Se connecterเมื่อแก้วตาดวงใจที่เคยทะนุถนอมดุจดังไข่ในหินกำลังถูกทำให้ด่างพร้อยด้วยฝีมือของผู้หญิงที่ไร้ยางอายคนหนึ่ง มหาเศรษฐีหนุ่มเจ้าของฟาร์มมุกและธุรกิจอัญมณีส่งออกที่ใหญ่ที่สุด ในภาคพื้นเอเชียอาคเนย์อย่าง 'นายหัวเพลิง' หรือ 'อัคนี โอลิเวียลา อัครเดชา' ลูกครึ่งเลือดผสม ระหว่างไทย-บราซิลเลียนจึงต้องเข้ามาจัดการสะสางปัญหาด้วยการจับต้นเหตุของปัญหาอย่าง 'นิชมล ประกายรุ้ง' มากักขังเป็นเชลยและสั่งสอนให้รับรู้ถึงความเจ็บปวดที่แสนจะทรมานดั่งเช่นหลานสาวของเขาเคยเจอ
Voir plusBab 1
Serena kembali ke Indonesia setelah tujuh tahun menetap di Singapura. Ia datang dengan satu tujuan penting yang menyangkut dengan masa lalunya.Di sinilah ia berdiri, di hadapan hotel tempatnya bekerja tujuh tahun yang lalu, menjadi salah satu staf di Himawan Hotel."Selamat datang!"Seorang petugas hotel menyambut kedatangannya, Serena membalas dengan senyuman. Ia di arahkan ke bagian resepsionis guna untuk memesan kamar.Serena diberikan card, lalu seseorang yang tadi mengantarnya ke atas. Setiap pijakan seolah melambat, memori tujuh tahun kembali berputar di kepalanya.Sehari setelah ia sah menjadi istri dari Aldi Himawan, pewaris hotel tempatnya bekerja, Serena di permalukan oleh Lydia yang mengaku sebagai istri dari suaminya, Aldi.Wajah Serena seolah kembali tertampar saat kalimat kotor keluar dari mulut Lydia waktu itu dan kembali menggema di telinganya."Kau menyerahkan tubuhmu pada pria beristri, benar-benar murahan!Hei! Kalian, lihatlah jalang ini yang merangkak ke atas ranjang suamiku!" teriak Lydia kala itu. Serena malu sejadi-jadinya, banyak staf yang menyaksikan kejadian itu. Bukan hanya itu, ada banyak lagi kalimat yang menyakitkan ia terima."Ini kamarnya, Bu, silahkan!"Lamunan Serena buyar saat petugas hotel tadi menunjuk kamarnya."Terimakasih!" ucap Serena. Staf tersebut mengangguk lalu permisi.Serena mengistirahatkan tubuhnya sebelum sore nanti mulai melakukan rencananya, namun sebelum hal itu terjadi suara benda pipih miliknya berdering."Mami, Ranu kangen!"Serena tertawa melihat ekspresi putranya yang berada di Singapura. Padahal belum genap sehari mereka berpisah."Mami baru sampai? Kata Om Billy naik pesawat nggak sampai dua jam, terus naik taksi sekitar satu jam. Sekarang sudah empat jam Mami berangkat."Serena tersenyum mendengar celotehan putra pintarnya tersebut, "Iya, mami baru nyampe dan sekarang mau istirahat dulu," jelas Serena."Jadi Mami belum ketemu sama teman Mami itu?" Setahu Ranu, maminya sedang rindu dengan temannya makanya berkunjung ke Indonesia.Serena menggelengKedua bahu Ranu merosot ke bawah di ikuti dengan raut wajah cemberut, "Jadi, Mami akan lama pulangnya?""Tidak sayang, sore nanti mami akan ketemu dan besok akan mengunjungi rumah uti," jawab Serena."Jangan lama-lama pulangnya, Mam. Ranu nggak ada yang urus."Astaga!Serena tertawa, selalu seperti itu Ranu kalau dirinya pergi bermalam, "Kan ada Mbak Hilda, mami cuma seminggu kok." Serena sengaja menggoda padahal rencananya cuma tiga hari saja."What? Seminggu? Oh em ji!" Anak itu menepuk keningnya sendiri.Serena terkikik melihatnya, "Ranu sudah makan?""Sudah, mami juga sudah makan?""Sudah, makan roti, mami mau istirahat sebentar sebelum ketemu teman.""Mami! roti lagi-roti lagi. Mami harus makan dengan benar, Ranu nggak mau ya, kalau asam lambung Mami kumat." Seperhatian itu Ranu padanya membuat hati Serena menghangat."Iya cerewet, mami akan jaga kesehatan," balas Serena, "sudah dulu ya, mami ngantuk, nih." Serena ingin mengakhiri panggilan."Ok, Mam. Jaga diri dan cepat pulang, no debat!"Serena mengangguk lalu tersenyum, Ranu memang paling bisa membuat dia tertawa. Sambungan video terputus, Serena pun meletakkan ponselnya di atas nakas, ia harus tidur sebentar sebelum menemui orang di masa lalunya.Pukul empat sore, Serena sudah bangun, ia mandi dan memakai kemeja lengan panjang putih, di padu dengan celana jeans yang memiliki dua robekan di bagian lutut.Menatap cermin sebentar memastikan lipstick warna pinknya tidak melebar melampaui garis bibir. Serena meraih tas tangan yang sudah ia isi dengan dompet dan ponselnya, menghela nafas sesaat sebelum membuka pintu.Serena melirik arlojinya, sebentar lagi pukul lima, para petinggi hotel akan ke luar. Serena mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Aldi, tepatnya di lobiPria dewasa yang masih berstatus suaminya itu tampak berjalan dengan bawahannya, mereka tampak berbicara serius.Jantung Serena bedetak kuat, namun melambat, darahnya seolah berdesir hebat. Bohong kalau Serena tidak merindukan pria itu, meski tujuh tahun ia terus berusaha membencinya.Aldi masih tampak gagah di usianya yang Serena perkirakan sudah lebih dari empat puluh tahun, tapi pesonanya masih menguar kuat, semakin matang semakin menantang.Serena sudah berdiri di tempatnya. Aldi dan dua pria yang bersamanya berhenti sejenak di dekatnya, pria itu memunggunginya."Pastikan kamarnya sudah baik, jangan kecewakan Tuan Adolf, mengerti!" Terdengar Aldi memberi peringatan."Baik Pak!" jawab Benu yang Serena tahu adalah asisten Aldi, sedang pria satu lagi Serena tidak mengenalinya."Ben, kamu antar saya ya! Saya lagi malas nyetir." Aldi memberi perintah, dia belum melihat ke arah Serena yang berdiri menatapnya sampai Benu mengangguk lalu matanya menangkap sosok yang tidak asing."Se-serena!" ucapnya terkejut hingga Aldi yang mendengar nama tersebut lantas memutar tubuhnya dengan cepat mengikut arah mata asistennya."Seren!"^^^^^^ Benu dan Serena adalah sebaya, pernah menjadi teman sekolah dan bekerja di hotel yang sama pula. Benu menjadi asisten presdir hotel, Serena menjadi staf yang melayani tamu.Di kafe hotel, Aldi dan Serena sudah duduk berhadapan. Pria itu menyuruh Benu menunggunya di mobil."Akhirnya, setelah tujuh tahun menghilang, kau datang ke sini." Aldi membuka percakapan. Meski wajahnya terlihat biasa, namun hatinya sangat bahagia."Seren!" Begitu panggilan kesayangannya, "aku mencarimu ke mana-mana, tapi kau hilang seperti ditelan bumi. Aku nyaris gila saat itu."Aldi membuka sedikit kisahnya saat di tinggalkan oleh Serena.Serena belum menanggapi, ia tidak peduli dengan cerita Aldi. Dia lebih siap memantapkan hati untuk menyampaikan maksud kedatangannya."Seren, kau tidak mau cerita tentang alasanmu pergi?" tanya Aldi. Andai tadi Serena tidak menolak di ajak ke kamar, Aldi saat ini pasti sudah memeluk dan menciumi wajah gadis yang selalu ia rindukan di setiap waktunya, bahkan nafas indah Serena saat malam pertama masih melekat kuat di ingatannya."Pak Aldi, sebenarnya saya ...."Aldi menginterupsi dengan mengangkat tangannya, "Bapak?" Memastikan panggilan Serena barusan. Seperti seorang atasan dan bawahan.Serena mengangguk, "Saya datang ke sini mau minta cerai dari, Bapak," lanjutnya.Ketegangan yang masih ada kian terasa setelah kalimat itu meluncur dari bibir indah Serena."Bapak membohongi saya, katanya sudah bercerai, tapi nyatanya tidak seperti itu, saya menyesal dan ingin lepas dari ikatan yang bapak bangun dari kebohongan itu." Serena mengungkapkan alasannya. Dia tahu Aldi tidak mungkin menyangkalnya, lagi pula mustahil pria itu tidak tahu tentang kejadian tujuh tahun lalu.Saat itu setelah melakukan malam pertama di hotel ini, Aldi mendapat panggilan darurat, saat dini hari ayahnya di kabarkan jatuh di kamar mandi, karena ingin cepat pulang, Aldi tidak tega membangunkan Serena, jadilah ia pergi setelah mengecup kening dan bibir wanita itu."Bapak boleh talak saya sekarang," kata Serena karena Aldi belum menanggapinya."Kita bicarakan besok, kita bertemu di sini," ucap Aldi.Wajah Serena berubah, "Apa tidak bisa sekarang? Saya tidak punya waktu banyak," kata Serena sarat memaksa.Aldi menatap arlojinya, "Aku ada pertemuan, lagi pula butuh saksi untuk menalak, kamu. Datanglah besok ke sini pagi hari." Aldi cepat memutuskan."Baiklah, tapi penuhi keinginan talak saya!" Serena butuh kepastian. Selain karena Billy sudah melamarnya, ia juga tidak tahan berpisah lama dari Ranu putra tampannya."Aku akan kasih jawabannya besok." Keputusan Aldi sudah tepat.Setelah Aldi pergi, Serena duduk sebentar sebelum kembali ke kamarnya. Dia pikir akan mudah meminta talak, namun sepertinya ia harus menunggu sedikit lagi.Aldi masuk ke dalam mobil di mana sudah ada Benu menunggu, "Nu, cari tahu dari mana Serena datang sekaligus menginap di mana?" perintah Aldi begitu duduk di mobil."Baik bos!" patuh Benu, tapi sesaat kemudian dia menoleh, "Serena masih punya rumah, mungkin dia tinggal di sana." Benu sangat mengenal Serena dulu."Nggak mungkin, Nu. Dia sepertinya memang sengaja menghindar, tapi apa alasannya aku nggak tau. Lagi pula rumah itu di tempati oleh orang lain." Aldi memang selalu memantau rumah Serena dulu.Benu mengangguk, cukup masuk akal apa yang dikatakan oleh bosnya."Ben, aku butuh cepat informasinya, malam ini aku harus tahu di mana Serena tinggal!" kata Aldi berupa titah yang tidak boleh dibantah.งานแต่งงานระหว่าง ‘อัคนี’ และ ‘นิชมล’ ถูกจัดขึ้นในอีกหนึ่งสัปดาห์ต่อมา คนที่มาร่วมงานเป็นเพียงคนในครอบครัวและคนสนิทเท่านั้นบรรยากาศในงานเต็มไปด้วยความเป็นกันเองและความชื่นมื่น เดวิดกับซาร่าบินตรงจากประเทศอังกฤษเพื่อมาร่วมงานของลูกสาวบุญธรรม เช่นเดียวกับพ่อและแม่ของนิชมลที่มาร่วมงานนี้ด้วย“แด๊ดกับมัมขอให้ลูกมีความสุขมากๆ นะแนนซี่” ซาร่ากล่าวอวยพร“ขอบคุณค่ะ มัมไม่โกรธใช่ไหมคะ ที่แนนซี่ไม่ได้อยู่ดูแลมัมแล้ว”“จะโกรธทำไมล่ะลูก ความสุขของแนนซี่กับพอลสำคัญที่สุด” ซาร่าตอบด้วยใบหน้าที่ยิ้มแย้ม ก่อนจะยื่นหน้าเข้ามากระซิบอะไรบางอย่าง “เขาหล่อมากเลยนะแนนซี่”นิชมลยิ้มเขินๆ “ค่ะมัม”“ฉันฝากแนนซี่กับพอลด้วยนะคุณอัคนี” ซาร่าหันไปทางเจ้าบ่าว“ผมสัญญาด้วยชีวิตครับว่าจะดูแลทั้งสองคนให้ดีที่สุด” ชายหนุ่มยืนยันด้วยน้ำเสียงและแววตาที่หนักแน่น“ขอบคุณมากๆ”“ผมต่างหากที่ต้องพูดคำนี้ เพราะคุณซาร่ากับคุณเดวิดช่วยดูแลภรรยาและลูกชายของผมเป็นอย่างดี...” อัคนียกมือขึ้นไหว้สองสามีภรรยาชาวอังกฤษ“ไม่ต้องขอบคุณหรอก เพราะแนนซี่คือลูกสาวของเราเหมือนกัน”การอวยพรของเดวิดและซาร่าจบลงด้วยความซาบซึ้ง จากนั้นก็เป็นแขก
คืนนี้พระจันทร์ทรงกลดทอแสงอร่ามเรืองอยู่เหนือยอดมะพร้าวที่ไหวไปมาน้อยๆ ช่างแลดูงดงามยิ่งนัก ก่อนเข้านอนบรรยากาศนั้นเงียบสงบจนได้ยินเสียงร้องของหัวใจบอกว่ามีความสุขได้อย่างชัดเจนพอลหลับไปแล้วเพราะเหนื่อยล้าจากการเล่นสนุกสนานมาตลอดทั้งวัน นิชมลก้มลงจูบที่หน้าผากเล็กนั้นเบาๆ แล้วจึงเดินไปยืนชื่นชมความงามของธรรมชาติในยามค่ำคืนที่ริมหน้าต่างในขณะที่ร่างอรชรกำลังทอดมองอยู่นั้น ไออุ่นหวามๆ ของกายแกร่งก็ลอยล่องมาพร่างพรมเบียดแนบจากด้านหลัง ก่อนที่ลำแขนแข็งแรงจะสอดเข้ารวบเอวบาง พร้อมๆ กับปลายจมูกโด่งเป็นสันฝังลงที่ต้นคอขาวละมุน“อุ๊ย...” หญิงสาวอุทานเบาๆ เพราะไม่คิดว่าอัคนีจะเข้ามาในนี้“ทำไมยังไม่นอน หือ...” เสียงทุ้มกระซิบถามในขณะที่ยังคลอเคลียดอมดมอยู่กับพวงแก้มขาวอมชมพู“แล้วคุณล่ะคะ” เธอหันหน้ากลับมาถามเขาบ้าง “ทำไมถึงยังไม่นอน”“นอนไม่หลับ” เขาทำสายตาเจ้าชู้หรี่มอง “หาคนกล่อมนอนอยู่”“สงสัยจะชินกับการมีคนกล่อมนอนล่ะสิคะ”หญิงสาวมีอาการคอแข็งขึ้นมาฉับพลัน“ไม่เคยมีใครกล่อมสักที”“เชื่อได้แน่เหรอคะ ว่านายหัวอัคนีผู้ยิ่งใหญ่จะไม่เคยมีใครกล่อมนอน”“เชื่อได้สิครับ รักเมียคนเดียว ไม่เคยไปทำเ
อัคนีก็ได้รับอนุญาตให้ออกจากโรงพยาบาลในอีกสองสัปดาห์ต่อมา โดยมีวีไปรับแต่เช้ามืด ซึ่งก็เป็นเวลาเดียวกับพระอาทิตย์ดวงโตกำลังจะโผล่พ้นขอบน้ำทะเลอันกว้างใหญ่ ขึ้นมาทักทายทุกสรรพสิ่งบนโลกใบนี้เฉกเช่นเดียวกับทุกๆ วัน บรรยากาศธรรมชาติในตอนเช้านั้นช่างแลดูสดใสบริสุทธิ์ โอบล้อมด้วยสายลมแสงแดดและท้องทะเลสีคราม ทำให้ชายหนุ่มสูดลมหายใจเข้าเต็มปอดด้วยความดีใจ ที่ได้กลับมาที่นี่อีกครั้งพร้อมกับคนที่เขารักทั้งสองคนเมื่อสองวันก่อน นิชมลได้สั่งให้ป้าแจ๋วจัดห้องให้อัคนีบนเรือนหลังใหญ่เช่นเดิม ส่วนเธอย้ายไปอยู่อีกห้องกับลูกชาย“คุณพักห้องนี้เหมือนเดิมนะคะ…” เสียงหวานเอื้อนเอ่ยเมื่อประคองเขาขึ้นมาถึงห้อง แล้วพาไปนั่งลงบนเตียงกว้างซึ่งเคยเป็นเตียงของเขา“แล้วคุณล่ะมล”“มลก็กลับไปอยู่ห้องเดิมของมลสิคะ”“ทำไมไม่อยู่ห้องเดียวกันล่ะครับ” เสียงทุ้มถามอ้อนๆ ด้วยแววตากรุ้มกริ่ม“ได้ไงกันคะ” หญิงสาวค้อนอย่างน่ารัก “มลก็ขาดทุนแย่สิแบบนั้น”“ถ้างั้นเรารีบแต่งงานกันเถอะนะมล ผมเหงา ไม่อยากอยู่คนเดียว”นิชมลเบ้ปากคล้ายกับจะยิ้ม “เมื่อก่อนก็อยู่ได้นี่นา ไม่เห็นจะบ่นแบบนี้เลย”“อยู่ได้แต่ทรมานน่าดู...” สีหน้าเขาเคร่งเ
ไพลิณีย์มาที่โรงพยาบาลเพื่อเยี่ยมอาการของอัคนี ครั้นพอเปิดประตูเข้ามาก็เห็นนิชมลยืนอยู่ข้างๆ เตียงชายหนุ่ม ไพลิณีย์จึงมีสีหน้าเจื่อนไปเล็กน้อย“คุณนิชมล...”“สวัสดีค่ะคุณลิน” นิชมลเอ่ยทักทายพร้อมกับยิ้มให้ราวกับไม่ได้โกรธเคืองกันมาก่อน“คุณสบายดีนะคะ”“มลสบายดีค่ะ และก็อยากจะขอโทษคุณลินเรื่องที่...” นิชมลกำลังจะขยับปากพูด“อย่าพูดถึงมันเลยค่ะคุณนิชมล เรื่องมันผ่านมาตั้งนานแล้ว เอาเป็นว่าลินให้อภัยค่ะ จากนี้ไปเรามาเป็นเพื่อนที่ดีต่อกันดีกว่านะคะ ความจริงที่เรื่องเป็นแบบนี้ก็เพราะเพลิงไม่เคยรักลินเลยต่างหากล่ะคะ”“ขอบคุณมากนะคะคุณลิน”ไพลิณีย์ยิ้มละไม ก่อนจะเข้าไปกอดนิชมลอย่างอบอุ่น อัคนีมองภาพนั้นแล้วอดยิ้มไม่ได้ เขาดีใจที่คนที่เขารักทุกคนต่างให้อภัยซึ่งกันและกัน“ว่าแต่จะแต่งงานกันเมื่อไรเหรอคะ ลินจะได้เตรียมตัดชุด” ไพลิณีย์หันไปถามคนป่วยบ้าง“แล้วแต่มลเขาน่ะครับลิน” นายหัวหนุ่มยื่นมือของตัวเองไปจับมือเรียวเล็กของนิชมลแบบเอาใจ พร้อมทั้งขยิบตาข้างเดียวยิบๆ อย่างยวนยั่ว“ว่าไงคะคุณมล”“มลขอตัวไปดูพอลก่อนนะคะ ไม่รู้ไปเล่นซนอยู่ที่ไหน” นิชมลเดินหนีอย่างเขินๆ ปล่อยให้ไพลิณีย์และอัคนีมองตาม
นิชมลหน้าเจื่อนและออกอาการงงๆ เล็กน้อย เพราะไม่คิดว่าเลิศภพจะรู้จักกับอรนิดา ซึ่งดูท่าทางที่อรนิดาแสดงออกมานั้นก็พอเดาออกว่าคนทั้งคู่น่าจะมีความสัมพันธ์เกินกว่าคนรู้จักกันฉันมิตร“อ้าว...อรมาได้ไง” เลิศภพเอ่ยถามแฟนสาว“คิดถึง...ก็เลยแวะมาหาน่ะค่ะ อรกะว่าจะชวนพี่ภพไปทานข้าวกลางวันด้วยกัน”“พี่กำลังจ
พยาบาลสาวคนใหม่ที่เพิ่งจะได้รับการบรรจุเป็นพนักงานประจำในตึกผ่าตัดของโรงพยาบาลเอกชนชื่อดังแห่งหนึ่ง กำลังถือแฟ้มประวัติคนไข้ไปให้หมอตามที่ได้รับคำสั่งจากหัวหน้าพยาบาล เธอเพิ่งเข้ามาทำงานได้เพียงแค่สองสัปดาห์หลังจากเรียนจบตามหลักสูตร นิชมลเลือกที่จะมาสมัครเข้าทำงานในโรงพยาบาลเอกชนแห่งนี้ ด้วยเหตุผลท
“หน็อยแน่! เจ็บใจนัก เพราะยัยผู้หญิงขายตัวนั่นคนเดียวที่ทำให้ทุกคนมองเราอย่างตำหนิแบบนั้น” ปัทมาวดีขบเขี้ยวเคี้ยวฟันอย่างเคืองขุ่น ขณะเดินไปขึ้นรถกับอรนิดา“เขาร้ายกาจกว่าที่อรคิดไว้ซะอีก เกิดมาอรยังไม่เคยถูกใครฉีกหน้าแบบนี้มาก่อน” อรนิดาพลอยมีอารมณ์ไปด้วย“ก็แน่ล่ะสิ ผู้หญิงกลางคืนก็ย่อมจัดจ้านเป็
ร่างสูงสง่าดั่งม้ายูนิคอร์นในชุดสูทเรียบหรู เจ้าของความสูงหกฟุตสองนิ้วที่กำลังจะเยื้องย่างพ้นประตูหน้าโรงแรม ได้ตกเป็นเป้าสายตาของพนักงานสาวๆ และแขกเหรื่อหลายคน ทั้งนี้เพราะบุคลิกอันโดดเด่นของเขา จึงเป็นแม่เหล็กชั้นดีที่ดึงดูดใครต่อใครให้ต้องมองตามบุรุษผู้นี้ไม่ได้หล่อสะอาดสะอ้านอย่างนายแบบตามหน้า