku itu rupanya semacam catatan harian, meskipun isinya tidak tersusun secara teratur. Di satu halaman, Bernardy mencatat pengeluaran untuk membeli beberapa gulung ka

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Saya Tidak Ingat

    Cedric mengatupkan rahang. Untuk beberapa saat, ia tidak menjawab. Lord Deschanel mengangkat satu tangan, menghentikan percakapan yang mulai memanas. “Cukup. Aku tidak datang ke sini untuk memperdebatkan setiap tindakanmu. Ada hal yang lebih penting yang ingin kutanyakan.” Cedric segera mengalihkan perhatian kepadanya. “Apa pun itu, saya akan menjawabnya.” “Benarkah?” Pertanyaan sederhana itu membuat Cedric terdiam sesaat. Lord Deschanel menatapnya lekat-lekat. “Siapa yang menyebabkan kekacauan di Kastil de Mably?” Cedric menggeleng. “Saya tidak tahu.” “Siapa yang membunuh para pelayan dan pengawal kastil?” “Saya juga tidak tahu.” “Lalu, siapa yang membawa pergi Mirelle?” Kali ini, Cedric tidak langsung menjawab. Hanya sesaat, tetapi Corentine melihatnya dengan jelas. Jemari pria itu mencengkeram jeruji lebih erat, sementara tatapannya bergerak ke arah lantai sebelum kembali kepada Lord Deschanel. “Saya tidak tahu siapa yang membawanya pergi.” Lord Deschanel tidak men

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Lady Gwen Sakit

    Tubuh Hector segera dipindahkan dari barak pengawal. Dua orang pengawal membawa tandu sederhana yang ditutupi kain gelap, sementara dokter kastil dipanggil tergesa dari tempat tinggalnya di sayap belakang. Udara malam terasa semakin dingin. Dan suasana di sekitar barak berubah begitu sunyi hi

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Nyonyamu Tidak Mati

    Suara benturan keras kembali menghantam sisi kereta. Kali ini disusul suara siulan tajam di udara. “Panah!” teriak salah satu pengawal. BRAKKK! Sebuah anak panah menembus jendela samping dan menghantam dinding bagian dalam kereta hanya beberapa inci dari tempat Alize duduk tadi. Alize membe

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Diserang

    Suasana hati Alize memburuk sore itu. Padahal ia sudah membersihkan diri dan memakai gaun makan malamnya yang paling bagus. Benaknya masih dipenuhi mantel abu-abu kebiruan yang tidak ditemukannya di lemari. Kalau saja bisa, ia ingin langsung berangkat ke Manor Deschanel dan mencari mantel itu d

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Yang Terlalu Dekat, Yang Menjatuhkan

    Kereta kuda bersimbol beruang perak dan mahkota melintasi pasar diiringi sepuluh pengawal berkuda yang berpencar rapi di sekelilingnya. Hal itu cukup menarik perhatian orang-orang, tetapi Alize tidak peduli. Benaknya penuh dengan isi percakapan dengan Larry dan Edith Hicks. Sebelum ia masuk keret

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status