Teilen

PRIA ITU...

last update Veröffentlichungsdatum: 14.06.2026 22:52:00

Renjana tidak melawan sama sekali. Ia menepis pikiran tentang siapa pria itu atau apa alasannya menolong. Yang terpenting baginya saat ini adalah bebas dan segera pergi sejauh mungkin dari kerumunan yang mengerikan tersebut.

​Setelah ditarik setengah berlari hingga ke area parkir mal yang lumayan sepi, Renjana langsung menghentikan langkahnya. Ia menyentak tangannya dengan kuat, menepis genggaman pria ber-hoodie hitam itu. Tindakan mendadaknya itu membuat pergerakan sang pria ikut terhenti.

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   PERLAKUAN YANG BERBEDA

    ​"Enggak, kenapa aku jadi gini?" tanyanya pada diri sendiri, menatap atap langit dengan pandangan yang sulit ia jelaskan. ​"Ini salah. Apa yang aku lakukan tadi? Apa yang aku katakan tadi pada Naren?" ​"Apa tadi aku tersipu?" ucapnya lagi, terus memikirkan sesuatu yang tak bisa ia kendalikan sejak tadi dalam tubuhnya. ​"Ah, ini salah!" teriaknya frustrasi dengan meraup wajahnya dengan kedua tangan mungilnya itu. ​Ia menggigit bibirnya dengan kuat, sampai-sampai... "Aw..." pekik Renjana pelan. Tanpa sadar, ia menggigit bibir bawahnya terlalu kuat karena terus memikirkan kejadian tadi. Belum sempat ia menenangkan diri, suara ketukan di pintu tiba-tiba memecah keheningan. Renjana sontak menoleh ke arah pintu. ​"Nyonya, buburnya sudah siap," teriak asisten di luar sana. ​Dikarenakan kamarnya kedap suara, ia langsung bangkit dan membuka pintu dari dalam. ​"Simpan saja di atas meja, Bi," ucap Renjana yang langsung mendapat anggukan dari sang asisten. ​Renjana mulai meny

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   SENYUM MANIS DI BALIK TELEPON

    Sesampainya di mansion, Renjana justru disambut dengan suasana yang begitu sepi. Rumah seluas itu terasa hampa karena tak ada siapa pun. Tanpa sadar, Renjana mengembuskan napas panjang. ​Renjana mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru rumah yang terasa begitu lengang. Tak lama kemudian, seorang asisten rumah tangga tergopoh-gopoh menghampirinya dan dengan sigap mengambil tas yang masih dijinjingnya. ​ ​"Maaf Nyonya, saya tidak mendengar nyonya masuk," ucapnya hati-hati sambil terus menundukkan kepalanya, merasa sangat malu dan bersalah. ​Renjana hanya tersenyum simpul. ​"Gak apa-apa, tapi lain kali jangan gitu ya, takut ada tamu penting. Kamu kan ditugaskan di depan," tegurnya dengan secara sehalus mungkin. Asisten rumah tangga itu mengangguk hormat. Ia mempersilakan sang nyonya masuk ke kamar terlebih dahulu, lalu mengikuti di belakangnya. ​"Bi, tolong siapkan bubur ayam sama buah-buahan segar," titah Renjana pada sang asisten, yang langsung ditanggapi dengan angguk

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   SIAPA NAREN SEBENARNYA?

    ​"Get well soon sahabat cantikku!" ​Renjana membaca caption itu, namun yang menjadi masalah bukan itu, tapi di sana foto itu benar-benar buruk dengan rambut yang diikat asal dan wajah sangat pucat tanpa polesan make up sama sekali. Renjana menghela napas, mematikan layarnya dan menyimpannya kembali ke atas meja. Naren yang memperhatikan itu tak berniat bertanya sama sekali, ia sibuk dengan mengunyah apel. ​Sementara itu di sisi lain, Selena menatap komentar-komentar dalam postingan dirinya bersama Renjana. "Sengaja banget dia foto sama Renjana dengan keadaan begitu biar dia dibilang cantik mungkin!" "Caper banget neng biar disebut cantik makanya jatuhin orang dengan foto begitu." " Sel, yakin kmu lebih cakep dari renjana?" "Kalau mendung ya mendung aja deh, Sel. Nggak usah kepedean." "Kelihatan banget takut kalah saingnya." ​Dan masih banyak lagi komentar-komentar yang sama sekali Selena tak menyangka. ​"Kurang ajar, bukannya dapat pujian malah dapat hujatan!" gumamn

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   CEMBURU YANG TAK BISA DI SEMBUNYIKAN

    ​Renjana menanggapi itu dengan senyum manisnya yang menimbulkan lesung pipitnya. ​"Gak apa-apa kok Len, aku percaya suamiku, dia pria yang sayang istri dan setia," jawab Renjana sedikit menyindir ke arah Andra, yang membuat pria itu tersenyum sambil menegakkan kepalanya. ​"Iya, aku tahu banget itu, Na. Kalian berdua selalu ada sliweran di media sosial sebagai pasangan yang diidam-idamkan perempuan maupun pria," balas Selena sambil terkekeh kecil, namun netranya menatap sinis ke arah Andra. ​Dan tentu saja hal itu tak luput dari pandangan Naren. ​"Naren, makasih sudah jaga istri saya selama saya berada di kantor untuk mengurus pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan beberapa hari ini," ucap Andra lembut, sangat berbanding terbalik dengan biasanya. ​Naren tak ambil pusing, ia hanya mengangguk pelan sambil bangkit. "Saya tunggu di luar, Tuan." Andra mengangguk singkat. Sementara itu, Renjana tak melepaskan pandangannya sedikit pun dari pria tersebut hingga sosoknya benar-benar

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   SIKAP YANG PALSU

    ​Renjana mengerjap beberapa kali, berusaha menyesuaikan pandangannya. Matanya menelisik ke seluruh ruangan. Nuansa putih mendominasi tempat itu, sementara aroma antiseptik yang khas memenuhi udara. Saat menoleh ke tangannya, ia mendapati sebuah selang infus telah terpasang di sana. ​"Renjana, kamu sudah siuman?" tanya Melinda yang saat mendengar kabar dari salah satu asistennya Renjana jika Renjana ada di rumah sakit, perempuan itu langsung datang ke rumah sakit dengan meninggalkan pekerjaannya. ​Mata Renjana yang selalu berbinar itu kini terlihat layu. ​"Hey, are you okay?" ucap Melinda lagi saat melihat Renjana hanya menatapnya dengan tatapan kosong. "Dia kenapa? Mana suaminya?" tanya Melinda kepada Naren. Rupanya, pria itu sudah berada di sana sejak tadi. Bahkan, dialah yang membopong Renjana dan membawanya ke tempat ini. Naren menggeleng pelan. Melinda pun mengembuskan napas panjang. "Apa ada sesuatu tentang dirinya yang gak kuketahui? Dia selalu menceritakan semuanya

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   TAK MEMBERIKAN RUANG

    ​Beberapa hari kemudian setelah kejadian itu, Renjana mulai sibuk dengan pekerjaannya yang semakin padat. Apalagi setiap harinya pengikutnya terus bertambah, membuat para owner berbondong-bondong ingin menggunakan jasanya. ​Seperti hari ini, Renjana terkulai lemas di atas kursi utama. Ia beberapa kali menghela napas saat chat dari beberapa owner terus berdatangan menawarkan harga fantastis, yang tentunya Andra tak akan membiarkan Renjana untuk menolaknya. ​Tring! Tring! Tring! ​Dering itu terus saja bermunculan di layar ponselnya, namun Renjana tak sengaja memejamkan matanya akibat kelelahan. Tak lama dari itu, tiba-tiba saja suara langkah kaki terdengar nyaring di lantai marmer itu menggema, membuat Renjana masih mendengarnya. Namun dengan kondisi tubuh yang begitu lelah, Renjana tak mampu membuka matanya. ​Bruk! ​ Suara benturan keras di hadapannya membuat Renjana tersentak kaget. Ia sontak membuka mata, tetapi pandangannya langsung mengabur dan terasa berputar. Gerak

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   FITNAH

    ​"Kenapa kamu selalu memfitnah putra Mami, Renjana?! Jangan memandang putra Mami dengan fitnahanmu itu! Semua orang sudah tahu bahwa suamimu selalu memperlakukan kamu dengan baik!" lanjut Nonik. Matanya berkaca-kaca, terlihat sangat kecewa dengan sang menantu. ​Renjana menggeleng. Ia mendongak, m

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   TAK ADA YANG MEMBELA

    Naren tersenyum kaku. "Saya bercanda, Nyonya. Saya akan bersiap di kamar mandi lain," ucapnya, lalu pergi begitu saja meninggalkan Renjana yang masih melongo di ujung bathtub. ​Renjana menggeleng pelan, menghela napas panjang, lalu mulai bersiap untuk mandi. ​Tiga puluh menit berlalu. Renjana s

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   BELUM SELESAI

    ​Naren mulai mengambil alih kendali sepenuhnya, tidak membiarkan ritme permainan mereka mengendur sedikit pun. Bahkan belum sempat Renjana menghela napas untuk menenangkan detak jantungnya yang menggila, pria itu sudah memosisikan diri di belakang tubuhnya. Tanpa menunggu lama, Naren kembali mema

  • Yang Tak Bisa Diberikan Suamiku   DI DAPUR

    ​ ​Naren membopong tubuh Renjana dengan kedua tangan kekarnya, membawa langkah mereka menuju area dapur yang sunyi. Di sana, ruangan hanya diterangi oleh cahaya remang-remang dari lampu sudut. ​Begitu tautan bibir mereka terlepas sejenak, Renjana langsung terengah-engah. Dadanya naik-turun de

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status