كنتُ أكبرَ أخطائك

كنتُ أكبرَ أخطائك

last updateLast Updated : 2026-10-08
By:  ALUpdated just now
Language: Arab
goodnovel18goodnovel
10
2 ratings. 2 reviews
105Chapters
1.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

دفنتُ طفلي. ثم... حبلتْ عشيقة زوجي. وقبل أن أتمكن حتى من الحداد، جاءني حماي بعرض: "تظاهري بأن الطفل طفلكِ." أن أربّي الطفل غير الشرعي لزوجي. أن أبتسم أمام العلن. أن أحمي اسم "أشبورن". وعندما يحين الوقت... أتخلص من العشيقة. ظنوا أنني ما زلتُ سيدة "أشبورن" المطيعة. لكنهم كانوا واهمين. جمدتُ كل الأصول المسجلة باسمي. وأعلنتُ الحرب على أعظم سلالة نبيلة في "فاليريون". الآن، زوجي يرجو المغفرة. وعشيقته تريد حياتي. ووالده يرغب في كسري. سحقًا لهم، لقد نسوا أمرًا واحدًا. أنا لم أُولَد من آل "أشبورن". أنا سيرافينا فيرمونت. وآل "فيرمونت" لا يخسرون الحروب قط. خاصة... تلك التي لم يبدؤوها.

View More

Chapter 1

الخيانة

Malam merangkak semakin larut, menyelimuti Desa Sukamaju dalam keheningan yang pekat. Jarum jam dinding tua di ruang tengah rumah kontrakan kami yang sederhana sudah menunjuk ke angka dua belas lewat seperempat. Di luar, rintik hujan mulai turun, menciptakan suara gemericik berirama saat membentur atap seng rumah kami yang di beberapa bagian sudah mulai berkarat.

Udara malam yang dingin menyusup lewat celah jendela kayu yang tidak tertutup rapat. Namun, rasa dingin itu tak sebanding dengan kegelisahan yang tiba-tiba merayapi hatiku malam ini. Mataku tak bisa terpejam barang sedetik pun. Entah mengapa, ada perasaan tidak enak yang mengganjal di dada, seolah instingku sebagai seorang istri sedang memberikan peringatan bahaya.

Di sebelahku, Bimo suamiku yang selama lima tahun pernikahan ini kukenal pendiam, pekerja keras, dan setia tertidur pulas. Dengkur halusnya terdengar teratur. Wajahnya tampak begitu damai di bawah cahaya remang lampu tidur. Laki-laki ini adalah satu satunya alasanku bertahan hidup ditengah himpitan ekonomi yang serba paspasan. Bimo hanyalah seorang mekanik bengkel motor kecil di ujung desa, sementara aku mengurus rumah tangga dan sesekali menerima jahitan demi menyambung hidup.

Aku memandangi punggung Bimo yang berbalut kaus oblong pudar. Dulu, punggung itu adalah tempat paling aman bagiku untuk bersandar. Tapi malam ini, entah kenapa, jarak di antara kami di atas ranjang yang sama terasa membentang sejauh ribuan kilometer.

Tiba-tiba, keheningan kamar itu terpecahkan.

Ponsel pintar milik Bimo yang tergeletak di atas nakas kayu di samping ranjang menyala terang. Sebuah getaran singkat menyusul,menandakan ada pesan masuk. Cahaya dari layar ponsel itu menembus kegelapan kamar, menyilaukan mataku sejenak.

Awalnya, aku tidak peduli. Paling-paling itu hanya pesan dari grup ronda desa, atau mungkin dari teman sesama mekanik yang menanyakan sparepart motor. Bimo jarang sekali mendapat pesan selarut ini.

Tapi entah setan apa yang merasuki pikiranku malam ini, tanganku bergerak sendiri. Seolah ada benang tak kasat mata yang menarikku, aku membuka selimut yang sudah lusuh, lalu perlahan ponsel tersebut. Aku menahan napas, takut gerakanku membangunkan Bimo yang masih terlelap.

Jantungku mulai berdegup kencang tak karuan saat mataku menangkap tulisan di layar yang masih terkunci. Bukan nama teman bengkelnya, bukan pula nama kerabat kami. Melainkan sebuah nama kontak yang disamarkan dengan sangat mencurigakan: "Pelanggan VIP".

Pelanggan? Alisku berkerut tajam. Sejak kapan suamiku melayani pelanggan di tengah malam buta begini? Bengkel tempat Bimo bekerja sudah tutup sejak jam lima sore tadi.

Rasa penasaran kini berubah menjadi curiga yang membakar. Tanganku mulai gemetar dingin. Bimo tidak pernah mengunci ponselnya dengan kata sandi yang rumit, hanya pola huruf 'Z' yang sangat kuhafal. Dengan satu sapuan jari yang ragu-ragu, kunci layar itu terbuka.

Aku langsung membuka aplikasi pesan hijau tersebut. Mataku membelalak lebar. Darahku seolah berhenti mengalir, lalu sedetik kemudian mendidih seketika, naik hingga ke ubun-ubun dan membuat kepalaku pening bukan main.

Pesan itu terpampang jelas di depan mataku.

"Mas Bimo, besok siang jam sepuluh ditempat biasa ya. Bapak lagi dinas ke kecamatan dari pagi untuk mengurus berkas sengketa tanah warga. Jangan lupa pakai parfum yang kubelikan minggu lalu. Aku kangen banget sama 'servis' kamu yang kuat. Jangan sampai telat ya,Sayang."

Nafasku tercekat di tenggorokan. Udara di dalam kamar ini mendadak terasa lenyap. Kata 'servis' dan panggilan 'Sayang' di akhir kalimat itu menghantam dadaku layaknya godam besi bertonton.

Mataku berkaca-kaca menatap layar. Kutelan ludah yang entah mengapa terasa seperti pecahan kaca. Tanganku yang gemetar mengklik foto profil si pengirim pesan, mencoba mencari tahu siapa pelacur murahan yang berani menggoda suamiku ini.

Saat foto itu membesar memenuhi layar, dunia kuseakan runtuh saat itu juga.

Di dalam foto tersebut, tampak seorang wanita cantik dengan riasan wajah yang sempurna. Ia mengenakan kebaya merah menyala yang pas di badan, memperlihatkan lekuk tubuhnya yang terawat. Rambutnya disanggul modern, dihiasi jepit emas yang berkilauan. Bibirnya menyunggingkan senyum yang sangat manis, senyum keibuan yang selama ini berhasil menipu seluruh warga desa.

Wajah itu sangat kukenal. Bahkan, seluruh penduduk Desa Sukamaju sangat menghormatinya. Wajah wanita yang selalu duduk dibarisan paling depan setiap ada hajatan desa, pengajian, maupun rapat kader PKK. Wanita yang selalu membagikan sembako saat lebaran sambil menebar pesona sebagai istri pejabat yang dermawan.

Itu Bu Rina. Istri Pak Ario, sang Pamong Desayang sangat berkuasa di Sukamaju.

"Astaghfirullah..." bisikku lirih,nyaris tak bersuara.

Ponsel di tanganku nyaris terjatuh. Lututku lemastak bertulang. Aku mundur selangkah hingga punggungku menabrak lemari pakaiandari plastik di sudut kamar.

Kepingan-kepingan memori selama sebulan terakhir tiba-tiba berputar di kepalaku layaknya kaset rusak. Semuanya mendadak menjadi sangat masuk akal. Pantas saja! Pantas saja akhir-akhir ini Bimo sering pulang terlambat dengan alasan lembur di bengkel, padahal tidak ada uang lembur tambahan yang dia bawa pulang. Pantas saja suamiku yang biasanya bau oli dan peluh, belakangan ini selalu berbau harum menyengat dari parfum mahal yang ia klaim dibeli dari pasar malam dengan harga diskon.

Bahkan minggu lalu, saat aku mengeluh beras dirumah hampir habis, Bimo tiba-tiba memberiku uang lima ratus ribu rupiah. Katanya itu uang tip dari pelanggan yang motornya ia perbaiki. Ternyata... uangitu adalah hasil keringatnya melayani nafsu kotor istri Pamong Desa!

Air mata yang sejak tadi kutahan akhirnya jebol. Pandanganku mengabur. Hatiku hancur lebur berkeping-keping. Suami yang selama ini kuanggap sebagai pelindungku, laki-laki yang kupercaya menuntun langkahku, ternyata tak lebih dari sekadar pemuas nafsu seorang wanita kaya yang haus belaian.

Aku menatap Bimo yang masih mendengkur. Kemarahan yang teramat sangat menguasai relung jiwaku. Kuangkat tanganku tinggi-tinggi. Aku ingin sekali menampar wajahnya saat ini juga. Aku ingin berteriak di depan wajahnya, memakinya, dan menyeretnya keluar dari rumah ini. Aku ingin menangis sejadi-jadinya dan bertanya apa kurangnya pengabdianku selama lima tahun ini!

Namun, saat tanganku nyaris mendarat di pipinya, gerakanku terhenti di udara.

Akal sehatku yang tersisa menampar kesadaranku dengan keras. Tunggu, Santi. Berpikir jernihlah, batinku menjerit memperingatkan.

Siapa lawanku saat ini? Bu Rina. Istri seorang Pamong Desa yang punya pengaruh besar. Pak Ario, suaminya, adalah orang yang memegang kendali atas banyak hal di desa ini. Mulai dari urusan administrasi, bantuan sosial, hingga perizinan usaha warga. Jika aku melabrak Bimo malam ini dengan modal menangis dan marah-marah, Bimo pasti akan mengelak. Dia bisa saja menghapus pesan itu dan menuduhku gila atau cemburu buta.

Lebih buruk lagi, jika masalah ini sampai ke telinga Rina tanpa persiapan matang, wanita licik itu pasti akan memutarbalikkan fakta. Dia punya uang, dia punya kekuasaan. Dia bisa dengan mudah menghancurkan hidupku dan suamiku. Dia bisa membuat kami diusir dari desa ini dengan fitnah keji.

Aku menarik napasku dalam-dalam, mencoba meredam gemuruh di dada yang rasanya ingin meledak. Kuturunkan tanganku yang bergetar hebat. Kuusap air mata di pipiku dengan kasar. Tidak. Aku tidak boleh gegabah. Kemarahan sesaat hanya akan membawaku pada kehancuran yang lebih dalam.

Dengan tangan masih sedikit gemetar, aku mengarahkan kamera ponsel milikku ke layar ponsel Bimo. Aku memotret isi pesan itu beserta foto profil Rina dengan jelas. Klik. Bukti pertama berhasil kudapatkan. Setelah itu, kukembalikan ponsel Bimo ke tempat asalnya di atas nakas, seolah tidak pernah terjadi apa-apa.

Aku duduk di tepi ranjang, menatap nanar ke arah jendela yang basah oleh hujan. Rasa cinta dan hormatku pada laki-laki yang tidur di sampingku ini telah mati malam ini, terkubur bersama rintik hujan yang jatuh ke bumi.

"Silakan nikmati waktu kalian besok, Mas," bisikku pelan ke arah Bimo, suaraku terdengar begitu dingin dan asing, bahkan di telingaku sendiri. "Karena aku bersumpah, senyum manis nyonya Pamong itu tidak akan bertahan lama."

Malam ini, Santi yang lugu dan penurut telah mati. Mulai besok, aku akan memastikan bahwa setiap tetes air mata yang jatuh malam ini, akan dibayar mahal oleh mereka berdua. Permainan baru saja dimulai.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

reviews

Afnan
Afnan
بدايه مشوقه احببت المقدمه أرجو ان تكون بقية القصه ممتعه وجذابه بالتوفيق للكاتب
2026-09-13 21:14:12
1
1
Jana Channel7
Jana Channel7
الرواية حلوة جدا ومختلفة أنصح بقرأتها
2026-09-13 14:57:59
1
1
105 Chapters
إجهاض
​عندما فتحتُ عينيّ، كنتُ مستلقيةً بالفعل على فراش مستشفى أبيض، تتصل بجسدي أجهزة وأسلاك طبية من كل نوع. بدأت غيبوبتي تنجلي ببطء.​"سيدتي، هل استيقظتِ؟" بدا الذعر على "أبيلا"، وكان وجهها باهتًا كالقماش الأبيض حين رأتني. أومأتُ لها بضعف، عاجزةً عن الحديث بوضوح بسبب أنبوب الأكسجين وبقية الأجهزة الموصولة بي.​جُلتُ ببصري في الغرفة بقدر ما أستطيع. لا أثر لـ "فايلدريك". وتلك المرأة لم تكن هنا أيضًا.​إذن، من الذي أتى بي إلى هنا؟ هل كانت رؤيتهما سابقًا مجرد وهم؟​"السيّد فايلدريك... لقد اتصلتُ به ثلاث مرات بالفعل يا سيدتي. الأطباء بحاجة لإجراء جراحة فورية لإنقاذكِ وإنقاذ الطفل، ولكن..." بدا أن أبيلا استشعرت قلقي، رغم أن شرحها يتلعثم ويتلاشى.​"... أرجوكِ لا تقلقي يا سيدتي. أنا أثق أن السيّد سيكون هنا قريبًا. لقد ذهب فقط ليوصل الأنسة "ليسارا" إلى منزلها أولاً."​بدت أبيلا مترددة وهي تنهي جملتها. أردتُ أن أضحك.​كيف يكون متاحًا حتى في موقف كهذا أن أظل دائمًا آخر أولوياته؟ حتى وزوجته وطفله بين الحياة والموت، تظل "ليسارا" في المقدمة. شخصٌ ليس حتى من العائلة!​يا له من خيار منطقي تمامًا للجنرال ال
last updateLast Updated : 2026-07-24
Read more
تَبَلُّد
​"كيف تشعرين الآن يا زوجتي؟" كسر صوت فايلدريك الصمت.​كان والداي قد غادرا لفترة قصيرة للتعامل مع أمور لا تحتمل التأجيل. والأمر ذاته ينطبق على "أبيلا" التي ظلت مستيقظة طوال الليل تنتظر أن أستيقظ. أما السيد "سيرجيو" فقد ذهب هو الآخر، يروح ويجيء ليتأكد من أن كل شيء يسير كما ينبغي.​لم يبقَ في الغرفة سوى فايلدريك وأنا. ولكن مجددًا، من قد يشك في أن الرجل الأكثر وطنية والمثالي ظاهريًا في "فاليريون" قد يؤذي زوجته؟ لا أحد.​الجميع يعتقدون أنني سأكون بأمان طالما كان فايلدريك إلى جانبي. لكن الحقيقة هي أنني كنت أُفضل أن أكون بمفردي، أو على الأقل أن تبقى معي خادمة أخرى بدلاً منه.​"هل تشعرين بأي تحسن؟" سأل فايلدريك مجددًا.​يا له من سؤال مثير للضحك! كيف يمكنه حتى أن يسألني ذلك؟ زوجي خانني، وفقدتُ الطفل الذي انتظرتُه لست سنوات.​والآن، أنا محاصرة في الغرفة ذاتها مع أكثر شخص أمنقته على وجه الأرض. حتى جناح "VVIP" الفسيح في مستشفى فاليريون الملكي بدا فجأة خناقًا يضيق عليّ.​كل ما كنت أحتاجه هو أن يغرب فايلدريك عن وجهي. لكن للغرابة، كنتُ أشد إنهاكًا من أن أمنقته. كان الرد عليه يتطلب جهدًا أكبر مما يست
last updateLast Updated : 2026-07-24
Read more
اسْتِفاقَة
​"ما الذي أتى بك إلى هنا يا سايران؟" بدا عدم المرتاح على فايلدريك وهو ينظر إلى سايران وردائه الرسمي. بالطبع، لقد أدرك أن هذه ليست زيارة عادية.​"لقد جئتُ فقط نيابة عن ولي العهد والمملكة لأقدم التعازي في خسارتكما، يا سيّد وسيدة أشبورن."​"أرجو أن تنقل امتناني وستخبر سموه أنه لا داعي لشغل نفسه بهذا الأمر يا سايران. والآن، إن كنت قد أبلغت كل ما جئت لتقوله، فعليك العودة. زوجتي بحاجة إلى المزيد من الراحة حتى تتعافى،" قال فايلدريك، وتحولت نظراته إلى الحدة.​"أوه، تعالَ يا فايلدريك. دع سايران يبقى لبعض الوقت. وجوده مريح نوعًا ما، ويجعلني أشعر بأنه لا يزال هناك من يهتم بأمري. هذا شعور لم أختبره منذ وقت طويل جدًا. ألم أفضِ هذه السنوات كلها وأنا أحبس نفسي في المنزل لأصون شرفك النبيل وسمعتك؟ وفي وضعي الحالي، ربما يجدر بك أن تسمح لي بلحظة لأشعر بالاتصال بالعالم الخارجي مجددًا، إن كنت ترغب حقًا في أن أتعافى." تحدثتُ ببرود دون أن أنظر إليه.​"واغفر هذا المشهد غير اللطيف يا لورد أردينت. أرجوك ألا تنقله إلى ولي العهد والمملكة." ابتسمتُ لسايران.​ارتسمت ابتسامة باهتة على وجهه، فقد فهم السخرية القابعة
last updateLast Updated : 2026-07-24
Read more
انْتِقام ​
"ما الذي تحاولين تحقيقَه بالظبط، يا سيدة أشبورن؟"بدا "سباستيان" وبقية محامي عائلة "فيرمونت" مذهولين من استدعائهم المفاجئ في ظل هذه الظروف."اكتشفوا الأصول المسجلة باسمي الشخصي، وتلك المسجلة باسم فايلدريك. حددوا كل شيء وارفعوا لي تقريرًا في أسرع وقت ممكن، بما في ذلك كل اتفاقية مرتبطة بها."أومأ الأطباء دون طرح الكثير من الأسئلة، ومع ذلك، لمحتُهم يتبادلون النظرات خلف ظهري، والارتباك جليٌ على وجوههم مما يحدث. كان القلق مرتسمًا على وجوه الفريق القانوني المكون من ثلاثة رجال."أريد أيضًا أن أعرف الخيارات المتاحة أمامي لتجميد كل أصل مسجل باسمي. إن أمكن، جمدوها جميعًا. لا يُسمح لفايلدريك بالوصول إليها إلا بإذني... لا أكثر ولا أقل.""جميعها يا سيدتي؟"كان التردد على وجه سباستيان واضحًا لا يمكن إخفاؤه. وبدت التجاعيد التي حفرها الزمن على بشرته أعمق وهو يعقد حاجبيه.بعد ما يقرب من أربعين عامًا في خدمة عائلة فيرمونت، كان من المتوقع أن تفاجئه مثل هذه المطالب التي تبدو طائشة. خاصة وأن أبي كان قد أعطاهم موافقته المسبقة لتلبية كل ما أطلبه دون تدخل.حتى هذا الطلب المبالغ فيه لم يهز دعم أبي. استطعتُ رؤ
last updateLast Updated : 2026-07-24
Read more
تَحَدٍّ
​ملأت زنابق البيضاء القاعة، تترافق مع صفوف من الشموع التي ألقت بوهج دافئ خافت عبر أرجاء الغرفة. واصل الأقارب والشركاء والضيوف التوافد، يقدمون تعازيهم.​مشينا أنا وفايلدريك ببطء جنبًا إلى جنب، ممسكَيْن بأيدي بعضنا، وكأن شيئًا من تلك الفوضى التي جرت خلف الكواليس لم يحدث قط.​"سمعتُ أن السيدة أشبورن أُجهضت بعد كشفها لعلاقة اللورد أشبورن الغرامية. كم هذا مأساوي! ست سنوات من انتظار الطفل ذهبت أدراج الرياح."​"ربما تكون تلك مجرد شائعة. انظر إليهما، لا يزالان يبدوان مخلصَين لبعضهما."​"لا أستطيع التفكير في أن أحدًا قد يخون السيدة أشبورن. إنها تبدو مثالية! من هي هذه المرأة الوقحة المتورطة؟"​ترددت الهمسات في أذنيّ من كل حدب وصوب، لكنني أثرتُ الصمت.​لقد تدرّبتُ منذ صغري على أن أكون صماء باختياري، فليس كل رأي يستحق الاهتمام. وأن تكون محطًا لأقاويل الناس، فذلك مجرد جزء من حياة امرأة نبيلة.​ولكن مع الأسف، حتى أثناء جنازة طفلي، بدا الناس أكثر اهتمامًا بمناقشة زواجي...​وبالتحديد، الشائعة حول الخيانة التي تدمره. لم يسألني أحد عن حالي، لم يسأل أحد عن طفلي، ولم يتحدث معي أحد بشكل مباشر قط.​لم تكن
last updateLast Updated : 2026-07-24
Read more
نَفْي
​"أقدم اعتذاري للجميع عن هذا المشهد غير اللائق. أعتقد أنني بحاجة إلى بعض الراحة، نظرًا لأنني لم أتعافَ تمامًا بعد. أستأذنكم، وأرجو أن تستمتعوا بالمراسم."​انحنيتُ خفيفًا، حانيةً رأسي لأن جرح العملية القيصرية كان لا يزال يؤلمني كلما تحركتُ أكثر من اللازم. الصمت الذي خيّم على الغرفة بسبب الفوضى الصغيرة التي أحدثتُها بدأ يتلاشى ببطء ليتحول إلى همسات.​"أوه، والسيدة ليسارا ستأخذ مكاني في بقية الفقرات، تمامًا كما فعلت في العديد من الليالي السابقة... الوقوف إلى جانب اللورد أشبورن نيابة عني." حرصتُ على أن يصل صوتي بوضوح.​وميض كاميرات التصوير المتواصل لم يستطع إخفاء النظرة الحادة في عيني فايلدريك. كدتُ أسمع صرير أسنانه.​لم أكن أهتم؛ فقبل أن أبدأ كل هذا، كنتُ قد فقدتُ كل شيء بالفعل. حتى كرامتي لم تعد شيئًا أهتم بالحفاظ عليه. لذا اكتبوا ما تشاؤون الليلة، أيها الصحفيون الأعزاء!​"أرجو أن تغفروا هذا الإزعاج المؤسف. زوجتي ليست في أفضل حالاتها الآن، فقد تعرض قلبها وعقلها لهزة عميقة،" تحدث فايلدريك بهدوء مذهل، وصوته مضبوط تمامًا.​"أود ببساطة أن أوضح أن علاقتي بالسيدة ليسارا كانت دائمًا مقتصرة على
last updateLast Updated : 2026-07-31
Read more
خَوْف ​
​وجهة نظر فايلدريك (Vaeldric POV)​"ما كل هذا يا فايلدريك؟ فسّر لي ما يحدث!"​دوى صوت أبي في أرجاء قصر آل "أشبورن". ألقى "ماغنوس أشبورن" حزمة من الصحف والمجلات عبر المكتب، ونظراته تتقد غضبًا وحنقًا.​السيدة أشبورن تواجه العشيقة المشاع عنها علنًا في استقبال تأبين طفلها​أم ثكلى تكسر صمتها وسط اتهامات الخيانة​استقبال الجنازة يتحول إلى توتر بينما تتطرق السيدة أشبورن للشائعات​عشيقة في جنازة؟ اتهام السيدة أشبورن الصادم يذهل فاليريون​ست سنوات من انتظار طفل... السيدة أشبورن تتهم زوجها باختيار امرأة أخرى​بطل وطني أم زوج مهمل؟ جدال عام يتفجر حول الجنرال فايلدريك​حاولتُ أن أبدو هادئًا: "سأتولى الأمر يا أبي."​في الآونة الأخيرة، تمادت سيرافينا أكثر من اللازم. لم تعد تشن حربًا ضدي بمفردي فحسب، بل أصبحت تجرّ عائلتي وسمعتي إلى المنتصف أيضًا.​قاطعني أبي بحزم: "كان ينبغي لك التعامل مع الأمر قبل أن يغادر أسوار هذا البيت! أنا لم أُربّ قائدًا ضعيفًا."​"سأتأكد من ألا يزداد الأمر سوءًا. سأصلحه، مهما تطلب الأمر."​بدأ الجنرال السابق —الذي لا يزال يُعد رمزًا للقوة في أنحاء "فاليريون"— يكبح جماح عواطف
last updateLast Updated : 2026-07-31
Read more
نَار
​وجهة نظر سيرافينا (Seraphina POV)​"سيدتي، لقد تم تحديد رسم ومسح جميع الأصول التي طلبتِها."​جلس سباستيان أمامي ومعه حزمة من التقارير التي أعدها فريقه.​يا له من صباح جميل! لقد بدأ يومي بأخبار سارة، والأن أمل أن يتبعها الباقي.​"أرجو ألا تكون سوى أخبار سارة، ولا يختبئ خلفها أي 'ولكن'." أخذتُ رشفة من شايي وأنا أنتظر إجابته.​"كل شيء تحت السيطرة يا سيدتي. بفضل اتفاقية ما قبل الزواج، فإن فصل الأصول وإدارتها أمر سلس نسبيًا." أزاح سباستيان عدة وثائق نحوي: "هذه هي جميع الأصول التي تظل تحت ملكيتكِ وسيطرتكِ الشخصية، يا سيدة أشبورن."​وكعادتة دائمًا، لم يهدر سباستيان الكلمات قط. لا عجب أن أبي أبقاه إلى جانبه لعقود.​فإلى جانب كفاءته وسرعة إنجازه، كان يعتمد على الحقائق بدلاً من العواطف. ومهما كان قربه من عائلتنا، فقد كان ينهج دائمًا نهجًا عقلانيًا في كل مسألة ويوجه نصائح محايدة.​تصفحتُ الوثائق ببطء. كانت تقارير مثل هذه جزءًا من روتيني اليومي سابقًا.​عندما كنتُ لا أزال سيرافينا فيرمونت، كنتُ مدمنة عمل كادت تنسى كيف يكون شعور الراحة الحقيقية. الاجتماعات، التقارير المالية، العقود، الاستثمارات..
last updateLast Updated : 2026-08-01
Read more
قُنْبُلَة ​
​"أخبر صاحب السمو الملكي أنني سأحضر."​أعدتُ الدعوة الذهبية إلى سايران. اكتفى بإيماءة صغيرة قبل أن يأخذ العلبة الملكية من يديّ.​"سأكون سعيدًا بنقل الرسالة يا سيدة أشبورن."​"أخبره بشيء آخر أيضًا... أنا لستُ معتادة على تلقي دعوات مباشرة من العائلة المالكة. لذا، إن تبين أن هذا ليس أكثر من مجرد تسلية لصاحب السمو، فقد أُصاب بالخيبة."​تحرك طرف فم سايران قليلاً. أكانت تلك ابتسامة أم تحذيرًا؟ لم أستطع التحديد.​في السابق، كنتُ أثق بسايران كصديق، لكن إن أردتُ الصراحة، أصبحتُ أثق به بدرجة أقل بكثير بصفته اليد اليمنى لولي العهد. كانت هناك مصالح ومخططات كثيرة جدًا متشابكة داخل السياسة الملكية.​"لم أعرف عن ولي العهد قط أنه يفعل أي شيء لمجرد التسلية."​أوه، تعالَ! لا تتظاهر بسوء الفهم عمداً. بالطبع لن يفعل، وهذا تحديدًا ما يجعلني حذرة.​بعد مغادرة سايران، التفتُّ نحو سباستيان، متأكدة من أنه لا يزال هناك.​ظل جالسًا والجهاز اللوحي في يده، ولم يتغير تعبير وجهه كثيرًا منذ قراءة أحدث العناوين:​مجلس الكنيسة يدرس مراجعة سلوك السيدة أشبورن في أعقاب فضيحة استقبال التأبين​مصادر تزعم أن عائلة أشبورن قد
last updateLast Updated : 2026-08-01
Read more
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status