مشاركة

MASA LALU

مؤلف: Ayuwine
last update تاريخ النشر: 2026-06-23 10:55:27

​Renjana mengangguk pelan lalu kembali mendongak dengan senyum yang dipaksakan.

​"Apa itu benar?" tanya pria itu seolah ragu dengan anggukan itu.

​"Kaaak... aku benar, Andra memperlakukanku dengan baik," selanya cepat.

​Pria yang baru saja Renjana panggil kakak itu tertegun, menatap dengan tatapan yang sulit dipercaya.

​"Jika suamimu memperlakukanmu dengan baik, lalu kenapa kamu kesini bersama orang lain, bukan dengan suamimu?" tanyanya lagi, berusaha meyakinkan.

​Renjana tersenyum
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   PERLAKUAN YANG BERBEDA

    ​"Enggak, kenapa aku jadi gini?" tanyanya pada diri sendiri, menatap atap langit dengan pandangan yang sulit ia jelaskan. ​"Ini salah. Apa yang aku lakukan tadi? Apa yang aku katakan tadi pada Naren?" ​"Apa tadi aku tersipu?" ucapnya lagi, terus memikirkan sesuatu yang tak bisa ia kendalikan sejak tadi dalam tubuhnya. ​"Ah, ini salah!" teriaknya frustrasi dengan meraup wajahnya dengan kedua tangan mungilnya itu. ​Ia menggigit bibirnya dengan kuat, sampai-sampai... "Aw..." pekik Renjana pelan. Tanpa sadar, ia menggigit bibir bawahnya terlalu kuat karena terus memikirkan kejadian tadi. Belum sempat ia menenangkan diri, suara ketukan di pintu tiba-tiba memecah keheningan. Renjana sontak menoleh ke arah pintu. ​"Nyonya, buburnya sudah siap," teriak asisten di luar sana. ​Dikarenakan kamarnya kedap suara, ia langsung bangkit dan membuka pintu dari dalam. ​"Simpan saja di atas meja, Bi," ucap Renjana yang langsung mendapat anggukan dari sang asisten. ​Renjana mulai meny

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   SENYUM MANIS DI BALIK TELEPON

    Sesampainya di mansion, Renjana justru disambut dengan suasana yang begitu sepi. Rumah seluas itu terasa hampa karena tak ada siapa pun. Tanpa sadar, Renjana mengembuskan napas panjang. ​Renjana mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah yang terasa begitu lengang. Tak lama kemudian, seorang asisten rumah tangga tergopoh-gopoh menghampirinya dan dengan sigap mengambil tas yang masih dijinjingnya. ​ ​"Maaf Nyonya, saya tidak mendengar nyonya masuk," ucapnya hati-hati sambil terus menundukkan kepalanya, merasa sangat malu dan bersalah. ​Renjana hanya tersenyum simpul. ​"Gak apa-apa, tapi lain kali jangan gitu ya, takut ada tamu penting. Kamu kan ditugaskan di depan," tegurnya dengan secara sehalus mungkin. Asisten rumah tangga itu mengangguk hormat. Ia mempersilakan sang nyonya masuk ke kamar terlebih dahulu, lalu mengikuti di belakangnya. ​"Bi, tolong siapkan bubur ayam sama buah-buahan segar," titah Renjana pada sang asisten, yang langsung ditanggapi dengan angguk

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   SIAPA NAREN SEBENARNYA?

    ​"Get well soon sahabat cantikku!" ​Renjana membaca caption itu, namun yang menjadi masalah bukan itu, tapi di sana foto itu benar-benar buruk dengan rambut yang diikat asal dan wajah sangat pucat tanpa polesan make up sama sekali. Renjana menghela napas, mematikan layarnya dan menyimpannya kembali ke atas meja. Naren yang memperhatikan itu tak berniat bertanya sama sekali, ia sibuk dengan mengunyah apel. ​Sementara itu di sisi lain, Selena menatap komentar-komentar dalam postingan dirinya bersama Renjana. "Sengaja banget dia foto sama Renjana dengan keadaan begitu biar dia dibilang cantik mungkin!" "Caper banget neng biar disebut cantik makanya jatuhin orang dengan foto begitu." " Sel, yakin kmu lebih cakep dari renjana?" "Kalau mendung ya mendung aja deh, Sel. Nggak usah kepedean." "Kelihatan banget takut kalah saingnya." ​Dan masih banyak lagi komentar-komentar yang sama sekali Selena tak menyangka. ​"Kurang ajar, bukannya dapat pujian malah dapat hujatan!" gumamn

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   CEMBURU YANG TAK BISA DI SEMBUNYIKAN

    ​Renjana menanggapi itu dengan senyum manisnya yang menimbulkan lesung pipitnya. ​"Gak apa-apa kok Len, aku percaya suamiku, dia pria yang sayang istri dan setia," jawab Renjana sedikit menyindir ke arah Andra, yang membuat pria itu tersenyum sambil menegakkan kepalanya. ​"Iya, aku tahu banget itu, Na. Kalian berdua selalu ada sliweran di media sosial sebagai pasangan yang diidam-idamkan perempuan maupun pria," balas Selena sambil terkekeh kecil, namun netranya menatap sinis ke arah Andra. ​Dan tentu saja hal itu tak luput dari pandangan Naren. ​"Naren, makasih sudah jaga istri saya selama saya berada di kantor untuk mengurus pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan beberapa hari ini," ucap Andra lembut, sangat berbanding terbalik dengan biasanya. ​Naren tak ambil pusing, ia hanya mengangguk pelan sambil bangkit. "Saya tunggu di luar, Tuan." Andra mengangguk singkat. Sementara itu, Renjana tak melepaskan pandangannya sedikit pun dari pria tersebut hingga sosoknya benar-benar

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   SIKAP YANG PALSU

    ​Renjana mengerjap beberapa kali, berusaha menyesuaikan pandangannya. Matanya menelisik ke seluruh ruangan. Nuansa putih mendominasi tempat itu, sementara aroma antiseptik yang khas memenuhi udara. Saat menoleh ke tangannya, ia mendapati sebuah selang infus telah terpasang di sana. ​"Renjana, kamu sudah siuman?" tanya Melinda yang saat mendengar kabar dari salah satu asistennya Renjana jika Renjana ada di rumah sakit, perempuan itu langsung datang ke rumah sakit dengan meninggalkan pekerjaannya. ​Mata Renjana yang selalu berbinar itu kini terlihat layu. ​"Hey, are you okay?" ucap Melinda lagi saat melihat Renjana hanya menatapnya dengan tatapan kosong. "Dia kenapa? Mana suaminya?" tanya Melinda kepada Naren. Rupanya, pria itu sudah berada di sana sejak tadi. Bahkan, dialah yang membopong Renjana dan membawanya ke tempat ini. Naren menggeleng pelan. Melinda pun mengembuskan napas panjang. "Apa ada sesuatu tentang dirinya yang gak kuketahui? Dia selalu menceritakan semuanya

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   TAK MEMBERIKAN RUANG

    ​Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, Renjana mulai sibuk dengan pekerjaannya yang semakin padat. Apalagi setiap harinya pengikutnya terus bertambah, membuat para owner berbondong-bondong ingin menggunakan jasanya. ​Seperti hari ini, Renjana terkulai lemas di atas kursi utama. Ia beberapa kali menghela napas saat chat dari beberapa owner terus berdatangan menawarkan harga fantastis, yang tentunya Andra tak akan membiarkan Renjana untuk menolaknya. ​Tring! Tring! Tring! ​Dering itu terus saja bermunculan di layar ponselnya, namun Renjana tak sengaja memejamkan matanya akibat kelelahan. Tak lama dari itu, tiba-tiba saja suara langkah kaki terdengar nyaring di lantai marmer itu menggema, membuat Renjana masih mendengarnya. Namun dengan kondisi tubuh yang begitu lelah, Renjana tak mampu membuka matanya. ​Bruk! ​ Suara benturan keras di hadapannya membuat Renjana tersentak kaget. Ia sontak membuka mata, tetapi pandangannya langsung mengabur dan terasa berputar. Gerak

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   JADI BAGAIMANA?

    ​"Jangan menyakiti diri sendiri, Nyonya. Setidaknya pakailah jaket ini atau masuklah ke dalam," bisik Naren dengan suara rendah tepat di depan wajah Renjana. ​Renjana masih tak bergeming, tubuhnya seolah terkunci oleh kedekatan mereka yang teramat intim. Detik berikutnya, ia mengembuskan napas pa

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   SANG NYONYA YANG KERAS KEPALA

    ​Renjana mengepalkan jemarinya kuat-kuat, mencoba mengumpulkan sisa keberanian yang tercecer sebelum akhirnya melangkah masuk ke dalam kamar hotel yang megah itu. Begitu pintu tertutup rapat di belakangnya, atmosfer ruangan mendadak terasa begitu pekat dan menjebak. Pria itu hanya mengenakan kaus

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   HOTEL

    ​Sepanjang hari, Renjana tidak bisa tenang. Perkataan suaminya tadi pagi benar-benar membuatnya gelisah. Bahkan sejak saat itu, Renjana sama sekali tidak keluar kamar. Perutnya mendadak mual, sementara rasa lapar dan haus menguar entah ke mana. Hingga malam datang, tubuh perempuan itu mendadak men

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   HOTEL YANG SUDAH DI SIAPKAN

    Begitu sarapan pagi selesai, keluarga besar perlahan meninggalkan meja makan dan berkumpul di ruang tamu untuk menonton televisi bersama. ​Kecuali Renjana. ​Ia memilih tetap berada di ruang makan, membereskan meja dan menata piring-piring kotor ke dekat wastafel. Sengaja ia menjauh dari keramaia

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status