Share

Menuju Timur

Author: Anna Frey
last update publish date: 2026-03-19 13:57:21

Halaman Kastil de Mably masih diselimuti kabut tipis ketika para pelayan mulai memuat peti-peti terakhir ke atas kereta.

Alize berdiri di tangga utama, menyaksikan kesibukan itu sambil merapatkan mantel perjalanannya. Di belakangnya, suara langkah ringan mendekat.

"Yang Mulia, semua barang sudah dimuat."

Mirelle berdiri dua langkah darinya, sudah siap dengan tas perjalanan yang terbuat dari kulit di tangannya. Isinya barang-barang kecil dan ringan yang biasa dibutuhkan Duchess dalam perjalanan.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Pesta Dimulai

    Akhirnya hari pesta tiba. Sejak sore, Kastil de Mably sudah terang benderang oleh cahaya ratusan lilin. Aula utama dipenuhi rangkaian bunga putih dan merah tua yang menjuntai dari pilar-pilar marmer. Aroma mawar, anggur hangat, dan kayu cedar bercampur memenuhi udara. Musik dari kuartet gesek mulai terdengar lembut dari lantai bawah. Kereta demi kereta berdatangan di halaman depan kastil. Para bangsawan turun dengan pakaian terbaik mereka, berlian berkilau di bawah cahaya obor malam. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama—Kastil de Mably benar-benar kembali terlihat seperti pusat kekuasaan salah satu keluarga paling berpengaruh di Montveraine. Di kamar, Alize baru saja selesai didandani. Gaun beludru merah anggur itu jatuh berat mengikuti lekuk tubuh Alize dengan anggun. Cahaya lampu memantul lembut pada permukaan kainnya yang halus, sementara batu biru di lehernya—kalung pemberian Corentine—berkilau tenang seperti pecahan langit malam. Rambutnya disanggul

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Wanita Misterius

    “Bagaimana kau bisa yakin kedua wanita itu bertemu di belakang sana?” tanya Alize pelan. “Apakah terlihat jelas dari tempatmu berdiri?” “Menurut saya memang seperti itu,” jawab Edith. “Di belakang sana tidak ada apa-apa, Yang Mulia. Hanya deretan pintu belakang rumah-rumah yang sebagian kosong. Mereka keluar dari jalan buntu itu nyaris beriringan. Hanya berbeda beberapa menit.” Alize terdiam. “Jalan buntu itu terlalu sempit untuk menjadi tempat lewat biasa, Yang Mulia,” ujar Edith. Jelas sekali bagi Alize, bahwa wanita ini cukup cerdas. “Kalau June masuk ke sana lalu wanita itu menyusul… berarti mereka bertemu. Atau setidaknya saling menunggu.” Troy mengangguk-angguk. Tampaknya ia setuju dengan pendapat Edith. Tak ada lagi yang ingin Alize tanyakan setelahnya, karena terlalu banyak yang harus ia pikirkan setelah menerima semua informasi itu. Akhirnya ia membeli beberapa toples manisan dari toko itu sebagai alasan jika ada orang di kastil yang bertanya mengapa ia datang ke pa

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Menemui Edith Hicks

    Pagi itu Kastil de Mably jauh lebih sibuk dibanding biasanya. Para pelayan mondar-mandir membawa kain, bunga, daftar tamu, hingga contoh lilin untuk pesta besar beberapa hari lagi. Dari lantai atas, Alize bisa mendengar suara Lady Julia yang sedang memberi instruksi dengan nada tegas, sementara Lady Gwen terdengar menimpali dengan usulan-usulan dekorasi aula. Corentine sendiri sudah pergi sejak subuh. Ketika Alize turun untuk sarapan terlambat, ia mendapati Troy sedang menikmati kopinya sendirian. Tanpa Corentine, entah kenapa, itu membuat udara pagi terasa lebih dingin. Karena semua orang sedang sibuk sebuah ide mulai muncul di kepala Alize. Dan ide itu cukup buruk. “Aku ingin pergi ke pasar.” Troy yang sedang meneguk isi cangkirnya hampir tersedak. “Apa?” “Aku ingin menemui Edith Hicks.” Troy nyaris membanting cangkirnya ke atas meja. “Siapa Edith Hicks itu?” “Mantan pelayan Lady Birkin yang melihat June ada di pasar.” “Siapa yang mengatakannya padamu?” Mata

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Mencari Perhatian

    Malam itu, setelah makan malam yang memalukan tapi terasa hangat itu berakhir, Alize kembali ke kamar dalam keadaan masih sedikit merona oleh ucapan Corentine di meja makan tadi. Mirelle membantunya mengganti gaun tidur. Gaun malam Alize dilepaskan perlahan, diganti gaun tidur putih dengan renda tipis di pergelangan tangan. Rambutnya yang panjang disisir pelan hingga terurai di punggung, lalu dijalin tebal. Alize memperhatikan pantulan dirinya di cermin beberapa saat. Lalu tiba-tiba berkata, “Apakah cuma perasaanku saja, atau gaun-gaunku mulai terlihat lusuh?” Mirelle yang sedang melipat gaun langsung menjawab tenang, “Menurut saya memang sudah waktunya Yang Mulia membuat beberapa gaun baru.” Alize menoleh. “Begitukah?” “Sekarang Anda adalah seorang duchess, Yang Mulia,” ujar Mirelle sopan. “Anda pasti akan sering menghadiri acara sosial. Setelah pesta nanti, orang-orang pasti akan semakin memperhatikan penampilan Anda.” Alize mengangguk pelan. “Kau benar.” Ia memand

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Duchess Sedang Bosan

    Makan malam malam itu berlangsung lebih tenang dibanding biasanya. Hujan gerimis turun di luar jendela kastil, namun suasana ruang makan terasa hangat oleh cahaya lilin dan api perapian. Sayangnya ketenangan itu tidak benar-benar sampai ke kepala Alize. Ia masih memikirkan perkataan kepala dapur sore tadi. June terlihat di pasar dan menemui seorang wanita misterius. Namun, betulkah itu memang June? Pengawal-pengawal Corentine tidak berhasil menemukan pelayan itu di mana-mana. Saat itu, ingin rasanya Alize memastikan langsung informasi itu kepada Edith Hicks. Namun, ia tidak boleh gegabah dengan pergi begitu saja. Ia tidak ingin membuat Corentine marah dan malah melarangnya melakukan penyelidikan sendiri. Di ujung meja, suaminya itu tampak lebih diam dari biasanya. Meski posturnya tetap tegak dan wajahnya tenang, Alize dapat melihat tanda-tanda kelelahan di sana. Matanya sedikit lebih gelap. Gerakannya lebih lambat. Alize langsung tahu pria itu pasti belum benar-benar beris

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Si Pelayan yang Hilang

    “Lady Gwen,” suara Corentine terdengar tenang dari ambang pintu, “tampaknya kau terlalu sering mengatur istriku.” Ruangan langsung hening sesaat. Lady Gwen tampak sedikit salah tingkah karena ketahuan sedang membuat Alize berjalan mondar-mandir dengan tiga buku di atas kepala. Namun seperti biasa, ia cepat sekali memulihkan ekspresinya. “Oh, Duke.” Ia tersenyum manis. “Saya hanya berusaha membantu Duchess tampil semakin sempurna saat pesta nanti.” “Apakah istriku terlihat tidak sempurna sekarang?” Nada Corentine tetap datar, tetapi Troy langsung menunduk sambil menggigit bibir, jelas menahan tawa. Lady Gwen tertawa kecil. “Tentu saja bukan begitu maksud saya.” Ia berdiri anggun. “Hanya saja, pesta ini akan dihadiri begitu banyak bangsawan penting. Saya ingin Duchess de Mably terlihat paling menonjol di antara semuanya.” Itu adalah jawaban yang aman dan cukup masuk akal. Corentine menatap Gwen beberapa detik sebelum akhirnya mengangguk tipis. “Aku yakin niatmu baik.

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Ketegangan di Manor Deschanel

    “Lady Gwen Cleremont, Yang Mulia.”Alize sedang berjongkok untuk mencium sekuntum mawar, mendongak mendengar ucapan Mirelle.Udara pagi masih menyimpan sisa embun. Ia sedang berada di kebun, memperhatikan bunga-bunga yang dulu ditanam mendiang ibunya dan masih terawat dengan baik. Percakapannya den

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Demi Aliansi

    Alize menatap wajah Corentine dengan terperangah.“Janji yang itu―?”Corentine mengangguk. “Aku tidak melupakannya, Alize.”Janji Alize untuk membantu Corentine, dan setelah semuanya selesai, mereka akan berpisah secara baik-baik.“Jadi, untuk itu kau pergi selama dua hari?”Corentine mengangguk. “

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Yang Mulia, Kau Egois

    “Egois?” ulang Alize tak percaya.“Ya,” balas Gwen, kini tak lagi sepenuhnya manis. “Kau ingin semuanya, kan? Seorang Duke yang terhormat untuk menjamin posisimu… dan seorang Viscount yang memujamu untuk menghangatkan hatimu.”“Lady Gwen!” sentak Alize, tercengang mendengar ucapan itu. “Itu kesimpu

  • Yang Mulia Duke, Jangan Jatuh Cinta Padaku!   Sebuah Godaan

    Lady Gwen melangkah mundur. Sikapnya di mata Alize cukup mencurigakan. “Aku teringat ada beberapa instruksi yang harus kusampaikan pada pelayan,” ujarnya sembari membungkuk sopan. “Demi kesehatanmu, jangan terlalu lama di bawah matahari, Duchess.”Dan dengan langkah tenang, Lady Gwen berbalik, m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status